Carpal Tunnel Tuhan Sembuhkan

Shalom saya Suzi, saya mau bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam menyembuhkan sakit saya. Beberapa bulan ini saya sakit Carpal Tunnel yaitu ibu jari kaku tidak bisa digerakkan. Setiap pagi saya rindu untuk datang ke Pondok Daud. Pukul 05.00 pagi, saya selalu usahakan untuk datang, berdoa dan percaya bahwa Tuhan pasti sembuhkan saya. Saya mohon pada Tuhan agar saya sembuh dan bisa melayani lagi di bagian tamborin.

Lalu saya bertemu dengan salah satu teman saya, saya ceritakan apa yang saya alami. Teman saya juga berkata bahwa dia dulu juga mengalami hal yang sama. Waktu itu dokter berkata pada teman saya kalau sakit seperti itu hanya bisa sembuh kalau dioperasi. Dan operasinya tersebut membutuhkan biaya sampai puluhan juta. Ada cara lain juga untuk mengatasi sakit tersebut yaitu dengan suntikan namun sembuhnya hanya sementara. Jujur saya pribadi tidak berani untuk operasi.

Minggunya saya dan suami datang beribadah di Grand Pelita. Sebelum Firman disampaikan, Pak Yosie mengadakan doa pengurapan. Disitu kami sungguh merasakan lawatan Tuhan yang luarbiasa. Kami percaya kuasa Tuhan dapat menyembuhkan segala sakit penyakit. Saya juga mendapat satu rema Firman Tuhan di Mazmur 30:3 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

Ketika Firman mulai disampaikan dan saya ambil bolpoin untuk mencatat, mujizat terjadi. Mujizat seperti mimpi. Jari saya yang semula kaku, tiba-tiba bisa nekuk. Puji nama Tuhan, sungguh benar-benar Tuhan kerjakan mujizat itu dalam hidup saya.

Saya makin percaya bahwa inilah saatnya banjir mujizat itu. Dimana Tuhan bergerak melawat semua umatnya. Mari bangkit pahlawan Allah, tanggapi Pondok Daud dan semua kegerakan yang ada di gereja kita. Maka mujizat pasti terjadi bagi setiap kita. Tuhan memberkati.

Narasumber : Suzi

Doa Profetik Melancarkan Proses Persalinan Istri Saya

Shallom, saya Indra, saya mau bersaksi tentang kelahiran anak kami yang ke 3. Bersamaan dengan masa kehamilan istri saya, saat itu juga perekonomian kami sedang mengalami masalah. Untuk makan saja, kami merasa sangat kesulitan. Setiap kali mau makan, istri pulang ke rumah orangtuanya dan saya ke rumah orangtua saya sendiri. Keadaan seperti ini kami alami sekitar tiga tahun.

Hal ini membuat hubungan saya dan istri menjadi kurang baik. Setiap hari kami bertengkar padahal saat itu istri saya sedang hamil. Selama kehamilannya pun kami tidak pernah kontrol ke dokter karena tidak ada biaya. Yang saya lakukan hanya berdoa saja. Saya terus belajar untuk mempraktekkan Doa Profetik, di manapun dan kapan pun. Saya tidak mau sia-siakan waktu saya.

Tibalah saatnya istri saya untuk melahirkan. Saya merasa sangat bingung karena kami tidak punya dana untuk biaya persalinan. Akhirnya saya bawa istri saya untuk ke bidan. Melihat keadaan istri saya, ibu bidan tidak berani dan menyarankan agar istri saya dibawa ke Rumah Sakit. Kamipun pulang karena kalau kami ke rumah sakit, dananya dari mana. Sampai di rumah, istri saya makin kesakitan. Saya pun makin bingung dan panik. Saya bawa kembali ke bidan dan saya mohon pada bidan tersebut untuk membantu persalinan istri saya. Puji nama Tuhan bidan itu akhirnya mau.

Pukul 21.00 tiba-tiba mati lampu. Kami semua makin panik, dan di situ saya merasakan ada suara di telinga saya mendorong agar saya berdoa. Bukan doa yang biasa melainkan berdoa profetik. Saya mulai angkat tangan, berseru bahwa Tuhan yang akan tolong. Anak saya pasti lahir dengan selamat dan sehat. Bahkan semua biaya akan Tuhan sediakan.

