Bertumbuh Di Gereja Melalui Ibadah, Tuhan Sembuhkan Dan Bisa Menjangkau Jiwa

Saya lahir dari keluarga yang sudah mengenal Tuhan sejak kecil, dan dididik dengan iman Kristiani, namun sekitar 10 tahun lalu, Tuhan izinkan saya mengalami sebuah peristiwa yang membuat saya tidak berhenti menyalahkan diri saya sendiri dan orang sekitar saya, yang lama kelamaan akhirnya membuat hubungan saya juga dengan Tuhan menjadi suam-suam kuku, sampai akhirnya saya benar-benar hidup dengan kekuatan sendiri dan tidak melibatkan Tuhan dalam hal apapun, bahkan sudah sempat terpikir untuk meninggalkan Tuhan.

Namun bulan April 2020 saya mengalami satu penyakit yang aneh, seluruh tubuh saya merah dan tanpa sengaja pas saya buka lihat youtube ada khotbah Ps. Nita tentang Kesembuhan Ilahi, saya ikuti khotbah itu, iman saya bangkit, saya berdoa dan saya disembuhkan oleh Tuhan. Sejak saat itu saya kembali datang pada Yesus dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.

Desember 2020, Masih ingat tepatnya tanggal 18 Desember 2020, saya tiba-tiba merasakan badan saya lemas, dan demam yang tidak berhenti sepanjang hari. Sampai akhirnya saya diharuskan dalam perawatan dokter di salah satu RS di Jakarta Selatan. Kondisi saya semakin hari semakin kritis, dan ternyata ada masalah infeksi dengan paru-paru sebelah kiri, dan itu juga membuat saya sering kesulitan bernafas.

Pada malam natal, 24 Desember 2020, saya rindu sekali ikut ibadah onsite, namun kondisi saya tidak memungkinkan, meskipun dengan kondisi tubuh yang sangat lemah, bahkan jari-jari saya jadi membiru karena demam yang cukup tinggi, saya tarik kursi, dan duduk di depan screen untuk mengikuti ibadah online streaming, pada saat itu Firman Tuhan disampaikan oleh Ps.Jonatan Setiawan. Setiap kata per kata, setiap rhema yang saya terima melalui Firman Tuhan yang disampaikan, saya imani, dan saya masih ingat salah satu rhema yang disampaikan oleh Ps. Jonatan bahwa “Malam ini juga Tuhan akan mengerjakan pekerjaan besar atas hidupmu ….” Saya Imani, dan saya lanjut istirahat.

Tanpa disadari, di malam yang sama, seorang teman dekat saya yang belum mengenal Yesus, mendapatkan penglihatan, di malam itu, Seorang berbaju Penggembala Domba, dengan rambut cokelat dan ada mahkota di atas kepalaNya, sedang membuka tanganNya kearah saya, Besok paginya, teman saya menyampaikan kejadian di malam natal itu. Akhirnya ditengah kelemahan saya, saya berjuang untuk memberitakan injil keselamatan, saya ceritakan siapa Yesus dan kita banyak sharing dengan saya tetang Firman.

Ditengah kondisi sesak dan susah bernafas, dengan saturasi oksigen yang sangat rendah 50-60%, saya mendengar suara yang berbisik perlahan di dalam hati saya, “ Saya belum selesai dengan kamu Joy,” hingga akhirnya pelan–pelan saya kembali merasakan ada aliran udara yang dingin, pelan dan pelan masuk ke dalam paru–paru saya, hingga saturasi oksigen saya naik ke angka 70%, meskipun angka tersebut belum normal, namun malam itu saya merasakan Tuhan memegang tangan saya.

Hati saya terus dipenuhi kelimpahan, meskipun dengan kondisi fisik yang lemah, hingga akhirnya Jumat malam tgl 01 Jan 2021, sekitar jam 10 malam, saya didoakan oleh Ps.Nita Setiawan dan Rendra. Saya merasa di teguhkan karena Ibu Nita dan Rendra juga memperkatakan perkataan yang sama bahwa Tuhan belum selesai dengan hidup saya.

04 Jan 2021, Kondisi saya semakin membaik, dan akhirnya saya sudah bisa kembali ke rumah, hari demi hari kesehatan saya semakin dipulihkan oleh Tuhan, bahkan teman saya tadi yang belum mengenal Yesus , ingin ikut beribadah di GBIKA secara langsung, puji nama Tuhan. Ditengah keterbatasan saya Tuhan pakai saya untuk selamatkan jiwa.

