DIBANGKITKAN, DIPULIHKAN, DAN TERIMA KEKUATAN BARU

Shalom, saya Maida Manik dari Kalimantan Barat, anggota komsel GI193 KKS Bp. Markus Wibowo. Saya mau menyaksikan kebaikan Tuhan yang sudah menyembuhkan saya dan memulihkan keluarga saya. Akhir Januari 2021 saya gabung di Gereja Internet 09 KA, dan 4 Februari 2021, saya digabungkan di Komsel GI 193, pada saat itu saya belum terlalu paham tentang komsel. Akhir Februari karena sibuk bekerja, hubungan saya dengan Tuhan berkurang, awal nya kalau belum baca Firman dan ikut Pondok Daud online minimal 1 jam saya merasa seperti ada yang kurang, tapi lama kelamaan sudah terbiasa, dan ditambah lagi saya merasa kecewa dengan seseorang, membuat saya semakin jauh dari Tuhan. Awal Maret asam lambung saya naik, tensi dan gula darah saya rendah sekali, saya benar-benar tersiksa karena jangankan berjalan, duduk 10 menit pun saya tidak sanggup. Tanggal 6 April saya melihat tentang RE di group GI yang diadakan tgl 28 April dan entah kenapa saya penasaran dan saya tanya ke KKS saya pak Markus Wibowo, beliau menjelaskan dan di akhir percakapan saya bilang, pak tolong doakan saya ya, hari ini genap sebulan saya sakit, lalu pak Marcus bilang kenapa gak bilang dari awal Bu, kita ini keluarga Rohani kalau ada pergumulan kita bantu doakan sama-sama, dari situ sepertinya Roh saya bangkit, saat pak Marcus bilang keluarga rohani, saya bangkit lagi, saya daftar ikut RE. Sejak dari situ sepertinya saya punya pengharapan untuk sembuh, dan saya ikuti lagi live zoom Pak Obaja Rabu dan Kamis, kalau saya gak sanggup duduk saya matikan kameranya, saya mohon ampun sama Tuhan, dan saya memperbaiki hubungan dengan Tuhan, kalaupun saya mati karena penyakit ini saya mau mati di dalam Tuhan, saya gak mau masuk neraka itu yang ada di pikiran saya. Luar biasanya Tuhan kita, tgl 18 April saat RE seharian saya sanggup duduk mengikuti semua acara, saat konseling juga saya sanggup duduk, selesai RE saya lanjut ikut KKR disitu saya benar-benar dilawat Tuhan. Masuk bulan Mei, rhema firman Tuhan tentang keluarga. Saya tangkap rhema tersebut dan saat tgl 26 live streaming with Ps. Obaja saat kesaksian ibu Yuli saya meneteskan air mata. Dalam hati saya berkata Tuhan saya rindu bisa beribadah bersama dengan keluarga saya seperti ibu Yuli. Puji Tuhan tgl 27 doa saya langsung dijawab Tuhan, saya ajak anak saya yang laki-laki ikut zoom ternyata suami saya juga ikut, selama ini suami saya anti dengan ibadah online. Sekarang kami sama2 mengikuti live zoom pak Obaja Rabu dan Kamis, ibadah Minggu dan setiap hari ikut MDP, bahkan ikut komsel, saya sangat bersyukur pada Tuhan Yesus yang ajaib sanggup mengubah segalanya. Terimakasih buat pak Obaja, Bu Guntur dan pak Markus yang selalu menguatkan saya, GBU.

Narasumber Kesaksian: Maida Manik – Kalimantan Barat

TUHAN BERKATI KELUARGA KAMI DAN TUHAN PAKAI SAYA UNTUK MELAYANINYA

Shalom, Pak Obaja dan teman-teman di Keluarga Allah yang diberkati. Nama saya Suryani, dan saya tinggal di Sidney (asal saya dari Solo juga).
Dengan kemurahan Tuhan saya mengenal Keluarga Allah melalui KKS saya, ibu Tina beberapa tahun yang lalu. Kira-kira 3 tahun yang lalu, oleh kemurahan Tuhan, ibu Tinawati mengajak saya ibadah di GBI Keluarga Allah Widuran untuk pertama kalinya. Kami sekeluarga merasa sangat diberkati, dan yang melekat di hati saya waktu itu, kami sempat bertemu dan diberkati dan didoakan oleh pak Obaja. Pak Obaja sampaikan ke saya bahwa anak saya (yang ada nama aslinya Grace) agar memakai nama Grace, pasti nanti akan ada perubahan dalam hidupnya. Dan pak Obaja juga memberitahu ke saya, bahwa untuk selanjutnya belajar untuk melayani di bawah ibu Tinawati.

