Belajar Untuk Mendapat Hikmat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 3:1-26

RHEMA HARI INI
Amsal 3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

Benyamin Carson, dipanggil Ben, lahir di Detroit, Michigan, 18 September 1951. Ibunya adalah orang tua tunggal, membesarkan Ben dan kakaknya, Curtis, seorang diri dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga paruh waktu. Ben mengalami kesulitan belajar saat di sekolah, nilai-nilainya di bawah standart, teman-temannya menjulukinya anak bodoh, idiot dan julukan lainnya yang menyakitkan. Kesulitan Ben di sekolah sebetulnya karena aktifitasnya di rumah untuk membantu membereskan pekerjaan ibunya yang ditinggalkan ketika bekerja hingga larut malam. Ben sering mengantuk dan kehabisan energi saat di kelas. Tidak ingin diolok-olok terus, Ben berkomitmen untuk belajar dengan lebih giat. Dibantu ibunya, Ben setiap minggu membuat resume dari buku perpustakaan dan hasilnya dibacakan pada ibunya, itu dilakukannya terus menerus. Ternyata proses itu menghasilkan kemajuan yang luar biasa. Ben berhasil memperbaiki nilai-nilai di sekolahnya.

Lulus SMA, Ben melanjutkan ke Universitas Yale dan meraih gelar psikolog di Yale. Minatnya kemudian berubah tetapi komitmennya dalam belajar terus meningkat. Ben mendaftar di fakultas kedokteran Universitas Michigan dan lulus menjadi dokter bedah syaraf dengan nilai cum laude. Bekerja dengan penuh hikmat Tuhan, pada usia 32 tahun Ben diangkat menjadi direktur Rumah Sakit Bedah Syaraf Pediatric, sebuah pencapaian yang mengejutkan untuk seorang dokter muda. Prestasinya membuat Ben menjadi dokter bedah syaraf terkenal dan mendapatkan penghargaan The Presidential Medal of Freedom dari Gedung Putih, dan Ben menjadi rujukan utama dalam kedokteran bedah syaraf bagi koleganya yaitu dokter-dokter dan rumah sakit-rumah sakit di Michigan, Amerika Serikat.

Komitmen yang kuat untuk belajar, menjadi titik balik yang mengubah keadaan Benyamin Carson dari anak yang dilecehkan oleh teman-temannya, menjadi pribadi yang dihormati dan menjadi berkat bagi banyak orang. Kisah Ben menginspirasi kita untuk tidak menyerah dengan keadaan kita yang selama ini seolah menekan kita, miliki komitmen yang kuat untuk terus belajar. Memulai hal yang baik memang membutuhkan banyak pengorbanan dan sulit dilakukan, tetapi hasilnya selalu setimpal. Belajar dan berlatih terus menerus, minta kekuatan dari Tuhan, sebab Dia mengerti pergumulan kita, dan Dia sanggup menguatkan kita. Tuhan kita adalah Allah yang terlebih rindu melihat kita menjadi pribadi yang penuh hikmat, perjuangan kita ada dalam perhatian-Nya, dan saat-Nya kita akan dibawa Tuhan naik level sebab Urapan yang dari Tuhan menjadikan kita Berkuasa.

RENUNGAN
Ambillah KOMITMEN YANG KUAT untuk TERUS BELAJAR, sehingga kita bisa MENINGKAT DALAM HIKMAT.

APLIKASI
1. Apa yang biasanya membuat Anda enggan untuk terus belajar?
2. Apa yang membuat Anda bersemangat untuk terus belajar?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda terus bersemangat dalam belajar dan meningkat dalam hikmat?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami rindu terus diperlengkali dengan segala hikmat, sehingga kami bisa menjadi orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi sekeliling kami dan nama-MU dipermuliakan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.