Bangkit Menanggapi Kegerakan Tuhan

Shalom saudara semua puji nama Tuhan saya bisa menyaksikan betapa dahsyatnya Allah kita. Beberapa waktu yang lalu saat KKR UC saya duduk di tengah-tengah ratusan KKS yang lain dan yang terspecial anak sel saya pun ikut dilantik. Saya jadi ingat beberapa tahun lalu waktu mata kuliah Pelatihan Patoral, dosennya Bpk. Widhi. Waktu itu kami semua diminta buka komsel dan menjadikan anak sel kami KKS. Saya selalu menolak, saya buat alasan ke Pak Widhi, saya seorang istri yang jadi KKS suami saya saja ya pak saya mendampingi. Beberapa pertemuan saya masih menolak untuk buka komsel. Akhirnya singkat cerita saya buka komsel untuk memenuhi mata kuliah ini. Namun semua rencana Tuhan. Tiba-tiba ada SOM dan pelatihan KKS online. Saya mendaftar dan dibimbing sampai akhirnya saya lulus. Waktu awal saya mengambil keputusan untuk buka komsel saya ingat teman kuliah saya pernah sampaikan, “menjadi KKS itu gampang karena itu pilihan kita tapi menjadikan anak sel kita seorang KKS itu yang sulit.”

Kemudian, Saya berdoa kepada Tuhan saya sampaikan saya mau jadi KKS Tuhan dan saya juga minta Tuhan kirim anak sel yang juga mau jadi KKS. Puji Tuhan, Tuhan jawab semuanya, saya sekarang punya 2 kelompok sel dan dikeduanya saya mempunyai anak sel yang jadi KKS. Tuhan luar biasa, saya punya anak sel yang KKS tidak hanya satu tapi dua. Yang satu di Sumba (Komsel Gereja Internet) sehingga tidak bisa ikut hadir secara ooffline. Ketika kita mau melangkah mengambil bagian kita. Tuhan yang akan berkarya selebihnya. Semua hanya untuk kemulianNya. Sekarang adalah permulaan waktunya kita menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan.

Pandemi Justru Mengalami Percepatan Dan Terobosan

Shalom, perkenalkan saya Dian dari Solo. Saya ingin bersaksi bagaimana kondisi pandemi ini justru membuat saya melesat dengan cepat.
Saya bersyukur sekali pada tahun 2020 ini benar-benar Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidup saya. Sekalipun semua orang berkata tahun 2020 ini tahun yang berat, tahun musibah, tapi hal tersebut tidak berlaku dalam hidup saya. Ketika dunia dilanda pandemi, semua orang mengeluhkan kehilangan pekerjaan, resesi ekonomi, rohani melemah karena ibadah hanya bisa online, melayani tidak maksimal karena hanya online, tapi bagi saya, ternyata ini adalah kesempatan emas. Justru ketika semua serba online, dan sulit, saya selalu menangkap setiap rhema yang disampaikan Pak Obaja. Dan saya mengalami percepatan yang tidak pernah saya duga pada UC 2020 ini, saya dilantik menjadi pelayan Tuhan dan juga sebagai KKS.
Satu hal lagi, sejak dulu setiap UC, saya selalu sedih karena tidak bisa ikut karena harus bekerja tapi karena pandemi ini, saya bersyukur sekali, sekarang saya bisa mengikuti UC sekalipun ditempat kerja. Saya beryukur sekali Tuhan tempatkan saya di Gereja ini, iman saya senantiasa dibangun, dan saya benar-benar digembalakan, dipersiapkan dan dilatih menjadi pekerja Tuhan yang militan. Tangkap setiap rhema Tuhan melalui Gembala Sidang kita, percaya dan mulai melangkah! Kita pasti melihat bagaimana Tuhan bekerja secara dasyat dalam hidup kita. Terima kasih. Tuhan berkati.