Melalui Retreat Encounter, Saya Bisa Mengampuni Dan Mengalami Pemulihan

Shalom, perkenalkan saya ibu Yuni dari Bekasi. Pada tahun 2015 itu saya pindah ke Bekasi. Di Bekasi saya juga sudah pelayanan. Hidup saya full untuk Tuhan. Anak-anak saya juga melayani Tuhan.

Di bulan Juli 2019, saya dilecehkan oleh seorang hamba Tuhan. Disitu saya berontak. Saya sudah melayani Tuhan, hampir semua waktu saya untuk Tuhan. Tapi kenapa Tuhan ijinkan ini terjadi pada saya.

Dari situ saya benci orang Kristen apalagi hamba Tuhan yang tahu kebenaran Firman Tuhan tapi tingkah lakunya tidak benar.

Sejak itu saya tidak pernah ke gereja. Sampai akhirnya masuk 2020 di saat pandemi, saya buka youtube: Doa Bareng Ps. Jo. Hampir setiap saat saya selalu mengikuti. Waktu papa saya sakit juga didoakan oleh Ps. Jo, walaupun lewat online, tetapi kuasa Tuhan bekerja luarbiasa, Papa saya sembuh.
Tapi hati saya kosong, daging saya lebih menonjol bila saya ingat kejadian waktu itu.

Akhirnya saya isi form untuk gereja internet, dan saya masuk dalam komsel G1/81 dengan KKS ibu Tulus. Beliau membimbing saya, sampai saya ikut SOM dan ikut Reatreat Encounter.

Tidak kebetulan saya dipertemukan dengan orang-orang yang luarbiasa, termasuk konselor saya Ibu Yuyun. Walaupun kita tidak bertatap muka sebelum Retreat dimulai dan waktu konseling, tapi saat itu Tuhan berkerja luar biasa melalui Bu Yuyun. Hati saya yang keras akhirnya bisa mengampuni orang itu dan memaafkan dia, memberkati dia dan keluarganya.

Saat itu saya merasa plong, tidak ada beban, hidup saya menjadi tenang.

Saya ikut Retreat encounter online sampai akhir dan setelah saya didoakan untuk yang terakhir, Luar biasa.. Tuhan tidak pernah tinggalkan saya, walaupun saya sudah jauh dari Dia

Terima kasih buat Pak Obaja dan Keluarga Allah yang mempertemukam saya dengan orang-orang hebat, orang-orang yang luar biasa. Untuk Ps. Jo yang sering doakan saya, walaupun beliau tidak kenal dengan saya, Untuk KKS saya yang selalu membimbing saya, dan Bu Yuyun yang setia berdoa untuk saya, sehingga saya bisa melangkah ke depan, melupakan masa lalu, karena ada masa depan yang penuh berkat menanti saya, Amin.

Demikian kesaksian saya.
Semoga menjadi berkat.
Tuhan Yesus Memberkati.

Dorongan Dari KKS Di Komsel Membuat Saya Mengalami Terobosan Dalam Pekerjaan

Syalom, saya mau bersaksi, di masa pandemi ini banyak perusahaan yang drop, termasuk tempat kerja saya dan suami. Sejak bulan September kemarin suami sudah tidak bekerja lagi di tempat kerjanya. Saya yang baru cuti lahiran mendapat info di tanggal 20 September kemarin bahwa saya hanya bisa bekerja hingga bulan November saja.

Secara manusia saya merasa takut dimana kami berdua akan tidak memiliki penghasilan, namun entah mengapa di saat itu saya percaya bahwa Tuhan yang akan selalu menjaga kami semua. Saya mencoba untuk apply pekerjaan kembali awalnya, namun suami saya meminta saya untuk tidak mencari pekerjaan kembali dan fokus di rumah sambil menjalankan usaha online saja. Saya mendengarkan yang suami saya minta dan berkata, “ ok saya tidak apply kerja lagi, kemarin adalah lowongan terakhir yang saya apply. Jika Tuhan mau saya bekerja saya akan bekerja, namun jika tidak maka saya tidak akan bekerja”.

