Tuhan Melawat Saya dengan Luar Biasa

Yosua, menyaksikan bahwa melalui KKR 10 Hari & Pengurapan Roh Kudus yang ia ikuti, ia beroleh damai sejahtera yang luar biasa dan lawatan Tuhan yang membuatnya tidak lagi tertindih dengan beban masalah yang ada. Saksikan kisahnya dengan menonton video di atas.

Anda rindu mengalami kesembuhan batin, lepas dari kepahitan, mengalami kesembuhan dari sakit-penyakit, mendapatkan mujizat dan keajaiban Tuhan dalam keluarga, keuangan, pekerjaan, pelayanan, serta mengalami jawaban-jawaban doa? Kami mengundang Anda untuk hadir di KKR 10 HARI & PENCURAHAN ROH KUDUS yang diadakan di seluruh gereja lokal GBI Keluarga Allah, 6 – 15 Mei 2016.

Datang dan alamilah kasih dan kuasa Roh Kudus menjamah hidup Anda!

flyer-kkr-1920x1080

Tuhan Melawat Saya untuk Bisa Memaafkan Teman-Teman Saya

Zefa, menyaksikan bagaimana Roh Kudus menjamah hidupnya sehingga ia bisa melepaskan pengampunan dan memaafkan teman-temannya. Saksikan video di atas untuk mendengarkan kisahnya 🙂

Anda rindu mengalami kesembuhan batin, lepas dari kepahitan, mengalami kesembuhan dari sakit-penyakit, mendapatkan mujizat dan keajaiban Tuhan dalam keluarga, keuangan, pekerjaan, pelayanan, serta mengalami jawaban-jawaban doa? Kami mengundang Anda untuk hadir di KKR 10 HARI & PENCURAHAN ROH KUDUS yang diadakan di seluruh gereja lokal GBI Keluarga Allah, 6 – 15 Mei 2016.

Datang dan alamilah kasih dan kuasa Roh Kudus menjamah hidup Anda!

flyer-kkr-1920x1080

Segala kepahitan yang Saya Alami Sudah Tuhan Cabut

Anda rindu mengalami kesembuhan batin, lepas dari kepahitan, mengalami kesembuhan dari sakit-penyakit, mendapatkan mujizat dan keajaiban Tuhan dalam keluarga, keuangan, pekerjaan, pelayanan, serta mengalami jawaban-jawaban doa? Kami mengundang Anda untuk hadir di KKR 10 HARI & PENCURAHAN ROH KUDUS yang diadakan di seluruh gereja lokal GBI Keluarga Allah, 6 – 15 Mei 2016.

Datang dan alamilah kasih dan kuasa Roh Kudus menjamah hidup Anda!

flyer-kkr-1920x1080

Keluarga Saya Dipulihkan!

Saya sangat merindukan KKR 10 hari ini segera diadakan karena pada KKR tahun yang lalu, tepat sebulan setelah KKR saya mendapatkan jawaban atas doa saya. Pergumulan saya adalah Tuhan memulihkan keluarga kami karena saat itu suami saya sudah meninggalkan Tuhan selama 4 tahun dan saya minta Tuhan mengembalikan suami saya ke jalan Tuhan. Dan tepat satu bulan setelah saya ikut KKR, Tuhan mengembalikan suami saya. Sebelumnya, dia tidak pernah mau kalau saya ajak ke gereja, bahkan masuk ke gereja pun dia tidak mau. Kemudian Tuhan memanggilnya dan dia memiliki keinginan untuk belajar Alkitab sehingga dia masuk ke sekolah Teologia. Saya bersyukur karena saya hanya berkata, “Kamu, kalau tidak bisa tidur, baca saja Alkitab. Dimanapun kamu ingin membacanya.” Sebelumnya dia tidak mau mencobanya. Tapi Tuhan betul-betul memulihkannya sehingga lama-lama dia belajar membaca Alkitab. Ketika membuka Alkitab pertama kali, ayat yang dibacanya sungguh-sungguh menegur dia. Sejak itu dia menjadi penasaran dan rindu terus membaca Alkitab. Dan saat itu saya berjanji di hadapan Tuhan, “Tuhan, kalau Engkau ijinkan kami bersama-sama pergi ke gereja maka kami berdua akan baptis.” Dan hal itu saya nyatakan pada tanggal 25 Desember kemarin kami sama-sama dibaptis.