Dan benar yang dikatakan oleh pak Obaja, setelah kami kembali ke Sidney dan bekerja lagi, anak saya mendapatkan favor demi favor Tuhan dalam hidupnya, dan juga kemurahan demi kemurahan Tuhan, garce demi grace, di rumah tangga, pekerjaan dan setiap aspek dalam hidupnya. Dan mulai saat itu, selalu melekat di hati saya, bahwa pak Obaja seperti memberi saya suatu rhema untuk melayani Tuhan, tetapi belum sempat terjadi untuk sekian lamanya, lalu kami kembali ke Sidney dan mulai bergabung di Komsel 07 dibawah bimbingan ibu Tinawati, dan juga bergabung di Gereja Internet Keluarga Allah.

Melalui Komsel ini, kami sangat-sangat diberkati dan bertumbuh dalam firman Tuhan. Kami merasa menjadi bagian dari Keluarga besar komsel 07 yang sangat saya cintai. Setiap Senin kami berkumpul secara online dan Whatsapp, dan bersama-sama belajar firman Tuhan. Pada awalnya merasa seperti rutinitas yang menyenangkan untuk belajar firman Tuhan bersama. Meski kami berbeda negara, tapi kami merasa dekat satu dengan yang lain. Kami tinggal di luar negeri, tetapi memiliki keluarga komsel yang selalu memperhatikan dan menguatkan satu dengan yang lain, hal ini sungguh sangat berharga bagi kami disini. Juga kami diberkati sekali oleh KKS ibu Tinawati yang tidak pernah jemu, telaten, selalu membimbing, dan mengajar firman Tuhan. Lama kelamaan timbul suatu kerinduan dalam hati saya yang cukup besar untuk komsel setiap minggu, dan selalu menanti-nantikan hari Senin untuk komsel.

Dengan berlalunya waktu, awal tahun ini covid melanda, dan kami di Sidney juga mengalami lockdown. Tapi justru di masa-masa ini Tuhan sungguh membuka kesempatan saya pribadi untuk bisa melayani/berbuat sesuatu untuk Kerajaan Allah meskipun kecil.
Waktu lockdown terjadi, justru di masa ini pintu pelayanan bagi saya pribadi terbuka. Bu Tina memberi saya kesempatan untuk memandu sharing di komsel, dan itu adalah hal yang luarbiasa bagi saya. Saya juga dibantu oleg Grace, untuk saya bisa menterjemahkan ReKA Harian (Renungan Harian) – Daily Devotion dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Mungkin itu suatu pelayanan yang kecil, tapi bagi saya itu sangat berharga, karena di masa lockdown ini justru saya bisa melayani Tuhan.

Saya sering rindu untuk bisa melayani di GBI Keluarga Allah Widuran, tapi karena sepertinya bagi saya tidak mungkin, karena jarak dari Sidney ke Solo, tetapi Tuhan berkarya di tengah kemustahilan ini, sehingga jarak tidak menghalangi untuk Tuhan membukakan pelayanan bagi saya.
Sejak saya dan anak saya aktif bergabung di Gereja Internet, jujur hidup kami juga diubahkan secara luarbiasa, kami sadar sepenuhnya, sejak bergabung di komsel 07 dan memberikan hati sepenuhnya (bukan setengah-setengah) untuk melayani, yang luarbiasa itu ada damai, sukacita, pertolongan-pertolongan yang supranatural dari Tuhan, breaktrough-breaktrough yang tidak pernah terlintas di pikiran saya, dan juga seperti ada hadirat Allah yang terus menerus membimbing kehidupan kami.

Memang tantangan demi tantangan tetap kami alami, tetapi selalu ada pertolongan dan jalan keluar.

Saya mau mengucapkan sekali lagi terimakasih bapak Obaja, terimakasih ibu Tina yang tercinta dan selalu telaten membimbing kami. Kerinduan saya adalah untuk terus melayani. Dan ibu Tina juga mendorong saya untuk SOM, tapi karena akhir tahun ini saya belum bisa, maka tahun depan supaya saya bisa mengikuti dan menuju untuk saya bisa menjadi seorang KKS, dan kerinduan saya membawa Injil ke orang-orang yang belum mengenal terang.