Waktu berjalan, hingga mid Oktober saya tidak mendapat panggilan dari tempat manapun yang saya apply, namun tiba-tiba tanggal 16 Oktober, kepala divisi saya memanggil saya dan menginfokan kalau di regional membutuhkan orang, dan saya bisa bekerja dimana saja tidak harus di kantor, dan juga direktur saya pun meng-endorse saya untuk posisi ini. Di saat ini saya langsung di buat kagum luar biasa kembali oleh Tuhan dimana di waktu sebelum saya benar-benar kehilangan pekerjaan saya dia memberikan harapan, dimana posisinya lebih tinggi dan juga saya bisa bekerja hanya dari rumah sehingga permintaan suami saya agar saya di rumah saja bisa terpenuhi tanpa saya perlu saya apply pekerjaan di sana sini.

Waktu belum ada keputusan apakah akan di terima atau tidak, saat komsel KKS saya memberikan pesan bahwa ayo kesaksian dan kalahkan pendakwamu, lalu saya memberikan kesaksian saya pada hari Sabtu beberapa waktu yang lalu dan saya imani bahwa ini adalah dari Tuhan, sampai sini saja saya sudah merasa kagum akan kebaikan Tuhan. Saya percaya bahwa pekerjaan ini sudah saya dapatkan.

Hari Seninnya saya diinfokan bahwa saya mendapatkan pekerjaan ini. Tuhan Yesus sungguh baik, semoga kesaksian ini bisa menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

*Yulia*

Menanggapi Kegerakan Apostolik Dari Gereja Dan Tuhan Ikut Berkarya

Shalom, perkenalkan nama saya Naomi Erna dan putri saya Agnes Oktaviana Ayu. Kami sekeluarga sangat bersyukur jadi bagian dari gereja keluarga Allah, dan memiliki Gembala yang baik Bapak Pendeta Obaja dan kami selalu mengikuti kegerakan beliau.

Sebelum ada corona kami selalu share kegiatan gereja, tujuannya untuk menguatkan iman saudara, teman dan org yg melihat postingan kami. Dan saat kami pindah karena tugas suami, kami tetap melakukan hal yang sama. Apa yang kami lakukan ini tidak mulus-mulus saja, banyak rintangan, olokan kadang kami terima.

Disaat pandemi kami justru semakin gencar untuk menshare kegerakan gereja, semua karena karya Tuhan Yesus. Dan saya juga mengarahkan anak saya untuk bagi link dan juga mengajak teman-temannya untuk lebih dekat pada Tuhan dan tetap ibadah. Walaupun ada juga yg menolak, tapi kami selalu mendukung dengan doa bersama setiap saat, dan Puji Tuhan pelayanan kami, Tuhan bukakan dan semakin Tuhan tuntun lebih lagi. Kami juga terheran-heran yang dulunya mengolok olok, memandang sebelah mata justru Tuhan putar balikkan, mereka mulai chat, telp dan datang untuk lebih mengenal dan diajak untuk ibadah dan komsel.

Dan sungguh luarbiasa dari Guru, dan teman 2 anak saya pun Tuhan jamah. Dan satu hal yang Tuhan kerjakan secara dasyat 1 teman dekat anak kami Tuhan jamah sampai seisi keluarga dan juga teman-teman hobby motornya, semua mau bertumbuh di dalam Tuhan.

Kuasa Tuhan benar-benar mulai berkarya, dari berbagai kota dan daerah Tuhan datangkan. Mereka mulai mengikuti ibadah sungguh-sungguh, ikut kelompok sel, ikut Pondok Daud, bahkan ada yang belum terima Yesus dan sekarang ikut Tuhan Yesus.

Sesuatu yang luar biasa yang Tuhan kerjakan dasyat dan ajaib dalam pelayanan kami, yang tadinya pelayanan banyak kendala, banyak rintangan, tapi justru Tuhan bekerja sungguh ajaib. Kami juga bersyukur memiliki KKS yang luar biasa ( Kak Endah , FTKA 133 ) yang siap mendengar dan mensuport kami selalu. Jadi apapun pelayanan kita, asalkan kita dekat melekat, melakukan dengan komitmen dan tulus, meresponi dan bereaksi menanggapi kegerakan Gembala kita ( Bapak Obaja ) pasti Tuhan menyertai dan menjadikan kita lebih dasyat dan ajaib dari yang kita pikirkan dan rencanakan. Dan gerakan 1 tahun, 1 jiwa menangkan 12 jiwa dalam pemuridan yang disampaikan Pak Jonathan pasti kita semua akan dapat kita lampaui melebihi target.
Terimakasih kiranya menjadi berkat God Bless.

