Bukan Hanya Menerima, Tetapi Mengadakan Mujizat

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 1:1-11

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Jason meloncat kegirangan ketika seorang pengantar pizza mengetuk pintu rumahnya dan mengantarkan dua kotak pizza besar. Ya, Jason gemar sekali makan pizza. Setiap kali ia membuka aplikasi Youtube, ia selalu mencari video-video tentang pizza, mulai dari pizza terbesar di dunia, sampai cara pembuatan pizza. Sampai-sampai ia hafal bahan-bahan untuk membuat pizza dan cara pembuatannya. Namun sayangnya, ibunya tidak memiliki oven untuk ia bisa membuat pizza sendiri. Sampai suatu hari ibunya membeli sebuah oven karena ia melihat ketertarikan Jason yang begitu besar terhadap pizza. Sejak saat itu Jason bisa membuat pizza sendiri. Ia mencoba berbagai resep, mulai dari pizza dengan topping sosis, jamur, jagung, sampai pizza dengan rasa manis. Sekarang Jason tidak hanya menerima pizza dari pengantar pizza, tetapi ia bisa membuat pizza sendiri.

Seperti itulah rencana Tuhan dalam hidup kita. Tuhan bukan hanya menciptakan kita untuk menerima dan mengalami mujizat, tetapi Ia juga memberikan kuasa kepada kita untuk mengadakan mujizat. Tuhan mengaruniakan Roh Kudus bagi kita sehingga kita memiliki kuasa untuk mengerjakan mujizat dan menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi.

Tangkaplah rhema firman Tuhan ini dengan iman. Deklarasikan perkataan profetik bahwa kita diciptakan untuk berkuasa dan memerintah. Deklarasikan bahwa kuasa Roh Kudus memenuhi hidup kita sehingga di tangan kita ada kuasa. Deklarasikan bahwa saat kita tumpang tangan atas orang sakit maka orang itu akan sembuh, saat kita berdoa untuk rumah tangga yang pecah maka rumah tangga tersebut dipulihkan, saat kita berdoa untuk orang yang terikat maka orang tersebut akan dilepaskan, dan seterusnya. Terus deklarasikan setiap hari, sehingga iman kita terus dibangkitkan dan mujizat-mujizat sungguh-sungguh menjadi nyata dalam kehidupan kita. Dengan kuasa Roh Kudus yang memenuhi hidup kita, hidup kita akan penuh kuasa, sehingga kita bisa mengerjakan banyak mujizat, nama Tuhan dipermuliakan, banyak jiwa dibawa datang kepada Tuhan dan menerima keselamatan.

RENUNGAN
Tuhan bukan hanya menciptakan kita untuk MENERIMA dan MENGALAMI MUJIZAT, tetapi juga MENGADAKAN MUJIZAT.

APLIKASI
1. Sudah pernahkah Anda mengerjakan mujizat dalam kehidupan orang lain?
2. Mujizat apa yang Anda rindukan bisa Anda kerjakan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa mengerjakan mujizat dalam hidup orang lain?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, penuhi kami dengan kuasa Roh Kudus-MU. Biarlah pengurapan-Mu semakin hari semakin bertambah dalam hidup kami. Kami menjadi semakin kecil dan habis, sedangkan Engkau menjadi semakin besar dan nyata atas hidup kami. Kami rindu hidup kami memuliakan nama-MU dan membawa banyak jiwa datang kepada-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.