Akibat Menolak Panggilan Tuhan

BACAAN HARI INI
Yunus 1:1-17

RHEMA HARI INI
Yunus 1:3-4 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur

Brion Kallinen mengenal Tuhan sejak masa kecilnya. Tuhan pun memakainya untuk membawa banyak temannya ke ibadah pemuda. Namun, ketika panggilan Tuhan mengetuk hatinya, ia lebih memilih impiannya untuk menjadi pemilik perusahaan truk dan membangun keluarga yang bahagia. Ia pun mulai bekerja keras mewujudkan impiannya. Sementara itu, hidupnya semakin menjauh dari Tuhan. Di antara jatuh bangun usahanya, ia sempat menikah dan bercerai beberapa kali. Kepahitan dan kemarahan pun menyesaki hidupnya. Setiap kali melalui kesulitan, ia tahu Tuhan tengah memanggilnya kembali. Namun Brion tetap mengeraskan hatinya. Sampai akhirnya ia memiliki masalah serius pada tulang punggungnya dan ia harus menyerah terhadap impiannya. Suatu hari, saat ia tidak tahan lagi dan menangis dalam doanya, Tuhan berkata, “Brion, semua ini terjadi karena engkau menjalani jalanmu sendiri. Kalau saja dari awal engkau taat pada-Ku, tidak ada satu pun dari semua ini akan terjadi.”

Kerap kali, panggilan Tuhan tidak sesuai dengan keinginan hati kita. Karena itulah, setiap kalinya, banyak yang lebih memilih untuk mengeraskan hati daripada mentaati apa yang Tuhan inginkan. Namun, lihatlah apa yang terjadi pada Yunus. Setiap kali Yunus mengeraskan hatinya, ia justru terjebak dalam masalah yang lebih besar. Kapal yang ditumpanginya nyaris hancur diterpa badai hebat. Ia dicampakkan ke dalam amukan laut, dan ikan besar menelannya selama tiga hari tiga malam.

Ya, berlari dari panggilan Tuhan tidak pernah menjadi ide bagus. Ke mana Tuhan memanggil kita mungkin bukanlah tempat yang ingin kita tuju. Bangkit menjadi pahlawan Tuhan memang tidak pernah mudah. Jalannya mungkin terlihat berliku tajam dan berbatu-batu. Namun, Tuhan menyediakan anugerah-Nya di jalan yang Dia tetapkan bagi kita. Dia yang akan memperlengkapi kita dengan urapan untuk berkuasa dan memastikan kita berhasil melakukan apa yang ingin Dia lakukan melalui kita. (MV.L)

RENUNGAN
MENOLAK PANGGILAN TUHAN justru mengakibatkan kita KEHILANGAN ANUGERAH.

APLIKASI
1. Panggilan apa yang pernah Tuhan berikan dalam hidup Anda dan bagimanakah Anda menjawab-Nya?
2. Mengapa Anda tidak seharusnya menolak panggilan Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat menjawab panggilan Tuhan mulai saat ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah memilih kami dalam panggilan kami masing-masing. Mungkin panggilan kami berbeda-beda, tetapi tujuannya satu. Bangkit menjadi pahlawan-Mu untuk membawa terang-Mu yang menyelamatkan bagi jiwa-jiwa yang terhilang. Perlengkapi kamu, ya Bapa, dengan urapan untuk berkuasa, agar kami mampu menggenapi panggilan tersebut. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”