Benar saudara, jam 22.00 anak saya lahir dengan selamat dan sehat. Bukan hanya itu, ada saudara yang menjenguk dan memberi berkat sehingga semua biaya dapat kami lunasi. Puji nama Tuhan, sungguh dahsyat kuasa doa profetik. Tuhan memberkati.

Narasumber : Indra

Dari Driver Ojek Online, Diselamatkan, Jadi Manger dan Pengusaha

Shalom, perkenalkan nama saya Gideon Kurniawan. Saya rindu menyaksikan kebaikan Tuhan yang luar biasa dalam hidup saya.

Berawal dari bulan September 2018, waktu itu saya belum menjadi orang percaya, saya dari sebrang, belum kenal Tuhan Yesus. Dulunya saya adalah seorang driver ojek online yang hidup serba kekurangan. Untuk makan dan biaya hidup saja sangat susah. Pada hari itu seharian saya online dari jam 9 pagi dan belum dapat orderan sama sekali, padahal saya sudah tidak pegang uang sepeserpun. Sampai sore harinya saya mendapatkan notify order di handphone saya, order Go Ride ke Keluarga Allah.

Saya ambil orderan tersebut, dan ternyata yang order adalah anak-anak. Sepanjang perjalanan saya ajak ngobrol anak tersebut, dan dari obrolan tersebut saya tau kalo anak tersebut bernama Michael. Ketika sampai tujuan, anak tersebut membayar dengan uang pecahan 20.000, sedangkan biaya order cuma 10.000. Karena saya tidak memiliki kembalian, saya suruh bawa saja uangnya, bayarnya kapan-kapan kalo ketemu lagi.

Anak itu kemudian masuk ke gereja. Karena saya mau hemat bensin, saya buka handphone saya menunggu order selanjutnya masih ditempat tersebut. Tidak lama, tiba-tiba anak itu kembali menghampiri saya dan memberikan uang pecahan 50.000 kepada saya dan bilang kalau uang tersebut buat saya. Saya kaget akan anak tersebut. Mulai saat itu ada rasa penasaran dalam hati saya, kenapa anak ini sangat baik.

Berkat anak kecil itu, saya akhirnya bisa makan, membeli bensin dan punya modal untuk menarik ojek lagi. Setelah itu tiba-tiba ada orderan masuk di handphone saya dengan nominal yang cukup banyak. Saya mendaptkan orderan mengantar barang ke daerah klaten dengan nominal 150.000. Tak disangka, orang yang mengorder jasa saya memberikan tips 50.000. Saya antarkan barang tersebut. Ketika sampai tempat tujuan, saya kaget karena penerima barang tersebut malah menjamu saya dengan makanan dan bahkan memberikan tips juga sebanyak 100.000. Saya benar-benar heran. Saya penasaran akan barang yang saya antarkan tersebut, saya memberanikan bertanya kepada penerima barang atas isi box yang saya antarkan tersebut. Ternyata box tersebut berisi materi untuk sekolah Minggu di gereja.

Saya tambah penasaran, orang-orang yang saya temui saat itu kenapa baik-baik. Dan saya akhirnya menyadari, orang-orang tersebut adalah orang-orang Kristen. Kemudian saya beranikan masuk ke Gereja Keluarga Allah, saya bertemu dengan petugas Call Cente Keluarga Allah. Saya ceritakan semua yang saya alami. Saya juga sempat didoakan pada saat itu.

Setelah peristiwa itu, saya menjadi tertarik datang ke gereja. Saya mengikuti ibadah walau saya tidak tau cara ibadah dan doa orang Kristen. Awalnya saya agak risih dengan khotbahnya, namun saya tersentuh dan menjadi suka khotbah yang saat itu disampaikan oleh Pak Obaja. Dari ibadah tersebut saya tahu kalau ada Pondok Daud yang katanya banyak mujizat. Karena semakin penasaran, saya akhirnya iseng datang ke Pondok Daud dihari selanjutnya. Pikir saya sekalian ngadem. Itu saya lakukan beberapa kali setiap siang hari walaupun saya tidak tahu lagu-lagunya, tapi saya merasakan damai ketika berada di Pondok Daud.

Sampai saya menyadari semenjak saya ngadem di Pondok Daud, orderan saya menjadi ramai. Banyak order masuk dengan nominal yang besar-besar. Omset saya sehari berlipat-lipat dan saya menjadi sangat senang dengan hal itu. Saya ikuti terus Pondok Daud dan Ibadah di Keluarga Allah, saya suka khotbah-khotbah yang disampaikan Pak Obaja.