Dan akhir tahun ini secara luarbiasa Yesaya 60 juga terjadi di dalam kehidupan kami, di dalam segala aspek rumah tangga saya, pekerjaan dan keluarga besar semuanya.

Terimakasih, sekian kesaksian saya semoga bisa menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati.

Narasumber Kesaksian : Suryani – Sidney (Australia)

HATI ANAK KEMBALI PADA BAPA DAN SIAP DIPAKAI BAPA

Empat tahun yang lalu disaat hidup saya dalam persimpangan, saya bermimpi rapture saya melihat Roh Tuhan Yesus melayang layang dan saat saya panggil Yesus Yesus, terlihat Yesus cuma melihat dengan pandangan marah dan kecewa kepada saya dan meninggalkan saya, kemudian saya dengar suara “pada waktu itu semua orang berkata “Yesus Yesus” tapi Aku berkata, Aku tidak mengenal engkau” kemudian saya lihat mahkota terang sekali turun ke atas GBI Keluarga Allah Solo. Saya langsung dalam hati “oh itu mahkotanya Pak Obaja”, kemudian saya bangun dari tidur saya.

Saya masih meninggalkan Yesus bahkan saya sampai pindah agama di th 2017. Selama 3 tahun saya hidup diluar Yesus, hidup saya hancur sekali, saya dengar dakwaan iblis dan selama 3 tahun saya sulit tidur Pak, bahkan saya beberapa kali sempat berniat bunuh diri.

Hingga pada akhirnya di Desember 2019 saya mau kembali kepada Yesus. Saya minta ampun kepada Tuhan Yesus dan disitu saya mendapat suatu penglihatan, saya berjalan di malam gelap sekali, pakaian saya compang-camping, tubuh saya penuh dengan luka dan berbau anyir, saya jijik sekali sama diri saya sendiri, tapi kemudian saya lihat ada rumah besar dan terang sekali, di alam roh saya tau rumah itu adalah rumah tuan tanah ditempat itu. Kemudian saat saya berjalan saya melihat ada seorang Bapak berdiri didepan rumah terang tersebut seperti sedang menunggu seseorang. Dan saat saya melangkah satu Langkah, tiba tiba Bapak tersebut berlari ke saya dan memeluk saya, Bapa itu adalah Tuhan Yesus memeluk saya, tidak menghakimi dan hanya berkata “anakKu jubahmu telah Kusiapkan.”

Dan saat saya amen, saya merasa beban yang di Pundak saya tiba-tiba hilang, saya ingat ayat yang berkata “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan”. Saya dilepaskan dari hamba dosa menjadi hamba Tuhan. Dan saya dimbimbing Roh Kudus untuk mencari GBI Keluarga Allah Solo, karena pada waktu itu saya tiap minggu bolak balik Jakarta Solo. Saya bersyukur GBI Keluarga Allah memiliki gereja internet, saya langsung mendaftar jadi anggota gereja internet dan langsung tergabung di Komsel gereja Internet.

Karena Roh Kudus maka saya berani bersaksi tentang Yesus bahkan saya punya tujuan hidup yang baru yaitu menjadi saksi Kristus. Tuhan berikan percepatan kepada saya secara luar biasa. Saya mengikuti SOM, saya mengikuti pelatihan KKS dan pada April 2021 saya dilantik menjadi KKS.
Tuhan Yesus dahsyat.

Wulan di Jakarta

Bertumbuh Di Gereja Melalui Ibadah, Tuhan Sembuhkan Dan Bisa Menjangkau Jiwa

Saya lahir dari keluarga yang sudah mengenal Tuhan sejak kecil, dan dididik dengan iman Kristiani, namun sekitar 10 tahun lalu, Tuhan izinkan saya mengalami sebuah peristiwa yang membuat saya tidak berhenti menyalahkan diri saya sendiri dan orang sekitar saya, yang lama kelamaan akhirnya membuat hubungan saya juga dengan Tuhan menjadi suam-suam kuku, sampai akhirnya saya benar-benar hidup dengan kekuatan sendiri dan tidak melibatkan Tuhan dalam hal apapun, bahkan sudah sempat terpikir untuk meninggalkan Tuhan.

Namun bulan April 2020 saya mengalami satu penyakit yang aneh, seluruh tubuh saya merah dan tanpa sengaja pas saya buka lihat youtube ada khotbah Ps. Nita tentang Kesembuhan Ilahi, saya ikuti khotbah itu, iman saya bangkit, saya berdoa dan saya disembuhkan oleh Tuhan. Sejak saat itu saya kembali datang pada Yesus dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.

