HAL YANG MENGIKIS RASA MEMILIKI DALAM KELUARGA

RHEMA HARI INI

Yakobus 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Di usianya yang mencapai kepala tiga, hidup Adinda terbilang sukses. Ia memiliki beberapa jenis usaha. Di antaranya bergerak di bidang makanan, franchise minuman, kecantikan, literasi dan yang terakhir bisnis kesehatan seperti alat olahraga serta suplemen makanan kesehatan. Ia pun merasa cukup puas dengan semuanya itu. Sampai suatu ketika, orangtua Adinda memodali adiknya yang sudah lama menganggur untuk membuka tempat makan kecil di pinggir jalan. Tak disangka, tempat makan itu ramai pengunjung dan dalam waktu singkat membuahkan beberapa cabang di berbagai tempat.

Melihat kesuksesan adiknya, Adinda mulai merasa tidak suka. Ia juga ingin bisnisnya bisa selalu laris manis tanpa mengenal kata sepi. Adinda mulai mengomel dan tidak lagi bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Hatinya menjadi pahit dan terasa panas bila adiknya menceritakan kesuksesannya. Bukan hanya itu saja, entah mengapa kini Adinda mulai merasa orangtuanya lebih menyayangi adiknya dan memenuhi apa pun keinginan adiknya. Sedangkan ia selalu harus berjuang sendirian. Akibatnya, Adinda mulai merasa tidak betah berkumpul dengan keluarganya.

Ya, bukan hanya kepada orang lain, terkadang kita juga bisa merasa iri hati terhadap anggota keluarga kita sendiri. Kalau tidak hati-hati, rasa iri tersebut akan mengikis rasa memiliki dalam keluarga. Persatuan keluarga terancam rusak dan menimbulkan perpecahan. Maka dari itu kita perlu semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, agar bisa lebih waspada dan berjaga-jaga atas hati kita. Kita juga perlu belajar untuk lebih sering mengucap syukur dan memenuhi pikiran dengan hal-hal yang positif. Dengan cara tersebut kita bisa menghindarkan diri dari rasa iri hati. Secara manusia kita mungkin tidak mampu. Tetapi dengan pertolongan Tuhan dan juga bimbingan Roh Kudus, kita akan bisa menumbuhkan rasa saling memiliki dalam keluarga di hati kita, sehingga berkat kerukunan Tuhan hadirkan di tengah-tengah kita.

RENUNGAN

IRI HATI membuat rasa memiliki dalam keluarga TERKIKIS.

APLIKASI

1. Apakah Anda pernah merasa iri hati terhadap anggota keluarga Anda sendiri? Oleh sebab apakah itu?
2. Apa akibat yang di timbulkan dari rasa iri hati tersebut?
3. Bagaimana cara Anda menjaga hati Anda dari rasa iri dan tindakan apa yang Anda ambil jika rasa iri itu mulai timbul?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, ampunilah kami bila terdapat rasa iri dalam hati kami. Baik terhadap anggota keluarga kami sendiri maupun orang di sekitar kami. Berikan kami hati yang bersih dan murni seperti hati-Mu. Sehingga kami bisa bermurah hati dan tetap menabur kebaikan. Kami percaya ketika Engkau hadir di tengah keluarga kami, maka Engkau akan menghadirkan sorga atas hidup keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

BERSYUKUR ATAS KELUARGA KITA

RHEMA HARI INI

Efesus 5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.

Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri adalah sebuah pepatah yang bermakna. Seringkali kita menilai apa yang di miliki orang lain selalu lebih baik dari milik sendiri sehingga timbul rasa tidak puas atau iri hati. Hal ini juga berlaku pada keluarga yang kita miliki, seringkali kita melihat atau menilai keluarga orang lain lebih hebat, lebih kaya atau lebih bahagia daripada keluarga kita. Cara pandang seperti ini justru membuat kita merasa keluarga kita banyak kekurangannya. Kita menjadi kecewa, bahkan malu dengan keadaan keluarga yang kita miliki sekarang ini.