Tuhan Beri Kekuatan Dan Keturunan Kembali Melalui Pondok Daud

Shalom saudara semua, perkenalkan nama saya Rut Ellys dari Jaten. Pada kesempatan ini saya ingin menyaksikan mujizat Tuhan dalam hidup saya dan keluarga melalui Pondok Daud. Tahun 2011 saya harus kehilangan anak saya satu-satunya cowok yang berusia 17 tahun. Anak saya meninggal dunia karena kecelakaan sepulang sekolah.
Saat itu suami saya shock berat, dan karena kemurahan Tuhan akhirnya Pak Obaja dan Pak Tikno datang ke rumah untuk berdoa dan memberi penghiburan. Selama 7 bulan saya tidak tahu harus berbuat apa melihat kondisi suami saya itu. Akhirnya saya datang ke Pondok Daud, saya ngumpet di belakang kursi karena malu di lihat orang kalau saya nangis. Di Pondok Daud saya nangis, saya ungkapkan semua yang menjadi beban saya.
Saya katakan pada Tuhan, kalau Tuhan ijinkan saya hamil lagi di usia saya yang menginjak 44 tahun, saya mau Tuhan. Selang 1 bulan, saya terlambat datang bulan dan puji Tuhan saya positif hamil. Saya periksa ke dokter dan dokter katakan baru terlihat kantongnya saja, belum ada janin nya. Ditunggu sampai 2 minggu lagi kalau tidak ada janinnya maka saya harus menjalani kuret karena terdapat kista di dalam kandungan saya. Jujur saya sempat down, anak saya meninggal, suami saya sangat shock, saya hamil masak ngga ada janinnya dan malah ada kistanya. Saya takut suami saya makin shock.
Saya nangis sama Tuhan, saya mohon belas kasihan Tuhan. Berjalannya waktu puji Tuhan, setelah di cek dokter yang berbeda dinyatakan bahwa ada janin di Rahim saya. Ketika tiba waktunya saya melahirkan, dokter menyarankan untuk saya operasi ceaser karena posisi bayi yang sungsang, usia saya sudah 44 tahun dan jarak anak pertama dan ke dua lumayan jauh.
Namun karya Tuhan ajaib, saya bisa melahirkan secara normal meski bayinya dalam posisi sungsang. Anak kami yang ke dua ini kami beri nama Nicke Charren dan puji Tuhan dia sekarang ikut ibadah Anak di gereja.
Benar apa yang di sampaikan Pak Obaja bahwa sejak Pondok Daud didirikan, mujizat sudah terjadi dan terus terjadi. Kami sangat bersyukur dan terberkati dengan Firman yang di sampaikan Pak Obaja. Tuhan memberkati.

Tuhan Sediakan Segala Yang Saya Perlukan

Shallom puji nama Tuhan saat ini saya bisa bersaksi.

Teman saya menawari saya untuk membuat jas hujan sekali pakai, dan dia akan bantu jualkan. Maka bulan September 2018 saya mulai membuat jas hujan.

Tapi saat tiba musim kemarau, dia tidak bisa membantu menjualkan dan meminta saya menghentikan produksi. Tapi saya merasa kasihan kepada karyawan saya jika harus stop. Jadi mau tidak mau saya harus stok agar mereka masih bisa mendapat penghasilan untuk menyambung hidup. Padahal saya sama sekali tidak ada dana untuk stok barang.

Saya terus berkata kepada TUHAN, bahwa saya ingin berbuat kebaikan. Tolong sediakan dananya TUHAN. Tapi sama sekali tidak ada jawaban, bahkan saya harus mengambil pinjaman untuk itu.

Saya melayani di Body Voice jam 6 pagi. Dan saat saya sedang melayani, saya merasa TUHAN berbicara kepada saya. “JANGAN SEPERTI MARTA, JADILAH SEPERTI MARIA, DUDUK DIAM DIBAWAH KAKIKU.”

