Buanglah Cemooh, Taburlah Pujian

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Amsal 25:11-18

RHEMA HARI INI
Amsal 25:18 Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam.

“Papa pelit! Papa tidak pernah mengajak Mama keluar makan!” Ibu Nora berbicara dengan setengah berteriak. Mendengar itu, suaminya langsung membalas, “Loh, baru dua minggu lalu kita makan bersama. Mama bagaimana sih, Mama itu yang tidak pernah mengingat apa pun. Kapan Mama pernah menghargai semua yang Papa berikan?” Makin lama, perdebatan mereka pun menjadi semakin panas.

Seperti pasangan di atas, pertengkaran sering dimulai dari ungkapan kata-kata yang kurang tepat. Kata-kata yang mencemooh, merendahkan, menghakimi, dengan mudah dapat memicu masalah. Dari cerita tadi, mungkin sebenarnya bukan tentang makan bersama yang dipermasalahkan Ibu Nora, tetapi ia menginginkan waktu khusus bersama suaminya. Alih-alih mendapat apa yang diinginkan, ungkapan pernyataannya justru membuat suaminya tersinggung. Di sisi lain, suami Ibu Nora sepertinya juga tidak peka terhadap kebutuhan istrinya. Ia malah melontarkan kata-kata yang memperkeruh suasana.

Bila tidak hati-hati, kata-kata yang kita ucapkan bisa menimbulkan luka pada orang lain. Amsal 25:18 menyebut bahwa perkataan yang tidak benar sama bahayanya dengan senjata tajam yang bisa melukai. Pun demikian dalam relasi hidup berkeluarga. Kita semua pasti ingin memiliki keluarga yang sukses dan bahagia, bukan? Keluarga yang sukses dan bahagia dibangun melalui komunikasi dan relasi yang baik dan berkualitas. Karena itu, buanglah jauh-jauh segala perkataan negatif dalam keluarga Anda, dan gantilah dengan taburan ungkapan perkataan positif yang membangun, penuh pujian profetik. Maka, mujizat pemulihan keluarga akan Tuhan kerjakan atas keluarga Anda.

RENUNGAN
BUANG jauh-jauh segala CEMOOH, sebaliknya UCAPKANLAH PERKATAAN PUJIAN dalam keluarga sebagai PERKATAAN PROFETIK.

APLIKASI
1. Ambilah waktu untuk merenungkan bagaimana komunikasi keluarga Anda. Apakah semuanya baik-baik saja? Atau ada banyak hal yang harus dibereskan?
2. Introspeksilah diri Anda, apakah keluarga Anda selalu nyaman dengan kehadiran Anda? Bagaimanakah cara Anda untuk membangun relasi yang baik dengan keluarga?
3. Dengan perkataan profetik seperti apa Anda dapat menggantikan apa yang biasanya Anda katakan terhadap anggota keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur atas keluarga kami. Masuklah dan jadilah pemimpin dalam keluarga kami. Berilah kami hati yang saling mengasihi. Urapilah perkataan dan pikiran kami supaya kami bisa selalu saling memberkati. Pakailah keluarga kami untuk menjadi saksi dan bukti kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.