Desember 2020, Masih ingat tepatnya tanggal 18 Desember 2020, saya tiba-tiba merasakan badan saya lemas, dan demam yang tidak berhenti sepanjang hari. Sampai akhirnya saya diharuskan dalam perawatan dokter di salah satu RS di Jakarta Selatan. Kondisi saya semakin hari semakin kritis, dan ternyata ada masalah infeksi dengan paru-paru sebelah kiri, dan itu juga membuat saya sering kesulitan bernafas.

Pada malam natal, 24 Desember 2020, saya rindu sekali ikut ibadah onsite, namun kondisi saya tidak memungkinkan, meskipun dengan kondisi tubuh yang sangat lemah, bahkan jari-jari saya jadi membiru karena demam yang cukup tinggi, saya tarik kursi, dan duduk di depan screen untuk mengikuti ibadah online streaming, pada saat itu Firman Tuhan disampaikan oleh Ps.Jonatan Setiawan. Setiap kata per kata, setiap rhema yang saya terima melalui Firman Tuhan yang disampaikan, saya imani, dan saya masih ingat salah satu rhema yang disampaikan oleh Ps. Jonatan bahwa “Malam ini juga Tuhan akan mengerjakan pekerjaan besar atas hidupmu ….” Saya Imani, dan saya lanjut istirahat.

Tanpa disadari, di malam yang sama, seorang teman dekat saya yang belum mengenal Yesus, mendapatkan penglihatan, di malam itu, Seorang berbaju Penggembala Domba, dengan rambut cokelat dan ada mahkota di atas kepalaNya, sedang membuka tanganNya kearah saya, Besok paginya, teman saya menyampaikan kejadian di malam natal itu. Akhirnya ditengah kelemahan saya, saya berjuang untuk memberitakan injil keselamatan, saya ceritakan siapa Yesus dan kita banyak sharing dengan saya tetang Firman.

Ditengah kondisi sesak dan susah bernafas, dengan saturasi oksigen yang sangat rendah 50-60%, saya mendengar suara yang berbisik perlahan di dalam hati saya, “ Saya belum selesai dengan kamu Joy,” hingga akhirnya pelan–pelan saya kembali merasakan ada aliran udara yang dingin, pelan dan pelan masuk ke dalam paru–paru saya, hingga saturasi oksigen saya naik ke angka 70%, meskipun angka tersebut belum normal, namun malam itu saya merasakan Tuhan memegang tangan saya.

Hati saya terus dipenuhi kelimpahan, meskipun dengan kondisi fisik yang lemah, hingga akhirnya Jumat malam tgl 01 Jan 2021, sekitar jam 10 malam, saya didoakan oleh Ps.Nita Setiawan dan Rendra. Saya merasa di teguhkan karena Ibu Nita dan Rendra juga memperkatakan perkataan yang sama bahwa Tuhan belum selesai dengan hidup saya.

04 Jan 2021, Kondisi saya semakin membaik, dan akhirnya saya sudah bisa kembali ke rumah, hari demi hari kesehatan saya semakin dipulihkan oleh Tuhan, bahkan teman saya tadi yang belum mengenal Yesus , ingin ikut beribadah di GBIKA secara langsung, puji nama Tuhan. Ditengah keterbatasan saya Tuhan pakai saya untuk selamatkan jiwa.

Melalui Retreat Encounter, Saya Bisa Mengampuni Dan Mengalami Pemulihan

Shalom, perkenalkan saya ibu Yuni dari Bekasi. Pada tahun 2015 itu saya pindah ke Bekasi. Di Bekasi saya juga sudah pelayanan. Hidup saya full untuk Tuhan. Anak-anak saya juga melayani Tuhan.

Di bulan Juli 2019, saya dilecehkan oleh seorang hamba Tuhan. Disitu saya berontak. Saya sudah melayani Tuhan, hampir semua waktu saya untuk Tuhan. Tapi kenapa Tuhan ijinkan ini terjadi pada saya.

Dari situ saya benci orang Kristen apalagi hamba Tuhan yang tahu kebenaran Firman Tuhan tapi tingkah lakunya tidak benar.

Sejak itu saya tidak pernah ke gereja. Sampai akhirnya masuk 2020 di saat pandemi, saya buka youtube: Doa Bareng Ps. Jo. Hampir setiap saat saya selalu mengikuti. Waktu papa saya sakit juga didoakan oleh Ps. Jo, walaupun lewat online, tetapi kuasa Tuhan bekerja luarbiasa, Papa saya sembuh.
Tapi hati saya kosong, daging saya lebih menonjol bila saya ingat kejadian waktu itu.