Ketika Hillsong datang ke Keluarga Allah, saya mengikuti dan saya ingin sekali foto dengan Pak Obaja. Puji Tuhan saya mendapatkan kesempatan foto dan malah didoakan oleh Pak Obaja. Saya mulai serius cari tahu Tuhan, saya mulai baca Alkitab yang bisa di download di Handphone. Saya juga sering mendatangi Call Center untuk sharing, dan singkat kata di bulan itu juga saya Terima Tuhan Yesus dan memutuskan Baptis.

Hidup saya berubah setelah menjadi Kristen. Yang tadinya saya ngojek, tiba-tiba saya ditawari teman saya untuk mengelola usahanya tanpa melihat background pendidikan saya. Yang tadinya diawal saya mendapatkan gaji 1,3 juta, setelah beberapa bulan saya diangkat menjadi manager dengan gaji diatas 3 juta setiap bulannya. Benar-benar mujizat besar dinyatakan atas hidup saya.

Dari Keluarga Allah, saya belajar tentang persepuluhan yaitu mengembalikan sepersepuluh dari berkat yang saya terima sebagai ucapan syukur atas kebaikan dan pemeliharaan Tuhan. Saya lakukan itu dengan setia.

Saya rindu punya rumah dan punya usaha sendiri, saya terus doakan kerinduan saya tersebut. Kemudian saya beranikan melangkah buka usaha sendiri dengan modal yang ada saya cari ruko. Sebenarnya uang saya mepet, saya juga sempat ditipu oleh teman saya. Tapi saya memilih untuk merelakan dan mengampuni.

Ada saja cara Tuhan menolong saya. Tiba-tiba saya mendapatkan transferan dari teman saya yang dulu pernah saya tolong sebesar 50 juta. Saya benar-benar kaget akan hal tersebut. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan saya gunakan uang tersebut dengan baik. Saya pakai buat modal usaha dan DP KPR rumah. 2 kerinduan saya terjawab seketika.

Dalam proses pencarian sewa ruko pun Tuhan tolong, Tuhan pilihkan tempat dijalan yang ramai dan biaya sewanya sangat murah. Mujizat terus mengalir dalam hidup saya. Tidak membutuhkan waktu lama, usaha saya banjir orderan dan saat ini Puji Tuhan saya memiliki 3 karyawan yang membantu saya. Sungguh-sungguh semua ini berkat kebaikan dan kemurahan hati Tuhan.

Mari saya ajak saudara semua untuk tangkap rhema firman Tuhan yang diajarkan di gereja kita. Kita imani sungguh-sungguh dan ambil langkah taat. Apabila saya mengalami terobosan besar dalam hidup saya, terlebih saudara juga akan mengalaminya.

Demikian kesaksian saya, kiranya dapat menjadi berkat untuk saudara semua. Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati saudara semua. Amin

Dari Pengontrak, Menjadi Pemilik Rumah

Shallom, Kami mau menyaksikan kebaikan Tuhan yang terjadi didalam hidup kami. Kami memiliki pergumulan doa yang salah satunya adalah ingin memiliki rumah sendiri karena kami selama ini kontrak rumah. Kami sudah menabung sedikit demi sedikit dari hasil kerja kami untuk uang mukanya, karena kami berencana akan beli rumah dengan KPR.

Pada Tahun 2017 Rumah Kontrakan kami tersebut pada awal nya mau dijual namun harga yang ditawarkan penjual sangat tinggi dan kami sudah menawar namun penjual tidak berkenan. Kami berpikiran apabila kami beli rumah tersebut maka kami tidak perlu packing dan pindah-pindah lagi karena melelahkan. Namun selang beberapa bulan setelah kami menawar, pemilik rumah memutuskan bahwa rumah tersebut tidak jadi dijual, dan artinya kami harus mencari rumah/ kontrakan yang lain.

Sekian lama kami mencari belum menemukan rumah yang cocok buat kami, dalam arti cocok harganya. Banyak rumah yang kami lihat namun harganya tidak cocok karena diluar kemampuan kami, dan kami merasa putus asa ditambah batas waktu kontrakan kami akan habis awal tahun depan dan harga kontrakan rumah dinaikkan harganya.

