Mujizat Bertubi-tubi

Shalom,
Dalam kesempatan ini, saya Lanni Galah rindu menyaksikan cinta kasih Tuhan dalam hidup kami. Sungguh kuasa dan mujizat Tuhan yang luar biasa itu dinyatakan-Nya dalam hidup kami sekeluarga. Kami juga sangat bersyukur dan berterimakasih untuk gereja kami Keluarga Allah yang menghidupkan Miracle Night Service sebagai sarana untuk kami bisa semakin menyala-nyala di dalam Tuhan dan menerima setiap mujizat-Nya yang ajaib.

Dimulai dari pergumulan kami, dimana suami saya merindukan untuk memiliki sebuah tempat/kantor (suami saya adalah calon notaris) yang sudah lama diimpikannya. Kami pun terus berdoa dan berusaha, bukan hanya doa yang biasa-biasa saja tapi kami sungguh-sungguh menghidupi doa kami, dan lebih lagi kami pun aktif dalam mengikuti Miracle Night Service di gereja, karena kami sangat percaya kuasa Tuhan sungguh-sungguh akan dinyatakan-Nya atas kami. Hingga sampai suatu hari Tuhan menjawab doa kami, Tuhan pertemukan kami dengan orang yang sudah punya kantor dan lengkap beserta isinya (persis seperti yang inginkan suami saya) dan kantor itu belum dipakai karena yang punya keburu dipanggil Tuhan, dan meminta kami untuk menempatinya.

Mujizat selanjutnya yang boleh kami terima adalah, dimana anak kami yang akan/sedang menghadapi pendadaran (ujian akhir untuk kelulusan) di kampusnya. Kami sempat merasa ragu dan deg-degan, karena anak kami terlambat membuat skripsi yang disebabkan laptopnya hanya 1 dan harus gantian dengan papanya, padahal kami mentargetkan supaya anak kami segera lulus sehingga kami tidak perlu bayar uang kuliah lagi, karena kami butuh banyak biaya untuk buka kantor suami saya. Sampai akhirnya anak kami mendaftarkan ujian di paling akhir dan sekaligus mendapat pendamping dosen adalah Prof. (guru besar) jadi waktunya sulit sekalian untuk bertemu. Tapi sekali lagi, kami datang kepada Tuhan dengan doa dan percaya yang sungguh-sungguh bahwa Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya. Kami pun juga aktif datang ke Miracle Night Service. Dan benar, singkat cerita pada saat pendadaran karena kuasa Tuhan, anak saya bisa bertemu 3 dosen sekaligus dalam satu waktu dan yang lebih luar biasa lagi ketiga dosen itu memberinya nilai A, sehingga anak kami bisa lulus cumloude.

Mujizat yang selanjutnya yang kami terima dari Miracle Night Service adalah anak kami yang Tuhan ijinkan untuk melanjutkan masuk S2 kenotariatan dengan segala kemustahilan khususnya dalam hal biaya, tapi Tuhan nyatakan. Saya bilang ke salah satu teman saya, jika anak saya diterima di program S2 tersebut dan Tuhan menyediakan dana seperti yang kami butuhkan, maka kami akan bersaksi di Miracle Night Service, tapi dari situ saya ditegur oleh teman saya dan teman saya bilang “kamu harus bersaksi walaupun belum mendapat, itu yang namanya kamu punya IMAN DAN KUASA lalu saya langsung bilang ke Pak Obaja bahwa besok malam dalam Miracle Night Service saya akan bersaksi mengenai mujizat-mujizat Tuhan yang dinyatakan atas kami. Dan sungguh-sungguh dahsyat Tuhan kita, sore sebelum Miracle Night Service, Tuhan menutup biaya kekurangan anak saya untuk masuk S2. PRAISE THE LORD!

Demikian kesaksian kami tentang kuasa, kedahsyatan dan mujizat Tuhan atas hidup kami. Terimakasih, Tuhan Yesus memberkati.

Narasumber : Lanni Galah

Tak Ada Jahitan Kepala

Shallom Keluarga Allah, senang sekali pada kesempatan ini saya bisa menyaksikan cinta kasih Tuhan. Perkenalkan nama saya Ivana.

