Bahaya Menyimpan Luka Hati

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kejadian 4:1-16

RHEMA HARI INI
Kejadian 4:6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

Bu Citra duduk melamun di teras rumahnya, pandangannya tampak kosong. Padahal, dahulu ia bukanlah pribadi yang pemurung. Usut punya usut, ternyata perubahannya itu karena ia mendengar kabar bahwa suaminya berselingkuh denggan orang lain. Orang-orang mengatakan bahwa wanita selingkuhan suaminya suka gonta-ganti pasangan dan suaminya adalah salah satunya. Meski suami dan anak-anaknya berusaha menjelaskan bahwa hal itu tidak benar, ia sudah terlanjur sakit hati dan tidak mau percaya. Seiring waktu, Bu Citra menjadi pribadi yang penuh curiga, kekuatiran, dan ketakutan. Bahkan, rasa hormat kepada suaminya lenyap. Rumah tangganya selalu diwarnai dengan pertengkaran-pertengkaran dan tidak lagi harmonis.

Mungkin juga saat ini kita mengalami hal yang sama dengan Bu Citra. Kita terlanjur terluka karena perkataan atau perbuatan seseorang, entah itu teman, saudara, keluarga, atau orang terdekat kita. Jika demikian, janganlah dibiarkan terlalu lama luka itu tinggal dalam hati kita. Yang namanya perbedaan, gesekan, salah paham itu sesuatu yang wajar selama kita hidup. Namun, luka yang disimpan dan tidak dibereskan akan menimbulkan akar pahit yang bisa merusak hidup kita serta orang di sekeliling kita. Itu sebabnya, ketika kepahitan mulai berakar dalam hati Kain, Allah memperingatkannya. Namun, Kain memilih untuk tetap menyimpan kepahitannya dan membunuh Habel. Akibatnya, Kain hidup dengan menanggung kutukan Tuhan.

Efesus 4:31 berkata,“Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” Meskipun yang kita alami sangat menyakitkan, keterlaluan dan tidak masuk akal bagi kita, tetapi hari ini bukalah hati kita dan buang semuanya itu. Jangan sampai berlama-lama dengan amarah dalam hati kita, jangan mau terus-menerus ada dalam pertikaian, apalagi gosip dan fitnah. Segera bereskan semua luka hati dan akar pahit dalam hati kita dan alamilah Mujizat kesembuhan batin dari Tuhan. (LEW)

RENUNGAN
Pernah terluka itu wajar, tetapi MENYIMPAN LUKA HATI sangatlah BERBAHAYA karena dapat menimbulkan AKAR PAHIT.

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah terluka karena seseorang dan menyimpan luka hati tersebut? Ceritakan!
2. Apakah Anda sudah bisa membuang luka hati tersebut? Jika sudah atau belum, mengapa?
3. Apa yang akan Anda lakukan terhadap akar pahit yang ada dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampunilah kami jika kami masih menyimpan luka hati di dalam hidup kami. Mampukan kami untuk melepaskan pengampunan, sehingga kami terbebas dari bahaya akar pahit dalam kehidupan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.