Di Bulan Februari tahun 2019, yang awalnya semangat kami dalam Tuhan kendor, ketika kami mendengarkan Khotbah mengenai Mujijat Besar, kami tangkap dan imani itu, iman kami dibangkitkan kembali, kami mulai bangun kehidupan doa Pondok Daud di keluarga kami, kami berdoa profetik dan menabur benih profetik, bahkan kami juga ikut gerakan doa puasa selama 40 hari. Kami terus bawa doa pondok daud, dan kami menuliskan di kartu mujijat semua pergumulan doa kami, bahkan kami bawa doa Fotokopi sertifikat rumah yang kami kontrak tersebut ke dalam pondok daud, kami hanya percaya jika memang Tuhan yang membuka pintu maka tidak ada satupun yang dapat menutupnya.

Pada awal Bulan Mei 2019, setelah pulang dari ibadah minggu di GBI KA Semarang, tiba-tiba ada seseorang yang mengunjungi rumah kami, yang merupakan perantara dari Pemilik Rumah, dan orang tersebut menanyakan apakah kami masih berminat membeli rumah tersebut. Kami jawab kami berminat, namun kami mau membeli dengan harga yang kami mampu. Kemudian perantara tersebut menyampaikan ke pemilik. Dan 3 hari setelah itu, pemilik menyatakan mau menjual rumahnya dengan harga yang kami mau. Kami sangat bersyukur sekali pada Tuhan.

Kami pun mengajukan KPR ke Bank, dan Puji Tuhan hanya butuh waktu 5 hari langsung di setujui oleh Bank. Kami juga sempat khawatir untuk biaya yang harus dibayarkan ke notaris, karena sisa tabungan kami tidak akan cukup untuk membayar biaya tersebut dan kami harus berhutang jika biayanya lebih dari yang kami miliki, kami berdoa kepada Tuhan mengenai biaya tersebut, sungguh Tuhan itu sangat baik dan mendengarkan setiap doa, pada saat kami diberitahu notaris biayanya, biayanya tidak lebih dari sisa tabungan kami, bahkan masih ada kelebihan untuk kami simpan.
Suatu hal yang luar biasa yang sama sekali tidak kami pikirkan.

Pada pertengahan bulan Juni 2019 Tuhan mengijinkan rumah tersebut menjadi milik kami, Tuhan melancarkan prosesnya. Dan yang membuat kami kagum akan perbuatan Tuhan adalah dalam waktu yang singkat Tuhan memberkati kami memiliki rumah sendiri sesuai dengan waktu-Nya.

Seringkali orang berpikir adalah suatu hal yang biasa untuk kontrak rumah, namun kami tidak mau berpikir seperti itu. Kami percaya Tuhan mau setiap anak-anak-Nya memiliki rumah, hidup kelimpahan dan kemakmuran, maka itu yang kami doakan dan imani setiap harinya. Kami juga percaya dan akan menantikan mujijat-Nya dalam pergumulan kami yang lain.
Demikian kesaksian kami, Tuhan Memberkati saudara semua.

(Sheandy dan Novy)

Liver Papa Sembuh, Doa Profetik Menyentuh Hati Tuhan

Shalom, nama saya Mery. Saya mau kesaksian tentang kebaikan Tuhan dalam keluarga saya. Bulan April lalu tema kotbah gereja adalah mujizat kesembuhan. Minggu keberapa gitu (saya lupa) Pak Obaja share tentang orang yang kesaksian kurang-lebih begini : “Neneknya sakit di RS, waktu itu dia di gereja dan berdoa untuk kesembuhan neneknya. Pulang dari gereja, ternyata kuasa Tuhan bekerja. Neneknya sudah sembuh”.

Selesai kotbah Pak Obaja bilang “ayo berdoa untuk kesembuhan mu atau orang yang ingin kamu doain”. Saat itu juga saya langsung ingat papa saya yang sakit liver. Beliau harus therapy minum temulawak terus setiap hari. Apanila tidak minum, bisa beresiko terkena kanker hati.

Saya berdoa sungguh-sungguh dan mengimani kesembuhan atas Papa saya. “Papa saya sembuh!, Amin”. Biasanya Pak Obaja jika sedang berdoa untuk kesembuhan, penyakit yang disebut pertama sakit jantung ato kanker. Tapi saat itu pertama kali yang disebut Pak Obaja “yg sakit liver, sembuh!” Seketika saya merinding dari ujung kepala sampe ujung kaki. Saya langsung imani sepenuh hati “amin! Papa sudah sembuh!”.