Saya ingin menceritakan cinta kasih Tuhan buat hidup saya. Beberapa tahun yang lalu pada suatu malam orang tua saya sedang kedatangan tamu. Mereka mengobrol di ruang tamu seperti biasanya, sedangkan saya dan adik saya berada dikamar untuk bermain. Tiba-tiba ketika kami sedang asyik bermain adik saya memukul menggunakan guling dibagian kepala saya. Saya yang kaget dan langsung terjatuh dan kepala saya terbentur lemari baju.

Saya hanya bisa diam dan merasa sangat pusing, adik saya membantu saya untuk duduk dan setelah itu saya melihat banyak darah ditangan saya. Kepala saya berdarah dan diantara kami tidak ada yang berani mengatakan hal tersebut pada orangtua. Teman mama saya yang tahu langsung menyampaikan kejadian itu ke mama saya. Antara takut dan sakit saya hanya bisa menangis.
Teman papa yang juga melihat dan mengatakan bahwa lukanya dalam, harus dibawa ke rumah sakit dan dijahit. Namun karena memang keadaan ekonomi, mama hanya memberikan obat luka dan ditutup kapas.

Semalaman saya tidak bisa tidur, saya takut terjadi sesuatu. Saya hanya bisa berdoa, saya bilang sama Tuhan tolong sembuhkan lukaku, jangan sampai dibawa ke rumah sakit ataupun di jahit. Saya percaya saya punya Tuhan yang lebih dahsyat dari segala dokter. Dan Tuhan pasti menolong saya karena Tuhan tahu bagaimana keadaan ekonomi keluarga saya.

Dan Tuhan memang ajaib, sampai sekarang saya tidak pernah merasakan jahitan dikepala, sakit di bagian yang luka itupun tidak pernah. Saya bersyukur punya Tuhan seperti Dia, yang tidak pernah mengecewakan anak-anaknya. Ketika kita memiliki persoalan dalam hidup, serahkan semuanya pada Tuhan dan Dia akan bekerja untuk hidup kita. Terimakasih, Tuhan memberkati

Narasumber : Ivana S

Buah Hati

Shallom, pada kesempatan Ini saya ingin menyaksikan kasih Tuhan yang luar biasa dalam keluarga kami. Saya sudah menikah selama 6 tahun dan menanti-nanti datangnya momongan. Setiap saat saya berdoa saya yakin dan percaya pasti ada mujizat yang Tuhan berikan kepada keluarga kami. Tiap bulan waktu haid saya selalu sedih kenapa kok haid kenapa tidak telat dan positif, sampai-sampai saya stres dan kesal sambil berbicara kenapa Tuhan begitu jahat sama saya, saya pengen banget hamil malah menstruasi.

warta 5 Agt

Dibalik itu saya berfikir mungkin belum tepat waktunya jadi saya belum dikasih hamil. Selang beberapa lama saya mencoba sabar, ikhlas, dan Tuhan berkarya. Tiba waktunya saya telat haid bulan Oktober 2016 dan saya test positif, namun dokter berkata usia kandungan saya tidak sesuai. Kata dokter janin tidak berkembang, saat itu hati saya rontok, saya sedih sekali. Sudah terlalu lama saya menantikan buah hati namun mengapa ini harus saya alami.

Selama itu saya flek terus tidak pernah berhenti dan akhirnya tanggal 1 Januari 2017 pagi saya pendarahan dan akhirnya di kuret. Selesai proses kuret saya berdoa terus supaya Tuhan memberi kekuatan kepada saya. Saya ingin hamil lagi dengan kondisi kandungan yang kuat dan sehat, tak henti-hentinya saya berdoa dan berserah karena saya yakin Tuhan pasti akan memberikan tepat pada waktunya.

Berjalannya waktu sampai September 2017 saya tidak haid, saya coba melakukan test ternyata hasilnya positif. Saya sungguh bersyukur atas mujizat yang Tuhan berikan kepada keluarga saya. Selama hamil sampai 9 bulan Tuhan beri kekuatan walaupun masih suka flek tapi tetap bertahan sampai melahirkan seorang anak yang sangat ganteng dan pastinya takut akan Tuhan.

