Bahan Sharing Kelompok Sel Pekan #1 September 2021

S1 = SEMBAH PUJI
Sembah Puji (20 Menit)

2 lagu Pengagungan – 2 Lagu sesuai tema Firman Tuhan (silakan pilih 2 lagu berikut):
1. Nyalakan ApiMu
2. Biarlah RohMu Menyala-nyala
3. Roh Kudus Datanglah
4. Berkaryalah Roh Kudus

S2 = SUASANA/ICE BREAKER (10 Menit)

Setelah melakukan ice breaker, jangan lupa menjelaskan pelajaran yang bisa dipetik dari ice breaker yang sudah dilakukan.

Judul: BANGUN KESATUAN

Petunjuk: Pemimpin mengajak semua anggota sel untuk. Sejenak tentang pentingnya Roh Kudus dan spirit yang bangkit. Lakukan tepuk tangan 1x bersama nyatakan Tuhan Yesus Baik. Tepuk tangan ke 2 Tuhan Yesus Dahsyaaattt. Tepuk tangan ke 3 katakan bersama ROH KUDUS KEKUATANKU. Ke 4 ROH KUDUS MELAWAT. Pada tepukan ke 5x dengan semangat nyanyikan. Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Makin cepat, makin semangaaat
Tujuan: Ini tahun Roh Kudus, mari kita bangun kesatuan agar API TUHAN melawat gereja kita, melawat keluarga, komsel kita dan bangsa kita, sehingga kemenangan-kemenangan dan terobosan terjadi.

S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50-60 Menit)
GOL : Semua yang hadir melakukan dan mengalami kebenaran Firman Tuhan.

Pertanyaan : Apa tema kotbah dan pelajaran-pelajaran yang disampaikan minggu lalu?

LET THE FIRE FALL #1 – BIARKAN APINYA TURUN #1
IGNITE THE FIRE – NYALAKAN API

I. TUHAN MAU ROH KITA BERAPI-API.
a. Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
– Masalahnya, sebagian orang sedang kehilangan apinya.
b. PESAN PROFETIK: IGNITE THE FIRE AGAIN! NYALAKAN KEMBALI APINYA!
– Api Roh Kudus akan turun dan membakar roh
c. MENGAPA TUHAN MAU KITA MENYALA-NYALA?!

II. 4 MANFAAT API
1. API MEMBUAT KITA BISA BERTAHAN HIDUP.
– Kita butuh Api Roh Kudus, supaya kita bisa bertahan menghadapi tantangan ekstrem
2. API MEMBUAT KITA MENJADI PENGUASA.
– NO FIRE, NO POWER. TANPA API, TIDAK ADA KUASA ALLAH.
– Saat roh seseorang terbakar dan menyala, itulah saat dimana Pengurapan dan Kuasa Allah paling mudah mengalir dalam hidup seseorang.
3. API BISA MEMBAWA PERUBAHAN.
4. API BISA MEMBAWA TEROBOSAN BESAR.
– Dalam sejarah manusia, api membawa manusia masuk ke dalam era penemuan-penemuan baru.
– Secara rohani, Api Roh Kudus juga membawa anak-anak Tuhan mengalami transformasi besar dan masuk ke dalam babak baru.
– API ROH KUDUS MENGERJAKAN PERCEPATAN!

III. MINTA TUHAN MENGIRIMKAN APINYA: (LET THE FIRE FALL)
a. 1 Raja-raja 18:36-39 & 41
– 1 Raja-raja 18:38-39
– 1 Raja-raja 18:41
– API TUHAN MEMBUKA JALAN BAGI MUJIZAT BERIKUTNYA TERJADI.
b. APA YANG HARUS KITA LAKUKAN AGAR API TUHAN DINYATAKAN DI TENGAH-TENGAH KITA?
1 Raja-raja 18:30-35
1. BANGUN KESATUAN. (KESATUAN MENARIK API TUHAN)
2. BERANI BERKORBAN BAGI TUHAN.
– Memperbaiki mezbah yang telah runtuh, mendirikan kembali mezbah, menyusun kayu, memotong lembu, membuat parit dan mengisinya dengan air.
– Mezbah = tempat mempersembahan korban bagi Tuhan.
– Kayu bakar = kayu itu menyediakan diri untuk dipotong-potong.
– Lembu = korban.
– Air yang diisikan ke parit = korban.
– Imamat 9:24
– 2 Tawarikh 7:1 Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu.
– MAKIN BERKORBAN, MAKIN BERKOBAR!
c. BANGUN KESATUAN DAN BERANI BERKORBAN BAGI TUHAN SAMPAI API ROH KUDUS DINYALAKAN DI TENGAH-TENGAH KITA!

