Awal Perselingkuhan Adalah Melihat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kejadian 3:1-7

RHEMA HARI INI
Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Awalnya Edo tidak menaruh perhatian ketika teman-teman sekantornya khususnya para pria, heboh membicarakan pegawai baru di kantor mereka. Baru siangnya Edo bertemu dengan pegawai baru yang ternyata adalah Reyna teman sekolahnya dulu. Reyna tampak sangat cantik, semampai dan berbusana apik namun menggoda mata setiap pria yang memandangnya. Tak heran rekan-rekan pria Edo dari pagi sibuk membicarakan Reyna. Senang bertemu teman lama, Edo pun mengajak Reyna makan siang bersama. Ternyata selain cantik dan menarik, Reyna asyik diajak mengobrol. Edo tak bosan-bosan menatap dan bercanda dengan Reyna. Sampai di rumah malam harinya Edo masih terbayang-bayang wajah Reyna, tak sabar rasanya menunggu hari esok. Pikiran Edo rasanya penuh dengan Reyna, sampai istrinya harus mengulang-ulang bila bicara dengan Edo, karena imajinasi Edo tengah melayang-layang.

Hubungan Edo dan Reyna makin hari makin dekat. Bertukar pesan mesra sampai pergi berdua kemana-mana. Seperti nenek bilang itu berbahaya, bila sering berdua-duaan pihak ketiga adalah setan, Edo dan Reyna akhirnya terlibat perselingkuhan. Dan ketika istri Edo mengetahuinya, rumah tangga Edo berada di ambang kehancuran. Istrinya marah besar dan pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa serta kedua anak mereka. Perusahaan pun memberi peringatan keras setelah menerima laporan dari istri Edo, baik Edo maupun Reyna terancam dikeluarkan dari pekerjaan.

Sama seperti lidah, walaupun kecil, mata adalah organ tubuh yang berbahaya (Matius 6:23). Apa yang kita lihat sangat mempengaruhi apa yang kita pikirkan. Diawali dengan melihat, lalu kita mulai mengimajinasikannya. Makin kita membayangkan makin kita menginginkannya. Keinginan itu makin besar dikobarkan dengan bayangan imajinasi dan sampai suatu titik kita tidak dapat lagi menahan hati kita dan jatuh ke dalam dosa. Oleh sebab itu jagalah mata, jagalah apa yang kita lihat, jangan buka celah dengan sengaja membiarkan mata kita melihat sesuatu yang tidak seharusnya kita lihat. Jangan turuti imajinasi sebab imajinasi itu selalu lebih indah dari kenyataan. Cepat menghindar, alihkan pandangan kita pada Yesus dan berdoalah untuk mengalahkan godaan. Dengan demikian keluarga kita akan selamat dari bahaya perselingkuhan. (PF)

RENUNGAN
AWAL dari dosa adalah MELIHAT, MENGIMAJINASIKAN, lalu MENGINGINKANNYA.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menjaga apa yang Anda lihat? Hal apa yang biasanya menarik mata Anda?
2. Bila Anda terlanjur melihat sesuatu yang salah dan mulai membayangkannya, apa yang seharusnya Anda lakukan?
3. Bagaimana cara Anda menjaga mata Anda dari hal-hal yang negatif?

DOA HARI INI
“Tuhan Yesus, kami sadar godaan selalu ada di sekitar kami, tolong ingatkan dan kuatkan kami untuk melawan setiap godaan yang datang. Jaga dan lindungilah setiap anggota keluarga kami agar kami dapat hidup dalam kekudusan. Terimakasih Tuhan, hanya kepada-Mu kami dapat berharap dan mendapat kekuatan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.