Hari selasa, saya iseng telpon papa. Papa saya di kalimantan. Saya di solo. Papa mengangkat telpon sudah beda nadanya. Sudah semangat. Tidak selemah kemarin-kemarin. Dengan semangatnya papa saya bilang kalo badannya sudah enakan banget. Saya tanya mulai kapan merasa enakan? Dia jawab 2 hari yang lalu. Itu berarti hari minggu! Hari di mana saya berdoa untuk papa. Saya langsung share sama papa tentang kejadian di gereja. Papa masih belum begitu percaya dan mau pergi check up ke Kuching, Malaysia.

Beberapa hari kemudian, papa saya pergi check up ke Kuching dan sungguh Tuhan Yesus luar biasa! Liver papa saya dinyatakan sembuh dan tidak perlu therapy temulawak lagi sama sekali! Haleluya!

Kesaksian saya ini bukan berarti doa saya hebat. Juga tidak berarti bahwa setiap doa saya langsung djawab Tuhan. Semua karena kemurahan dan anugerah Tuhan. Segala sesuatunya Tuhan buat indah pada waktu-Nya. Tetap percaya Tuhan itu baik. Tetap berharap. Tuhan pasti jawab dengan anugerah dan waktu-Nya.

Mari saudara, kita tangkap dengan sungguh-sungguh setiap firman Tuhan yang diajarkan melalui gereja kita. Kita imani dengan tetap setia melakukan bagian kita. Kalau Tuhan tolong Papa saya, Tuhan juga akan tolong saudara semua. Tuhan memberkati.

Mujizat Datang Melalui Pelayanan

Shalom nama saya David, saya ingin kesaksian tentang mujizat Tuhan yang luar biasa bagi kehidupan saya dan keluarga saya. Sekitar tahun 2016 pertengahan, saya memutuskan untuk pindah Kristen, mendekat kepada tuhan serta melepaskan usaha saya yang melenceng dari ajaran Tuhan, lalu memulai usaha yang baik.

Tetapi, semua usaha mengalami kegagalan, ada yang dibohongi orang sampai mengalami kegagalan. Semua sisa tabungan dan uang kami habis bahkan meninggalkan hutang dan cobaan didalam keluarga terus menerus terjadi. Puji Tuhan saya memiliki istri yang selalu suport saya dan kami semakin dekat dengan Tuhan dan melayani Tuhan diberbagai pelayanan di GBIKA. Pada waktu Pak Obaja memberi tantangan dengan doa berapa jam per hari dan puasa, saya langsung berkomitmen akan doa 4 jam per hari dan puasa 24 jam seminggu 3x.

Mulai bulan april, Tuhan memberikan mujizat terus menerus pada keluarga kami. Pada bulan april 2019 saya diterima kerja di perusahan besar di Solo dan puji Tuhan tanpa pengalaman kerja sama sekali (karena wiraswasta selama ini). Dan usia saya yang sudah 37 tahun, saya diberi posisi yang cukup nyaman buat diri saya. Saya melakukan pekerjaan dengan senang hati dan pada tanggal 11 Juni 2019 saya dipanggil atasan dan dinaikkan jabatan padahal saya baru bekerja 2 bulan.

Tidak berhenti disitu saja, saat saya pelayanan di call center GBIKA, waktu saya jaga malam hari ada yang minta didoakan via telepon dan dia meminta nomer telp pribadi saya. Setelah itu dia wa saya untuk berbicara tentang pekerjaan dan program-program GBIKA. Pada tanggal 21 Juni, beliau datang bersama istri ke Solo dan adik serta adik ipar untuk mengikuti MNS. Kami bertemu dan ngobrol sana sini termasuk tentang pekerjaan masing-masing. Ternyata mereka punya usaha yang mengharuskan mereka tiap bulan ke Malysia dan tiap taun min 5x ke Guangzhou – Cina.

Pada hari Sabtu mereka saya ajak kebaktian di GBIKA dan setelah kebaktian ISS kami pergi makan bersama. Ditengah-tengah perbincangan kami, dia bilang bahwa saya diminta untuk ikut tiap kali dia ke Malaysia atau ke Guangzhou – Cina. Saya diminta untuk memilih barang yang akan dibeli dan bisa dijual lagi dan dia yang akan bayar semua tanpa terkecuali. Itu membuat saya tertegun dan menangis saat itu juga. Pergumulan kami sekeluarga dijawab Tuhan luar biasa.