PERTANYAAN: Menurut Anda, bagaimanakah api roh mu saat ini? Mengapa? Sharingkan!
APLIKASI: Langkah dan komitmen seperti apakah yang akan Anda lakukan agar api roh mu di dalam Tuhan itu semakin menyala? Sharingkan!

DOA PROFETIK SESUAI FIRMAN (5-10 Menit)

DOA SYAFAAT PROFETIK (10 Menit)
Pemimpin doa mengajak dan menggerakkan anggota kelompok sel untuk berdoa profetik.
1. Doa Puasa dan KKR 10 hari 31 Agustus – 9 September 2021, supaya setiap jemaat dan pelayan Tuhan semakin bangkit dan nyalakan api Tuhan lebih lagi serta bergerak di dalam roh bersama dengan Roh Kudus.
2. UC dan HUT ke-32 gereja kita bulan September ini, supaya sungguh-sungguh ada kegerakan dan terobosan sangat besar yang Tuhan kerjakan bagi setiap jemaat yang mengikutinya dan gereja kita.
3. Yesaya 60 digenapi, kemuliaan Tuhan dinyatakan, tuaian raya jiwa-jiwa dan kelimpahan datang atas setiap jemaat, gereja kita, kota kita dan bangsa kita.
4. Para pemimpin negara kita Indonesia supaya Tuhan beri hati yang takut akan Tuhan dan hikmat untuk memimpin bangsa ini.
5. Gembala Sidang dan keluarga, hamba-hamba Tuhan dan semua pelayan Tuhan Keluarga Allah.
6. Pergumulan jemaat dan nama-nama yang ditulis di Kartu Penuai.
7. Pandemi covid-19 segera berlalu; yang sakit disembuhkan; perlindungan dan kekuatan untuk tenaga medis; pemulihan ekonomi, usaha dan pekerjaan Tuhan nyatakan.

