Bekerja Dengan Cara Yang Tuhan Kehendaki

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Pengkhotbah 10:12-18

RHEMA HARI INI
Pengkhotbah 10:15 Jerih payah orang bodoh melelahkan orang itu sendiri, karena ia tidak mengetahui jalan ke kota.

Kalau kalian tidak perlu memikirkan uang, kalian ingin bekerja apa di masa depan?” tanya seorang guru pada murid-muridnya. Sejenak yang lalu, hampir semua murid di kelas itu mengatakan mereka ingin mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan banyak uang. Alasannya karena mereka tidak ingin hidup susah dan bisa memiliki banyak hal. Saat guru mereka mengajukan pertanyaan kedua di atas, mereka pun terdiam. Sampai seseorang mengangkat tangannya dan menjawab, “Joki kuda, Pak.” Kemudian seorang lainnya ikut menjawab, “Pelukis grafiti.” Lalu, “Penulis komik.” Setelah tidak ada lagi yang menjawab, guru mereka berkata, “Lakukanlah pekerjaan yang menjadi passion kalian. Jangan terlalu mengkuatirkan uang. Kalau kalian menjadi ahli di bidang kalian, uang akan datang dengan sendirinya.”

Ya, kebanyakan dari kita bekerja hanya supaya mendapatkan penghasilan dan tidak dicap pengangguran. Kalaupun kita memilih bidang pekerjaan yang kita pikir bisa kita sukai, ada kalanya kita mendapati ternyata itu pun tidak sesuai dengan passion kita. Inilah masalahnya: masih banyak dari kita yang tidak mengenali passion kita. Padahal, passion sangat penting dalam mengerjakan sesuatu. Tanpa passion, kita mudah terjebak dalam rutinitas dan kebosanan. Hal itu pada akhirnya akan membuat kita merasa terpaksa dalam mengerjakan tugas-tugas kita.

Satu hal yang perlu kita sadari, Tuhan menciptakan kita untuk mengerjakan tujuan tertentu di dunia ini. Untuk itu, Dia sudah menanamkan benih passion dalam hati kita. Karena Tuhan tahu, kemampuan saja tidak cukup. Kita membutuhkan passion, agar ketika menghadapi tugas-tugas berat, kita memiliki gairah yang cukup untuk menyelesaikannya dengan baik. Kita tidak akan mudah menyerah dan selalu ingin memberikan yang terbaik. Kita tidak akan lagi melakukan kerja paksa, tetapi kerja sukacita. Inilah yang Tuhan kehendaki bagi kita. Sehingga melalui apa yang kita kerjakan, kita bisa menuai mujizat keuangan besar yang sudah Tuhan sediakan. (MV.L)

RENUNGAN
Tuhan ingin kita BEKERJA DENGAN PASSION, sehingga pekerjaan kita bisa lebih EKSELEN dan lebih PRODUKTIF.

APLIKASI
1. Apakah yang menjadi passion Anda?
2. Mengapa Tuhan ingin Anda bekerja dengan passion?
3. Bagaimana Anda dapat bekerja dengan passion?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau menciptakan kami dengan
tujuan yang luar biasa. Kobarkanlah passion kami, ya Tuhan, agar kami dapat mengenalinya dan hidup sesuai dengan tujuan yang Engkau tanamkan dalam hidup kami. Biarlah apa pun yang kami kerjakan, kami mengerjakannya untuk kemuliaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.