Terimakasih Tuhan atas mujizat-Mu yang luar biasa kepada keluarga kami.

Matius 25:21 (TB)
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Emanuel David – Pendoa ISS

Mama dan Koko Kembali Beribadah, Doa Profetik Saya Dijawab Tuhan

Nama saya Silfia dari Keluarga Allah Madiun. Izinkan saya membagikan kesaksian atas kemurahan Tuhan untuk keluarga saya. Saya masuk ke gereja keluarga Allah karena mama saya yang mengajak. Tetapi dengan berjalannya waktu mama saya pun undur dari gereja, tidak mau ibadah lagi. Sedangkan saya sudah mulai masuk dalam pelayanan.

Saya rindu terjadi pemulihan dalam keluarga saya. Saya terus doakan dan berkata profetik bahwa mama akan datang ibadah karena rindu akan Tuhan. Selalu saya doakan itu bahkan tidak hanya mama saya, tetapi seisi rumahku bersama sama datang ibadah, memuji dan mengasihi Tuhan. Saya rindu terjadi pemulihan dalam keluarga saya.

Ketika saya ceritakan ke teman sel saya dan KKS saya, saya selalu dikuatkan untuk tetap mendoakan mereka, dan mereka pun membantu dalam doa. Setelah berjalannya waktu, saat hari minggu datang mama saya sedang mendapat giliran untuk piket kerja saat itu, saya menerima whatsapp bahwa intinya mama mau ke gereja hari itu. Saya langsung berkata Puji Tuhan dan saya menangis tapi bukan menangis sedih tapi menangis sukacita, karena Tuhan sebegitu baiknya saya dan setelah itu pun saya bersaksi pada kks saya.

Saya imani bahwa akan terus ke gereja dan selalu tambah rindu akan hadirat Tuhan. Saya tetap doa profetik terus supaya iman mama saya naik dan saya pun melihat bahwa mama saya sudah bisa berbahasa roh lagi setelah sekian lama tidak mengaktifkan manusia rohnya. Waktu berjalan dan mama saya semakin rajin untuk mendengarkan pujian, khotbah dari Pak Obaja, Pak Jo, dan Bu Nita, dan mama saya semakin digerakkan untuk mengikuti doa puasa 40 hari dan pondok daud bahkan beliau juga mendaftar untuk mengikuti encounter.

Dari situ koko saya pun sudah 2 minggu ke gereja, mungkin belum datang ke Keluarga Allah, tapi saya imani Tuhan akan melembutkan hatinya sehingga mau beribadah di Keluarga Allah, agar mengalami kebaikan Tuhan sama seperti yang sama alami. Amin.

Sekian kesaksian dari saya, kiranya dapat memberkati dan membangun iman kita kepada Yesus. Mari saya ajak saudara semua untuk tetap setia akan firman Tuhan dan mengikuti setiap kegerakan gereja serta pengajaran dari gereja kita. Tuhan Yesus Memberkati.

Doa Profetik Membawa Kemenangan dan Terobosan, Perusahaan Saya Tidak Jadi Ditutup

Shalom, saya rindu bersaksi atas Mujizat Tuhan dalam hidup saya dan keluarga.

Tahun 2017, saya mendapatkan reminder untuk melakukan perpanjangan ijin tinggal dan kewarganegaraan di luar negeri, hal ini nyaris saya terlupa karena yang terakhir lebih dari 10 tahun yang lalu.

Walaupun banyak dari kawan saya yang mengingatkan untuk mempersiapkan segala hal sesuatunya lebih baik karena sejak lama sudah banyak sekali perubahan persyaratan perpanjangan, saya pribadi tetap percaya diri bahwa semua hal pasti akan lancar, karena ini bukan kali pertama saya perpanjangan.

Bulan Mei 2018, Keluarga Allah mengadakan KKR 10 hari, ketika itu saya bertemu Pak Obaja dan meminta untuk didoakan karena awal Juni harus terbang ke luar negeri untuk perpanjangan, dan waktu itu Pak Obaja hanya bilang bahwa Tuhan akan membukakan hal-hal yang baru.

Jujur saya tidak mengerti sama sekali karena Rhema yang diberikan ini berbeda dari hal yang sebenernya ingin saya dengar tentang jawaban doa saya untuk perpanjangan tersebut. Tetapi saya memilih untuk percaya bahwa Tuhan Yesus telah memberikan jawaban doa saya melalui Pak Obaja.