Saya memang sudah lama sekali tidak datang ke Pondok Daud. Sejak saat itu, saya kembali datang ke Pondok Daud.
Sejak datang ke Pondok Daud, TUHAN selalu menyiapkan dananya tepat saat saya harus membayar bahan yang saya beli. Bahkan masih musim kemaraupun, teman saya itu mengambil jas hujan yang uangnya bisa saya gunakan untuk membeli bahan. Dan sampai sekarang, menjelang hujan. Produksi jas hujan saya terus berjalan dan saat ini saya ada stok bahan 1,5ton tanpa harus meminjam dana. TUHAN cukupkan semuanya.

Mama saya juga sudah cukup lama tidak datang ke Pondok Daud. Dan beliau berkata: Aku percaya TUHAN, aku juga berdoa dan ingat TUHAN. Apakah berdoa harus di Pondok Daud?

Saya berkata kepada Mama saya: Mana yang lebih disukai mama, saya sebagai anaknya cuma nemui mama untuk minta uang,dll setelah dikasih kemudian pergi. Atau datang, duduk bercengkerama dengan mama? Demikian juga TUHAN lebih senang kita sebagai anaknya meluangkan waktu ditengah kesibukan kita untuk duduk dan bercengkerama denganNYA.

Untuk itu saya menghimbau agar meluangkan waktu datang ke Pondok Daud. Karena itu lebih menyukakan hati TUHAN dari pada kita hanya berdoa sambil lalu.

Terima kasih. TUHAN MEMBERKATI.

– Indah

Carpal Tunnel Tuhan Sembuhkan

Shalom saya Suzi, saya mau bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam menyembuhkan sakit saya. Beberapa bulan ini saya sakit Carpal Tunnel yaitu ibu jari kaku tidak bisa digerakkan. Setiap pagi saya rindu untuk datang ke Pondok Daud. Pukul 05.00 pagi, saya selalu usahakan untuk datang, berdoa dan percaya bahwa Tuhan pasti sembuhkan saya. Saya mohon pada Tuhan agar saya sembuh dan bisa melayani lagi di bagian tamborin.

Lalu saya bertemu dengan salah satu teman saya, saya ceritakan apa yang saya alami. Teman saya juga berkata bahwa dia dulu juga mengalami hal yang sama. Waktu itu dokter berkata pada teman saya kalau sakit seperti itu hanya bisa sembuh kalau dioperasi. Dan operasinya tersebut membutuhkan biaya sampai puluhan juta. Ada cara lain juga untuk mengatasi sakit tersebut yaitu dengan suntikan namun sembuhnya hanya sementara. Jujur saya pribadi tidak berani untuk operasi.

Minggunya saya dan suami datang beribadah di Grand Pelita. Sebelum Firman disampaikan, Pak Yosie mengadakan doa pengurapan. Disitu kami sungguh merasakan lawatan Tuhan yang luarbiasa. Kami percaya kuasa Tuhan dapat menyembuhkan segala sakit penyakit. Saya juga mendapat satu rema Firman Tuhan di Mazmur 30:3 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

Ketika Firman mulai disampaikan dan saya ambil bolpoin untuk mencatat, mujizat terjadi. Mujizat seperti mimpi. Jari saya yang semula kaku, tiba-tiba bisa nekuk. Puji nama Tuhan, sungguh benar-benar Tuhan kerjakan mujizat itu dalam hidup saya.

Saya makin percaya bahwa inilah saatnya banjir mujizat itu. Dimana Tuhan bergerak melawat semua umatnya. Mari bangkit pahlawan Allah, tanggapi Pondok Daud dan semua kegerakan yang ada di gereja kita. Maka mujizat pasti terjadi bagi setiap kita. Tuhan memberkati.

Narasumber : Suzi

Doa Profetik Melancarkan Proses Persalinan Istri Saya

Shallom, saya Indra, saya mau bersaksi tentang kelahiran anak kami yang ke 3. Bersamaan dengan masa kehamilan istri saya, saat itu juga perekonomian kami sedang mengalami masalah. Untuk makan saja, kami merasa sangat kesulitan. Setiap kali mau makan, istri pulang ke rumah orangtuanya dan saya ke rumah orangtua saya sendiri. Keadaan seperti ini kami alami sekitar tiga tahun.