KKR ini sangat saya nantikan, karena beberapa waktu kemarin Tuhan membukakan masa lalu suami saya selama 4 tahun dia meninggalkan Tuhan dan yang menjadi pergumulan keluarga kami. Waktu itu Tuhan berkata, “Suamimu harus keluar dari pekerjaannya.” Saya terkejut sekali karena saya masih membutuhkan pekerjaan suami untuk mendukung kehidupan keluarga kami. Tuhan berkata, “Kamu harus bicara. Suami kamu harus keluar dari pekerjaannya.” Saya berkata, “Tuhan, jangan sekarang. Paling tidak Tuhan tunjukkan dulu apa yang sudah Tuhan siapkan bagi keluarga kami.” Tapi Tuhan luar biasa sekali. Ketika saya menolak, Tuhan menuntun saya terus sehingga dia bisa keluar dari pekerjaannya. Dan teguran Tuhan itu luar biasa. Dua bulan yang lalu suami saya jatuh dan mengalami pendarahan. Saya berkata, “Ini adalah teguran Tuhan yang paling berat. Kalau Tuhan sudah mengingatkan supaya kamu keluar dari pekerjaanmu, ini saatnya kamu keluar.”

Hari pertama saya ikut KKR ini saya dilawat Tuhan dengan luar biasa. Beberapa hari ini saya sering menolak apa yang dikatakan Tuhan. Saat saya dilawat, saya hanya mengangguk-anggukkan kepala terus menerus dan menggeleng-gelengkan kepala. Saya bertanya pada Tuhan arti semua itu. Dan Tuhan menjawab, “Karena kamu sering menolak apa yang Aku katakan kepadamu dan engkau selalu mengiyakan apa yang menjadi keinginan suamimu yang bertentangan dengan kehendakKu.” Saya berkata, “Baik, Tuhan, apa yang Engkau kehendaki untuk saya lakukan maka akan saya lakukan.”

Hari ke dua KKR sungguh luar biasa. Seolah-olah berkat dicurahkan dari langit banyak sekali. Saya seperti sedang membawa keranjang dan keranjang itu saya penuhi dengan berkat-berkat itu. kemudian Tuhan berkata, “Ayo bagikan pada orang lain!” Kemudian tangan saya bergerak seolah-olah sedang membagi-bagikan sesuatu. Kemudian Tuhan berkata, “Ayo ajak banyak orang datang kepadaKu.” Kemudian tangan saya bergerak seolah-olah sedang mengajak orang banyak untuk datang. Kemudian saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, kalau Engkau ingin pakai aku, pakai aku semaksimal mungkin Tuhan supaya menjadi berkat bagi orang lain.”

Selesai lawatan saya menunggu suami saya, tanpa sadar tubuh saya bergerak lagi. Bahkan sampai pulang tangan saya masih bergerak-gerak sendiri. Seharusnya saya yang setir mobil tapi tidak bisa karena tangan saya tidak mau berhenti bergerak. Ketika suami saya memegang tangan saya, ganti badan saya yang bergerak-gerak.