Suka membanding-bandingkan seperti ini tentu bukan hal yang baik. Kita jadi menuntut keluarga kita menjadi seperti keluarga orang lain yang ideal di mata kita. Padahal yang sebenarnya, apa yang nampak oleh mata, belum tentu keadaan yang sebenarnya. Kita tak akan pernah tahu, kondisi seperti apa yang sebenarnya terjadi di dalam keluarga yang kita lihat sempurna, kecuali mereka sendiri yang menceritakannya. Ingatlah bahwa setiap keluarga pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jika saat ini kita merasa kurang puas dengan keadaan keluarga kita, coba koreksi diri kita, kemungkinan besar kita telah kehilangan rasa memiliki atas keluarga kita. Belajarlah untuk mulai mengucap syukur, seperti apapun kondisi keluarga kita. Ucapkan syukur untuk pasangan kita, anak-anak, orang tua dan apa yang kita miliki saat ini. Jangan menuntut mereka untuk berubah, tapi ubahlah cara pandang kita. Saat kita bisa melihat bahwa rencana Tuhan selalu indah dan menempatkan kita dengan suatu tujuan, maka kita akan mulai melihat apa yang bisa kita kerjakan untuk keluarga. Daripada membandingkan lalu menyesali keadaan keluarga kita, akan lebih baik jika kita mengucap syukur. Sebab dengan mengucap syukur maka kuasa Tuhan akan bekerja dan membawa pemulihan bagi keluarga kita. Ketahuilah, kebahagiaan bukanlah ditentukan dari kesempurnaan keluarga kita, tetapi kebahagiaan akan muncul saat kita bisa mengucap syukur dan bangga atas keluarga yang kita miliki. (LEW)

RENUNGAN

Belajarlah BERSYUKUR atas keluarga kita bagaimana pun kondisinya, karena dengan mengucap syukur maka ada KEBAHAGIAAN dan KUASA TUHAN yang mengalir di keluarga kita.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda bisa bersyukur atas keluarga yang Anda miliki saat ini? Mengapa demikian?
2. Buatlah daftar, apa saja yang bisa Anda syukuri dalam keluarga Anda.
3. Apa yang harus Anda lakukan agar kebahagiaan dan kuasa Tuhan mengalir dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, terima kasih untuk keluarga yang telah Kau berikan. Apapun kondisi keluarga kami, kami berterima kasih Kau ijinkan kami menjadi bagian di dalamnya. Kami rindu kebahagiaan dan kuasa Tuhan semakin mengalir dalam keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

AKIBAT LUNTURNYA RASA SALING MEMILIKI DALAM KELUARGA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yesaya 7-8
Efesus 2

RHEMA HARI INI
Keluaran 20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”

Kita semua pasti pernah mendengar sebuah perumpamaan tentang anak yang hilang. Yaitu tentang seorang anak bungsu yang meminta warisan kepada ayahnya dan kemudian pergi meninggalkan rumah untuk berfoya-foya. Namun, pada akhirnya diceritakan bahwa uang warisannya habis, hingga ia hidup susah dan kelaparan. Melalui kisah ini kita dapat melihat bagaimana kelunturan akan rasa memiliki dalam keluarga akan berujung pada kejatuhan. Bukannya bersyukur karena Tuhan sudah menempatkannya di dalam lingkup keluarga yang luar biasa, tetapi fokusnya justru kepada kepuasan apa yang bisa diperoleh di luar rumahnya. Pada akhirnya, ia malah tidak merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Mungkin saja si bungsu membanding-bandingkan dengan teman-temannya di keluarga lain, yang hidup bebas dan hanya bersenang-senang. Hal ini cukup menjadi pembelajaran bagi kita bahwa membanding-bandingkan dengan keluarga lain bukanlah sebuah pemikiran yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari di mana pun kita ditempatkan dalam suatu keluarga, sudah merupakan kehendak Tuhan yang terbaik untuk kita. Membanding-bandingkan keluarga atau kepemilikan kita dengan orang lain adalah salah satu bentuk tipu daya si jahat. Semakin hal tersebut memenuhi pikiran kita, kita akan kehilangan kekuatan untuk mengasihi keluarga kita.

Maka dari itu, segeralah berbalik kepada kasih Kristus, maka kita akan dipenuhi kembali dengan kasih mula-mula untuk dapat mengasihi kembali keluarga kita. Rhema firman hari ini pun mengingatkan kita untuk tidak menginginkan milik orang lain atau keluarga lainnya. Sering membanding-bandingkan atau mengingini hak orang lain bukan jalan keluar atas kebahagiaan kita. Namun, rasa bersyukur atas keluarga yang sudah Tuhan percayakan kepada kitalah yang akan menimbulkan rasa memiliki dan menciptakan kebahagiaan dalam keluarga kita. Ambil komitmen untuk berhenti melihat rumput tetangga selalu lebih hijau. Sekurang apa pun keluarga kita, belajarlah mengucap syukur dan perkuat rasa memilki dengan keluarga kita sendiri!