Sembuh Dari Covid Dan Tuhan Beri Project Hotel Yang Lebih Besar

Shalom, dalam kesempatan ini saya rindu menyaksikan kedahsyatan Tuhan yang sungguh luarbiasa. Beberapa waktu yang lalu saya sakit kena covid-19 dan itu membuat saya sedikit down, tetapi ‘untungnya’.. saya memutuskan untuk mendekatkan diri pada Tuhan, saya ikuti Pondok Daud, Mezbah doa pagi dan membaca Alkitab berurutan dari mulai Perjanjian Lama seperti yang bu Budiono sarankan pada saya.

Pada saat saya sakit, otomatis saya isolasi mandiri, semua kerjaan di hold/berhenti untuk beberapa waktu, semua yang ngajak meeting harus saya cancel karena sakit saya itu, padahal itu proyek yang pastinya ada nilai rupiahnya. Saya sempat minta bantu doa juga pada Bapak Pdt. Obaja dihari Rabu dan didoakan Kamisnya. Puji Tuhan tanggal 27 Oktober saya dinyatakan negatif covid-19 tapi saya masih istirahat 1 minggu lagi supaya pulih benar, selama masa-masa itu saya membangun hubungan dengan Tuhan, dan saya tidak lagi minta proyek karena sejak masa pandemi semua proyek berhenti bahkan ada PO saya yang dibatalkan karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Saya hanya berdoa dan berdoa, Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhanku, bukan keinginan, dan saya bilang pada diri saya, mau ditolong atau tidak ditolong tetap saya mau dekat kepada Tuhan. Luar biasa Tuhan kita itu, DIA tahu memberi yang TERBAIK untuk kita di waktu yang TERBAIK pula.

Puji Tuhan sekali sejak awal November sampai sekarang, berkat Tuhan itu tidak berhenti dalam pekerjaan saya. Saya dapat beberapa proyek yang tidak pernah saya duga-duga sebelumnya. Secara sekarangkan pembangunan hotel tidak ada tapi saya bisa dapat proyek hotel semua karena Tuhan saja. Belum juga habis berkatNya eh.. sudah datang lagi, sampai per hari ini proyek yang saya kerjakan bukan hanya jabodetabek tapi di Sidikalang Sumatra Utara, Pemalang dan Semarang.. Luarbiasa Tuhan kita! Dan lewat ini saya belajar ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan tidak usah kuatir, pasti ada kejutan-kejutan yang dahsyat dikerjakanNya dalam hidup kita. Yang penting tetep on the track Nya Tuhan saja. Firman Tuhan bulan November di GBI Keluarga Allah sangat-sangat menguatkan saya juga.

Saya juga baru meraskaan bagaimana pentingnya kita ikut dalam kelompok sel online karena disitu kita di bimbing untuk semakin dekat dengan Tuhan, diarahkan untuk semakin semangat melakukan apa yang menjadi perintah Tuhan. Saya baru merasakannya di GBI Keluarga Allah, dan jangan lupa juga untuk mengikuti ibadah GBI Keluarga Allah hari Sabtu jam 18.00 dan Minggu, supaya kita semakin kuat di dalam Tuhan dan kita bisa berikan hidup kita untuk dipakai oleh Tuhan. Dan saya selalu ingat perkataan Pak Obaja ke saya waktu itu “Jangan lakukan apa yang Tuhan larang” dan itu saya pegang sampai sekarang. Pokoknya saya bersyukur bisa ada di GBI Keluarga Allah. Terima kasih Tuhan Yesus, terimakasih pak Obaja, terimakasih bu Budiono yang selalu mensupport saya dan mengingatkan saya untuk terus dekat Tuhan. Semoga kesaksian ini bisa menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. Demikian kesaksian dari saya, Tuhan memberkati.

