Berkata Dengan Bahasa Iman

BACAAN HARI INI
2 Korintus 4:1-15

RHEMA HARI INI
2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Claudio Vieira de Oliveira terlahir dengan leher terlipat ke belakang. Namun, kondisi fisik yang bahkan membuat dokter yakin bahwa Claudio tak akan berumur panjang, tidak membuat pria itu menyerah. Claudio tak hanya terlahir dengan leher melipat ke arah punggung, kakinya juga tak sempurna. Demikian pula dengan kedua tangannya yang nyaris tak berfungsi. Namun kenyataannya, Claudio yang berasal dari Monte Santo – Brasil itu tak hanya berumur panjang, tetapi bisa mengatasi segala kekurangannya. Bahkan dia menyelesaikan pendidikannya sebagai akuntan dan sukses menjadi seorang pembicara. “Saya belajar menyalakan televisi, menjawab telepon, menyalakan radio, serta menggunakan internet dan komputer. Semua saya lakukan sendiri.” Soal masa kecil Claudio, sang ibu Maria Jose memiliki banyak kenangan, termasuk prediksi dokter yang yakin bahwa putranya itu tak berumur panjang. Namun, Maria Jose tak mendengarkan ucapan orang-orang itu. Keteguhan Maria terbayar ketika kini Claudio menjalani hidup penuh kesuksesan. Belakangan, para dokter mendiagnosis kondisi Claudio sebagai congenital arthrogryposis, suatu kondisi tubuh yang sangat langka. “Sepanjang hidup, saya mampu beradaptasi dengan kondisi tubuh saya. Saya manusia normal,” ujar Claudio. “Saya tak melihat dunia secara terbalik. Inilah yang selalu saya sampaikan saat saya berbicara di hadapan publik,” tambah dia.
Claudio Vieira de Oliveira, sekalipun memiliki cacat fisik, namun memiliki bahasa iman yang mantap sehingga ia bisa memandang dirinya sebagai manusia normal dan akhirnya mengalami kesuksesan yang luar biasa, bahkan lebih daripada orang lain yang lahir normal.

Inilah pentingnya kita membiasakan diri menggunakan bahasa iman. Kita seringkali tidak menyadari jenis bahasa yang keluar dari mulut kita. Mungkin kita berbicara bahasa ketakutan, bahasa keraguan, bahasa yang negatif. Seharusnya sebagai orang yang beriman kita berbicara dengan bahasa iman. Memang tidak bisa kita lepas dari berbagai pergumulan, dan pergumulan itulah yang seringkali membuat kita mengeluh, bersungut-sungut, mengeluarkan bahasa ketakutan, kekuatiran, dan seterusnya. Ingat, mulai sekarang kita harus senantiasa berkata-kata dengan bahasa iman karena perkataan kita mempunyai dampak yang sangat luarbiasa. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
Perhatikan bahasamu, sebagai orang percaya seharusnya kita senantiasa berkata-kata dengan BAHASA IMAN.

APLIKASI
1. Sebagai orang percaya, sudahkah Anda berkata-kata dengan bahasa iman ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa ajar kami untuk terus berkata-kata dengan kata iman agar setiap orang merasa diberkati dan dikuatkan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yeremia 50
Yohanes 8:30-59