Belajar Untuk Mendapat Hikmat

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Pengkhotbah 7:1-22

RHEMA HARI INI
Pengkhotbah 7:19 Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota.

Seperti sepasang rel kereta yang harus dipasang beriringan agar dapat dilewati dengan lancar, demikian pula kita harus bertumbuh menjadi raksasa dalam doa dan hikmat kalau kita mau mengalami urapan untuk berkuasa. Ternyata untuk mengalami akil balig, Yesus harus meningkat dalam hikmat. Sejak masih usia 12 tahun saja, Dia sudah begitu maju dalam hikmat-Nya. Sampai para pengajar di Bait Allah dibuat terheran-heran bagaimana mungkin anak seusianya sedemikian tajam dan kaya di dalam hikmat. Itu sebabnya bisa Anda bayangkan ketika Yesus menginjak usia 30 tahun dan kemudian mulai memberitakan Injil dari desa ke desa dan kota ke kota, maka pada saat itu hikmat Yesus pastilah sudah jauh lebih maju lagi.

Perhatikan kata kuncinya adalah Yesus meningkat dalam hikmat! Artinya Yesus tidak lahir langsung dapat semua hikmat dengan sempurna. Yesus memulai sama seperti kita semua, yaitu dari nol. Akan tetapi hari demi hari, Yesus terus meningkat dalam hikmat. Yesus suka belajar, Yesus terus belajar, Yesus sangat lapar untuk belajar. Bahkan ketika di Bait Allahpun, Yesus tertarik untuk bertemu dengan para pengajar di Bait Allah dan bercakap-cakap dengan mereka; ternyata ini tempat favorit-Nya, sebab di sana Dia bisa belajar. Hari demi hari dia semakin bertumbuh, bertambah, berkembang, dan meningkat dalam hikmat. Sampai di level tertentu hikmat inilah yang membuat Yesus bisa akil balig dan menjadi dewasa serta dipercaya dengan Anointing for Dominion.

Demikian pula seharusnya dengan kita, kalau kita ingin akil balig dan dipercaya dengan Urapan untuk Berkuasa, maka kita harus meningkat dalam hikmat. Itu sebabnya ambillah komitmen yang kuat untuk belajar: Belajar menggali firman Allah, gunakan internet untuk belajar, beli buku-buku dan pelajarilah dengan sungguh-sungguh, cari orang-orang yang sudah jauh lebih maju daripada kita dan pelajari mereka dengan sungguh-sungguh. Inilah kunci untuk meningkat dalam hikmat. Jangan berpikir bahwa yang penting kita berdoa, dan kita tidak perlu belajar. Berdoa penting, tetapi belajar juga tidak kalah pentingnya. Disitulah urapan untuk berkuasa akan terus semakin meningkat dalam hidup kita. Sadarilah bahwa Yesus bukan hanya powerful dalam berdoa, tapi Yesus juga powerful dalam belajar sehingga hikmat-Nya terus meningkat jadi luarbiasa.

RENUNGAN
Selain menjadi RAKSASA DALAM DOA, kita juga harus menjadi RAKSASA DALAM HIKMAT.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menempatkan Firman Tuhan sebagai prioritas dalam mengejar hikmat?
2. Sudahkah Anda menyediakan waktu untuk menggali Firman Tuhan lebih dalam lagi?
3. Sudahkah Anda mempelajari lebih lagi pengajaran-pengajaran dari orang yang lebih maju dari kita?

DOA HARI INI
“Tuhan, bukakan mata dan telinga rohani kami untuk dapat mengerti dan bertumbuh dalam hikmat akan Firman-Mu sehingga kami dapat mengalami akil balig dalam rohani kami yang membawa pengurapan untuk berkuasa turun atas kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.