Akhirnya saya isi form untuk gereja internet, dan saya masuk dalam komsel G1/81 dengan KKS ibu Tulus. Beliau membimbing saya, sampai saya ikut SOM dan ikut Reatreat Encounter.

Tidak kebetulan saya dipertemukan dengan orang-orang yang luarbiasa, termasuk konselor saya Ibu Yuyun. Walaupun kita tidak bertatap muka sebelum Retreat dimulai dan waktu konseling, tapi saat itu Tuhan berkerja luar biasa melalui Bu Yuyun. Hati saya yang keras akhirnya bisa mengampuni orang itu dan memaafkan dia, memberkati dia dan keluarganya.

Saat itu saya merasa plong, tidak ada beban, hidup saya menjadi tenang.

Saya ikut Retreat encounter online sampai akhir dan setelah saya didoakan untuk yang terakhir, Luar biasa.. Tuhan tidak pernah tinggalkan saya, walaupun saya sudah jauh dari Dia

Terima kasih buat Pak Obaja dan Keluarga Allah yang mempertemukam saya dengan orang-orang hebat, orang-orang yang luar biasa. Untuk Ps. Jo yang sering doakan saya, walaupun beliau tidak kenal dengan saya, Untuk KKS saya yang selalu membimbing saya, dan Bu Yuyun yang setia berdoa untuk saya, sehingga saya bisa melangkah ke depan, melupakan masa lalu, karena ada masa depan yang penuh berkat menanti saya, Amin.

Demikian kesaksian saya.
Semoga menjadi berkat.
Tuhan Yesus Memberkati.

Dorongan Dari KKS Di Komsel Membuat Saya Mengalami Terobosan Dalam Pekerjaan

Syalom, saya mau bersaksi, di masa pandemi ini banyak perusahaan yang drop, termasuk tempat kerja saya dan suami. Sejak bulan September kemarin suami sudah tidak bekerja lagi di tempat kerjanya. Saya yang baru cuti lahiran mendapat info di tanggal 20 September kemarin bahwa saya hanya bisa bekerja hingga bulan November saja.

Secara manusia saya merasa takut dimana kami berdua akan tidak memiliki penghasilan, namun entah mengapa di saat itu saya percaya bahwa Tuhan yang akan selalu menjaga kami semua. Saya mencoba untuk apply pekerjaan kembali awalnya, namun suami saya meminta saya untuk tidak mencari pekerjaan kembali dan fokus di rumah sambil menjalankan usaha online saja. Saya mendengarkan yang suami saya minta dan berkata, “ ok saya tidak apply kerja lagi, kemarin adalah lowongan terakhir yang saya apply. Jika Tuhan mau saya bekerja saya akan bekerja, namun jika tidak maka saya tidak akan bekerja”.

Waktu berjalan, hingga mid Oktober saya tidak mendapat panggilan dari tempat manapun yang saya apply, namun tiba-tiba tanggal 16 Oktober, kepala divisi saya memanggil saya dan menginfokan kalau di regional membutuhkan orang, dan saya bisa bekerja dimana saja tidak harus di kantor, dan juga direktur saya pun meng-endorse saya untuk posisi ini. Di saat ini saya langsung di buat kagum luar biasa kembali oleh Tuhan dimana di waktu sebelum saya benar-benar kehilangan pekerjaan saya dia memberikan harapan, dimana posisinya lebih tinggi dan juga saya bisa bekerja hanya dari rumah sehingga permintaan suami saya agar saya di rumah saja bisa terpenuhi tanpa saya perlu saya apply pekerjaan di sana sini.

Waktu belum ada keputusan apakah akan di terima atau tidak, saat komsel KKS saya memberikan pesan bahwa ayo kesaksian dan kalahkan pendakwamu, lalu saya memberikan kesaksian saya pada hari Sabtu beberapa waktu yang lalu dan saya imani bahwa ini adalah dari Tuhan, sampai sini saja saya sudah merasa kagum akan kebaikan Tuhan. Saya percaya bahwa pekerjaan ini sudah saya dapatkan.