Narasumber Kesaksian: Eunike Jakarta

Tuhan Sempurnakan Penglihatan Anak Saya

Syalom, saya Dian dari Kudus, yang selalu mengikuti acara ibadah online yang digembalakan oleh Bapak Obaja, saya juga sering ikut Pondok Daud. Saya mau menyaksikan mujizat Tuhan yang luarbiasa. Saat saya mengikuti doa puasa walaupun saya tidak ikut puasa secara jasmani, karena kondisi sedang hamil, tapi saya tambah waktu-waktu doa saya, dan saat sedang berdoa saya selalu minta pertolongan Tuhan buat mata kiri anak saya yang minus+silinder, Tuhan jamah dan sembuhkan, anak saya lepas dari kacamata, dan itu terus saya perkatakan dalam waktu-waktu doa saya, karena mata kanan Albert sudah diangkat semenjak waktu masih bayi. Saya minta kepada Tuhan “Tuhan walau mata anak saya tinggal satu, Tuhan tolong, supaya mata kirinya Tuhan sempurnakan lepaas dari kacamata! Saya percaya kesembuhan sudah terjadi dalam diri anak saya! Amin”
Tuhan saya tetap sama dari dulu sekarang dan sampai selamanya, IA Tuhan yang sudah memulihkan mata Albert 8 tahun yang lalu dari kanker mata, sehingga anak saya Albert sudah sembuh dari penyakitnya, Tuhan mengubah hasil PA lab-nya, sekarang saya minta sempurnakan matanya yang tinggal satu agar mata kirinya bisa Tuhan pakai sebagai alatNya Tuhan. Saat kami adakan ibadah bersama dengan anak-anak, kami bergantian baca firman Tuhan, Albert bilang “Bu.. saat saya baca Alkitab ini pakai kacamata kok kelihatan burem, tapi kalau lepas kacamata lebih jelas ya” Sontak saya kaget, lalu saya tes sendiri memakai kacamata dengan tidak memakai kacamata, saya ulang-ulang terus bergantian, ternyata dia lebih nyaman lepas kacamata dan lebih jelas, tidak merasa pusing.
Puji Tuhan, doa kami terjawab sudah, Albert TIDAK LAGI MEMAKAI KACAMATA MINUS. Tuhan Yesus begitu LUARBIASA, DAHSYAT, sampai sekarang Albert hanya memakai kacamata yang satunya yang hanya untuk radiasi supaya menjaga matanya. Tuhan Yesus telah menyempurnakan mata kiri Albert. Saya sangat bersyukur, walau Tuhan memberi mata tingal satu, tapi Tuhan sungguh-sungguh baik, tidak pernah meninggalkan anakNya dan selalu menolong kami, halleluya! Terimakasih Tuhan, Engkau sungguh baik. Terimakasih pak Obaja dan semua pelayan Tuhan serta jemaat Keluarga Allah yang selalu mendukung doa untuk kami. Tuhan Yesus memberkati.

