Amazing Grace

RHEMA HARI INI
Efesus 4:32    Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

John Newton termasuk beruntung dalam hidupnya. Ayahnya seorang kapten kapal dan ibunya orang yang rajin dalam pelayanan di gereja. Pada umur 11 tahun, ia telah diajak berlayar keliling tujuh samudra oleh ayahnya. Pada umur 17 tahun, ia mulai berlayar sendiri dan hidup memuaskan hawa nafsunya, akhirnya ia jatuh miskin dan harus hidup seperti budak. Ia rindu pulang ke kampung halamannya. Suatu hari ia akhirnya mendapatkan kesempatan pulang ke kampung halamannya di Inggris dengan naik kapal. Dalam perjalanan, kapalnya terombang-ambing karena serangan badai besar tanpa bisa dikendalikan. Newton teringat kisah Yunus, karena dosanya maka seisi kapal terkena imbasnya dalam badai besar. Ia merasa telah sangat berdosa selama ini, sekalipun Tuhan telah memberikan kelimpahan dan keluarga yang sangat memperhatikannya, tetapi ia malah mencari kehancuran. Teringat dosa-dosanya, ia ingin bunuh diri dengan melompat ke laut yang mengamuk, namun secercah sinar yang menjadi harapan timbul dalam pikirannya, kenangan dengan kekasihnya yang saleh dan cinta kasih Tuhan membuat ia bertekuk lutut dan bertobat kepada Tuhan. Akhirnya ia mendarat di Inggris, sekalipun tidak lagi memiliki harta, ia menemukan kebahagiaan sejati, terlebih kekasihnya menerima ia apa adanya, enam tahun kemudian ia ditahbiskan menjadi diaken dan pendeta, ia menciptakan banyak lagu sebagai tanda syukurnya, salah satunya adalah sebuah pujian yang melegenda sampai sekarang, Amazing Grace.

Amazing Grace, How sweet the sound,
That saved a wretch like me
I once was lost but now I am found
Was blind, but now I see.

Nobody’s perfect! Tidak ada satupun manusia sempurna. Tidak seorangpun menyangkal pernyataan ini, sudah barang tentu kita pun bukan manusia tanpa kesalahan, dan di saat kita bersalah pasti kita ingin kesalahan kita di maafkan dan bahkan dilupakan. Demikian juga saat orang lain bersalah kepada kita, semestinya giliran kita harus memaafkan dan melupakannya. Dalam Matius 18:21-22 Saat Petrus menanyakan perihal berapa kali mengampuni kesalahan orang lain, Tuhan Yesus katakan, mengampuni sampai tujuh puluh kali tujuh kali, yang artinya sampai berapa kalipun orang bersalah kepada kita, kita harus mengampuni dan melupakannya, tidak ada satupun hal yang baik yang kita bisa peroleh saat kita tidak mengampuni dan menyimpan sakit hati. Mengampuni adalah perbuatan yang benar sedangkan tidak mengampuni adalah hal yang salah. Tidak seorangpun manusia layak diampuni, tetapi Tuhan Yesus memilih mengampuni kita, sehingga kita layak menerima Keselamatan Kekal, Anugerah Besar dalam hidup kita. Dosa besar kita diampuni Tuhan, mari teladani Dia, ampuni dan lupakan kesalahan orang lain pada kita, Tuhan Yesus memberkati. (CG)

RENUNGAN
Ingat, sekalipun KITA TIDAK LAYAK DIAMPUNI tetapi Tuhan Yesus MEMILIH UNTUK MENGAMPUNI KITA. Teladanilah!

APLIKASI
1. Tahukah anda bahwa sebenarnya anda tidak layak untuk diampuni, coba koreksi diri anda ?
2. Renungkan saat ini, apakah anda mau meneladani apa yang sudah Tuhan lakukan ?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan kami mau belajar meneladani Engkau, mengampuni orang lain Amin