Hari Senin, yang berkhotbah adalah Bu Guntur, di situ dia berkata bahwa kalau kita kehilangan sukacita ilahi, kita akan merasakan mudah menyerah, mudah putus asa, dan kehilangan kekuatan. Saat itu saya menangis, “Tuhan, ampuni saya karena beberapa hari ini ketika ujian Kau ijinkan datang, aku kehilangan kekuatan karena saya merasa lelah.” Tapi Tuhan luar biasa, saya diberi kekuatan yang baru. Akhirnya pada waktu lawatan, ada sukacita yang luar biasa. Saya tertawa terus menerus sampai saya memukuli tangga terus menerus karena saya belum pernah tertawa terpingkal-pingkal seperti itu. Kemudian saya merasakan Tuhan membelai kepada saya dan berkata, “Sudah, kamu jangan khawatir, Aku memberkati, semua doamu sudah Aku jawab, kamu tinggal menunggu waktuKu.” Saya bersyukur ada damai dan sukacita dalam hati saya. Keesokkannya, Pdt. Obaja menyampaikan lagi supaya kita tetap bersukacita. Tuhan memberi sukacita yang melimpah kemudian saya ambil dan saya letakkan di dada. Tuhan berkata, “Jangan simpan sukacita itu sendiri. Semua jemaat yang ada di sini juga harus mendapat sukacita. Harus kamu bagikan.” Tangan saya bergerak-gerak seolah-olah sedang membagikan dan badan saya berputar sampai saya capai. Saya berkata, “Tuhan, terima kasih buat sukacita yang sudah Tuhan taruh dalam hati saya.”

Hari berikutnya saya mendapat lawatan lebih lagi. Pdm. Samuel Dudy berkata, “Jangan membuka celah dosa di dalam pikiranmu.” Saya bertanya pada Tuhan mengapa Pak Samuel berkhotbah seperti itu. Ternyata Tuhan sedang memberkati saya, tangan saya bergerak seolah-olah Tuhan sedang mengikatkan tali di kepala saya. Kemudian saya memukul-mukul kepala dan bertanya pada Tuhan mengapa saya melakukan hal itu. Tuhan menjawab, “Aku akan menutup celah dosa di dalam kepalamu, telingamu, mulutmu dan hatimu. Aku akan mempertajam telingamu untuk lebih peka mendengar suara Tuhan dari dalam hatimu, pikiranmu akan penuh dengan hikmat dan hatimu akan penuh dengan sukacita dan mulutmu akan memuji-muji Aku.” Yang ingin saya sampaikan di sini supaya menjadi berkat bagi banyak orang adalah sukacita dan damai sejahtera yang Tuhan berikan ketika pencobaan itu datang akan memberikan kekuatan 10 ribu kali lipat bahkan lebih. Puji Tuhan.

Ibu Zefanya

Saya Tidak Lagi Kecanduan Merokok!

Saya ingin mensaksikan urapan Roh Kudus selama saya mengikuti KKR. Saya mendapat jamahan yang sungguh luar biasa dan kedamaian melingkupi keluarga saya. Pada KKR hari pertama yang berkhotbah adalah Pdm. Samuel Dudy dan ada saudara yang bersaksi sudah lepas dari kecanduan rokok.

Saya sudah merokok sejak SMP dan menjadi pencandu sampai umur saya sudah kepala lima. KKS saya sudah mengingatkan supaya saya berhenti merokok tapi saya mengeraskan hati bahkan seolah-olah mencibir, “Di dalam Alkitab tidak ada ayatnya tentang rokok.” Bahkan ketika Pdm. Samuel Dudy berkhotbah tentang hal merokok, hati saya masih keras. Pada saat urapan Tuhan menegur saya. Sepulang dari KKR, leher saya mulai merasa tidak enak dan tenggorokan saya sakit. Saya batuk dan dada saya sakit sekali. Semalaman saya tidak bisa tidur. Saya minum obat batuk tapi sakitnya tetap tidak berkurang. Masalahnya adalah saya masih juga menghisap rokok. Karena tidak tahan denga batuk itu, saya berkata pada Tuhan, “Tuhan apa yang harus saya perbuat?” Tuhan membisikkan di telinga saya, “Kalau kamu tidak melepaskan hidup lama kamu. Kamu akan rasakan akibatnya nanti.” Saya pun bertanya, “Hidup saya yang mana yang harus saya lepaskan? Kebiasaan lama apa yang harus saya lepaskan, Tuhan?” Saya tahu saya harus melepaskan rokok yang ada di tangan saya. Dan setengah bungkus rokok yang masih sisa saya buang dan saya injak-injak sampai hancur. Saya berkata, “Ini yang membuat saya sakit.” Saya pun mengucap syukur pada Tuhan. Kemudian saya muntah-muntah dan muntahannya itu berwarna hitam. Saya bersujud sampai ke tanah dan berkata, “Tuhan, terima kasih sudah mengingatkan saya karena memang rokok itu membuat saya sakit.” Kemudian badan saya lemas sekali dan saya bisa tidur. Ketika bangun tenggorokan dan dada saya sudah sembuh. Sampai sekarang saya sudah tidak merokok. Dan karena tidak merokok maka saya bisa menabung. Dulu saya merokok dua bungkus sehari tapi sekarang saya bisa menyimpan uangnya. Terima kasih Tuhan.

