Buah Pemberitaan Injil

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kolose 1:3-14

RHEMA HARI INI
Kolose 1:6b Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.

Segarnya aroma embun di kala fajar, ditambah hangatnya sinar mentari pagi di atas hamparan sawah yang sudah menguning, menyenangkan hati setiap orang yang memandangnya. Terlebih hati Pak Ujang, sang pemilik ladang, yang akan panen besar. Namun, kebahagiaan itu belumlah lengkap. Ia masih harus mencari para pekerja untuk memanen hasil ladang tersebut. Seperti hati Pak Ujang yang senang melihat ladang yang sudah menguning, demikianlah hati Bapa di sorga, yang senang melihat ladang jiwa-jiwa yang sudah menguning. Yang menjadi pertanyaannya adalah, siapakah yang mau dan rindu melengkapi sukacita Bapa di sorga untuk bekerja di lading-Nya, memberitakan Injil sampai jiwa-jiwa diselamatkan?

Satu hal yang perlu kita sadari, hidup di dunia ini hanya sementara. Jadi, apa yang menjadi fokus atau hal utama dalam hati kita? Setiap bangun pagi, adakah kita merindukan Tuhan sebagai yang terutama? Seberapa dalam kita rindu untuk menyenangkan hati Tuhan dan mengerti apa yang paling Tuhan inginkan? Sudahkah kita menginginkan dan berkata, “Tuhan berkati aku, supaya hidupku berbuah bagi kerajaan-Mu. Aku rindu Engkau pakai seperti hamba-hamba-Mu, Paulus, Katrin Khulman, maupun Smith Wigglesworth yang telah menghasilkan buah jiwa-jiwa bagi kerajaan-Mu”?

Jika pagi ini, kita bangun tidur dan hanya memikirkan target untuk usaha kita hari ini, atau kita hanya memikirkan bagaimana untuk menjadi seorang yang sukses dan terkenal, sepertinya kita perlu mengambil waktu untuk mengintrospeksi diri kita. Untuk menyadari dan kembali kepada panggilan serta tujuan utama Tuhan menciptakan kita. Yang Tuhan inginkan dari kita adalah buah pemberitaan Injil, yaitu jiwa-jiwa. Jadi, mari kita berbuah, mari beritakan Injil, selamatkan jiwa berapa pun harganya. Sebab itulah Amanat Agung Tuhan, untuk kita pergi memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Sebab, inilah waktunya musim berbuah lebat, saatnya Injil berbuah dan berkembang ke seluruh dunia. Sehingga kita dapat melihat mujizat selamatkan jiwa begitu masif dan intens terjadi di mana pun Injil diberitakan.

RENUNGAN
BUAH yang Tuhan inginkan adalah buah PEMBERITAAN INJIL, yaitu JIWA-JIWA.

APLIKASI
1. Apa buah yang Tuhan inginkan untuk Anda kerjakan hari-hari ini?
2. Apa Amanat Agung Tuhan untuk jiwa-jiwa yang sudah Anda selamatkan?
3. Bagaimana Anda dapat menjalankan Amanat Agung Tuhan untuk memberitakan injil dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas mujizat keselamatan jiwa-jiwa yang begitu intens terjadi hari-hari ini. Penuhi hati kami dengan kerinduan yang lebih lagi untuk selamatkan jiwa-jiwa. Sehingga kami tidak berlambat-lambat untuk bergerak memberitakan Injil dan menghasilkan buah jiwa-jiwa bagi Kerajaan Sorga. Urapi kami sehingga mujizat selamatkan jiwa sungguh menjadi bagian dan milik kami di akhir zaman ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.