Minta Hikmat Tuhan Dan Usaha Rumah Makan Maju

Shalom, Saya jemaat Gereja Internet sejak July 2019. Dan sudah 3x saya ikut Pondok Daud dan ibadah di Solo. 2x ikut ibadah di Soho Jakarta. Sayapun turut merasakan sukacita UC 2019 di Solo. Sejak pulang dari mengikuti Pondok Daud 24 July 2019 saya mengalami banyak sekali mujizat yang dahsyat, antara lain pengurangan bunga bank dalam jumlah yang besar atas hutang pembelian rumah kost. Dan tahun inipun saat pandemi, saya mengalami mujizat yang tidak masuk akal. Kami mempunyai rumah makan sudah 18 tahun sejak 2002. Memasuki pertengahan Maret 2020 penjualan di cafe mulai menurun karena pendemi, hingga kami mengambil keputusan menutup cafe kami pada bulan April 2020 dan rencana akan buka lagi di bulan Mei 2020. Koki dan semua karyawan dipulangkan, ada yang diluar daerah. Walaupun tutup tapi sewa cafe masih tetap kami bayar. Hikmat Tuhan datang lewat teman saya seorang pengusaha, dia katakan jangan pikir pandemi ini akan selesai bulan Mei, karena bisa saja sampai akhir tahun. Dan sayapun ambil keputusan tutup total dan putus sewa menyewa cafe.
Saat kami tutup banyak yang menelpon mau pesan makanan bungkus. Kebetulan di rumah saya ada mantan koki kami, yang numpang tinggal karena tempat dia kerja tutup. Saya minta tolong masak, pembayaran sesuai jumlah pesanan. Tapi orangnya tidak mau, saya agak kecewa, tapi saat itu semangat saya bangkit, kalau orang lain bisa masak maka sayapun pasti bisa dengan pertolongan Tuhan. Saya ingat Pak Obaja mengatakan jika usaha tidak jalan maka minta hikmat, Tuhan memberikan jalan yang lain, cari peluang usaha. Dan saya berdoa minta pertolongan dari Tuhan, saya katakan Tuhan memberikan keahlian masing-masing kepada bangsa Israel, maka saya percaya Tuhan memberikan keahlian memasak buat saya. Dan saya minta resep 1 menu saja ke koki saya yang pulang Makasar. Puji Tuhan dia kasih detail pemakaian bumbu untuk satu menu. Dari situ saya kembangkan ke menu yang lain lewat youtube. Tuhan memberikan saya keahlian dan hikmat.
Dan sungguh dahsyat dan tidak masuk diakal saya, saya sudah bisa membuat semua menu yang saya jual dirumah makan. Buat orang lain masak ini hal yang biasa, tapi buat saya ini anugerah terindah dan terbesar dalam hidup saya, karena sejak dulu sampai Maret 2020 saya tidak tahu masak. Masak nasipun selalu lembek atau keras, dadar telur hangus atau keasinan. Suatu hal yang mustahil kalau saya bisa masak. Anak saya yang kerja di luar kotapun sampai terheran-heran mamanya bisa masak.
Puji Tuhan banyak pesanan dan testimoni yang pesan makanan. Salah satunya mantan Gubernur yang makan katanya nasi goreng makassar enak sekali. Puji Tuhan, Tuhan memberikan hikmat, sekarang kami sudah membangun rumah makan di halaman rumah kami sendiri jadi saya tidak dipusingkan lagi dengan bayar sewa setiap bulan. Tuhan memelihara kehidupan kami, tidak ada ya g mustahil buat Tuhan. Amin.

Dewi Sangi Lajuck

Bangkit Menanggapi Kegerakan Tuhan

Shalom saudara semua puji nama Tuhan saya bisa menyaksikan betapa dahsyatnya Allah kita. Beberapa waktu yang lalu saat KKR UC saya duduk di tengah-tengah ratusan KKS yang lain dan yang terspecial anak sel saya pun ikut dilantik. Saya jadi ingat beberapa tahun lalu waktu mata kuliah Pelatihan Patoral, dosennya Bpk. Widhi. Waktu itu kami semua diminta buka komsel dan menjadikan anak sel kami KKS. Saya selalu menolak, saya buat alasan ke Pak Widhi, saya seorang istri yang jadi KKS suami saya saja ya pak saya mendampingi. Beberapa pertemuan saya masih menolak untuk buka komsel. Akhirnya singkat cerita saya buka komsel untuk memenuhi mata kuliah ini. Namun semua rencana Tuhan. Tiba-tiba ada SOM dan pelatihan KKS online. Saya mendaftar dan dibimbing sampai akhirnya saya lulus. Waktu awal saya mengambil keputusan untuk buka komsel saya ingat teman kuliah saya pernah sampaikan, “menjadi KKS itu gampang karena itu pilihan kita tapi menjadikan anak sel kita seorang KKS itu yang sulit.”

Kemudian, Saya berdoa kepada Tuhan saya sampaikan saya mau jadi KKS Tuhan dan saya juga minta Tuhan kirim anak sel yang juga mau jadi KKS. Puji Tuhan, Tuhan jawab semuanya, saya sekarang punya 2 kelompok sel dan dikeduanya saya mempunyai anak sel yang jadi KKS. Tuhan luar biasa, saya punya anak sel yang KKS tidak hanya satu tapi dua. Yang satu di Sumba (Komsel Gereja Internet) sehingga tidak bisa ikut hadir secara ooffline. Ketika kita mau melangkah mengambil bagian kita. Tuhan yang akan berkarya selebihnya. Semua hanya untuk kemulianNya. Sekarang adalah permulaan waktunya kita menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan.