Hari Seninnya saya diinfokan bahwa saya mendapatkan pekerjaan ini. Tuhan Yesus sungguh baik, semoga kesaksian ini bisa menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

*Yulia*

Menanggapi Kegerakan Apostolik Dari Gereja Dan Tuhan Ikut Berkarya

Shalom, perkenalkan nama saya Naomi Erna dan putri saya Agnes Oktaviana Ayu. Kami sekeluarga sangat bersyukur jadi bagian dari gereja keluarga Allah, dan memiliki Gembala yang baik Bapak Pendeta Obaja dan kami selalu mengikuti kegerakan beliau.

Sebelum ada corona kami selalu share kegiatan gereja, tujuannya untuk menguatkan iman saudara, teman dan org yg melihat postingan kami. Dan saat kami pindah karena tugas suami, kami tetap melakukan hal yang sama. Apa yang kami lakukan ini tidak mulus-mulus saja, banyak rintangan, olokan kadang kami terima.

Disaat pandemi kami justru semakin gencar untuk menshare kegerakan gereja, semua karena karya Tuhan Yesus. Dan saya juga mengarahkan anak saya untuk bagi link dan juga mengajak teman-temannya untuk lebih dekat pada Tuhan dan tetap ibadah. Walaupun ada juga yg menolak, tapi kami selalu mendukung dengan doa bersama setiap saat, dan Puji Tuhan pelayanan kami, Tuhan bukakan dan semakin Tuhan tuntun lebih lagi. Kami juga terheran-heran yang dulunya mengolok olok, memandang sebelah mata justru Tuhan putar balikkan, mereka mulai chat, telp dan datang untuk lebih mengenal dan diajak untuk ibadah dan komsel.

Dan sungguh luarbiasa dari Guru, dan teman 2 anak saya pun Tuhan jamah. Dan satu hal yang Tuhan kerjakan secara dasyat 1 teman dekat anak kami Tuhan jamah sampai seisi keluarga dan juga teman-teman hobby motornya, semua mau bertumbuh di dalam Tuhan.

Kuasa Tuhan benar-benar mulai berkarya, dari berbagai kota dan daerah Tuhan datangkan. Mereka mulai mengikuti ibadah sungguh-sungguh, ikut kelompok sel, ikut Pondok Daud, bahkan ada yang belum terima Yesus dan sekarang ikut Tuhan Yesus.

Sesuatu yang luar biasa yang Tuhan kerjakan dasyat dan ajaib dalam pelayanan kami, yang tadinya pelayanan banyak kendala, banyak rintangan, tapi justru Tuhan bekerja sungguh ajaib. Kami juga bersyukur memiliki KKS yang luar biasa ( Kak Endah , FTKA 133 ) yang siap mendengar dan mensuport kami selalu. Jadi apapun pelayanan kita, asalkan kita dekat melekat, melakukan dengan komitmen dan tulus, meresponi dan bereaksi menanggapi kegerakan Gembala kita ( Bapak Obaja ) pasti Tuhan menyertai dan menjadikan kita lebih dasyat dan ajaib dari yang kita pikirkan dan rencanakan. Dan gerakan 1 tahun, 1 jiwa menangkan 12 jiwa dalam pemuridan yang disampaikan Pak Jonathan pasti kita semua akan dapat kita lampaui melebihi target.
Terimakasih kiranya menjadi berkat God Bless.

Sembuh Dari Covid Dan Tuhan Beri Project Hotel Yang Lebih Besar

Shalom, dalam kesempatan ini saya rindu menyaksikan kedahsyatan Tuhan yang sungguh luarbiasa. Beberapa waktu yang lalu saya sakit kena covid-19 dan itu membuat saya sedikit down, tetapi ‘untungnya’.. saya memutuskan untuk mendekatkan diri pada Tuhan, saya ikuti Pondok Daud, Mezbah doa pagi dan membaca Alkitab berurutan dari mulai Perjanjian Lama seperti yang bu Budiono sarankan pada saya.

Pada saat saya sakit, otomatis saya isolasi mandiri, semua kerjaan di hold/berhenti untuk beberapa waktu, semua yang ngajak meeting harus saya cancel karena sakit saya itu, padahal itu proyek yang pastinya ada nilai rupiahnya. Saya sempat minta bantu doa juga pada Bapak Pdt. Obaja dihari Rabu dan didoakan Kamisnya. Puji Tuhan tanggal 27 Oktober saya dinyatakan negatif covid-19 tapi saya masih istirahat 1 minggu lagi supaya pulih benar, selama masa-masa itu saya membangun hubungan dengan Tuhan, dan saya tidak lagi minta proyek karena sejak masa pandemi semua proyek berhenti bahkan ada PO saya yang dibatalkan karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Saya hanya berdoa dan berdoa, Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhanku, bukan keinginan, dan saya bilang pada diri saya, mau ditolong atau tidak ditolong tetap saya mau dekat kepada Tuhan. Luar biasa Tuhan kita itu, DIA tahu memberi yang TERBAIK untuk kita di waktu yang TERBAIK pula.