Hal ini membuat hubungan saya dan istri menjadi kurang baik. Setiap hari kami bertengkar padahal saat itu istri saya sedang hamil. Selama kehamilannya pun kami tidak pernah kontrol ke dokter karena tidak ada biaya. Yang saya lakukan hanya berdoa saja. Saya terus belajar untuk mempraktekkan Doa Profetik, di manapun dan kapan pun. Saya tidak mau sia-siakan waktu saya.

Tibalah saatnya istri saya untuk melahirkan. Saya merasa sangat bingung karena kami tidak punya dana untuk biaya persalinan. Akhirnya saya bawa istri saya untuk ke bidan. Melihat keadaan istri saya, ibu bidan tidak berani dan menyarankan agar istri saya dibawa ke Rumah Sakit. Kamipun pulang karena kalau kami ke rumah sakit, dananya dari mana. Sampai di rumah, istri saya makin kesakitan. Saya pun makin bingung dan panik. Saya bawa kembali ke bidan dan saya mohon pada bidan tersebut untuk membantu persalinan istri saya. Puji nama Tuhan bidan itu akhirnya mau.

Pukul 21.00 tiba-tiba mati lampu. Kami semua makin panik, dan di situ saya merasakan ada suara di telinga saya mendorong agar saya berdoa. Bukan doa yang biasa melainkan berdoa profetik. Saya mulai angkat tangan, berseru bahwa Tuhan yang akan tolong. Anak saya pasti lahir dengan selamat dan sehat. Bahkan semua biaya akan Tuhan sediakan.

Benar saudara, jam 22.00 anak saya lahir dengan selamat dan sehat. Bukan hanya itu, ada saudara yang menjenguk dan memberi berkat sehingga semua biaya dapat kami lunasi. Puji nama Tuhan, sungguh dahsyat kuasa doa profetik. Tuhan memberkati.

Narasumber : Indra

Dari Driver Ojek Online, Diselamatkan, Jadi Manger dan Pengusaha

Shalom, perkenalkan nama saya Gideon Kurniawan. Saya rindu menyaksikan kebaikan Tuhan yang luar biasa dalam hidup saya.

Berawal dari bulan September 2018, waktu itu saya belum menjadi orang percaya, saya dari sebrang, belum kenal Tuhan Yesus. Dulunya saya adalah seorang driver ojek online yang hidup serba kekurangan. Untuk makan dan biaya hidup saja sangat susah. Pada hari itu seharian saya online dari jam 9 pagi dan belum dapat orderan sama sekali, padahal saya sudah tidak pegang uang sepeserpun. Sampai sore harinya saya mendapatkan notify order di handphone saya, order Go Ride ke Keluarga Allah.

Saya ambil orderan tersebut, dan ternyata yang order adalah anak-anak. Sepanjang perjalanan saya ajak ngobrol anak tersebut, dan dari obrolan tersebut saya tau kalo anak tersebut bernama Michael. Ketika sampai tujuan, anak tersebut membayar dengan uang pecahan 20.000, sedangkan biaya order cuma 10.000. Karena saya tidak memiliki kembalian, saya suruh bawa saja uangnya, bayarnya kapan-kapan kalo ketemu lagi.

Anak itu kemudian masuk ke gereja. Karena saya mau hemat bensin, saya buka handphone saya menunggu order selanjutnya masih ditempat tersebut. Tidak lama, tiba-tiba anak itu kembali menghampiri saya dan memberikan uang pecahan 50.000 kepada saya dan bilang kalau uang tersebut buat saya. Saya kaget akan anak tersebut. Mulai saat itu ada rasa penasaran dalam hati saya, kenapa anak ini sangat baik.

