Berjalan Bersama Tuhan Dan Melihat Tuhan Bertindak

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Tawarikh 6:1-17

RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 6:4 Ia berkata: “Terpujilah TUHAN, Allah orang Israel, yang telah menyelesaikan dengan tangan-Nya apa yang difirmankan-Nya dengan mulut-Nya kepada Daud, ayahku, demikian:

Selama menjalani pernikahan dengan Oktavianus, Yuliana banyak mengalami kekerasan baik secara fisik maupun verbal, makian dan cacian sering dilontarkan oleh suaminya. Tangan Oktavianus tak segan-segan memukul, menampar bahkan melempar pisau bila ada perkataan atau sikap Yuliana yang tidak menyenangkan hatinya. Ketika Yuliana hamil tua, Oktavianus malah pergi meninggalkan istrinya. Ia bawa semua uang simpanan Yuliana yang sedianya untuk biaya persalinan dan hanya menyisakan 5 ribu rupiah di dompet istrinya. Herannya Yuliana tetap mau memaafkan dan masih mengharapkan suaminya untuk kembali.

Oktavianus sendiri menyatakan penyesalan dan rasa malu yang mendalam kepada istrinya saat mereka berdua memberikan kesaksian. Sebagai laki-laki dan seorang suami, tidak seharusnya ia menyakiti istrinya, seharusnya ia menjadi pelindung, tempat bersandar dan memberikan rasa aman. Oktavianus merasa dirinya yang keras seperti batu karang, diremukkan oleh Roh Kudus. Kekerasan hati, kesombongan dan kekejamannya benar-benar hancur lebur oleh Roh Kudus dan ia dibentuk menjadi manusia baru. Ini semua tak lepas dari doa Yuliana yang tak putus bagi suaminya. Memang Yuliana tak bisa berkata-kata untuk menegur suaminya, karena pasti akan dihajar habis-habisan, tapi ia bisa berlutut dan berdoa. Roh Kudus terus memberinya kekuatan untuk mengampuni dan mengasihi suaminya yang telah begitu dalam melukai hatinya. Yuliana terus perkatakan bahwa suaminya akan diubahkan dan dipakai Tuhan. Dan Tuhan pun bertindak dengan cara-Nya memulihkan keluarga Oktavianus dan Yuliana. Keduanya kini aktif melayani dan bersaksi, menjadi berkat dan memberi kekuatan bagi banyak keluarga yang sedang menghadapi masalah.

Memang adakalanya kita seakan sudah kehabisan cara dan menemui jalan buntu. Tapi ada satu yang masih bisa kita kerjakan, mendekat bersekutu dengan Tuhan. Cari tahu apa kehendak-Nya dan berjalan bersama Tuhan, maka tangan Tuhan sendiri yang akan bertindak mengatasi setiap persoalan. Tuhan tidak pernah ingkar pada janji-Nya dan Dia sanggup memberi mujizat pemulihan bagi keluarga kita. Jadi jangan pernah menyerah untuk membangun keluarga kita menjadi keluarga hebat yang membawa kemuliaan bagi nama Tuhan. (PF)

RENUNGAN
Berjalanlah BERSAMA TUHAN dan lakukan BAGIAN KITA, maka TANGAN TUHAN akan BERTINDAK bagi keluarga kita

APLIKASI
1. Apakah Anda mempunyai suatu pergumulan yang belum ada jalan keluarnya?
2. Bagian apa yang dapat Anda lakukan?
3. Harapan apa yang Anda miliki bagi keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus terimakasih atas keluarga kami. Walaupun masih banyak kekurangan disana sini, tapi pengharapan dan kepercayaan kami pada-Mu memberi kekuatan dan penghiburan bagi kami. Beri kami hikmat, kesabaran dan kasih untuk membangun keluarga kami menjadi keluarga yang hebat sesuai dengan rencana-Mu. Didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.