Puji Tuhan sekali sejak awal November sampai sekarang, berkat Tuhan itu tidak berhenti dalam pekerjaan saya. Saya dapat beberapa proyek yang tidak pernah saya duga-duga sebelumnya. Secara sekarangkan pembangunan hotel tidak ada tapi saya bisa dapat proyek hotel semua karena Tuhan saja. Belum juga habis berkatNya eh.. sudah datang lagi, sampai per hari ini proyek yang saya kerjakan bukan hanya jabodetabek tapi di Sidikalang Sumatra Utara, Pemalang dan Semarang.. Luarbiasa Tuhan kita! Dan lewat ini saya belajar ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan tidak usah kuatir, pasti ada kejutan-kejutan yang dahsyat dikerjakanNya dalam hidup kita. Yang penting tetep on the track Nya Tuhan saja. Firman Tuhan bulan November di GBI Keluarga Allah sangat-sangat menguatkan saya juga.

Saya juga baru meraskaan bagaimana pentingnya kita ikut dalam kelompok sel online karena disitu kita di bimbing untuk semakin dekat dengan Tuhan, diarahkan untuk semakin semangat melakukan apa yang menjadi perintah Tuhan. Saya baru merasakannya di GBI Keluarga Allah, dan jangan lupa juga untuk mengikuti ibadah GBI Keluarga Allah hari Sabtu jam 18.00 dan Minggu, supaya kita semakin kuat di dalam Tuhan dan kita bisa berikan hidup kita untuk dipakai oleh Tuhan. Dan saya selalu ingat perkataan Pak Obaja ke saya waktu itu “Jangan lakukan apa yang Tuhan larang” dan itu saya pegang sampai sekarang. Pokoknya saya bersyukur bisa ada di GBI Keluarga Allah. Terima kasih Tuhan Yesus, terimakasih pak Obaja, terimakasih bu Budiono yang selalu mensupport saya dan mengingatkan saya untuk terus dekat Tuhan. Semoga kesaksian ini bisa menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. Demikian kesaksian dari saya, Tuhan memberkati.

Narasumber Kesaksian: Eunike Jakarta

Tuhan Sempurnakan Penglihatan Anak Saya

Syalom, saya Dian dari Kudus, yang selalu mengikuti acara ibadah online yang digembalakan oleh Bapak Obaja, saya juga sering ikut Pondok Daud. Saya mau menyaksikan mujizat Tuhan yang luarbiasa. Saat saya mengikuti doa puasa walaupun saya tidak ikut puasa secara jasmani, karena kondisi sedang hamil, tapi saya tambah waktu-waktu doa saya, dan saat sedang berdoa saya selalu minta pertolongan Tuhan buat mata kiri anak saya yang minus+silinder, Tuhan jamah dan sembuhkan, anak saya lepas dari kacamata, dan itu terus saya perkatakan dalam waktu-waktu doa saya, karena mata kanan Albert sudah diangkat semenjak waktu masih bayi. Saya minta kepada Tuhan “Tuhan walau mata anak saya tinggal satu, Tuhan tolong, supaya mata kirinya Tuhan sempurnakan lepaas dari kacamata! Saya percaya kesembuhan sudah terjadi dalam diri anak saya! Amin”
Tuhan saya tetap sama dari dulu sekarang dan sampai selamanya, IA Tuhan yang sudah memulihkan mata Albert 8 tahun yang lalu dari kanker mata, sehingga anak saya Albert sudah sembuh dari penyakitnya, Tuhan mengubah hasil PA lab-nya, sekarang saya minta sempurnakan matanya yang tinggal satu agar mata kirinya bisa Tuhan pakai sebagai alatNya Tuhan. Saat kami adakan ibadah bersama dengan anak-anak, kami bergantian baca firman Tuhan, Albert bilang “Bu.. saat saya baca Alkitab ini pakai kacamata kok kelihatan burem, tapi kalau lepas kacamata lebih jelas ya” Sontak saya kaget, lalu saya tes sendiri memakai kacamata dengan tidak memakai kacamata, saya ulang-ulang terus bergantian, ternyata dia lebih nyaman lepas kacamata dan lebih jelas, tidak merasa pusing.
Puji Tuhan, doa kami terjawab sudah, Albert TIDAK LAGI MEMAKAI KACAMATA MINUS. Tuhan Yesus begitu LUARBIASA, DAHSYAT, sampai sekarang Albert hanya memakai kacamata yang satunya yang hanya untuk radiasi supaya menjaga matanya. Tuhan Yesus telah menyempurnakan mata kiri Albert. Saya sangat bersyukur, walau Tuhan memberi mata tingal satu, tapi Tuhan sungguh-sungguh baik, tidak pernah meninggalkan anakNya dan selalu menolong kami, halleluya! Terimakasih Tuhan, Engkau sungguh baik. Terimakasih pak Obaja dan semua pelayan Tuhan serta jemaat Keluarga Allah yang selalu mendukung doa untuk kami. Tuhan Yesus memberkati.

