BERSUKACITA SENANTIASA

RHEMA HARI INI

Filipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Ada sebuah hymne berjudul “It Is Well With My Soul” yang mungkin beberapa dari kita pun familiar dengan lagu tersebut. Pencipta hymne itu, Horatio Spafford, adalah seorang pengacara kaya dari Chicago. Di tahun 1870, anak lelaki satu-satunya meninggal akibat demam berdarah. Disusul satu tahun kemudian ada sebuah kebakaran hebat yang menghanguskan hampir seluruh aset properti miliknya. Suatu hari, ia dan keluarganya hendak pergi ke Eropa. Namun karena satu dan lain hal, Spafford menyuruh istri dan keempat anak perempuannya untuk berlayar mendahuluinya. Akan tetapi di tengah perjalanan, ternyata kapal yang dinaiki keluarganya itu karam. Dan beberapa hari kemudian ia mendapatkan sebuah pesan dari istrinya yang menyampaikan bahwa keempat anaknya tenggelam, hanya dirinya sendiri yang selamat.

Spafford pun segera berlayar untuk menemui istrinya. Di sepanjang perjalanan ia melihat ke arah lautan dan meratapi keempat anak perempuannya yang meninggal. Kemudian ia memutuskan untuk memuji Tuhan dan menulis hymne ini “When peace like a river attendeth my way; When sorrows like sea billows roll; Whatever my lot, Thou has taught me to say, it is well, it is well, with my soul.” Atau jika diterjemahkan secara bebas berbunyi,”meski saat kedamaian seperti aliran sungai atau saat dukacita bagai gelombang besar ombak yang bergulung, apapun bagianku, Engkau telah mengajariku untuk berkata semuanya baik-baik saja dengan jiwaku.”

Kisah hidup dari Horatio Spafford ini adalah sebuah kisah yang sangat luar biasa, karena di tengah segala rentetan musibah yang dialaminya, Spafford masih tetap bisa memuji dan memuliakan Tuhan. Kebanyakan orang baru bisa bersukacita jika mengalami hal-hal yang baik saja dalam hidupnya. Tetapi tidak semua orang masih bisa tetap memuji Tuhan saat hal-hal yang tidak mengenakkan menimpanya. Spafford mengajarkan kita untuk tidak perlu menunggu momen menggembirakan tiba baru kita memuji Tuhan, tetapi supaya kita bisa tetap memuji memuliakan Tuhan dalam momen apapun di kehidupan kita. Maka damai sejahtera dan sukacita Ilahi yang melampaui akal pikiran akan memenuhi hati kita sekalipun keadaan belum berubah.

RENUNGAN

JANGAN MENUNGGU momen mujizat tiba baru bersukacita, tetapi BERSUKACITALAH SENANTIASA!

APLIKASI

1. Sudahkah Anda bisa bersukacita senantiasa?
2. Menurut Anda, mengapa kita perlu belajar untuk bisa bersukacita senantiasa?
3. Dengan cara bagaimana Anda bisa senantiasa bersukacita dalam segala keadaan?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, kami mau belajar untuk bisa bersukacita senantiasa. Baik dalam kondisi yang menyenangkan, maupun tidak menyenangkan sekalipun. Kami mau belajar untuk tetap bisa bersorak-sorai memuji-muji nama-Mu. Karena kami mau menggantungkan damai dan sukacita kami bukan pada dunia tapi kepada-Mu saja sang Sumber Sukacita dan Damai Sejahtera. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!