Bukan Hanya Permintaan Maaf

Renungan Keluarga Allah
Sabtu, 23 Juli 2016

BACAAN HARI INI

Lukas 19:1-10

RHEMA HARI INI

Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Sepasang suami istri menikah dan istrinya tengah hamil muda. Suatu ketika sang suami mendapat tugas ke luar kota selama seminggu. Ketika pulang ke rumah, sang suami mendapati rumah dalam kondisi berantakan dan sang suami marah kepada sang istri dan istrinya hanya bisa menangis. Suatu saat sang istri meminta tolong suaminya untuk mengantar ke suatu acara namun sang suami tidak bisa mengantar karena ada acara rapat di kantor. Acara rapat sang suami ternyata ditunda pekan depan. Kesempatan tersebut digunakan untuk menjemput istrinya. Sang suami sudah sampai di tempat acara sang istri dan acara belum selesai. Sang suami memperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang di depan pintu dan matanya terantuk pandang pada sebuah sepatu sandal kumal yang tertindih sepatu-sepatu indah itu. Air mata sang suami jatuh tanpa terasa. Baru sekarang sang suami sadar bahwa ia tak pernah memperhatikan sang istri. Ketika bertemu, sang suami minta maaf kepada sang istri karena selama ini kurang memperhatikan sang istri. Esok harinya sang suami membelikan sepatu bagi istrinya dan istrinya tersenyum bahagia menerima sepatu tersebut.

Dalam Alkitab diceritakan bahwa Zakheus merasa bersalah karena perbuatannya selama ini yang memeras rakyat. Dan sebagai bentuk penyesalannya, Zakheus mau bertanggung jawab untuk mengembalikan empat kali lipat dari harta yang telah diperasnya dari rakyat. Bahkan bukan hanya itu saja, ia juga berjanji akan memberikan setengah dari hartanya kepada orang miskin.

Seringkali, yang dibutuhkan oleh orang lain bukanlah sekedar hanya permintaan maaf kita saja, mereka membutuhkan sebuah pertanggungjawaban dari kesalahan yang sudah kita buat kepada mereka. Ketika sebuah permintaan maaf disertai pertanggungjawaban, maka hal tersebut akan mendatangkan pemulihan keluarga dan menciptakan keluarga yang bahagia. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN

Terkadang yang dibutuhkan anggota keluarga kita bukanlah sekedar permintaan maaf, tetapi sebuah PERTANGGUNGJAWABAN.

APLIKASI

Apakah Anda sudah belajar untuk mempertanggungjawabkan semua hal yang Anda lakukan?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa kami mau belajar menjadi orang yang bertanggung jawab sebab kami tahu bahwa permintaan maaf saja seringkali tidak cukup. Tolong kami dan mampukan kami Ya Tuhan, sehingga kami bisa membawa pemulihan dalam keluarga kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami sudah berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

1 Timotius