RENUNGAN
Orang yang rasa memiliki dalam keluarganya mulai LUNTUR, cenderung akan MEMBANDING-BANDINGKAN dengan keluarga lain.

APLIKASI
1. Menurut Anda, apa yang dapat melunturkan rasa memiliki dalam keluarga? Mengapa demikian?
2. Mengapa sikap membanding-bandingkan berbahaya bagi masa depan kita dan keluarga? Apakah Anda pernah bersikap demikian?
3. Apa komitmen yang akan Anda ambil untuk dapat membangkitkan rasa memiliki dalam keluarga? Tuliskan.

DOA UNTUK HARI INI
“Roh Kudus, lembutkan hati kami, penuhi dengan kasih-Mu yang ajaib. Tuntun kami untuk dapat mengasihi keluarga kami lebih lagi dan senantiasa bersyukur atas segala yang sudah Engkau karuniakan dalam hidup kami.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

JANGAN SAMPAI RASA MEMILIKI DALAM KELUARGA MULAI PUDAR (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yesaya 5-6
Efesus 1

RHEMA HARI INI
Filipi 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Sepasang lansia, Tuan dan Nyonya Chen, tinggal di Tianjin, Tiongkok. Mereka telah menikah selama 30 tahun. Namun, mereka memisahkan segala hal, sekalipun tinggal dalam satu atap. Baik itu keuangan, pekerjaan rumah, bahkan makanan dalam lemari es mereka. Pasangan ini bahkan tidak tidur bersama. Sang suami tidur di lorong, istrinya di dalam kamar tidur. Wastafel plastik pun ada dua. Hanya lemari es yang dipakai berdua, tetapi rak untuk menyimpan telur dibagi dua. Tidak jarang juga sang suami curiga kalau istrinya mencuri telurnya, karena waktu memasak mereka bergiliran.

Kisah pasangan dengan gaya hidup egois ini pun menjadi viral di media sosial. Bagaimana tidak? Mereka bukanlah keluarga yang harmonis, rukun dan bahagia. Keluarga ini justru sedang ada dalam titik yang sangat rapuh. Keinginan untuk mendahulukan kepentingan sendiri, tanpa memikirkan kepentingan pasangan, tidak akan membuat rumah tangga menjadi sukses dan bahagia, justru menciptakan neraka di dunia. Karena bagaimanapun, keluarga kita adalah milik bersama, baik bagi ayah, ibu, atau anak-anak. Tidak ada keluarga yang bisa bahagia jika kita masih memikirkan kepentingan diri kita sendiri.

Ya, sehebat-hebatnya kita, baik sebagai suami, istri, anak, ataupun orangtua, tidak akan bisa mewujudkan keluarga yang bahagia dan saling mengasihi tanpa rasa saling memiliki. Karena saat rasa memiliki dalam keluarga kita mulai pudar, maka tidak akan ada lagi kepentingan bersama. Namun, dengan mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan sendiri, kita akan membuat pasangan kita merasa nyaman, anak-anak terlindungi, orangtua menjadi senang, dan pada akhirnya keluarga menjadi sukses dan bahagia. Hingga berkat Tuhan akan tercurah secara berlimpah dalam keluarga kita.

RENUNGAN
Hanya MEMIKIRKAN KEPENTINGAN SENDIRI termasuk salah satu ciri rasa memiliki dalam keluarga MULAI PUDAR.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan Anda sendiri? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Menurut Anda, mengapa sangat penting bagi kita untuk tidak memikirkan kepentingan kita sendiri dalam keluarga kita?
3. Apa komitmen yang akan Anda ambil agar rasa saling memiliki dalam keluarga Anda tidak pudar? Tuliskan.

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajar kami untuk dapat seperti-Mu, yang telah berkorban untuk keselamatan kami dengan tanpa syarat dan tidak memikirkan diri sendiri. Bantu kami untuk dapat secara konsisten mengutamakan kepentingan bersama dalam keluarga, hingga berkat-Mu tercurah dalam keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

MENJADI TIM YANG KOMPAK DAN BERSATU MENGHADAPI MASALAH DALAM KELUARGA

RHEMA HARI INI

Mazmur 133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Maria Mirma, salah seorang jemaat gereja kita, dalam kesaksiannya menceritakan bahwa ia memiliki riwayat hipertiroid dan asma. Kehamilan putra pertama masih dalam kondisi aman, tetapi pada kehamilan putra ke dua, Maria harus masuk ICU karena serangan jantung. Dokter menyebutnya tirotoksikosis. Sampai setelah melahirkan, Maria masih harus tetap di ICU, tetapi puji nama Tuhan, putra keduanya sehat sampai hari ini. Di tahun 2021, secara tak terduga, Maria kembali mengandung. Hal ini membuatnya sangat risau, marah dan sedih. Sampai terbersit keinginan untuk menggugurkan kandungannya. Sebab ia tahu kondisi tubuhnya dan ia takut keluarga akan mengatakan, “Sudah tahu penyakitan, masih saja hamil. Apa tidak bisa jaga diri?”