Bp. Andreas Sulanto

Hati Saya yang Pahit Sudah Tuhan Pulihkan!

Saya ingin menyaksikan lawatan Tuhan yang saya alami ketika saya mengikuti KKR Pencurahan Roh Kudus yang diadakan di Keluarga Allah. Setelah khotbah saya maju ke depan untuk didoakan. Saya masih dalam posisi memejamkan mata ketika saya melihat ada sebuah tangan yang menjamah saya kemudian saya rebah. Setelah bisa duduk, saya terus berdoa dan menyembah Tuhan. Saat menyembah, tiba-tiba tangan saya seperti mencabuti sesuatu dari hati saya. Saya bertanya, “Ini apa, Tuhan?” Memang saya menyimpan kepahitan sejak saya masih dalam kandungan ibu saya. Saya adalah anak yang tertolak karena setelah lahir saya hendak dibunuh. Saya mengucap syukur pada Tuhan karena telah melawat saya.

Pada hari selanjutnya, saat saya menyembah Tuhan saya melihat ke atas ada emas dan permata yang banyak sekali dan mengherankan. Saya bertanya, “Ini apa Tuhan?” Tuhan menjawab, “Kamu tidak tahu, tapi hamba-hambaKu yang akan menjelaskannya.” Kemudian saya melihat Tuhan sedang berdoa seperti ketika berdoa di taman Getzemani. Kemudian Tuhan berkata, “Saya sedang berdoa untuk semua orang.” Kemudian saya diberi penglihatan sebuah lorong yang panjang sekali. Saya bertanya lagi, “Ini maksudnya apa?” Lalu Tuhan menjawab, “Ini adalah jalan kalau kamu pulang tapi kamu belum selesai karena kamu harus melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya.”

Saya mengakui kesalahan saya pada Tuhan karena sekalipun saya menjadi orang Kristen sejak lama, tapi belum satu jiwa pun saya persembahkan kepada Tuhan. Saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, saya ingin mencari jiwa karena saya sudah diselamatkan dengan harga yang sangat mahal di atas kayu salib. Saya tidak mau kalau tidak berfungsi. Saya mau berfungsi bagi Tuhan, saya mau selamatkan jiwa buat Engkau.” Sudah banyak pengalaman indah yang saya alami bersama Tuhan tapi tidak pernah saya saksikan karena saya takut dan malu. Saya sudah mencuri kemuliaan Tuhan. Kemudian Tuhan memberi saya ayat di Yesaya 54 dan menyuruh saya untuk membacanya. Saya ingin mencari jiwa tapi sering gagal. Saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, kenapa saya gagal terus. Kenapa, Tuhan? Saya mengiring Engkau sungguh-sungguh tapi saya tidak punya anak rohani.”

