Benih Yang Berharga Dan Terbaik

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 3 : 1-26

RHEMA HARI INI
Amsal 3:9-10 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Todi adalah seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang. Bisnis pakaian kelilingan yang sedang ia geluti saat ini sedang dalam keadaan kritis, sedangkan ada hutang yang harus ia bayarkan sebelum jatuh tempo. Saat itu pakaian yang ia tawarkan ke pelanggannya tidak ada yang laku dan omset penjualan semakin lama semakin turun drastis. Namun Todi bukanlah orang yang mudah depresi, ia percaya bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik. Untuk itulah ia masih tetap giat dalam bekerja, meskipun hasilnya makin hari makin turun. Namun ia tetap percaya bahwa Tuhan menyertai dirinya.

Suatu hari setelah sekian lama bergelut dengan rasa capek bekerja, ia sudah berhasil mengumpulkan uang sebesar separuh dari hutangnya. Namun ketika beribadah di gereja, ia mendapatkan suara dari Tuhan untuk menyerahkan semua uang yang sudah ia kumpulkan untuk diberikan kepada Tuhan. Todi pun menjadi gelisah memikirkan uangnya tersebut. Setelah bergumul cukup lama, ia akhirnya dengan iman memutuskan untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Ia memasukan seluruh uang yang ia kumpulkan dan diberikan kepada Tuhan dengan sukacita. Ia tak memikirkan uangnya lagi, karena ia yakin Tuhan pasti akan menolongnya. Keajaiban dari Tuhan terjadi, pulang dari gereja, Todi mendapatkan telepon dari toko fashion di kotanya. Ia mendapatkan banyak sekali pesanan, bahkan sepuluh kali lebih banyak dari hasil kelilingannya dalam sebulan. Lebih ajaibnya lagi, toko fashion itu juga memberikan uang muka yang jumlahnya sama persis dengan hutangnya yang harus dibayarkan Todi.

Seperti Todi yang mempersiapkan benih yang berharga dan terbaik bagi Tuhan, itu jugalah yang seharusnya kita lakukan. Saat kita mempersiapkan persembahan mingguan sebaik-baiknya, sadarilah bahwa kita saat itu sedang menaburkan benih profetik yang berharga dan terbaik. Lebih dari nilainya, Tuhan di sorga melihat hati kita. Ketika hati kita dipenuhi dengan kerinduan untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, maka Tuhan akan mengisi lumbung-lumbung keuangan kita sampai melimpah-limpah, dan memenuhi bejana usaha pekerjaan kita sampai meluap dengan air buah anggurnya.

RENUNGAN
Saat kita MEMPERSIAPKAN persembahan mingguan SEBAIK-BAIKNYA, kita sedang MENABURKAN benih profetik yang BERHARGA dan TERBAIK.

APLIKASI
1. Sudahkan Anda memberikan yang terbaik dari penghasilan Anda untuk Tuhan?
2. Jika belum, apa yang menghalangi Anda untuk bisa memberikan terbaik untuk Tuhan?
3. Komitmen apa yang Anda akan lakukan untuk selalu memberikan terbaik untuk Tuhan?

DOA HARI INI
“Ya Tuhan Allah Bapa di surga, terima kasih atas pemeliharaan-Mu selama ini kepada kami. Ajar kami untuk mau berlaku setia dan tak ragu untuk memberikan terbaik dari apa yang kita miliki sebagai persembahan untuk-Mu ya Bapa. Sebab kami yakin, apa apa yang kami tabur itu akan menjadi benih yang berharga dan terbaik di hati masing-masing kami. Terima kasih Bapa, dalam nama Yesus saja kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.