Berhenti Beribadah Di Gereja = Kemunduran Rohani

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 10:19-39

RHEMA HARI INI
Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Di jaman modern ini, muncul pertanyaan di kalangan anak-anak Tuhan apakah beribadah musti harus pergi ke gereja? Bukankah ini jaman modern nan canggih dimana banyak ibadah gereja yang sudah disiarkan secara live streaming? Kalau begitu, mengapa harus repot-repot ke gereja? Di rumah saja sudah cukup, tidak perlu pusing soal bagaimana harus memarkir mobil di area yang terbatas, tidak perlu takut kalau tidak kebagian tempat duduk, dan lain sebagainya. Lebih enak beribadah di rumah sendiri, bisa sambil menghabiskan camilan atau sambil meneguk secangkir capucino.

Theodore Roosevelt, Presiden ke-26 Amerika Serikat, pernah berkomentar tentang hal ini, “Ya, saya tahu segala macam alasan itu. Saya tahu bahwa seseorang bisa beribadah di rumahnya sendiri seperti di gereja. Tapi saya juga tahu bahwa sebenarnya manusia sebagai mahkluk sosial tidak bisa menjalani hidup seperti itu. Dengan beribadah di gereja, kita akan melewatkan banyak kesempatan untuk menjadi alat Tuhan memberkati sesama, dimana saat kita memberkati kita sendiripun pasti diberkati.”

Ayat rhema yang kita baca hari ini dengan jelas menyatakan supaya kita jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, bahkan firman Tuhan menasehatkan supaya kita semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Beribadah bukan hanya menyangkut hubungan vertikal antara kita dengan Tuhan, melainkan juga menyangkut hubungan horizontal antara kita dengan sesama. Itu sebabnya, tidak ada alasan yang bisa membenarkan bahwa orang Kristen tak perlu lagi beribadah ke gereja. Fakta membuktikan bahwa di dalam dunia yang nyata ini, sebuah komunitas yang tak bergereja, cenderung merupakan komunitas yang cepat merosot! Itu sebabnya, jangan sampai kita meninggalkan ibadah di gereja, sebab gerejalah yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pusat kebangunan rohani. Mari kita berkomitmen untuk beribadah di gereja sehingga kita bisa menjadi bagian dari kebangunan rohani terbesar yang segera Tuhan nyatakan.

RENUNGAN
PUSAT KEBANGUNAN ROHANI adalah rumah Tuhan, saat kita BERHENTI BERIBADAH di rumah Tuhan, kita akan mengalami KEMUNDURAN ROHANI.

APLIKASI
1. Bagaimana komitmen Anda dalam beribadah di gereja selama ini?
2. Menurut Anda, apa perbedaan anak Tuhan yang tidak beribadah di gereja dan yang beribadah di gereja?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa terus beribadah di gereja dan tidak mengalami kemunduran rohani?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur atas gereja yang Engkau bangun untuk kami bisa beribadah di dalamnya. Kami bersyukur karena kami bisa bertumbuh dan berbuah di gereja kami. Terus bawa kami semakin dalam lagi masuk dalam rencana-MU yang besar melalui gereja-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.