Hari Minggu saya ikut lawatan lagi dan seluruh tubuh saya dijamah Tuhan. Tangan saya goyang terus sampai saya berdoa pada Tuhan, “Tuhan, berhentikan tangan saya. Saya mau menyembah Engkau Tuhan.” Tapi malah bergoyang lebih keras lagi. Lama-lama tangan saya berhenti dan saya mengucap syukur pada Tuhan. Di rumah saya menyembah lagi sambil mendengarkan radio El Shaddai. Saya menghentikan pekerjaan saya untuk menyembah Tuhan karena saya sangat mencintai Tuhan. Bahkan dulu saya pernah ingin bunuh diri karena begitu banyak kebencian dalam hati saya, tapi Tuhan menyelamatkan saya dan sekarang semuanya itu sudah dicabut Tuhan.

Di rumah pada saat penyembahan saya diberi ayat lagi di Mazmur 20. Kemudian saya diajari nyanyi lagu Haleluya yang luar biasa dan Tuhan berkata, “Ini adalah nyanyian dari sorga.” Sekalipun suara saya biasanya parau tapi saat itu suara saya sangat merdu dan Tuhan berkata, “Itu adalah suara emas yang aku berikan kepadamu.” Kemuliaan bagi nama Tuhan.

Ibu Oei Siu Ing

Saya Mengalami Kepenuhan Roh Kudus

Setiap kali di Keluarga Allah diadakan KKR Pengurapan Roh Kudus, saya belum pernah ikut selama sepuluh hari penuh. Kadang-kadang saya tidak tugas pelayanan karena saya juga ingin menikmati ibadah. Ketika diumumkan ada sepuluh hari KKR, sebulan sebelumnya saya sudah mempersiapkan diri. Saya punya kerinduan, “Tuhan, aku tidak mau seperti tahun-tahun yang lalu. Dalam 10 hari KKR ini aku ingin mendapatkan sesuatu.” Saya mempersiapkan diri, berdoa puasa dan datang dengan hati yang haus dan lapar. Tuhan sungguh baik. Saya dilawat Tuhan bukan pada saat di gereja karena saya bertugas sebagai pendoa. Saat itu saya sempat berpikir, “Wah, tugas lagi. Bagaimana saya bisa menerima pengurapan?” Tapi saya bersyukur pada saat Pendeta Obaja mengumumkan bahwa semua pelayan Tuhan harus berkumpul di Ruang Yordan untuk didoakan terlebih dahulu sebelum melayani.

Hari pertama kami berkumpul di Ruang Yordan, saya berkata, “Tuhan, saya ingin mendapatkan sesuatu dalam sepuluh hari KKR ini. Saya ingin Tuhan memenuhi saya dengan urapan.” Saya menangis karena saya tidak bisa sendiri tanpa kuasa Roh Kudus. Saya memerlukan kuasa Roh Kudus dalam setiap kehidup saya. Ketika saya berkata, “Tuhan, aku datang dengan hati yang haus dan lapar. Tuhan terus penuhi aku,” saya merasakan seolah-olah saya sedang membawa sebuah baskom tapi air yang masuk dalam baskom itu hanya beberapa tetes. Saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, saya tidak mau kalau hanya tetesan air saja. Saya mau curahan air Roh Kudus yang terus menerus melimpah.” Kemudian tetesan air itu berubah menjadi aliran yang semakin lama semakin deras. Karena saya hanya membawa baskom maka airnya sampai meluap-luap. Saya berkata, “Tuhan, saya tidak mau hanya memegang baskom saja tapi saya mau seluruh hidup saya dipenuhi.” Seketika air dalam baskom itu saya guyurkan ke tubuh saya dan memintanya lagi pada Tuhan. Itu terjadi pada hari pertama.

Hari yang ke dua saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, urapi saya lebih dari yang kemarin. Saya tidak mau hanya membawa tempat yang kecil. Saya membawa tempat yang lebih besar lagi dan saya minta Tuhan curahkan yang lebih dahsyat lagi.” Tuhan pun mengisi terus sampai penuh. Saya tidak mau kalau hanya sebatas mata kaki, lutut atau sampai di pinggang saja tapi saya mau seluruh hidup saya dipenuhi oleh Roh Kudus.