Dan pada tanggal 2 juli 2017 anak saya yang telah lama dinanti-nantikan telah lahir dan saya beri nama ” IVANDER NATHANAEL PRIYANTO.” Berat 3,450 kg dan panjang 50 cm.
Saya bersyukur anak kami lahir dengan selamat tidak kekurangan suatu apapun. Saya bersyukur dan berterima kasih atas mujizatmu yang sungguh besar dikeluarga kami. Tuhan Yesus Memberkati.

Narasumber : Keluarga Indra sanjaya Priyanto – Jemaat GBIKA Solo

Pondok Mujizat

Shalom saudara semuanya, perkenalkan nama saya Yani Susilowati. Pada kesempatan yang indah ini, saya ingin menyaksikan kesembuhan yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya.
Beberapa waktu yang lalu saya mengalami sakit lambung, sesak nafas dan dada saya sebelah kiri sakit sekali. Saya coba periksa ke dokter dan dokter menyarankan agar saya menjalani tes lab paru-paru serta jantung.

Saya taat melakukan apa yang dokter katakan dan hasilnya semua baik. Lalu dokter tersebut menyarankan agar saya datang ke dokter spesialis jantung agar di cek lebih lagi. Sampai di dokter spesialis jantung, saya diberi obat namun beberapa hari saya minum ternyata sakit saya tak kunjung sembuh. Akhirnya saya datang pada Tuhan, saya berdoa minta Tuhan tunjukan apa yang harus saya lakukan agar sakit saya sembuh. Selesai berdoa, ada teman saya memberi obat herbal. Siapa tahu bisa sembuh melalui obat herbal ini.

Disamping minum obat herbal, saya terus berdoa pada Tuhan. Saya minta dukungan doa juga pada semua anggota kelompok sel saya. Saya mulai rajin datang Pondok Daud, saya tersungkur menyembah, memuji Tuhan dan saya percaya hanya Tuhan Yesus yang sanggup menyembuhkan saya.

Saya berjanji pada Tuhan, jika saya di sembuhkan maka saya akan bersaksi dan saya akan melayani Tuhan lebih lagi.
Saat penyembahan di Pondok Daud, tiba-tiba dada saya mulai terasa enak dan saya sembuh. Saya sungguh bersyukur pada Tuhan. Pondok Daud adalah Pondok Mujizat.

Mari saudara yang memiliki pergumulan, kita datang makin dekat pada Tuhan. Mengadu, tersungkur pada Yesus sang penolong hidup kita. Tuhan Memberkati.

Narasumber : Yani Susilowati

Tuhan Mengoperasiku

Shalom, nama saya David Yuniardi Susanto. Saya ingin menyaksikan kebaikan dan mujizat yang Tuhan nyatakan dalam hidup saya.

Pada tanggal 11 juni jam 10 pagi saya meeting dikantor , tiba-tiba perut saya kram dan sakit sekali sampai dipinggang. Karena saya tidak kuat maka saya dibawa ke salah satu rumah sakit terkenal di Yogya, dan saat itu saya di USG abdomen perut, ternyata dari hasil tersebut ada batu empedu yang sudah besar 1,39cm. Saya langsung diminta opname oleh pihak rumah sakit untuk tindakan operasi segera. Akhirnya saya opname hari itu, dan tanggal 12 nya dokter bedah dan internis menyarankan saya untuk lakukan operasi besok sore jam 3 ditanggal 13 Juni dengan alasan batunya sudah besar dan mengganggu.

Jujur saudara dengar kata operasi saya shock sekali dan saya menangis kepada Tuhan. Akhirnya saya berdoa minta hikmat Tuhan. Setelah doa saya putuskan untuk menunda operasi dan saya minta dirawat jalan saja dan minta obat penghancur batu saja (saya beriman dengan minum obat itu batu bisa hancur dan mujizat terjadi tidak perlu operasi).

Sepulang dari rumah sakit itu saya langsung kerumah sakit lain untuk minta second opinion dokter lain sehubungan batu empedu ini. Saat saya temui dokter rumah sakit lainnya, baik dokter internis maupun dokter bedah juga menyarankan untuk tindakan operasi. Saya pulang dan berdoa menjerit kepada Tuhan karena saya tahu Tuhan yang punya hidup saya, sebab itu saya ngobrol sama Bapa saya sambil saya menangis minta jangan operasi dan katakan batu saya hancur.