KESAKSIAN:
Shalom. Saya Priskila mau bersaksi yaitu karena kasih kemurahan Tuhan ketika suami saya Bapak Obaja Tan Ing Gwan sakit. Awal mula sakit biasa, tiba-tiba hari Sabtu sore (17 Juli 2021), tidur tidak bangun-bangun. Lalu saya WA grup keluarga, adik saya menyuruh saya menghubungi temannya, kemudian saya disuruh mengompres air panas pada kepala dan kakinya, begitu saya kompres tiba-tiba dia menjerit dan kejang. Setelah itu, saya disuruh untuk segera membawa suami saya ke RS, namun dari pukul 23.00-03.00, kami tidak juga mendapatkan ambulans karena PPKM dan kondisi Covid memuncak pada waktu itu, padahal di rumah kami juga tidak punya persediaan oksigen. Anak saya juga cemas dan khawatir, tapi dia juga sudah ditenangkan oleh KKSnya dan teman-teman pelayanannya di Youth Teens Impact.
Dikarenakan kondisi saya sudah sangat lelah, kami pun memutuskan untuk tidur, sebelum tidur, saya dan anak saya mendoakan papinya, “Tuhan Engkau lebih dari segalanya, Engkau menyembuhkan Bartolomeus, Lazarus, orang buta, orang timpang, Perwira Kapernaum”, pokoknya yang saya ingat di Alkitab, saya sebut semua. Tuhan juga akan sembuhkan suami saya dan beri kekuatan sampai besok pagi, Engkau Allah yang ajaib dan berkuasa hanya Engkau yang kami andalkan, Engkau lebih berkuasa dari ambulans, dokter di atas segala dokter.
Lalu kami tidur sebentar, besok paginya jam 05.00, kami dikirimi oksigen oleh saudara saya, namun saya coba 1,5 kaleng sudah tidak berfungsi. Akhirnya, kami menelepon ambulans, dan puji Tuhannya langsung dapat. Kemudian, saya bawa ke RS pada penuh semua, yang bisa menerima hanya di RS Hermina dan Moewardi. Saya bawa ke Hermina, diterima tapi persediaan oksigen di sana sudah menipis. Akhirnya, kami bawa ke Moewardi, di sana suami saya dibawa ke ruang darurat. Ruangan tersebut berisi sekitar 40-50 orang pada pagi harinya, lalu malamnya hanya tinggal 10 orang, Senin paginya penuh lagi, malam tinggal 7 orang karena kondisi yang sudah tidak tertolong.
Di sana, kami hanya bisa menangis dan berdoa. HP saya buka Pondok Daud, saya taruh dekat telinganya karena masih tidur terus, padahal kanan, kiri, depan sudah pada meninggal semua, masih dilewati peti mati. Saya dan anak sangat trauma karena harus jaga di situ menghadapi orang meninggal.
Akhirnya, Senin pukul 14.00, anak saya memutarkan khotbahnya Pak Jo tentang Serangan Balik, tiba-tiba papinya bisa buka mata, dan bisa ketawa. Lalu dia mulai bertanya, ini di mana, dan mulai bisa diajak ngobrol. Saya buka HP ikuti komsel, suami saya tiba-tiba ikut nyanyi “Disempurnakan s’lalu” (Bagaikan Bejana) dengan suara keras walaupun masih pakai oksigen, padahal sebelumnya saya sudah izin KKS saya, bu Handoko, untuk tidak ikut dulu, tapi rencana Tuhan beda dengan rencana kita. Puji Tuhan, Tuhan beri kekuatan, sampai oksigen di RS habis pun, yang lain sudah pada lari-lari beli sendiri namun terlambat, tapi suami saya masih diberi keajaiban dan perlindungan (Mazmur 91:7), mujizat masih ada, tidak sampai ditenggelamkan, masih bisa bertahan sampai 20 menit tanpa oksigen yang hari pertama, bahkan hari kedua yang lain kehabisan, tapi suami saya sudah disiapkan cadangannya. Ini semua sudah kemurahan Tuhan, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Lalu pada hari Selasa pk. 11.00 baru di PCR saya lihat yang bersamaan masuknya hari Minggu hanay tinggal 5 orang yang masih bisa bertahan, saturasi dicek sudah 99 akhirnya saya putuskan bawa pulang ke rumah saja.
Besok paginya, saya dan anak ganti merasa tidak enak badan, lalu saya hubungi dr. Dwi, kemudian kami ditanya-tanya dan diberi rekomendasi obat, tapi kami masih bisa bertahan.
Tanggal 23 Juli 2021, kami mendapatkan hasil PCR suami saya, ternyata hasilnya (+) (positif) dan CT Valuenya hanya 17, sehingga kami sekeluarga harus isolasi mandiri di rumah. Lalu saya hubungi dr. Dwi lagi, kemudian kami mendapat kiriman obat dan sembako dari gereja. Saya dan anak juga cek antigen & PCR, hasilnya (-) (negatif).
Puji Tuhan, ternyata Tuhan amat sangat baik, kami berdua dijauhkan dari Covid-19. Mazmur 91 digenapi dan papinya juga sudah sembuh oleh karena kasih kemurahan Tuhan yang ajaib. Ini semua benar-benar mujizat Tuhan terjadi pada keluarga kami. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada dr. Dwi dan gereja, juga kepada semuanya yang sudah banyak mendukung, menolong, membantu, dan mendoakan kami sekeluarga. Inilah kesaksian kami, tetap andalkan Tuhan dalam keadaan apapun. Haleluya ! Tuhan Yesus memberkati!

Narasumber Kesaksian : Ibu Priskila (GBI Keluarga Allah Solo Widuran)

S4 = SASARAN RENCANA (15 Menit)
KKS mengevaluasi dan merencanakan pertemuan komsel berikutnya. KKS mendorong anggota mengikuti/mendaftar UC.

DOA PENUTUP (5 MENIT)

Download PDF