Pada hari Jumat saya minta lagi pada Tuhan tapi saya bukan membawa baskom atau ember saja melainkan bak mandi yang besar sekali. “Tuhan, kalau bisa saya mau terjun ke dalamnya,” kata saya. Saya seperti membawa gayung dan terus menerus mengambil air dari dalam bak mandi yang airnya tidak pernah habis. Saya terus menyiramkan air itu ke tubuh saya sampai basah kuyup. Saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, saya benar-benar puas. Saya menginginkan urapan lebih lagi dari Tuhan.”

Hari Sabtu saya berkata lagi pada Tuhan untuk memenuhi saya. Kemudian Tuhan berkata, “Aku akan memenuhi engkau, tapi engkau tidak boleh sombong melainkan harus rendah hati.” Sebagai manusia seringkali saya lupa diri dan membanggakan apa yang ada pada diri saya. Tapi Tuhan mendidik saya, bukan hanya memenuhi saya, Tuhan mengajar saya untuk tetap rendah hati. Karena saya bertugas sebagai pendoa, saat lawatan tidak memungkin bagi saya untuk didoakan tapi pada saat pujian saya merasakan betapa baiknya Tuhan. Saya merasa Tuhan sangat mengasihi saya. Saya bisa melayani Tuhan semua karena kebaikan Tuhan. Saya rindu bukan hanya saat 10 hari KKR ini saja melainkan saya ingin terus memiliki hati yang haus dan lapar akan Tuhan sehingga pencurahan dan pengurapan Roh Kudus terjadi setiap hari. Terima kasih dan Kemuliaan bagi Tuhan.

Ibu Maria Glory

Tangan Saya Sembuh!

Saya ingin menyaksikan apa yang saya dapatkan dari KKR Pengurapan Roh Kudus. Pada waktu datang saya merasa hati saya tertusuk entah karena sebab apa saya tidak tahu. Tiba-tiba tangan saya goyang terus menerus. Kemudian saya menjerit, “Bapa, ampuni dosa-dosaku.” Kemudian saya mendengar bisikan supaya saya terus mengampuni. Saya terus berdoa dan meminta ampun pada Tuhan. Tiba-tiba Tuhan mendatangi dan marah pada saya. Saya bingung kenapa Tuhan marah pada saya. Kemudian Tuhan seolah-olah hendak meninggalkan saya, tapi saya menangis menjerit-jerit dan berteriak, “Bapa, tolong aku. Tuhan Yesus, ampuni aku.” Tiba-tiba Tuhan berhenti berjalan dan menoleh pada saya kemudian tersenyum. Hati saya menjadi sangat lega. Sekalipun demikian saya masih menyangkal.

Hari berikutnya saya diajak anak saya tapi saya berangkat dengan ogah-ogahan. Saat saya keluar dari kamar mandi, jari tangan saya terjepit pintu dan rasanya sakit sekali. Ada seorang ibu yang mengelus tangan saya dan meminta maaf, “Maaf ya bu, besok pasti sudah sembuh.” Saya melihat tangan saya, memang tidak sakit tapi menjadi mengelupas, gosong dan gepeng.

Setelah khotbah selesai saya turun ke depan mimbar minta diurapi supaya tangan saya sembuh. Saya hanya diam tapi tangan saya terus bergerak. Kemudian saya berteriak, “Saya minta disembuhkan, Bapa. Sembuhkan semua penyakitku.” Tuhan datang lagi dan berkata, “Bangunlah anakKu.” Dipanggil seperti itu saya merasa senang sekali. Seketika tangan saya sembuh padahal saya di sini baru satu jam. Sampai saya teriak-teriak, “Lihat tanganku, ini sudah sembuh!” Sekarang saya sudah diangkat menjadi anak Tuhan dan diselamatkan.

Ibu Slamet

Languages

Change Language