Tetapi Tuhan teramat baik, suami Maria justru menghibur dan menguatkan, “Tuhan pernah menolong kita, pasti Dia akan menolong lagi. Jangan kuatir, ayo semangat.” Karena khawatir, mereka berdua menemui beberapa dokter sekaligus. Dokter kandungan, dokter paru, dokter jantung dan juga dokter kulit. Ketika hasil lab menunjukan hal yang kurang baik, Maria kembali down. Bersyukur Maria mempunyai keluarga rohani yang selalu mendukung. Salah satu fulltimer gereja kita mengatakan,” Ayo perkatakan iman. Sukacita sebab Tuhan percayakan 1 anak lagi dengan kondisi seperti itu. Bukankah ini sangat luar biasa Tuhan mau memakai hidupmu untuk memuliakan-Nya.” Satu perkataan yang menjadi kekuatan dan selalu diingat oleh Maria, ANAK ADALAH ANUGERAH YANG TIDAK BISA DIBELI. Maria pun menjalani kehamilan dengan tidak ada beban dan sampai saat ini keadaannya makin baik dan jauh lebih sehat.

Saat menghadapi masalah dalam keluarga, sangat penting bagi kita untuk makin bersatu dan menjadi tim yang kompak. Sebab segala sesuatu dihadapi bersama-sama akan menjadi sebuah kekuatan yang sangat hebat dan mampu menyelesaikan masalah dengan lebih cepat. Inilah salah satu wujud dari rasa memiliki dalam keluarga. Saat kita bisa mewujudkannya, maka keluarga kita akan menjadi keluarga yang sukses dan bahagia di dalam Tuhan.

RENUNGAN:

Saat MENGHADAPI MASALAH dalam keluarga, jadilah TIM yang KOMPAK dan BERSATU BERSAMA untuk menyelesaikan konflik yang ada.

APLIKASI:

1. Bagaimana cara keluarga Anda dalam menghadapi masalah selama ini?
2.Menurut Anda, apa yang menyebabkan keluarga tidak bisa bersatu saat menghadapi masalah dalam keluarga?
3. Apa upaya Anda untuk menjadikan keluarga Anda tim yang kompak dan bersatu ketika menghadapi masalah keluarga?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapaku yang baik, kami membawa hidup kami dan keluarga kami kedalam tangan-Mu. Tumbuhkan rasa memiliki dalam hati setiap anggota keluarga kami, sehingga kami bisa jadi satu tim yang kompak dalam menyelesaikan setiap pergumulan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

TANGGUNG JAWAB BERSAMA DALAM KELUARGA

RHEMA HARI INI

Galatia 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus

Mendengar kabar kehamilan Frida, perut Pak Yono langsung terasa mulas. Darah terpompa deras naik ke kepalanya, sebab Frida anaknya belum menikah, bahkan masih duduk di bangku SMA. Seketika ia berteriak pada istrinya,”Ini semua gara-gara kamu! Selalu sibuk arisan dan semua kegiatan yang tidak jelas. Kamu tidak pernah memperhatikan anak-anak, lihat akibatnya! Mau di taruh dimana mukaku ini!” Istri Pak Yono tak mau kalah,”Kamu sendiri mana pernah punya waktu untuk kita. Kerja, kerja, kerja terus. Kalau sudah begini bisanya cuma menyalahkan orang lain!” Frida yang sedari tadi menunduk lesu, akhirnya meledak dalam tangis mendengar kedua orang tuanya bertengkar sengit.
Pak Wahyu kakak tertua pak Tono yang sedang bertamu di rumah mereka, mau tidak mau ikut mendengar keributan tersebut. Setelah berdoa memohon hikmat dalam kamarnya, Pak Wahyu pun keluar menghampiri keluarga pak Yono. Dengan penuh kasih dirangkulnya Frida, Pak Yono dan istri yang lelah saling berteriak, akhirnya meminta pendapat Pak Wahyu. Dengan bijak Pak Wahyu berkata memang Frida telah melakukan kesalahan, tetapi kemarahan dan saling menyalahkan tidak akan mengubah keadaan. Lebih baik fokus, bersatu untuk menyelesaikan masalah dan mencari jalan keluar yang terbaik dengan petunjuk Tuhan.
Masalah memang selalu datang tanpa pernah kita undang. Kapanpun dan dimanapun, masalah bisa saja menyerbu dalam keluarga kita. Yang harus selalu kita sadari adalah, apapun yang terjadi di dalam keluarga kita, itu adalah tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa abai atau tidak mau tahu masalah yang menimpa anggota keluarga kita, sebab kita adalah KELUARGA. Adalah rencana terbaik Tuhan untuk menempatkan kita dalam keluarga kita yang sekarang. Dan tugas kita sebagai anak-anakNya adalah sebagai pembawa damai dan pemersatu keluarga. Dengan memberi teladan seperti Bapa kita yang penuh kasih, kita mau berkorban, bersedia mengalah dan mau berjuang untuk keluarga, maka kita akan menjadi starter atau pemicu anggota keluarga yang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, rasa memiliki akan terbangun dalam keluarga dan kasih akan semakin berlimpah dalam keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN

