BERTOBAT DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH

BACAAN HARI INI

Matius 3:1-12

RHEMA HARI INI

Matius 3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

“Tuhan, jadikan aku kudus, tapi jangan sekarang,” doa seorang pemuda yang hidupnya bergelimang dosa kepada Tuhan, di hadapan ibunya yang tekun mendoakannya untuk bertobat. Mendengar doa anaknya itu sang ibu tidak putus asa untuk terus mendoakannya. Bertahun kemudian, pada musim panas tahun 386, di usianya yang ke 31, pemuda itu mendengar dan tersentuh oleh satu suara seperti anak kecil yang menyuruhnya untuk mengambil dan membaca Roma 13: 13-14, “Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” Sejak peristiwa itu hidupnya tiba-tiba berubah 180 derajat. Akhirnya pemuda itu tumbuh menjadi seorang tokoh filsuf dan teolog kristen besar yang dikenal sebagai Santo Agustinus. Ia mengungkapkan perubahan radikal dalam dirinya melalui sebuah doa pertobatan yang ditulisnya dengan judul “Terlambat aku mencintai-Mu Tuhan”.

Saat melakukan pembabtisan, Yohanes Pembabtis menegur keras orang Farisi dan orang Saduki yang datang kepadanya meminta dibabtis (Matius 3). Ia mengingatkan orang-orang itu supaya hidup mereka menghasilkan buah dari pertobatan. Sebab babtisan Yohanes adalah sebuah tanda pertobatan. Dan pertobatan yang sejati harus terlihat nyata dalam kehidupan dengan cara hidup dipimpin Roh Kudus dengan meninggalkan dosa dan menghasilkan buah kesalehan.

Belajar dari kisah Santo Agustinus dan perkataan Yohanes Pembabtis, malam ini mari kita cermati hidup kita masing-masing. Apakah selama ini kita sudah sungguh-sungguh bertobat atau jangan-jangan kita cuma datang kepada Tuhan dan meminta ampun tetapi tidak dengan kesungguhan hati untuk bertobat. Sekarang ini adalah waktu terbaik untuk kita datang kepada Tuhan dan mohon ampun dengan hati yang siap untuk bertobat secara radikal. Mari kita datang dengan segala kerendahan hati dan mengundang Roh Kudus untuk menguasai hati dan seluruh hidup kita. Dalam keterbatasan dan kelemahan kita, Roh Kudus akan mengubah kita menjadi pahlawan-pahlawan Tuhan yang luar biasa untuk kemuliaan nama Tuhan.

RENUNGAN

Jangan hanya datang kepada Tuhan dan meminta ampun, tetapi dalam hati kita TIDAK SUNGGUH-SUNGGUH BERTOBAT.

APLIKASI

1. Apakah Anda sudah bersungguh-sungguh dalam pertobatan?
2. Bagaimanakah yang disebut pertobatan yang sejati?
3. Coba uji diri Anda dengan menanyakan pada orang-orang di sekeliling Anda, sudahkah mereka melihat buah-buah nyata pertobatan Anda?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa, terimakasih untuk pengampunan yang sudah Engkau berikan pada kami. Kami tidak akan menyia-nyiakannya dan akan sungguh-sungguh bertobat dari dosa dan kesalahan kami. Biarlah hidup kami ini menjadi kesaksian yang mempermuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!