Pandemi Justru Mengalami Percepatan Dan Terobosan

Shalom, perkenalkan saya Dian dari Solo. Saya ingin bersaksi bagaimana kondisi pandemi ini justru membuat saya melesat dengan cepat.
Saya bersyukur sekali pada tahun 2020 ini benar-benar Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidup saya. Sekalipun semua orang berkata tahun 2020 ini tahun yang berat, tahun musibah, tapi hal tersebut tidak berlaku dalam hidup saya. Ketika dunia dilanda pandemi, semua orang mengeluhkan kehilangan pekerjaan, resesi ekonomi, rohani melemah karena ibadah hanya bisa online, melayani tidak maksimal karena hanya online, tapi bagi saya, ternyata ini adalah kesempatan emas. Justru ketika semua serba online, dan sulit, saya selalu menangkap setiap rhema yang disampaikan Pak Obaja. Dan saya mengalami percepatan yang tidak pernah saya duga pada UC 2020 ini, saya dilantik menjadi pelayan Tuhan dan juga sebagai KKS.
Satu hal lagi, sejak dulu setiap UC, saya selalu sedih karena tidak bisa ikut karena harus bekerja tapi karena pandemi ini, saya bersyukur sekali, sekarang saya bisa mengikuti UC sekalipun ditempat kerja. Saya beryukur sekali Tuhan tempatkan saya di Gereja ini, iman saya senantiasa dibangun, dan saya benar-benar digembalakan, dipersiapkan dan dilatih menjadi pekerja Tuhan yang militan. Tangkap setiap rhema Tuhan melalui Gembala Sidang kita, percaya dan mulai melangkah! Kita pasti melihat bagaimana Tuhan bekerja secara dasyat dalam hidup kita. Terima kasih. Tuhan berkati.

Tuhan Beri Kekuatan Dan Keturunan Kembali Melalui Pondok Daud

Shalom saudara semua, perkenalkan nama saya Rut Ellys dari Jaten. Pada kesempatan ini saya ingin menyaksikan mujizat Tuhan dalam hidup saya dan keluarga melalui Pondok Daud. Tahun 2011 saya harus kehilangan anak saya satu-satunya cowok yang berusia 17 tahun. Anak saya meninggal dunia karena kecelakaan sepulang sekolah.
Saat itu suami saya shock berat, dan karena kemurahan Tuhan akhirnya Pak Obaja dan Pak Tikno datang ke rumah untuk berdoa dan memberi penghiburan. Selama 7 bulan saya tidak tahu harus berbuat apa melihat kondisi suami saya itu. Akhirnya saya datang ke Pondok Daud, saya ngumpet di belakang kursi karena malu di lihat orang kalau saya nangis. Di Pondok Daud saya nangis, saya ungkapkan semua yang menjadi beban saya.
Saya katakan pada Tuhan, kalau Tuhan ijinkan saya hamil lagi di usia saya yang menginjak 44 tahun, saya mau Tuhan. Selang 1 bulan, saya terlambat datang bulan dan puji Tuhan saya positif hamil. Saya periksa ke dokter dan dokter katakan baru terlihat kantongnya saja, belum ada janin nya. Ditunggu sampai 2 minggu lagi kalau tidak ada janinnya maka saya harus menjalani kuret karena terdapat kista di dalam kandungan saya. Jujur saya sempat down, anak saya meninggal, suami saya sangat shock, saya hamil masak ngga ada janinnya dan malah ada kistanya. Saya takut suami saya makin shock.
Saya nangis sama Tuhan, saya mohon belas kasihan Tuhan. Berjalannya waktu puji Tuhan, setelah di cek dokter yang berbeda dinyatakan bahwa ada janin di Rahim saya. Ketika tiba waktunya saya melahirkan, dokter menyarankan untuk saya operasi ceaser karena posisi bayi yang sungsang, usia saya sudah 44 tahun dan jarak anak pertama dan ke dua lumayan jauh.
Namun karya Tuhan ajaib, saya bisa melahirkan secara normal meski bayinya dalam posisi sungsang. Anak kami yang ke dua ini kami beri nama Nicke Charren dan puji Tuhan dia sekarang ikut ibadah Anak di gereja.
Benar apa yang di sampaikan Pak Obaja bahwa sejak Pondok Daud didirikan, mujizat sudah terjadi dan terus terjadi. Kami sangat bersyukur dan terberkati dengan Firman yang di sampaikan Pak Obaja. Tuhan memberkati.

Languages

Change Language