Berharga Di Mata Tuhan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 43:1-7

RHEMA HARI INI
Yesaya 43:4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Baru 3 hari sejak ikan sapu-sapu Lia mati, aquariumnya sudah nampak berlumut. Seminggu berlalu, lumut semakin tebal menumpuk sampai ikan-ikan mas koki Lia terlihat buram. Tak bisa dibiarkan, Lia pun menyempatkan diri pergi membeli ikan sapu-sapu. Hitam, tidak menarik dan berkulit kasar. Sesampainya di rumah Lia langsung melepaskan ikan itu ke aquarium, dengan sigap ikan itu meliuk-liuk dan segera menemukan sebuah sisi kaca yang penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca berlumut tanpa mempedulikan ikan-ikan mas koki yang mengerumuninya ingin tahu.

Keesokan harinya Lia yang hendak memberi makan ikan merasa ada yang lain. Ikan-ikan mas kokinya terlihat begitu indah dan bersinar warnanya. Diamat-amatinya dengan senang siripnya yang panjang berkibar-kibar. Sampai pandangannya tertuju ke pojok aquarium, seekor ikan hitam yang tidak indah ataupun bersinar menepi di sudut kaca. Lia tersadar, bukan ikan-ikan mas koki nya yang berubah lebih indah, tapi karena keadaan sekitar yang berubah. Lumut yang membuat kaca buram sudah lenyap, kaca yang bening membuat ikan mas koki menjadi terlihat indahnya. Ikan sapu-sapu itulah yang membuat aquarium Lia bersih dari lumut. Walaupun tidak mempunyai kelebihan fisik dan bentuknya tidak menarik, tapi Tuhan memberi kelebihan luar biasa padanya. Ia dapat membuat permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening kembali.

Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak berguna. Walau mungkin dalam pandangan manusia, seseorang dianggap tidak masuk hitungan karena dinilai terlalu buruk, parah dan tidak pantas, tapi di mata Tuhan semua manusia begitu berharga. Karena kasih Allah begitu tidak terbatas dan tanpa syarat, tidak ada satu jiwapun yang tidak berhak mendapat kesempatan untuk diselamatkan. Tugas kitalah yang sudah terlebih dahulu diselamatkan untuk berusaha memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang sebanyak mungkin. Inilah dedikasi kita bagi kerajaan Allah. Bila setiap kita menyadari tujuan kita diselamatkan, maka kita akan tergerak untuk menjadi alat Tuhan yang terbaik, pemenang jiwa yang terbaik dan mujizat selamatkan jiwa akan sungguh-sungguh terjadi. (PF)

RENUNGAN
Setiap manusia adalah BERHARGA DI MATA TUHAN.

APLIKASI
1. Bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri?
2. Bagaimana supaya Anda sungguh-sungguh menjadi berharga di mata Tuhan? Apa yang harus Anda lakukan?
3. Buatlah daftar orang-orang yang ingin Anda selamatkan dan doakan setiap hari.

DOA UNTUK HARI INI
“Terima kasih Tuhan, sekarang kami tahu apapun kondisi kami saat ini, kami tetap berharga dimata-Mu. Tolong kami Tuhan, kami mau mulai melihat orang lain seperti Engkau memandang mereka. Dan melihat diri kami sendiri seperti Engkau memandang kami. Kami percaya Engkau telah mengurapi dan memperlengkapi kami untuk menjadi pemenang-pemenang jiwa bagi kerajaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.