Berkobar-Kobar Yang Menyentuh Hati Tuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 1:1-6

RHEMA HARI INI
Mazmur 1:2-3 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Israel Houghton, adalah seorang penyanyi, worship leader, dan penulis lagu-lagu gospel. Bersama New Breed, Israel menelurkan album New Season, Lakewood Live, Real, Live Another Level, dan yang terbaru Alive in South Africa. Lewat lagu-lagunya, Israel berharap bisa membawa banyak orang dari berbagai ras, umur, dan budaya, untuk bersama-sama bersatu dalam penyembahan kepada Tuhan, tanpa batasan. Makanya dia pernah berkata, “Ini bukan lagu orang kulit hitam. Ini bukan lagu orang kulit putih. Ini lagu kerajaan Allah.”

Yang luar biasanya, di sela-sela kesibukan mereka yang luar biasa padat, mereka masih sempat melayani di berbagai gereja lokal di Amerika dan tentu saja tidak ketinggalan melayani di gereja lokal mereka sendiri. Selain itu Israel juga menjadi worship leader tamu di Lakewood Church, gereja yang dipimpin Gembala Sidang Pastor Joel Osteen. Semua anggota New Breed juga masih pelayanan di gereja lokal masing-masing. Ini membuktikan bahwa sekalipun mereka sudah terkenal dan memiliki jadwal yang sangat padat, tetapi mereka masih tetap bergereja lokal dengan baik. Mereka merasa masih membutuhkan dituntun melalui rhema firman Tuhan yang disampaikan di gereja lokal mereka. Itu sebabnya, tidak heran jika Tuhan terus mempromosikan mereka melalui berbagai penghargaan yang mereka terima.

Kisah di atas menjelaskan ketika ada seseorang yang hatinya berkobar-kobar mencintai firmanNya, maka hati Tuhan tersentuh dan Tuhan memberkati secara luar biasa. Kita bisa memilih mencintai firmanNya atau mencintai uang. Ketika kita mencintai sesuatu maka kita akan rela menghabiskan waktu bersama-sama dengannya dan menggunakan segala cara agar tujuan kita tercapai. Orang yang mencintai firman-Nya akan senantiasa berusaha membaca firmanNya dan merenungkannya siang dan malam. Segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan akan terasa ringan apabila kita mencintai Firman Tuhan. Beribadah, melayani, mengikuti kelompok sel, dan membaca firman Tuhan terasa ringan bila kita mencintai Firman Tuhan. Saat itulah Tuhan akan mengimpartasikan hikmat dari atas sehingga apa yang kita kerjakan senantiasa berhasil. (ABU)

RENUNGAN
Hanya ketika cinta kita pada firman BERKOBAR-KOBAR, hati Tuhan TERSENTUH dan Dia akan MENGIMPARTASIKAN HIKMAT DARI ATAS.

APLIKASI
1. Apa komitmen Anda untuk mencintai firman Tuhan?
2. Seberapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk firman?
3. Menurut Anda, apa pentingnya kita membaca dan merenungkan firman?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, biarlah cinta kami kepada firman-MU terus semakin bertambah. Sehingga kami menjadi pelaku-pelaku firman-MU yang menyenangkan hati-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.