Berkat anak kecil itu, saya akhirnya bisa makan, membeli bensin dan punya modal untuk menarik ojek lagi. Setelah itu tiba-tiba ada orderan masuk di handphone saya dengan nominal yang cukup banyak. Saya mendaptkan orderan mengantar barang ke daerah klaten dengan nominal 150.000. Tak disangka, orang yang mengorder jasa saya memberikan tips 50.000. Saya antarkan barang tersebut. Ketika sampai tempat tujuan, saya kaget karena penerima barang tersebut malah menjamu saya dengan makanan dan bahkan memberikan tips juga sebanyak 100.000. Saya benar-benar heran. Saya penasaran akan barang yang saya antarkan tersebut, saya memberanikan bertanya kepada penerima barang atas isi box yang saya antarkan tersebut. Ternyata box tersebut berisi materi untuk sekolah Minggu di gereja.

Saya tambah penasaran, orang-orang yang saya temui saat itu kenapa baik-baik. Dan saya akhirnya menyadari, orang-orang tersebut adalah orang-orang Kristen. Kemudian saya beranikan masuk ke Gereja Keluarga Allah, saya bertemu dengan petugas Call Cente Keluarga Allah. Saya ceritakan semua yang saya alami. Saya juga sempat didoakan pada saat itu.

Setelah peristiwa itu, saya menjadi tertarik datang ke gereja. Saya mengikuti ibadah walau saya tidak tau cara ibadah dan doa orang Kristen. Awalnya saya agak risih dengan khotbahnya, namun saya tersentuh dan menjadi suka khotbah yang saat itu disampaikan oleh Pak Obaja. Dari ibadah tersebut saya tahu kalau ada Pondok Daud yang katanya banyak mujizat. Karena semakin penasaran, saya akhirnya iseng datang ke Pondok Daud dihari selanjutnya. Pikir saya sekalian ngadem. Itu saya lakukan beberapa kali setiap siang hari walaupun saya tidak tahu lagu-lagunya, tapi saya merasakan damai ketika berada di Pondok Daud.

Sampai saya menyadari semenjak saya ngadem di Pondok Daud, orderan saya menjadi ramai. Banyak order masuk dengan nominal yang besar-besar. Omset saya sehari berlipat-lipat dan saya menjadi sangat senang dengan hal itu. Saya ikuti terus Pondok Daud dan Ibadah di Keluarga Allah, saya suka khotbah-khotbah yang disampaikan Pak Obaja.

Ketika Hillsong datang ke Keluarga Allah, saya mengikuti dan saya ingin sekali foto dengan Pak Obaja. Puji Tuhan saya mendapatkan kesempatan foto dan malah didoakan oleh Pak Obaja. Saya mulai serius cari tahu Tuhan, saya mulai baca Alkitab yang bisa di download di Handphone. Saya juga sering mendatangi Call Center untuk sharing, dan singkat kata di bulan itu juga saya Terima Tuhan Yesus dan memutuskan Baptis.

Hidup saya berubah setelah menjadi Kristen. Yang tadinya saya ngojek, tiba-tiba saya ditawari teman saya untuk mengelola usahanya tanpa melihat background pendidikan saya. Yang tadinya diawal saya mendapatkan gaji 1,3 juta, setelah beberapa bulan saya diangkat menjadi manager dengan gaji diatas 3 juta setiap bulannya. Benar-benar mujizat besar dinyatakan atas hidup saya.

Dari Keluarga Allah, saya belajar tentang persepuluhan yaitu mengembalikan sepersepuluh dari berkat yang saya terima sebagai ucapan syukur atas kebaikan dan pemeliharaan Tuhan. Saya lakukan itu dengan setia.

Saya rindu punya rumah dan punya usaha sendiri, saya terus doakan kerinduan saya tersebut. Kemudian saya beranikan melangkah buka usaha sendiri dengan modal yang ada saya cari ruko. Sebenarnya uang saya mepet, saya juga sempat ditipu oleh teman saya. Tapi saya memilih untuk merelakan dan mengampuni.

