Bangkit Jadi Tentara Allah Yang Menyelamatkan Jiwa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 20:17-38

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

“Ayo pak kita ikut pondok Daud dan ikut kegerakan janji iman di gereja kita!” Ajak bu Ninik kepada suaminya. “Tidak Ma, untuk biaya hidup saja kita pas-pasan, saya juga harus kerja dan temani anak belajar setiap malam, jadi tidak ada waktu,” jawab pak Totok. Coba renungkan, apakah kita tergolong kelompok orang yang enggan, ketika Tuhan mengajak kita untuk ikut kegerakan yang dilakukan-Nya melalui gereja kita? Sebelum kita bahas lebih dalam, mungkin kita perlu melihat dan merenungkan bagaimana perjuangan saudara-saudara kita yang ada di belahan dunia lain. Tidak sedikit, mungkin ribuan bahkan jutaan yang harus mati martir demi memperjuangkan iman mereka. Namun mereka tidak menghiraukan nyawa mereka sedikitpun, asal saja mereka dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan tugas mereka, seperti Paulus dalam Kisah para rasul 20:24. Di negara lain ada yang harus disiksa sampai berdarah-darah, ada yang harus kehilangan pekerjaannya sebagai dokter, ada yang gelar profesornya harus dicabut, diganti menjadi sopir dan kuli karena iman mereka.

Jika direnungkan kembali harga yang harus kita bayar adalah jauh lebih ringan dari para tentara Allah tersebut. Kita belum sampai membayar dengan pekerjaan, darah, ataupun nyawa kita. Bagian kita adalah bangun pondok Daud, doa profetik, menabur benih profetik, kelompok sel, melangkah dalam iman dan urapan untuk berkuasa. Bukankah kuk yang Tuhan taruh atas kita sangat ringan dan enak? Jadi jangan sia-siakan. Ini masanya lawatan terdahsyat. Inilah salah satu dimensi mujizat besar yang Tuhan mau kerjakan. Tangkap dengan sungguh-sungguh, agar tidak ada yang terlewat. Beranilah melangkah untuk menjadi tentara Allah yang dipakai untuk menyelamatkan jiwa. Jika masih ada kekuatiran, kemalasan, atau apapun juga yang menghalangi kita untuk melangkah, datang pada Tuhan Sang Sumber Urapan, minta dipenuhi dengan urapan untuk berkuasa. Sehingga kita dapat mengalahkan semua keterbatasan kita dan bangkit jadi tentara Allah yang menyelamatkan jutaan bahkan milyaran jiwa di dunia.

RENUNGAN
Inilah salah satu DIMENSI MUJIZAT BESAR: berani melangkah untuk menjadi TENTARA ALLAH yang dipakai untuk MENYELAMATKAN JIWA.

APLIKASI
1. Siapakah Sang Sumber Urapan Anda, dan urapan apa yang mau Tuhan berikan dalam hidup Anda?
2. Apa dimensi mujizat besar yang mau Tuhan kerjakan dalam hidup anda?
3. Menurut Anda apakah Anda adalah orang yang sudah dipenuhi keberanian untuk melangkah, untuk menyelamatkan jiwa? Jika belum apa yang harus Anda lakukan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa terimakasih untuk dimensi mujizat besar yang sedang Engkau curahkan atas setiap kami. Ampuni jika kami masih suka malas, enggan, berlambat-lambat dan kuatir untuk melangkah dalam kegerakan-Mu. Kami merendahkan diri memohon kepada-Mu urapi kami dengan urapan untuk berkuasa, karena Engkaulah Sang Sumber Kuasa dalam hidup kami, sehingga kami dipenuhi keberanian melangkah untuk menjadi tentara Allah yang dipakai untuk menyelamatkan jutaan bahkan milyaran jiwa di dunia. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.