Bersekutu Dengan Kasih

BACAAN HARI INI
Yohanes 15:9-17

RHEMA HARI INI
Yohanes 15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Ini adalah kisah Perwira Romawi dalam Lukas 7:1-10. Dalam bahasa Inggris ia disebut sebagai centurion, yang artinya bahwa ia adalah kepala dari 100 orang pasukan. Sebagai seorang perwira (centurion), ia adalah seorang figur yang cukup dihormati dan disegani. Namun, sikap orang ini terhadap hambanya sungguh luar biasa. Dia begitu menyayangi dan peduli pada hambanya. Ini tentu saja sikap yang tak lazim dalam budaya yang berkembang pada abad pertama yang seringkali menganggap para hamba sebagai alat-alat hidup. Artinya, walau mereka manusia tetapi mereka hanya diperlakukan tidak bedanya dengan alat-alat yang lain. Tidak ada penghargaan sebagaimana layaknya manusia. Varro, seorang penulis Roma membagi alat-alat pertanian menjadi 3 bagian, yang pertama, yang dapat bersuara dan menjelaskan, yang kedua, yang dapat bersuara saja – misalnya ternak, dan yang ketiga, yang tak dapat bersuara – misalnya mata bajak. Para hamba menjadi bagian dari kelompok yang pertama, meski mereka bisa berpikir dan berbicara, mereka tak lebih dari sebuah alat. Itulah sebabnya jika sudah tak produktif lagi lebih baik disingkirkan, demikian saran Cato, seorang penulis Romawi yang lainnya. Namun, tidak demikian dengan sikap sang perwira ini. Dapat dilihat dengan jelas bahwa kehidupannya digerakkan oleh kasih, bukan obsesi diri sendiri atau ego pribadi. Sikap bertolak belakang dari kebiasaan yang pada zaman itu yang ditunjukkan oleh Perwira tersebut terhadap hambanya sungguh menggugah hati Yesus. Sikap hati seperti itulah yang membuat Yesus tergerak untuk menolongnya. Maka terkabullah keinginan perwira itu.

Perwira tersebut bisa bertindak dengan penuh belas kasihan seperti itu karena ia sudah mengenal siapa Yesus itu, bagaimana Yesus dengan kuasa-Nya sanggup menyembuhkan sakit-penyakit, termasuk hambanya yang sedang sakit. Pengenalannya akan Yesus inilah, ditambah dengan belas kasihan kepada hambanya, membuatnya tergerak memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan hambanya, sehingga terjadilah mujizat kesembuhan atas hambanya.

Ketika kita memiliki persekutuan dengan Allah yang adalah Kasih, maka kita pasti akan terimpartasi dengan kasih Allah sehingga kita bisa bertindak berdasarkan kasih. Itu sebabnya, teruslah bangun persekutuan pribadi yang intim dengan Tuhan. Bangun pengenalan yang lebih dalam lagi akan Tuhan dengan membaca dan merenungkan Firman-Nya, maka kita akan dipenuhi dengan kasih Allah, sehingga kita bisa mengasihi dengan kasih agape, seperti kasih Tuhan Yesus.

RENUNGAN
Hanya orang yang memiliki PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH yang adalah kasih, yang bisa BERTINDAK ATAS DASAR KASIH AGAPE.

APLIKASI
Sampai saat ini, terus koreksi. Apakah Anda sudah konsisten membangun hubungan pribadi dengan Allah ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa ajar kami selalu setia intim denganMu agar melalui hidup kami terpancar kasih agape . Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Amsal 7-9
Wahyu 8