Ada saja cara Tuhan menolong saya. Tiba-tiba saya mendapatkan transferan dari teman saya yang dulu pernah saya tolong sebesar 50 juta. Saya benar-benar kaget akan hal tersebut. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan saya gunakan uang tersebut dengan baik. Saya pakai buat modal usaha dan DP KPR rumah. 2 kerinduan saya terjawab seketika.

Dalam proses pencarian sewa ruko pun Tuhan tolong, Tuhan pilihkan tempat dijalan yang ramai dan biaya sewanya sangat murah. Mujizat terus mengalir dalam hidup saya. Tidak membutuhkan waktu lama, usaha saya banjir orderan dan saat ini Puji Tuhan saya memiliki 3 karyawan yang membantu saya. Sungguh-sungguh semua ini berkat kebaikan dan kemurahan hati Tuhan.

Mari saya ajak saudara semua untuk tangkap rhema firman Tuhan yang diajarkan di gereja kita. Kita imani sungguh-sungguh dan ambil langkah taat. Apabila saya mengalami terobosan besar dalam hidup saya, terlebih saudara juga akan mengalaminya.

Demikian kesaksian saya, kiranya dapat menjadi berkat untuk saudara semua. Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati saudara semua. Amin

Dari Pengontrak, Menjadi Pemilik Rumah

Shallom, Kami mau menyaksikan kebaikan Tuhan yang terjadi didalam hidup kami. Kami memiliki pergumulan doa yang salah satunya adalah ingin memiliki rumah sendiri karena kami selama ini kontrak rumah. Kami sudah menabung sedikit demi sedikit dari hasil kerja kami untuk uang mukanya, karena kami berencana akan beli rumah dengan KPR.

Pada Tahun 2017 Rumah Kontrakan kami tersebut pada awal nya mau dijual namun harga yang ditawarkan penjual sangat tinggi dan kami sudah menawar namun penjual tidak berkenan. Kami berpikiran apabila kami beli rumah tersebut maka kami tidak perlu packing dan pindah-pindah lagi karena melelahkan. Namun selang beberapa bulan setelah kami menawar, pemilik rumah memutuskan bahwa rumah tersebut tidak jadi dijual, dan artinya kami harus mencari rumah/ kontrakan yang lain.

Sekian lama kami mencari belum menemukan rumah yang cocok buat kami, dalam arti cocok harganya. Banyak rumah yang kami lihat namun harganya tidak cocok karena diluar kemampuan kami, dan kami merasa putus asa ditambah batas waktu kontrakan kami akan habis awal tahun depan dan harga kontrakan rumah dinaikkan harganya.

Di Bulan Februari tahun 2019, yang awalnya semangat kami dalam Tuhan kendor, ketika kami mendengarkan Khotbah mengenai Mujijat Besar, kami tangkap dan imani itu, iman kami dibangkitkan kembali, kami mulai bangun kehidupan doa Pondok Daud di keluarga kami, kami berdoa profetik dan menabur benih profetik, bahkan kami juga ikut gerakan doa puasa selama 40 hari. Kami terus bawa doa pondok daud, dan kami menuliskan di kartu mujijat semua pergumulan doa kami, bahkan kami bawa doa Fotokopi sertifikat rumah yang kami kontrak tersebut ke dalam pondok daud, kami hanya percaya jika memang Tuhan yang membuka pintu maka tidak ada satupun yang dapat menutupnya.

Pada awal Bulan Mei 2019, setelah pulang dari ibadah minggu di GBI KA Semarang, tiba-tiba ada seseorang yang mengunjungi rumah kami, yang merupakan perantara dari Pemilik Rumah, dan orang tersebut menanyakan apakah kami masih berminat membeli rumah tersebut. Kami jawab kami berminat, namun kami mau membeli dengan harga yang kami mampu. Kemudian perantara tersebut menyampaikan ke pemilik. Dan 3 hari setelah itu, pemilik menyatakan mau menjual rumahnya dengan harga yang kami mau. Kami sangat bersyukur sekali pada Tuhan.

