Bersungguh-Sungguhlah Dalam Doa

Renungan Keluarga Allah
Senin, 12 September 2016

BACAAN HARI INI

Daniel 6:1-29

RHEMA HARI INI

Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Banyak dari Anda mungkin sudah familiar dengan nama Bong Chandra, seorang milyader muda yang terkenal di Indonesia. Bong Chandra, yang dikenal sebagai “Motivator Termuda di Asia” adalah seorang milyader di usia yang sangat muda, dimana tentu saja hal tersebut membuatnya menjadi idola banyak orang. Namun siapa sangka bahwa perjalanannya menuju kesuksesan ternyata penuh liku. Bong harus mengalami masa kecil dan remaja dalam kesulitan ekonomi karena keluarganya mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Bong sering bertanya-tanya untuk apa Tuhan menciptakan kesulitan dalam hidup manusia. Akhirnya Bong menemukan jawabannya, ternyata kalau tidak ada masa-masa sulit, manusia akan mengandalkan dirinya sendiri. Tetapi ketika mengalami masa sulit, Bong sudah tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri, tidak bisa mengandalkan orangtuanya, orang lain, maka Bong mulai mencari satu pribadi, yaitu Tuhan Yesus, dan sejak saat itu paradigmanya mulai berubah. Bong mulai bersungguh-sungguh berdoa, berusaha keras untuk mencapai kesuksesan tetapi tetap rendah hati dan berharap kepada Tuhan.

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang selalu membuat rencana, terus-menerus bergerak, dan tidak henti-hentinya berkarya dari waktu ke waktu. Setiap kali Tuhan ingin mengerjakan sesuatu yang besar, selalu Tuhan mencari orang yang bisa Dia pakai. Orang yang tepat yang dicari oleh Tuhan ini bukan sembarangan orang, tapi ini adalah orang yang kuat di dalam doa. Terhadap orang yang seperti inilah Tuhan akan mencurahkan kekuatanNya, bahkan melimpahkan kekuatanNya untuk melakukan perkara-perkara yang besar bersama Tuhan.

“Bersungguh-sungguh” di dalam doa artinya memberikan konsentrasi penuh pada doa, menutup diri terhadap semua gangguan-gangguan yang ada, dan menolak semua godaan-godaan yang membuat kesungguhannya berkurang. “Bersungguh-sungguh” berarti mencurahkan seluruh waktu, tenaga, pikiran, hati, dan segalanya untuk berdoa. Tidak hanya satu atau dua jam, bisa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Kalau kita ingin Tuhan melimpahkan kekuatanNya, kuasaNya, dan pengurapanNya kepada kita, maka kita harus menjadi orang yang bersungguh hati dalam berdoa.

RENUNGAN

Orang yang DIPAKAI OLEH TUHAN untuk melakukan perkara besar adalah mereka yang BERSUNGGUH-SUNGGUH BERDOA.

APLIKASI

  1. Dengan cara seperti apakah Anda berdoa? Sudahkah Anda tambahkan “bersungguh-sungguh” itu dalam doa Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, terima kasih atas semua kebaikan yang telah Engkau berikan. Aku ingin menjadi orang yang dipakai olehMu untuk melakukan perkara-perkara besar bersamaMu untuk mendatangkan kemuliaan bagi namaMu. Ajar aku untuk sungguh-sungguh di dalam doa, merenungkan firman siang dan malam dan siapkanlah diriku untuk dapat menjadi orang-orang yang dapat dipercaya olehMu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Keluaran 25-27