Berpikir Dengan Hikmat Allah

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Ayub 34-35
Kisah Para Rasul 15:1-21

BACAAN HARI INI

Amsal 3:13-24

RHEMA HARI INI

Amsal 3:13-14 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.

Joni dan Edi sama-sama bekerja keras sebagai salesman di sebuah perusahaan. Dua tahun kemudian pimpinan perusahaan mengangkat Edi menjadi Sales Supervisor, sedangkan Joni tetap menjadi salesman. Joni kecewa dan mengajukan pengunduran diri. Pimpinan perusahaan mengetahui isi hati Joni dan ingin menyadarkannya. Ia pun memberi tugas untuk mencarikan pedagang semangka di pasar. Saat joni kembali, pimpinannya menanyakan, “Ada semangkanya, Jon?” Jawab Joni, “Ada, Pak.” Pimpinan itu berkata kepada Joni, “Saya akan memberi tugas yang sama kepada Edi. Kita tunggu hasilnya ya.” Beberapa saat kemudian, Edi kembali dengan jawaban, “Di pasar hanya ada satu pedagang semangka. Harganya seribu rupiah per kilogram. Kalau kita beli seratus kilo atau lebih, harganya menjadi 800 rupiah per kilo. Ia punya sekitar 324 buah. Semangka itu didatangkan dari Indramayu. Warnanya hijau, isinya merah jingga, kualitasnya bagus, Pak.”

Dengan kecerdikannya, Edi bisa bekerja dengan efektif dan hal itu mendatangkan promosi dalam hidupnya. Kepada kita, Tuhan menyediakan lebih dari kecerdikan, yaitu hikmat Allah—kebijakan berpikir seperti Allah berpikir. Amsal berkata berbahagialah orang yang mendapat hikmat, sebab keuntungannya melebihi emas dan perak sekalipun. Kabar baik bagi kita semua, tidak ada syarat nilai akademis yang tinggi untuk mendapatkan hikmat Allah. Yang dibutuhkan hanya takut akan Tuhan.

Ya, Tuhanlah sumber dari segala hikmat. Kalau kita datang kepada Tuhan, belajar dan menggali firman Tuhan, maka hikmat-Nya akan datang atas kita. Hikmat itulah yang akan membuat kita bekerja dan bertindak dengan cerdik, bahkan lebih dari cerdiknya dunia. Hikmat Allah tidak mengenal kata gagal. Bagian kita adalah bangkit dan bekerja keras, berdoa sungguh-sungguh, hidup dalam kekudusan, dan minta hikmat Allah dalam setiap pemikiran serta tindakan kita. Jika kita melakukan semua itu, terang kemuliaan Tuhan pun akan terbit atas kita, kelimpahan dari seberang laut dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepada kita.

RENUNGAN

Bukan hanya berdoa dan bekerja keras, kita juga perlu BERPIKIR dengan HIKMAT ALLAH sehingga kita bisa BEKERJA CERDIK.

APLIKASI

1. Kesulitan apakah yang tengah Anda hadapi dalam pekerjaan Anda saat ini? Bagaimana Anda mengatasinya?
2. Mengapa Anda perlu memiliki hikmat Allah dalam apa yang sedang Anda kerjakan?
3. Bagaimana agar Anda bisa memperoleh hikmat Allah?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, kami mau bangkit dan bersinar bagi kemuliaan-Mu. Ajarilah kami hikmat-Mu dan tuntun setiap langkah hidup kami, agar segala sesuatu yang kami kerjakan pun bisa Kau buat berhasil. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”