Akses Kekudusan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 12:1-17

RHEMA HARI INI
Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Kuasa itu seperti aliran listrik: Hanya ketika kabelnya tersambung, barulah aliran listriknya bisa mengalir. Kalau kabelnya terpisah oleh sebuah benda yang menghalangi, belum bertemu satu dengan yang lain, maka tidak ada listrik yang mengalir. Hanya ketika kita ada dalam frekuensi kekudusan, maka kita bisa terhubung dengan Allah, saat itulah kuasa Allah yang kudus akan mengalir dalam hidup kita. Inilah yang akan mendatangkan Anointing for Dominion atas hidup kita.

Ibrani 1 ayat 9 mengajarkan pada kita suatu kunci untuk membuka akses kuasa Allah yaitu mencintai keadilan dan membenci kefasikan. Mencintai kekudusan dan membenci dosa. Bukan hanya tidak berbuat dosa, tapi membenci dosa, atau tidak suka dengan dosa. Dengan kata lain, ini bukan sekesar urusan perbuatan, tapi ini urusan hati (kesukaan, kecenderungan, keinginan). Level kekudusan yang Tuhan mau kita miliki bukan sekedar di perbuatan saja (kita menahan diri untuk tidak berbuat dosa), tapi terlebih lagi sampai di hati. Tuhan mau hati kita dikuduskan sedemikian rupa sampai keinginan dan kecenderungan kita adalah kudus. Level kekudusan seperti inilah yang akan menghubungkan diri kita dengan kuasa Allah, sebab tidak ada lagi dosa yang menghalangi akses kita kepada Allah, dan itulah yang akan mendatangkan urapan berkuasa dalam hidup kita.

Itu sebabnya Doa Puasa yang disertai dengan kekudusan seperti inilah yang akan sangat menarik di hati Tuhan, sehingga Tuhan akan mulai menuangkan minyak urapanNya, lebih dan lebih lagi, kita akan mengalami peningkatan dalam kadar pengurapan Tuhan, melebihi teman-teman kita yang lain sebagai tanda kesukaan Tuhan, tanda perkenanan Tuhan. Hari ini, ambillah keputusan untuk senantiasa minta Tuhan supaya menyucikan dan menguduskan hidup kita setiap hari, sehingga kecenderungan hati kita adalah kudus. Saat itulah, urapan-Nya yang deras akan dialirkan-Nya atas hidup kita.

RENUNGAN
KEKUDUSAN bisa membuka atau menutup AKSES kita pada KUASA ALLAH.

APLIKASI
1. Sadarkah Anda kekudusan itu disukai Tuhan?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan menyukai kekudusan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk memiliki kecenderungan hati yang senantiasa kudus?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami sungguh bersyukur Engkau sudah mengaruniakan Anak-Mu yang Tunggal untuk menebus segala dosa pelanggaran kami. Basuh kami dengan darah-Mu dan sucikan kami dari segala kecenderungan hati yang tidak kudus, sehingga kami hidup dalam kekudusan yang sejati dan memiliki akses penuh untuk menerima pengurapan-MU. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.