Anugerah Tuhan Mengubahkan Penyesalan Jadi Kemenangan

BACAAN HARI INI
Mazmur 107:1-43

RHEMA HARI INI
Mazmur 107:35 Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air, dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air.

Ketika Hawa memutuskan untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, ia mengira telah membuat keputusan yang benar. Selain karena buahnya kelihatan sedap dan menarik hatinya, Hawa juga berpikir apa buruknya jika ia beroleh pengertian dari buah itu. Keputusan Abram yang meminta Sarai istrinya yang sangat cantik, untuk mengaku sebagai adiknya selama dalam perjalanan, juga dianggap Abram benar, sebab Abram takut dibunuh jika ada orang yang mengingini istrinya dan mengetahui bahwa ia adalah suaminya. Begitupun dengan Esau yang menukarkan hak kesulungannya dengan semangkuk sup kacang merah buatan Yakub. Keputusan yang benar menurut Esau yang sedang kelaparan dan kelelahan.

Mengambil pinjaman di Bank untuk membayar cicilan yang menumpuk dan menutup semua kebutuhan yang mendesak, mungkin sesuatu yang tampaknya menarik dan benar untuk dilakukan. Seperti Hawa yang tergoda, mungkin kita juga pernah tergoda untuk mencari penyelesaian secara instan tanpa memikirkan yang harus ditanggung belakang hari nanti. Seperti Abram yang ketika dihadapkan pada situasi “hidup atau mati” untuk masa depan atau karier kita, keputusan untuk mengorbankan orang lain demi kepentingan sendiri, tampaknya merupakan keputusan yang benar untuk diambil. Dan jika kita menyerah pada nafsu duniawi, bisa jadi kita mengambil keputusan seperti Esau, untuk menukarkan berkat-berkat rohani yang telah diwariskan Tuhan Yesus pada kita anak-anakNya, dengan tawaran dunia yang begitu menggiurkan.

Jika saat ini kita harus menghadapi akibat yang fatal dari keputusan yang dahulu kita anggap benar dan rasional, jangan buru-buru putus asa. Kita belum terlambat. Rhema kita hari ini yang diambil dari Mazmur 107:35 “Di buat-Nya padang gurun menjadi kolam air, dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air” sangatlah menguatkan dan meneguhkan. Anugerah Tuhan yang melimpah sanggup mengubah padang gurun menjadi kolam air. Seburuk apapun dan sedalam apapun keterpurukan yang kita alami, masih ada GRACE atau ANUGERAH untuk kesalahan, kegagalan dan kebodohan kita. Kalau kita meresponi dengan baik tuntunan Tuhan, maka akan ada jalan keluar dan solusi atas setiap pergumulan dan permasalahan kita, bahkan lebih dari itu, kita akan menerima pemulihan dan mujizat dari kesalahan menjadi keajaiban. (DAM)

RENUNGAN
KEPUTUSAN BENAR hari ini bisa menjadi PENYESALAN BESAR di kemudian hari, tetapi ANUGERAH TUHAN selalu MELIMPAH.

APLIKASI
1.    Mengapa Tuhan ingin Anda berhati-hati dengan setiap keputusan yang Anda ambil?
2.    Apa yang menjadi tolak ukur pengambilan keputusan Anda? Berdasar logika atau firman Tuhan?
3.    Jika Tuhan mengubahkan kesalahan Anda menjadi keajaiban, komitmen apa yang akan Anda ambil?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa yang baik, terima kasih atas anugerah dan penyertaan-Mu disepajang hidup kami. Terimakasih untuk rhema firman-Mu hari ini yang semakin meneguhkan kami. Apapun akibat dari keputusan-keputusan yang dahulu kami anggap benar, oleh anugerah-Mu kami boleh merasa yakin, Engkau akan memberi jalan keluar, Engkau akan memberi solusi. Engkau yang memulihkan dan Engkau yang mengubah kesalahan kami menjadi keajaiban. Dalam nama Tuhan Yesus, TERJADI-TERJADI-TERJADI. Amin