Ada anak rohani saya menyarankan ke Dokter bedah yang bagus di rumah sakit Yogya. Lalu saya coba mendatangi kerumah sakit tersebut, namun ternyata dokter tersebut ada seminar di Korea dan saya harus menunggu selama seminggu sampai tanggal 21 beliau baru praktek. Selama seminggu sambil menunggu dokter tersebut saya terus berdoa dan minum obat penghancur batu tersebut dan beriman batunya hancur dan tidak perlu operasi. Saya percaya bagi Tuhan tidak ada yang mustahil walau manusia bilang itu tidak mungkin.

Tanggal 20 saya opname karena tanggal 21 dokter bedah yang dari seminar di Korea udah praktek. Saya di cek semua untuk persiapan operasi termasuk ambil darah dan rontgen dada dll. Pada tanggal 21 dokter bedah temui saya dan lihat hasil USG sebelumnya yang batunya besar dari rumah sakit lainnya lalu beliau sarankan operasi juga, namun beliau akan USG ulang karena beliau dalam melakukan operasi datanya harus jelas. Paginya saat dilakukan USG saya kembali berdoa dan menjerit sama Tuhan agar batunya hilang dan Tuhan sudah cabut.

Saya baca Firman Tuhan di Matius 15:13 tertulis apa yang ditanam bukan dari Tuhan akan dicabut keluar sampai ke akar akarnya. Disitulah iman saya timbul dan saya terus perkatakan dengan Iman kepada Yesus. Dan pada saat di USG ulang oleh dokter terkenal di Yogya dan terbaik di bagian USG beliau mengatakan bahwa tidak ada batu sama sekali, semua bersih, disitu saya menangis dan bersyukur betapa dahsyatNya Tuhanku sanggup menyatakan mujizatNya bagi anak-anakNya sampai dokternya heran dan tidak percaya akan hal ini.

Setelah USG selesai sorenya saya ditemui dokter bedahnya dan beliau heran kenapa USG bisa batunya tidak ada?
Saya bilang Tuhan sudah operasi saya dokter. Lalu untuk memastikan kebenarannya karena sebelumnya ada batu dan hanya dalam seminggu bisa tidak ada ini sangat mustahil maka dokter bedah meminta lakukan cityscan pakai kontras agar terlihat jelas. Akhirnya besoknya dilakukan cityscan, malamnya sebelum cityscan saya minta semua rekan rohani dan KKS untuk dukung doa juga dan orang tua serta teman-teman agar hasilnya normal dan tidak ada batu empedu karena ini penentuan akhirnya. Jujur saudara saya ada perasaan takut dan cemas sampai dada saya sesak dan perut saya sakit kenceng sekali karena stress.

Tapi saya dikuatkan lagi dengan Firman Tuhan untuk tidak kuatir karena Tuhan sanggup menolong. Saya menyanyikan lagu PertolonganMu begitu ajaib sampai meneteskan airmata. Dan besok paginya saya di cityscan, saat masuk ruangan saya bahasa Roh terus sampai tindakan selesai. Petugas menyampaikan hasilnya nanti sore sekalian dokter yang bacakan di kamar pasien nanti sore. Dalam penantian hasil itu entah kenapa hati saya dipenuhi sukacita dan damai dari Tuhan yang begitu besar, saya selalu mengucap syukur dan memperkatakan perkataan Iman bahwa saya sudah sembuh dan semua normal.

Tibalah sore hari Dokter bedah datang ke kamar saya dan membacakan hasil final cityscan bahwa hasilnya semua baik dan normal tidak ada batu empedu, tidak ada tumor. Disitu kembali saya menangis dan katakan Haleluya Yesusku hidup dan dahsyat. Apa yang tidak mungkin bagi manusia itu mungkin bagi Tuhan. Akhirnya saya besok paginya diperbolehkan pulang tanpa operasi dan ini benar-benar mujizat Tuhan yang luar biasa bagi saya yang perlu saya saksikan kepada saudara semuanya.

Pesan saya, seberat apapun bebanmu, masalahmu, atau sakitmu, percayalah bahwa Tuhan Yesus sanggup menolongmu . Datang kepada Tuhan seperti seorang anak kepada Bapanya. Dia Bapa yang baik, Tuhan pasti sayang kepada anak-Nya. Dia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya, Dia Tuhan yang dahsyat. Panggil Dia dan minta Dia masuk dalam hatimu. Justru dalam kelemahanmu maka kuasa-Nya akan bekerja dan nyata bagimu.