Minta Hikmat Tuhan Dan Usaha Rumah Makan Maju

Shalom, Saya jemaat Gereja Internet sejak July 2019. Dan sudah 3x saya ikut Pondok Daud dan ibadah di Solo. 2x ikut ibadah di Soho Jakarta. Sayapun turut merasakan sukacita UC 2019 di Solo. Sejak pulang dari mengikuti Pondok Daud 24 July 2019 saya mengalami banyak sekali mujizat yang dahsyat, antara lain pengurangan bunga bank dalam jumlah yang besar atas hutang pembelian rumah kost. Dan tahun inipun saat pandemi, saya mengalami mujizat yang tidak masuk akal. Kami mempunyai rumah makan sudah 18 tahun sejak 2002. Memasuki pertengahan Maret 2020 penjualan di cafe mulai menurun karena pendemi, hingga kami mengambil keputusan menutup cafe kami pada bulan April 2020 dan rencana akan buka lagi di bulan Mei 2020. Koki dan semua karyawan dipulangkan, ada yang diluar daerah. Walaupun tutup tapi sewa cafe masih tetap kami bayar. Hikmat Tuhan datang lewat teman saya seorang pengusaha, dia katakan jangan pikir pandemi ini akan selesai bulan Mei, karena bisa saja sampai akhir tahun. Dan sayapun ambil keputusan tutup total dan putus sewa menyewa cafe.
Saat kami tutup banyak yang menelpon mau pesan makanan bungkus. Kebetulan di rumah saya ada mantan koki kami, yang numpang tinggal karena tempat dia kerja tutup. Saya minta tolong masak, pembayaran sesuai jumlah pesanan. Tapi orangnya tidak mau, saya agak kecewa, tapi saat itu semangat saya bangkit, kalau orang lain bisa masak maka sayapun pasti bisa dengan pertolongan Tuhan. Saya ingat Pak Obaja mengatakan jika usaha tidak jalan maka minta hikmat, Tuhan memberikan jalan yang lain, cari peluang usaha. Dan saya berdoa minta pertolongan dari Tuhan, saya katakan Tuhan memberikan keahlian masing-masing kepada bangsa Israel, maka saya percaya Tuhan memberikan keahlian memasak buat saya. Dan saya minta resep 1 menu saja ke koki saya yang pulang Makasar. Puji Tuhan dia kasih detail pemakaian bumbu untuk satu menu. Dari situ saya kembangkan ke menu yang lain lewat youtube. Tuhan memberikan saya keahlian dan hikmat.
Dan sungguh dahsyat dan tidak masuk diakal saya, saya sudah bisa membuat semua menu yang saya jual dirumah makan. Buat orang lain masak ini hal yang biasa, tapi buat saya ini anugerah terindah dan terbesar dalam hidup saya, karena sejak dulu sampai Maret 2020 saya tidak tahu masak. Masak nasipun selalu lembek atau keras, dadar telur hangus atau keasinan. Suatu hal yang mustahil kalau saya bisa masak. Anak saya yang kerja di luar kotapun sampai terheran-heran mamanya bisa masak.
Puji Tuhan banyak pesanan dan testimoni yang pesan makanan. Salah satunya mantan Gubernur yang makan katanya nasi goreng makassar enak sekali. Puji Tuhan, Tuhan memberikan hikmat, sekarang kami sudah membangun rumah makan di halaman rumah kami sendiri jadi saya tidak dipusingkan lagi dengan bayar sewa setiap bulan. Tuhan memelihara kehidupan kami, tidak ada ya g mustahil buat Tuhan. Amin.

Dewi Sangi Lajuck

Languages

Change Language