Awal Dari Pemulihan Keluarga

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yakobus 5:9-20

RHEMA HARI INI
Yakobus 5:16a Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.

Sekian tahun menikah dan dikaruniai seorang putri cantik, Bagus dan Rani merasa kehidupan mereka normal-normal saja seperti layaknya keluarga lain. Suatu hari, kantor Bagus mengadakan gathering yang mengharuskan peserta datang bersama dengan pasangan masing-masing. Dalam satu permainan untuk memilih pasangan paling kompak, mereka dibagikan kertas berisi pertanyaan tentang pasangan. Tanggal pernikahan, apa yang disukai dan yang tidak disukai, warna kesukaan, makanan favorit, dan lain sebagainya. Suasana langsung riuh, semua mengisi pertanyaan dengan cepat. Namun Bagus dan Rani tampak kebingungan. Sewaktu mencocokan jawaban untuk menentukan pemenang, ternyata hanya 2 dari 15 pertanyaan yang mereka jawab dengan benar.

Hari itu mereka disadarkan, tanpa terasa selama ini mereka telah kehilangan kasih pada pasangannya. Mereka sibuk dengan dunia masing-masing, seolah tidak lagi saling membutuhkan. Benar, mereka masih serumah, masih satu ranjang, tetapi memiliki jam tidur sendiri-sendiri. Mereka pun tidak lagi saling merindukan saat Bagus tugas keluar kota. Mau tak mau, mereka mengakui mulai ada jarak diantara mereka. Bahkan para sahabat lebih tahu apa yang sedang dirasakan oleh masing-masing mereka. Bagus dan Rani akhirnya memutuskan untuk konseling dan ikut seminar keluarga, agar anggur baru dicurahkan dan rumah tangga mereka kembali harmonis.

Ya, banyak faktor yang bisa menyebabkan anggur kasih dalam keluarga kita berkurang. Konflik, gesekan, kesalahpahaman, dan goncangan yang tanpa sadar menghabiskan persediaan anggur kasih. Bila kita tidak mau mengakui atau menutup-nutupi seolah tidak terjadi apa-apa, maka akan sulit terjadi pemulihan. Dibutuhkan kejujuran dan keterbukaan, saling mengakui kesalahan, berani meminta maaf dan memberi pengampunan. Terutama, undang dan sediakan ruang bagi Yesus dalam keluarga kita. Dia Sang Pembuat Mujizat, yang mengubah air menjadi anggur yang manis. Kehadiran-Nya dalam keluarga kita akan mendatangkan mujizat pemulihan keluarga, sebab Yesus membawa kasih, damai, sukacita, saling menghormati, dan segala yang baik untuk keluarga kita. (PF)

RENUNGAN
Belajarlah JUJUR MENILAI keadaan keluarga kita, sebab KEJUJURAN dan KETERBUKAAN adalah AWAL DARI PEMULIHAN.

APLIKASI
1. Bagaimana kondisi keluarga Anda saat ini?
2. Apakah hal-hal yang menyebabkan hubungan keluarga menjadi renggang?
3. Bagaimana cara Anda mengundang Yesus masuk dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, tanpa kami sadari kasih dalam keluarga kami telah menjadi hambar dan memudar. Komunikasi tidak lagi mudah dan ketidakpedulian mulai menjadi jurang pemisah bagi kami. Hadir dan tinggallah dalam keluarga kami, ya Yesus, Raja damai yang sanggup memulihkan dan mencurahkan anggur kasih yang baru bagi keluarga kami. Jadikan kami keluarga yang shakinah glory dan menyenangkan hati-Mu. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.