Semoga kesaksian ini bisa memberkati banyak orang untuk kemuliaan ya. Tuhan memberkati.

Narasumber : Bp. David Y Susanto – Announcer GBIKA Jogja

Pertolongan Tuhan

Shalom..perkenalkan nama saya Abrean Meli Andani, usia saya 18 tahun. Saya mengucap syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan ini untuk dapat bersaksi tentang kebaikan Tuhan yang datang dihidup saya.

15 JULI 2018

Pada tahun 2016 bulan Desember saya memiliki keinginan yang saya sampaikan dalam doa saya yang setiap hari saya selalu doakan dan minta kepada Tuhan. Saya meminta sesuatu pada Tuhan di hari ulang tahun saya dan jika Tuhan menjawab tepat waktu Tuhan maka saya berjanji akan baptis di Paskah 2017. Puji Tuhan, Tuhan menepati janjinya didalam Matius 21:22 “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” Tepat seperti apa yang saya minta, seperti waktu yang saya mau Tuhan mengabulkan doa saya dan saya menepati janji Tuhan baptis pada baptisan spesial Paskah 2017.

Kebaikan Tuhan tidak datang hanya itu saja, setelah saya berjalan bersama Tuhan lebih dalam lagi saya merasakan kebaikan Tuhan yang sangat amat banyak. Pada tahun 2018 Gereja mengatakan tahun ini adalah GREAT HARVEST atau TAHUN TUAIAN BESAR. Saya imani hal itu juga akan terjadi pada studi saya. Saya duduk dibangku kelas 12 dan saya rindu mendapat Universitas yang baik. Puji Tuhan saya diberi kesempatan Tuhan untuk masuk kouta SNMPTN / Masuk PTN tanpa tes. Saya berdoa kepada Tuhan apabila ini kehendak Tuhan dalam jalur ini saya lolos pasti Tuhan tidak akan mengecewakan anak-Nya.

Saya juga tangkap perkataan dari Bapak Gembala Obaja Tanto Setiawan, “Menentukan masa depan tidak dengan keinginan sendiri tetapi harus mengerti keinginan Tuhan kemana.”
Saya terus berdoa kepada Tuhan untuk memantapkan pilihan prodi dengan tidak hanya memilih karena pilihan saya namun juga Tuhan yang pilihkan. Setelah saya mantap dengan pilihan saya, banyak teman saya dan bahkan guru saya meragukan pilihan saya karena saya tidak punya piagam untuk masuk ke prodi itu dan itu sangat mustahil. Namun didalam Tuhan tidak ada yang Mustahil!! Saya ini adalah anak Tuhan, tidak mungkin saya dikecewakan. Justru ditengah keraguan iman saya semakin besar, saya terus bergumul menyempatkan untuk ke Pondok Daud walau dikelas 12 saya harus bisa membagi waktu untuk bimbel, belajar, tugas, tapi tetap Tuhan yang utama. Puji Tuhan pada bulan April Tuhan kembali menyatakan kebaikan-Nya dan Mukjizat-Nya, saya dinyatakan lolos.

Namun hambatan terjadi masalah biaya karena setelah pengumuman 7 hari berikutnya harus membayar UKT dan pada saat itu mamah saya tidak punya uang karena juga waktu yang diberikan hanya sebentar untuk memenuhi UKT. Puji Tuhan Haleluya Tuhan ikut bekerja. Tuhan menyediakan biaya dengan cara Tuhan yang ajaib. Tuhan itu baik sungguh baik pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan selalu ada mukjizat bagi orang yang memiliki iman dan tekun didalam Tuhan. Terimakasih Tuhan Yesus.

Narasumber : Abrean Meli Andani

Hadiratmu

Shalom Keluarga Allah yang diberkati Tuhan. Saya Ibu Retno dan ini adalah janji saya, kalau saya terima mujizat kesembuhan maka saya akan bersaksi untuk kemuliaan nama Tuhan.

