Arahkan Pikiran Kepada Yesus

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 12:1-6

RHEMA HARI INI
Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Sesering dan sebanyak kita membaca tentang berita negatif maka sebanyak itu pula kita akan merasa kuatir bahwa kejadian negatif tersebut bisa menimpa pada diri atau anggota keluarga kita. Itu sebabnya kita perlu menetapkan imajinasi dan pikiran kita hanya tertuju pada Yesus yang sanggup melenyapkan segala kekuatiran dan memberi kita kekuatan untuk menang atas dosa.

Yakobus 1 ayat 14 sampai 15 mengajarkan pada kita bahwa imajinasi kita sangat dipengaruhi oleh apa yang masuk dalam pikiran kita! Oleh karena itu, jangan sampai salah memberi makan imajinasi kita, akibatnya fatal: imajinasi kita akan melenceng, dan akhirnya tindakan kitapun juga melenceng. Apa saja yang memberi makan imajinasi kita? Apa saja yang mempengaruhi imajinasi kita? Majalah, video, film, artikel, berita, buku, sosmed, internet, pergaulan, lingkungan, orang-orang di sekeliling kita. Semuanya ini mempengaruhi dan membentuk imajinasi kita. Kalau sampai kita melihat hal yang salah, maka jangan heran imajinasi kita otomatis akan ikut salah, dan kalau kita biarkan, maka itu akan mengobarkan keinginan yang salah, dan sampai di suatu titik, kita akan melakukan tindakan yang salah.

Kalau kita mengarahkan hati dan pikiran pada Yesus, pastilah imajinasi kita kudus. Kalau imajinasi kita kudus, maka keinginan kita juga kudus. Kalau keinginan kita kudus, maka tindakan kita juga kudus. Pernikahan kita aman dari perselingkuhan. Yesus yang akan menguduskan hati dan pikiran kita. Firman Allah yang akan menguduskan pikiran kita. Imajinasi kita bukan tertuju pada perempuan atau pria yang lain. Tuhan akan mengarahkan pikiran kita pada pasangan hidup yang Tuhan berikan kepada kita. Inilah yang kudus dan yang menyenangkan hati Tuhan.

RENUNGAN
ARAHKAN imajinasi dan pikiran kita PADA YESUS.

APLIKASI
1. Hal-hal apa yang sering Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda?
2. Apakah hal-hal yang masuk ke dalam pikiran Anda tersebut menimbulkan imajinasi yang positif atau negatif? Jelaskan!
3. Bagaimana cara Anda menjaga imajinasi Anda agar tidak bertentangan dengan firman Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajarkanlah kami menjaga pikiran kami dari hal-hal yang tidak baik yang tidak sesuai dengan firman-Mu. Supaya kami memiliki imajinasi yang positif dalam menjalani kehidupan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.