Berdoa Dan Menangis Bagi Jiwa-Jiwa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Filipi 2:1-11

RHEMA HARI INI
Filipi 2:4-5 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Rutinitas Puspa setiap hari selalu sama. Setelah bangun tidur, ia akan keluar kamar untuk sarapan sembari membaca koran, mandi, kembali masuk ke kamarnya untuk saat teduh, baru kemudian ia pergi bekerja. Setiap kali Puspa membaca koran, selalu saja banyak sekali berita-berita kriminalitas yang dibacanya. Entah itu tawuran pelajar, pembunuhan, korupsi, pencurian, dan masih banyak lagi. Biasanya ia merasa biasa saja, toh memang sudah sedari dulu seperti itu adanya. Ketika berdoa, jarang sekali Puspa mendoakan bangsanya. Biasanya yang menjadi doanya adalah keluarganya, kesehatannya, pekerjaannya, dan pergumulan-pergumulannya sendiri.

Namun pagi itu ia merasakan sesuatu yang berbeda ketika ia membaca koran. Hatinya terusik. Puspa tiba-tiba saja merasakan sedih yang mendalam. Ia menjadi sangat prihatin dengan semua hal yang terjadi di bangsanya. Saat itu juga ia menyadari bahwa Tuhan telah menjamah hatinya sehingga ia terbeban untuk berdoa tidak hanya bagi bangsanya, namun juga bagi jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan. Seusai membaca koran, Puspa masuk kamar dan bersaat teduh. Saat ia berdoa bagi bangsa dan negara, tiba-tiba saja air matanya mengalir dengan derasnya. Puspa sungguh rindu ada sesuatu yang besar terjadi bagi bangsanya. Ia mengimani bahwa ini adalah waktunya kemuliaan Tuhan dinyatakan bagi bangsanya.

Ketika kita berdoa, sangatlah wajar dan manusiawi ketika kita berdoa seputar kehidupan dan pergumulan kita pribadi. Dan hal itu tidak salah. Namun ada yang lebih penting lagi dari semuanya itu, yaitu berdoa supaya anugerah keselamatan turun atas bangsa dan negara kita. Sehingga banyak jiwa-jiwa yang terhilang boleh mengenal Tuhan. Karena ini adalah saatnya dimana ladang-ladang sudah mulai menguning, dan kita harus turut ambil bagian di dalamnya agar ketika mujizat penuaian jiwa terjadi, kita para pekerja Allah sudah siap sedia.

RENUNGAN
JANGAN LAGI menangis karena KEADAAN KITA SENDIRI, tetapi menangislah demi KOTA, BANGSA, dan JIWA-JIWA YANG TERHILANG.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mendoakan bangsa dan jiwa-jiwa?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin kita berdoa bagi bangsa dan jiwa-jiwa?
3. Apakah yang sekiranya dapat Anda lakukan untuk turut ambil bagian dalam kegerakan ini?

DOA UNTUK HARI INI
“”Tuhan jamah hati kami, beri kami hati yang rindu dan terbeban untuk berdoa bagi keselamatan bangsa dan jiwa-jiwa yang terhilang. Karena kami percaya bahwa ini adalah waktunya Engkau bekerja dan mujizat penuaian jiwa-jiwa pasti terjadi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.””

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.