Sekitar sebulan yang lalu saya dinyatakan dokter sakit batu ginjal. Sempat rasa takut, nangis dan kuatir. Dokter bilang agar segera dioperasi atau dilaser. Saat itu hari Jumat, dokter memberi surat pengantar untuk datang ke dokter USG agar di cek terlebih dahulu. Namun saat saya datang ke dokter USG, ternyata dokter USG sudah pulang dan bertugas di rumah sakit lain.

Jumat malamnya saya datang untuk ibadah di Miracle Night. Saat itu dipimpin oleh Bapak Agung. Saya sungguh-sungguh memuji dan menyembah Tuhan. Saya menepuk-nepuk perut saya sambil berkata, “Batu Ginjal hilang.” Hal ini saya lakukan berulang-ulang kali.

Saya terus masuk lebih dalam dihadirat Tuhan. Saya minta pengurapan Tuhan saudara. Saya tidak mau menyia-nyiakan malam itu karena saya tahu dalam hadirat-Nya ada mujizat.
Keesokan harinya pada hari Sabtu, saya datang ke dokter USG untuk di cek kembali karena kemarin belum sempat bertemu. Setelah di cek, dokter USG berkata bahwa semua bersih dan baik-baik saja. Tidak ada batu ginjal sama sekali saudara. Saya menangis mengucap syukur pada Tuhan. Terimakasih Tuhan, hadiratMu menyembuhkanku.

Saya teringat satu pujian saudara, “Hatiku senang, hatiku girang karena hadirat-Nya ada disini. Apapun masalah yang ku hadapi, akan terlepas dalam hadirat-Nya.” Sungguh saudara mari kita pegang terus pujian ini. Apa pun masalah kita, minta pada Tuhan, mohon pertolongan Tuhan. Tetap bersukacita dalam hadirat Tuhan karena Tuhan siap menolong kita saudara. Tuhan Yesus Memberkati.

Narasumber : Ibu Retno

Tuntunan

Shalom saudara semuanya yang dikasihi oleh Tuhan. Senang sekali pada kesempatan yang indah ini, saya bisa bersaksi tentang cinta kasih Tuhan. Nama saya ibu Indahwati. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan betapa baiknya Tuhan itu. Tuhan bisa melakukan apa yang tidak mungkin bagi manusia, menjadi sangat mungkin.

Tahun 2017 awal tepatnya bulan Januari, terdapat 2 benjolan dikanan dan dikiri payudara saya. Sempat bingung, takut dan kuatir pada diri saya. Akhirnya saya datang ke dokter onkologi untuk cek lebih lanjut. Dokter tersebut mengatakan bahwa ada kanker payudara di sebelah kanan dan kiri. Seketika itu saya kaget dan sedih. Dokter menyarankan agar saya melakukan serangkaian pengobatan yaitu operasi, kemo dan radiasi.

Saya sempat bergumul dengan Tuhan dan saya yakin bahwa Tuhan pasti tolong. Tuhan ada untuk mengangkat saya melewati badai ini. Dan saya tahu bahwa apa yang saya alami saat ini tidak mungkin melebihi kekuatan saya. Akhirnya saya datang ke dokter lain untuk cek kembali. Bulan April saya melakukan operasi sesuai saran dokter yang kedua.

Mujizat terjadi saudara, ternyata benjolan pada payudara saya bukanlah kanker. Puji nama Tuhan, saya sungguh bersyukur karena tangan Tuhan berkarya sehingga saya tidak perlu melakukan banyak pengobatan. Sempat rasa panik itu datang ketika dokter pertama menyarankan untuk memotong payudara saya. Namun Tuhan menuntun saya untuk datang ke dokter lain.

Terimakasih Tuhan, saya sembuh oleh tuntunan-Mu. Tuhanku sungguh heran dan perkasa. Mari kita terus percaya dan minta tuntunan Tuhan saudara sehingga setiap langkah kita benar. Tuhan Yesus Memberkati.

Narasumber : Indahwati

Pertolonganmu

Shalom Keluarga Allah, saya ingin menyaksikan pertolongan-pertolongan yang Tuhan kerjakan dalam hidup dan keluarga saya. Perkenalkan nama saya Ibu Suryani, saya adalah anggota gereja internet dari Sydney.

bu tina dan suryani

Beberapa waktu yang lalu tepatnya bulan April saya datang ke Solo untuk beribadah secara langsung. Saya dan anak saya sempat didoakan Pak Obaja. Setelah itu kami kembali ke Sydney. Sungguh kuasa Tuhan berkarya bagi kami sekeluarga. Tiba-tiba ada suatu pemulihan dalam keluarga kami. Ada sukacita menangungi keluarga kami. Pintu-pintu yang dulu tertutup, Tuhan bukakan satu persatu saudara. Yang dulu serasa kaku sekarang muncul keharmonisan antara anak, orang tua bahkan calon mantu.