Bulan Juni 2018, tibalah saat saya ke imigrasi untuk proses perpanjangan, walaupun dengan percaya diri karena merasa tidak pernah ada masalah, Tuhan ijinkan untuk permohonan perpanjangan saya ditolak.

Saya diberi toleransi 1 tahun untuk menutup perusahaan atau mengubah menjadi penanaman modal asing, mengembalikan fasilitas rumah dari pemerintah, dan pembatalan fasilitas kesehatan.

Saya sekeluarga shocked dan tidak tahu harus bagaimana lagi, dan setiap teman yang saya temui selalu bilang kalau sudah ditolak tidak ada pilihan lain, dan memang sejak 3 tahun terakhir banyak sekali permohonan yang ditolak.

Akhirnya karena sudah tidak ada jalan, saya dan keluarga memilih untuk bersatu hati dan mempraktekan Doa Profetik, kami perkatakan bahwa Tuhan Yesus pasti akan lakukan mujizat terobosan untuk kami.

Juni 2019, setelah saya hadir di 3 hari pertama di KKR 10 hari, bersama keluarga saya kembali terbang keluar negeri untuk menyelesaikan proses dari 2018. Sambil berdoa Profetik, pagi itu saya kembali ke kantor imigrasi. Dan diluar dugaan ijin kewarganegaraan saya diperpanjang, bahkan diperpanjang untuk waktu yang sangat lama. Ini sungguh mujizat dari Tuhan karena belum pernah terjadi sebelumnya, dan banyak teman yang kaget juga. Saya tidak jadi menutup perusahaan saya, bahkan Tuhan bukakan banyak kesempatan baru untuk perusahaan saya. Kami sekeluarga jadi teringat, Ini percis seperti yang Pak Obaja Rhemakan bahwa akan banyak pembukaan-pembukaan baru.

Saya tahu bahwa Tuhan mampu memberikan perpanjangan pada tahun 2018, tetapi Tuhan ingin saya tidak mengandalkan diri sendiri, tetapi mengandalkan Tuhan didalam segala hal, dan terlebih dari itu mengalami perjumpaan pribadi dengan Dia selama proses penantian untuk mengalami kemenangan setahun kemudian. Luar biasa sekali karya Tuhan didalam hidup saya.

Demikian kesaksian saya, kiranya bisa menjadi berkat bagi saudara semua dan mari saya ajak untuk mampu menangkap setiap rhema firman Tuhan yang diajarkan gereja kita. Saya sungguh sangat percaya dan yakin apabila saya mengalami mujizat, terlebih saudara juga akan mengalaminya.

Tuhan Yesus Memberkati

Pengampunan Membawa Saya Mengalami Mujizat Memiliki Rumah Idaman

Shallom, perkenalkan nama saya Wendy. Saya ingin menceritakan mujizat Tuhan yang saya alami. Di tahun 2012 saya mengalami penipuan sebesar 17 juta rupiah, tidak hanya tabungan saya saja tetapi tabungan orangtua yang saya pinjam juga. Saat saya menyadari bahwa ini penipuan, saya langsung down, saya merasa bersalah kepada orangtua saya karena tabungan mereka juga menjadi korbannya. Namun setelah saya menelepon mama saya dan mendengar responnya yang positif dan menenangkan saya, kemudian hilang semua kegelisahan, perasaan bersalah, kekecewaan. Hanya 5 menit saya diizinkan merasakan kekalutan luarbiasa itu dan kemudian bisa melepaskan pengampunan pada pelaku dan bahkan mengimani bahwa Tuhan sanggup nggantinya berlipat kali ganda.

Singkat cerita pada tahun 2013 benar saja saya akhirnya memberanikan diri untuk mengambil KPR rumah. Saat itu saya tidak mempunyai tabungan bahkan untuk sekedar DP. Tuhan tidak lepas tangan, Ia menyediakan dana yang saya butuhkan untuk DP tersebut tepat pada waktunya dan saya pun dapat melanjutkan proses KPR 15 tahun. Bahkan jumlah yang digantikan oleh Tuhan itu lebih besar dari kerugian saya akibat ditipu pada tahun sebelumnya. Tahun berikutnya saya juga mengalami mujizat Tuhan. Saat itu keluarga saya rindu memiliki sebuah mobil walaupun sederhana. Uang yang saya punya hanya mampu membeli mobil kuno tahun 90an akan tetapi Tuhan berkarya lagi dan memberikan mujizatnya, tiba-tiba ada yang menawarkan mobil bekas kondisi istimewa yang hanya dipakai 6 bulan saja dengan harga cukup murah. Kekurangan dana pun Tuhan yang tambahkan dan sediakan melalui cara-caraNya yang ajaib. Sungguh nyata saat kita benar-benar hidup dalam kasih Tuhan, mujizat demi mujizat pasti kita alami.

