Berselingkuh Dalam Hati

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 5:27-30

RHEMA HARI INI
Matius 5:27-28 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Jerry berjalan-jalan di pusat perbelanjaan bersama dengan istri dan anak-anaknya. Tiba-tiba, ketika dia sedang menunggu istrinya berbelanja, seorang wanita cantik dan berpakaian seksi lewat di depannya. Sontak saja, hati Jerry berdegup kencang dan dia terpana melihat wanita itu. Mata Jerry pun terus mengikuti kemana arah jalan wanita tersebut. Hingga dia dikagetkan oleh panggilan anaknya. Walaupun sudah pulang ke rumah, Jerry masih terus membayangkan wanita yang tadi dilihatnya tadi.

Ya, cerita di atas adalah contoh awal munculnya dosa perselingkuhan. Dosa yang sebenarnya dimulai dengan melihat, mengimajinasikan, dan menginginkannya dalam hati secara terus menerus. Hingga di suatu titik, kita tidak bisa menahan hati kita sehingga terjadilah perselingkuhan. Semua orang yang jatuh dalam perselingkuhan, pasti membuka celah melihat, mengimajinasikan, dan menginginkannya dalam hatinya terlebih dahulu. Artinya sebelum seseorang berselingkuh secara jasmani (tindakan), terlebih dahulu dia sudah berselingkuh dalam hatinya (imajinasi). Itu sebabnya Yesus berkata : Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya (Matius 5:28).

Imajinasi kita sangat dipengaruhi oleh apa yang masuk dalam pikiran kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita salah memberi makan imajinasi kita karena akan berakibat fatal. Imajinasi kita akan melenceng, dan akhirnya tindakan kitapun juga melenceng. Ingatlah makanan apa saja yang sudah kita berikan untuk imajinasi kita selama ini. Majalah, video, film, artikel, berita, buku, sosmed, internet, pergaulan, lingkungan, orang-orang di sekeliling kita. Semuanya ini mempengaruhi dan membentuk imajinasi kita. Kalau sampai kita melihat hal yang salah, maka imajinasi kita otomatis akan ikut salah, dan kalau kita biarkan, maka itu akan mengobarkan keinginan yang salah, dan akan menyebabkan kita melakukan tindakan yang salah. Oleh karena itu, jikalau kita menginginkan rumah tangga yang bahagia dan jauh dari perselingkuhan, jagalah hati kita dari melihat hal-hal yang tidak baik sehingga kita bisa menghindari perselingkuhan secara jasmani. Jikalau perselingkuhan sudah terlanjur terjadi, segeralah bertobat, minta ampun dan percayalah Tuhan pasti akan melakukan mujizat pemulihan bagi keluarga kita. (LEW)

RENUNGAN
Sebelum berselingkuh secara JASMANI, seseorang terlebih dahulu BERSELINGKUH DALAM HATI.

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah melihat seseorang dan menginginkan untuk memilikinya padahal Anda sudah memiliki pasangan?
2. Bagaimana perasaan Anda ketika melihat lawan jenis yang sesuai dengan kriteria Anda, sedangkan Anda sudah memiliki pasangan?
3. Sebutkan komitmen Anda agar terhindar dari perselingkuhan, baik di dalam hati maupun secara jasmani!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih Engkau mengingatkan kami untuk selalu setia dengan pasangan kami. Untuk kami tidak melakukan perselingkuhan, baik dalm hati kami maupun secara jasmani. Jagai pikiran kami selalu kudus, ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.