Dulu kami merasakan ada satu ikatan Roh yang mencengkeram hubungan kami namun sekarang Tuhan lepaskan semuanya itu. Dan bukan hanya itu saja saudara, setelah saya cek up ulang untuk kanker payudara saya, hasilnya bagus. Sungguh ajaib dan dahsyatnya Tuhan kita hingga satu persatu Tuhan bukakan, Tuhan selesaikan dan Tuhan tuntun.

Saya ingat satu pesan dari Pak Obaja saat saya ke Solo, Pak Obaja sampaikan bahwa asal kita bertobat, taat dan minta ampun maka Tuhan yang akan memulihkan. Kami juga sempat bergumul dalam menyewakan rumah namun ketika kami melakukan pesan Bapak Gembala, maka Tuhan kirim pengontrak dan bahkan bukan hanya satu peminat.

Terlebih dari semuanya itu saudaara, saya sungguh bersyukur karena saya bisa kembaali dalam dekapan Tuhan. Saya tahun bahwa tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong saya asal saya taat.

Sekali lagi saya sangat bersyukur dan terimakasih Pak Obaja, Ibu Galuh, Ibu Tina dan Ibu Ruth yang telah mendoakan saya. Tuhan Yesus memberkati.

Kembali Pada Yesus

Shalom saudara semuanya, perkenalkan nama saya ibu Yesan dan suami saya Koh Heng-heng. Pada kesempatan yang luarbiasa ini saya ingin menceritakan cinta kasih Tuhan dalam hidup kami sekeluarga.

YESAN

Saya lahir dari keluarga yang kurang mampu dan pendidikan saya hanya sampai tingkat SD saja. Meski demikian sejak kecil, saya sudah percaya pada Tuhan Yesus. Saya setia dalam mengikuti ibadah sampai akhirnya saya bertemu dengan Bapak dan Ibu Obaja.

Sejak usia 15 tahun, saya sudah bekerja dari pagi sampai sore. Saya  pantang menyerah meskipun saya harus bekerja keras. Sampai akhirnya di usia saya yang ke 30 tahun, saya menikah. Saat itu suami saya belum mengenal Tuhan. Sejak saat itu saya juga mulai jarang berdoa, ke gereja bahkan beribadah.

Setelah kami menikah selama 5 tahun, Tuhan ijinkan usaha kami mengalami kebangkrutan. Bukan hanya itu saudara, kami juga memiliki hutang. Rasa-rasanya kami bingung harus bagaimana lagi. Minta tolong kepada siapa kami sudah tidak tahu lagi.
Kami menyadari hanya Yesus tempat kami mengadu dan akhirnya saya berjuang untuk kembali beribadah. Saya minta ampun sama Tuhan dan kembali mengandalkan Tuhan.

Tahun 2017 saya mengalami jatuh dari sepeda motor 2x. Punggung saya terasa sangat sakit sampai rasanya untuk jalan saja sangat sakit. Saya tidak mau menyerah dengan keadaan yang ada. Saya berjuang untuk mengikuti Pondok Daud. Puji Tuhan saudara, setelah saya Pondok Daud Tuhan sembuhkan saya.

Kembali Tuhan berkarya secara luarbiasa saudara, bulan Juni saya merasa mata saya tidak enak. Akhirnya saya bawa ke dokter dan ternyata mata saya terkena katarak. Tapi Tuhan kita baik, puji Tuhan saya memiliki kartu jaminan kesehatan. Oleh karena anugerah Tuhan saya bisa dioperasi dan mata saya sembuh.

Terimakasih Tuhan untuk semuanya dan terimakasih juga sauadara-saudaraku yang terus mau dipakai Tuhan untuk jadi saluran berkat. Tuhan Yesua memberkati.

Narasumber : Ibu Yesan

Languages

Change Language