Dua tahu setelah itu, tiba-tiba ada seorang teman yang mencari rumah untuk dibeli. Saya sekedar iseng saja menawarkan rumah saya dan secara mengejutkan dia pun mengiyakannya. Saya masih bergumul sebab rumah ini belum lunas masih menyisakan 12th kredit berjalan. Secara ajaib lagi cara Tuhan melepaskan saya dari sisa 12th kredit. Tuhan menyediakan dana hingga akhirnya semua dapat tertutup lunas.

Saya pun mulai berpikir harus membeli rumah lagi jika rumah ini dibeli kelak. Saat kami sekeluarga mencari rumah baru untuk dibeli, saya kena tipu lagi namun puji Tuhan dalam hal ini kecil hanya 480rb saja namun seperti sebelumnya, saya langsung melepaskan pengampunan, dan mengimani bahwa Tuhan akan mengganti berlipat kali ganda. Mujizat kembali saya alami, Tuhan memberikan rumah yang harganya jauh lebih mahal dari rumah sebelumnya dan Tuhan sediakan dananya tanpa saya harus terbebani KPR. Rumah idaman yang lebih dekat ke kota. Kemurahan Tuhan sangat nyata, bahkan saat kita merasa dirugikan dalam hal ini ditipu, Tuhan dapat membalikan hal itu menjadi keuntungan bagi kita. Jangan pernah berhenti berharap pada Yesus, sebab janji-Nya adalah ya dan amin. Tangkap dan imani hal ini agar tiap kita dapat menerima terobosan dan mujizat besar dari Tuhan. Terimakasih dan Tuhan Yesus memberkati.

Tuhan Sembuhkan Saya Tanpa Harus Operasi

Shalom Ps. Obaja Tanto Setiawan dan saudara semua, saya ingin menyaksikan mujizat yang saya alami. Dua bulan yang lalu (Januari 2019) saya mengalami sakit pada bagian lutut, lalu saya periksakan ke dokter. Dokter sarankan saya untuk X-Ray dan hasilnya dokter mengatakan saya harus operasi karena didalam tulang lutut saya ada tumbuh tulang yang seperti duri. Itu ada di kaki sebelah kanan dan kiri.

Kalau saya pakai buat jalan, itu sangat sakit sekali dan sangat mengganggu dalam saya bekerja. Saya tanya dokter bagaimana solusi atas sakit yang saya alami. Satu-satunya jalan saya harus ganti tempurung dengan biaya US $ 30.000. Saya berdoa minta Tuhan beri hikmat supaya saya melangkah seturut kehendak-Nya.

Saya coba ganti dokter, dan dokter sarankan saya untuk X-Ray dan sonogram (Februari 2019). Saya nurut apa yang dokter sarankan. Dokter katakan saya harus buat appointment 1 minggu untuk kembali lagi melihat hasilnya. Tidak kebetulan bulan February Ps. Obaja sampaikan untuk membuat catatan pergumulan lalu didoakan dan diserahkan penuh kepada Kuasa Tuhan seperti Hiskia. Saya lalukan dan mengikuti ibadah secara livestreaming. Rasanya seperti saya datang langsung di Solo.

Seketika saya doa profetik dan saya tumpang tangan pada bagian yang sakit. Mujizat Tuhan nyatakan, lutut saya bisa buat lompat-lompat lagi. Saya percaya itu Tuhan sendiri yang mengganti lutut saya dengan yang baru. Dokter suruh saya kembali hari Selasa, 2 minggu yang lalu, tetapi saya salah lihat tanggal dan datang hari Kamis. Nurse menolak dan disuruh datang hari Selasa pagi tadi (12 Maret 2019). Saya bertemu dengan dokter dan hasilnya lutut saya bagus tidak ada masalah.
Jehova Rapha, Tuhan sudah membuat mujizat dalam hidup saya. Demikian kesaksian saya, kiranya boleh menjadi berkat bagi kita yang percaya atas Kuasa-Nya.

Febe Oei – USA