Bahaya Menyimpan Luka Hati

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Efesus 4:17-32

RHEMA HARI INI
Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Sore itu Jeni menangis dan bercerita kepada sahabatnya mengenai perlakuan atasannya kepada dirinya. Ia merasa terluka akibat perkataan tajam dari atasannya. Ya, Jeni memang terkenal sangat lembut hatinya. Sehingga sekalipun mudah tersentuh, namun ia juga sangat mudah terluka apabila ada yang berkata tajam kepadanya. Bu Vira, atasan Jeni, sebetulnya bukanlah orang yang jahat dan ia juga tidak mempunyai maksud jahat apapun kepada anak buahnya. Namun Bu Vira memang terkenal sangat tegas dan selalu ‘to the point’ ketika berbicara. Dan rupa-rupanya tanpa Bu Vira ketahui, hal itu telah berulang kali melukai hati Jeni.

Selama ini Jeni selalu diam saja dan memendamnya dalam hati, akan tetapi sore itu tiba-tiba emosinya meledak. Ia sudah tidak tahan lagi, sehingga akhirnya ia pun menangis dan menceritakan hal ihwalnya kepada sahabat-sahabatnya, yang juga merupakan keluarga rohaninya. Kristi, KKS nya pun menasehatinya untuk segera membereskan masalahnya tersebut dengan atasannya. Awalnya ia masih mengeraskan hatinya, sampai hari Minggu lalu ketika Firman Tuhan disampaikan, hatinya pun dijamah Tuhan dan Jeni langsung memutuskan untuk mempraktekkannya. Sepulangnya dari gereja, Jeni membelikan makanan kesukaan Bu Vira dan menghantarkannya ke rumah atasannya itu. Malam itu keduanya pun bermaaf-maafan dan akhirnya masalah mereka dibereskan.

Sangatlah wajar apabila kita sebagai manusia dilukai dan melukai karena sejatinya memang tidak ada manusia yang sempurna. Disengaja maupun tidak, gesekan dengan sesama itu tidak dapat terelakkan. Meskipun demikian, kita bisa memilih untuk terus menyimpan luka hati, atau membereskan dan membuangnya jauh-jauh. Ketika kita memilih mengambil komitmen untuk segera membereskan semua luka hati yang ada, maka Tuhan sendiri lah yang akan turun tangan membebat luka hati kita sehingga kita dapat mengalami mujizat kesembuhan batin.

RENUNGAN
Ambillah KOMITMEN untuk segera MEMBERESKAN semua LUKA HATI dan AKAR PAHIT, maka kita akan mengalami MUJIZAT KESEMBUHAN BATIN.

APLIKASI
1. Pernahkah Anda mengalami kepahitan? Sudahkah Anda membereskannya?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan menghendaki kita membereskan luka hati kita?
3. Tuliskanlah komitmen Anda untuk segera membereskan luka hati yang ada!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan terima kasih Engkau sudah menyadarkan kami melalui firman-Mu. Kami mau melangkah melakukan bagian kami. Kami mau berkomitmen untuk tidak lagi menyimpan kepahitan yang ada dan segera membereskan luka hati kami. Supaya mujizat kesembuhan batin boleh segera terjadi dalam kehidupan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.