Kami pun mengajukan KPR ke Bank, dan Puji Tuhan hanya butuh waktu 5 hari langsung di setujui oleh Bank. Kami juga sempat khawatir untuk biaya yang harus dibayarkan ke notaris, karena sisa tabungan kami tidak akan cukup untuk membayar biaya tersebut dan kami harus berhutang jika biayanya lebih dari yang kami miliki, kami berdoa kepada Tuhan mengenai biaya tersebut, sungguh Tuhan itu sangat baik dan mendengarkan setiap doa, pada saat kami diberitahu notaris biayanya, biayanya tidak lebih dari sisa tabungan kami, bahkan masih ada kelebihan untuk kami simpan.
Suatu hal yang luar biasa yang sama sekali tidak kami pikirkan.

Pada pertengahan bulan Juni 2019 Tuhan mengijinkan rumah tersebut menjadi milik kami, Tuhan melancarkan prosesnya. Dan yang membuat kami kagum akan perbuatan Tuhan adalah dalam waktu yang singkat Tuhan memberkati kami memiliki rumah sendiri sesuai dengan waktu-Nya.

Seringkali orang berpikir adalah suatu hal yang biasa untuk kontrak rumah, namun kami tidak mau berpikir seperti itu. Kami percaya Tuhan mau setiap anak-anak-Nya memiliki rumah, hidup kelimpahan dan kemakmuran, maka itu yang kami doakan dan imani setiap harinya. Kami juga percaya dan akan menantikan mujijat-Nya dalam pergumulan kami yang lain.
Demikian kesaksian kami, Tuhan Memberkati saudara semua.

(Sheandy dan Novy)

Liver Papa Sembuh, Doa Profetik Menyentuh Hati Tuhan

Shalom, nama saya Mery. Saya mau kesaksian tentang kebaikan Tuhan dalam keluarga saya. Bulan April lalu tema kotbah gereja adalah mujizat kesembuhan. Minggu keberapa gitu (saya lupa) Pak Obaja share tentang orang yang kesaksian kurang-lebih begini : “Neneknya sakit di RS, waktu itu dia di gereja dan berdoa untuk kesembuhan neneknya. Pulang dari gereja, ternyata kuasa Tuhan bekerja. Neneknya sudah sembuh”.

Selesai kotbah Pak Obaja bilang “ayo berdoa untuk kesembuhan mu atau orang yang ingin kamu doain”. Saat itu juga saya langsung ingat papa saya yang sakit liver. Beliau harus therapy minum temulawak terus setiap hari. Apanila tidak minum, bisa beresiko terkena kanker hati.

Saya berdoa sungguh-sungguh dan mengimani kesembuhan atas Papa saya. “Papa saya sembuh!, Amin”. Biasanya Pak Obaja jika sedang berdoa untuk kesembuhan, penyakit yang disebut pertama sakit jantung ato kanker. Tapi saat itu pertama kali yang disebut Pak Obaja “yg sakit liver, sembuh!” Seketika saya merinding dari ujung kepala sampe ujung kaki. Saya langsung imani sepenuh hati “amin! Papa sudah sembuh!”.

Hari selasa, saya iseng telpon papa. Papa saya di kalimantan. Saya di solo. Papa mengangkat telpon sudah beda nadanya. Sudah semangat. Tidak selemah kemarin-kemarin. Dengan semangatnya papa saya bilang kalo badannya sudah enakan banget. Saya tanya mulai kapan merasa enakan? Dia jawab 2 hari yang lalu. Itu berarti hari minggu! Hari di mana saya berdoa untuk papa. Saya langsung share sama papa tentang kejadian di gereja. Papa masih belum begitu percaya dan mau pergi check up ke Kuching, Malaysia.

