Kemerdekaan Untuk Melayani

RHEMA HARI INI
Lukas 16:13 “Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Terdapat sepasang suami istri terjerat dalam hutang yang luar biasa besar. Setelah mereka hitung-hitung semua hutang mereka, memerlukan waktu sampai mereka berusia 80 tahun baru hutang mereka terbayar semuanya. Mereka juga mengalami hal yang buruk. Pertengkaran tidak dapat dihindari. Mereka bertengkar setiap hari, suasana rumah menjadi tidak harmonis. Kebutuhan anak-anak pun tidak dapat terpenuhi. Mereka merasa hidup mereka melarat, mereka kepahitan dan banyak lagi hal yang tercampur aduk. Didalam kekecewaan mereka berpikir untuk bunuh diri, dengan bunuh diri mereka merasa masalah pasti akan selesai. Tetapi ditengah-tengah kekalutan mereka, ada suara lembut yang timbul dalam hati si istri. Suara itu mengingatkan si istri bahwa bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah justru akan menambah masalah. Belum lagi anak-anak mereka yang masih membutuhkan orangtua. Sang istri pun bertobat dan dengan suaminya berkomitmen untuk mencari Tuhan dan meminta pertolongan Tuhan. Mulai saat itu mereka berdua mencari Tuhan dengan benar. Mereka membaca Firman, mereka berdoa dan meminta belas kasihan Tuhan atas kehidupan keluarga mereka. Setelah itu mereka setia mencari kehendak Tuhan, kehidupan mereka berubah total. Sang istri yang sebelumnya tidak bisa memasak, menjadi pintar memasak dan membuka usaha katering. Mulai dari hanya 3 orang lalu menjadi 300 orang. Bahkan karena terlalu banyaknya pesanan, sang istri sampai harus menolak beberapa pesanan. Sang suami juga mempunyai toko. Dari hanya 1 toko menjadi 5 toko. Merekapun memiliki tanah, rumah, kendaraan dan setia melayani Tuhan.

Tuhan Yesus menyebut hutang itu sebagai spirit / roh yang namanya Mamon, yang bisa menghentikan kita dari melayani Tuhan. Apabila kita terjerat hutang, maka sukar bagi kita untuk melayani Tuhan dengan maksimal. Kalau Tuhan menyuruh kita untuk membantu seseorang yang sedang membutuhkan uang, kita akan menjawab, Tuhan aku ingin menjadi berkat, tapi tidak bisa karena aku harus membayar hutang. Kita terpaksa berkata “tidak” kepada Tuhan karena kita diperbudak hutang. Bekerja bukan lagi pilihan dan kesukaan, tapi terpaksa karena harus bayar hutang. Tuhan sendiri menjanjikan akan memberkati umat-Nya sehingga umat-Nya dapat memberikan pinjaman kepada banyak bangsa. Sebisa mungkin jangan berhutang! Ini harus menjadi pedoman hidup. Tuhan tidak ingin orang percaya berada dalam hutang. Prinsip Alkitab adalah anak-anak Tuhan justru dianjurkan untuk memberikan pinjaman dan bukan meminjam karena seharusnya anak-anak Tuhan diberkati hidupnya jika benar-benar mau melakukan akan perintah Tuhan. Tuhan tidak ingin anak-anaknya menjadi ” budak ” namun menjadi orang merdeka sehingga kita memiliki kemerdekaan untuk melayani Tuhan. (ABU)

RENUNGAN
Biarlah setiap kita dilepaskan dari jerat hutang yang MEMPERBUDAK hidup kita sehingga kita memiliki KEMERDEKAAN untuk melayani Tuhan.

APLIKASI
1. Periksalah kondisi Anda, apakah Anda bekerja karena pilihan atau karena diperbudak hutang ?

2. Apa yang akan Anda lakukan agar Anda memiliki kemerdekaan untuk melayani Tuhan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapak kami tidak mau di perbudak oleh jerat hutang, kami rindu dapat dimerdekakan didalam Engkau sehingga kami merdeka untuk melayaniMU. Amin