Adakah Buahmu?

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 11:12-14

RHEMA HARI INI
Markus 11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Setelah bertahun-tahun merawat pohon-pohon pepaya di perkebunan, apakah yang paling diharapkan oleh sang petani? Tentu saja buah. Petani tidak akan merawat pohon pepaya begitu saja tanpa mengharapkan buah. Pohon pepaya tidak ditanam untuk hiasan atau keindahan, tetapi untuk menghasilkan buah.

Demikian juga hidup kita tidak diambil Tuhan begitu saja tanpa Tuhan mengharapkan buah. Kita yang dulu hidup dalam dosa, diangkat Tuhan menjadi anak-Nya, diampuni, dibersihkan dari segala dosa kita, ditumbuhkan iman serta kedewasaan rohani kita, tidak dilakukan Tuhan tanpa tujuan. Tujuan Tuhan melakukan semuanya itu dalam hidup kita adalah supaya kita menghasilkan buah dan buah kita itu manis serta banyak, sehingga hidup kita bisa dinikmati oleh banyak orang dan mereka semua memuliakan nama Tuhan.

Sadarilah bahwa yang paling utama dicari Tuhan dari hidup kita adalah buah yang kita hasilkan. Sudahkah kita menghasilkan buah untuk kemuliaan-Nya? Buah disini berarti hidup kita yang bisa menjadi berkat untuk orang-orang di sekeliling kita. Buah disini juga berarti jiwa-jiwa yang kita bawa datang kepada Tuhan. Hari ini, ambilah komitmen untuk bisa berbuah banyak bagi kerajaan Allah. Melekatlah pada pokok anggur yaitu Tuhan Yesus sendiri, maka hidup kita akan dapat menghasilkan buah yang lebat untuk kemuliaan nama-Nya.

RENUNGAN
Yang paling UTAMA DICARI Tuhan dari hidup kita adalah BUAH yang kita hasilkan.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda berbuah bagi Tuhan?
2. Mengapa kita harus berbuah bagi Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya hidup Anda bisa berbuah banyak bagi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami rindu bisa menghasilkan buah yang banyak bagi Kerajaan-MU. Urapilah kami dan biarlah hidup kami senantiasa melekat dengan Engkau sehingga kami senantiasa menghasilkan buah dan hidup kami memuliakan nama-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.