Bisa Mengambil Kapanpun Kita Mau

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 30:1-13

RHEMA HARI INI
Mazmur 30:2 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

Anak bungsu meminta warisan dan menghambur-hamburkan nya di negeri seberang. Setelah semuanya habis, kembalilah dia ke ayahnya yang dengan sabar menantikan kepulangannya. Kedatangannya kembali ke rumah, disambut denga sukacita oleh sang ayah, yang dengan segera memberikan cincin, jubah indah, sepatu dan bahkan menyembelih anak lembu tambun untuk makan dan bersukacita.

Perlakuan sang ayah kepada si bungsu ini membuat anak sulung marah dan protes kepada sang ayah. Anak sulung merasa bahwa kesetiaannya selama ini seolah luput dari perhatian sang ayah. Dalam Injil Lukas 15:31 sang ayah memberi penjelasan kepada anak sulung, “Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.” Ada bagian yang selama ini seolah anak sulung kurang mengerti, bahwa sesungguhnya segala yang ada pada ayahnya, adalah juga kepunyaannya. Jadi, lebih dari cincin, jubah baru, sepatu, anak lembu tambun dan pesta yang diberikan kepada si bungsu, kalau anak sulung mau, dengan mudah ia bisa memilikinya juga.

Kisah anak yang hilang dalam Injil Lukas pasal 15 ini, tentu sangat akrab dalam ingatan kita, tetapi kemarahan anak sulung ini sering kurang kita perhatikan. Kesalahan mengertian anak sulung ini juga sering terjadi dalam hidup kita. Sebagai anak Tuhan, seringkali kita marah dengan keadaan orang lain yang seolah hidup enak, selalu terlihat bahagia dengan keluarganya, bahkan sepertinya jauh dari sakit penyakit. Sedangkan kita yang merasa hidup jauh dari dosa, rajin beribadah, bahkan setia dalam pelayanan, seolah hidup jauh dari berkat-berkat Tuhan, bahkan sepertinya sakit penyakit akrab dengan tubuh kita. Malam ini rhema firman Tuhan mengingatkan kita, bahwa sesungguhnya sebagai anak Tuhan, kita mempunyai hak untuk menikmati dan memiliki segala yang ada pada Bapa kita. Saat ini kita diingatkan bahwa kalau kita mau, kita bisa memiliki berkat-berkat Ilahi, sudah barang tentu salah satunya juga kesembuhan Ilahi. Mintalah kepada Bapa di sorga, dan kita akan mendapatkannya. Tidak perlu lagi kita marah dengan keadaan orang lain, sebab kita hidup penuh berkat Tuhan, bahkan lewat berkat itu kita juga bisa memberkati orang lain. Lewat kesembuhan Ilahi kita juga bisa mendoakan dan menyembuhkan orang lain juga, dan nama Tuhan semakin ditinggikan.

RENUNGAN
Kalau kita MAU, kita bisa menerima BERKAT ILAHI yang salah satunya adalah KESEMBUHAN ILAHI.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah mengerti selama ini bahwa semua yang dimiliki Bapa di sorga adalah hak Anda untuk mengambilnya?
2. Apa yang selama ini Anda lakukan dengan hak Anda yang diberikan oleh Bapa di sorga?
3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan supaya Anda bisa menerima hak ilahi yang sudah Bapa sediakan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami bersyukur atas semua anugerah yang sudah Engkau sediakan dalam hidup kami. Ajar kami untuk menghargainya dan berani mengambilnya dengan iman sehingga hidup kami bisa mengalami berkat serta kesembuhan ilahi. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.