Beberapa hari kemudian, papa saya pergi check up ke Kuching dan sungguh Tuhan Yesus luar biasa! Liver papa saya dinyatakan sembuh dan tidak perlu therapy temulawak lagi sama sekali! Haleluya!

Kesaksian saya ini bukan berarti doa saya hebat. Juga tidak berarti bahwa setiap doa saya langsung djawab Tuhan. Semua karena kemurahan dan anugerah Tuhan. Segala sesuatunya Tuhan buat indah pada waktu-Nya. Tetap percaya Tuhan itu baik. Tetap berharap. Tuhan pasti jawab dengan anugerah dan waktu-Nya.

Mari saudara, kita tangkap dengan sungguh-sungguh setiap firman Tuhan yang diajarkan melalui gereja kita. Kita imani dengan tetap setia melakukan bagian kita. Kalau Tuhan tolong Papa saya, Tuhan juga akan tolong saudara semua. Tuhan memberkati.

Mujizat Datang Melalui Pelayanan

Shalom nama saya David, saya ingin kesaksian tentang mujizat Tuhan yang luar biasa bagi kehidupan saya dan keluarga saya. Sekitar tahun 2016 pertengahan, saya memutuskan untuk pindah Kristen, mendekat kepada tuhan serta melepaskan usaha saya yang melenceng dari ajaran Tuhan, lalu memulai usaha yang baik.

Tetapi, semua usaha mengalami kegagalan, ada yang dibohongi orang sampai mengalami kegagalan. Semua sisa tabungan dan uang kami habis bahkan meninggalkan hutang dan cobaan didalam keluarga terus menerus terjadi. Puji Tuhan saya memiliki istri yang selalu suport saya dan kami semakin dekat dengan Tuhan dan melayani Tuhan diberbagai pelayanan di GBIKA. Pada waktu Pak Obaja memberi tantangan dengan doa berapa jam per hari dan puasa, saya langsung berkomitmen akan doa 4 jam per hari dan puasa 24 jam seminggu 3x.

Mulai bulan april, Tuhan memberikan mujizat terus menerus pada keluarga kami. Pada bulan april 2019 saya diterima kerja di perusahan besar di Solo dan puji Tuhan tanpa pengalaman kerja sama sekali (karena wiraswasta selama ini). Dan usia saya yang sudah 37 tahun, saya diberi posisi yang cukup nyaman buat diri saya. Saya melakukan pekerjaan dengan senang hati dan pada tanggal 11 Juni 2019 saya dipanggil atasan dan dinaikkan jabatan padahal saya baru bekerja 2 bulan.

Tidak berhenti disitu saja, saat saya pelayanan di call center GBIKA, waktu saya jaga malam hari ada yang minta didoakan via telepon dan dia meminta nomer telp pribadi saya. Setelah itu dia wa saya untuk berbicara tentang pekerjaan dan program-program GBIKA. Pada tanggal 21 Juni, beliau datang bersama istri ke Solo dan adik serta adik ipar untuk mengikuti MNS. Kami bertemu dan ngobrol sana sini termasuk tentang pekerjaan masing-masing. Ternyata mereka punya usaha yang mengharuskan mereka tiap bulan ke Malysia dan tiap taun min 5x ke Guangzhou – Cina.

Pada hari Sabtu mereka saya ajak kebaktian di GBIKA dan setelah kebaktian ISS kami pergi makan bersama. Ditengah-tengah perbincangan kami, dia bilang bahwa saya diminta untuk ikut tiap kali dia ke Malaysia atau ke Guangzhou – Cina. Saya diminta untuk memilih barang yang akan dibeli dan bisa dijual lagi dan dia yang akan bayar semua tanpa terkecuali. Itu membuat saya tertegun dan menangis saat itu juga. Pergumulan kami sekeluarga dijawab Tuhan luar biasa.

Terimakasih Tuhan atas mujizat-Mu yang luar biasa kepada keluarga kami.

Matius 25:21 (TB)
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Emanuel David – Pendoa ISS

Languages

Change Language