Akil Balig Seperti Yesus

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Galatia 4:1-11

RHEMA HARI INI
Galatia 4:1Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;

Sebuah kerajaan sedang menantikan kehadiran seorang putra mahkota. Tiga kelahiran yang pertama adalah anak putri. Itu sebabnya, dalam kehamilan keempat sang ratu, mereka sangat mengharapkan hadirnya putra mahkota. Ketika tiba waktunya sang ratu melahirkan, apa yang kerajaan ini harapkan selama ini sungguh-sungguh menjadi kenyataan. Seorang bayi laki-laki lahir. Sang raja pun mendeklarasikan bayi laki-lakinya sebagai putra mahkota yang kelak akan menggantikannya menjadi raja. Meski demikian, tentu saja tampuk pemerintahan tidak langsung diserahkan kepada putra mahkota yang masih bayi. Ia harus dididik dan dilatih dalam pendidikan kerajaan, sampai akil balig dan menjadi dewasa, sehingga siap untuk berkuasa serta memerintah sebagai raja.

Itulah juga yang terjadi dalam hidup kita. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi, kita diangkat menjadi anak-anak Allah yang berhak menerima semua hal yang sudah Tuhan sediakan dalam hidup kita. Namun, untuk menerima seluruh kepenuhan Allah, kita harus terus bertumbuh, selangkah demi selangkah, sampai menjadi dewasa rohani. Hanya saat itulah, Tuhan akan mempercayakan hal-hal yang semakin besar dalam hidup kita.

Jika Anda ingin dipercayai Tuhan dengan hal-hal yang sangat besar, tidak bisa tidak, syaratnya adalah Anda harus bertumbuh menjadi dewasa rohani. Kanak-kanak belum bisa diberi kepercayaan yang besar, hanya yang dewasalah yang bisa diberi kepercayaan yang besar. Itu sebabnya, sangat penting sekali bagi kita untuk terus bertumbuh secara rohani. Pertumbuhan rohani bisa didapat melalui persekutuan pribadi dengan Roh Kudus. Di situlah manusia roh kita diberi makan dalam hadirat Tuhan. Demikian juga dengan pembacaan Alkitab, melalui pembacaan Alkitab dan mempraktekkannya, manusia roh kita terus dilatih, dididik, dan, dipertajam untuk mengikuti kehendak serta rencana Tuhan. Kita bersyukur, di gereja kita ada Sekolah Orientasi Melayani (SOM) untuk mendidik jemaat semakin bertumbuh dewasa rohani. Ikutilah SOM ini dan teruslah bertumbuh semakin dalam di dalam pengenalan kita akan Tuhan, maka hal-hal besar dan supernatural akan Tuhan percayakan dalam hidup kita.

RENUNGAN
Syarat mendapatkan URAPAN UNTUK BERKUASA adalah AKIL BALIG SEPERTI YESUS.

APLIKASI
1. Sampai dimanakah tingkat kedewasaan rohani Anda?
2. Evaluasilah, kepercayaan apa saja yang sudah Tuhan berikan dalam hidup Anda sampai hari ini?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa bertumbuh semakin dewasa rohani dan dipercaya Tuhan dengan hal-hal yang besar?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, bimbinglah kami untuk mengikuti kehendak serta rencana-MU dalam hidup kami. Kami rindu menjadi semakin dewasa rohani dan bertumbuh di dalam Engkau, sehingga Engkau berkenan mempercayakan hal-hal yang semakin besar dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.