Sadarilah bahwa APA PUN YANG TERJADI di dalam keluarga kita, adalah TANGGUNG JAWAB BERSAMA.

APLIKASI

1. Bagaimana pandangan Anda tentang tanggung jawab bersama dalam keluarga selama ini?
2. Masalah apa yang pernah terjadi dalam keluarga Anda dan apakah Anda memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut mengatasinya? Apa alasan Anda?
3. Suasana apa yang terbangun dalam keluarga Anda ketika semua memiliki rasa tanggung jawab bersama?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, terimakasih Engkau telah mengajarkan rasa tanggung jawab dalam keluarga. Kami semakin menyadari bahwa kesatuan dan persatuan adalah sesuatu yang sangat Engkau sukai. Tolong kami Bapa, untuk bisa saling mengasihi dan bersatu hati dalam menanggung segala beban yang ada dalam keluarga kami. Kami percaya, keluarga yang erat bersatu dan saling memiliki akan beroleh kasih karunia dari pada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

CIRI RASA MEMILIKI YANG MULAI MEMUDAR DALAM KELUARGA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yesaya 3-4
Galatia 6

RHEMA HARI INI
Amsal 10:12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

Rumah yang seharusnya dipenuhi dengan canda tawa anak-anak dan orangtua kini hampir jarang ditemukan di rumah Pak Didi. Semenjak Bu Didi mendapati tagihan-tagihan di baju kerja Pak Didi, ia menjadi curiga akan pemakaian uang hasil kerja suaminya. Sebenarnya Pak Didi tidak mau membebani dan merepotkan istrinya akan masalah keuangannya. Ia memilih menyimpan segala masalah yang dihadapi dan mencari solusi sendiri. Namun, hal itu justru membuat Bu Didi menaruh prasangka-prasangka buruk terhadapnya. Acap kali, ketidakterbukaan itu menjadi pemicu munculnya pertengkaran dalam rumah tangga mereka.

Baik Pak Didi dan Bu Didi sama-sama tidak mau mengalah dan selalu merasa benar. Mereka selalu saling menyalahkan satu sama lain atas hal-hal yang terjadi dalam rumah tangga mereka. Masalah sepele yang sebenarnya bisa dikomunikasikan baik-baik malah jadi membesar. Bukannya membantu mencari solusi, anak-anaknya pun terkadang ikut terbawa suasana dan menyalahkan orangtua mereka akan apa yang terjadi. Akibatnya, rumah menjadi dingin karena rasa memiliki tidak ada lagi dalam keluarga Pak Didi.

Bisa saja apa yang terjadi dalam keluarga Pak Didi juga terjadi dalam keluarga kita saat ini. Istri, suami, dan anak saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab ketika sesuatu hal terjadi. Namun, hari ini Tuhan mengingatkan kita agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Tuhan ingin setiap kita menjadi satu tim yang kuat dalam keluarga. Apa pun permasalahan yang sedang dihadapi keluarga, kita harus bisa membantu mencarikan solusi maupun jalan keluar. Tidak penting mencari siapa yang bersalah, lebih penting mencari cara untuk mengatasi masalah. Saling menyalahkan hanya akan membuat rasa memiliki dalam keluarga kita memudar. Oleh karena itu, jangan biarkan hal itu terjadi dan berjuanglah menghadapi permasalahan bersama keluarga. Ya, semua yang terjadi dalam keluarga adalah tanggung jawab semua anggota keluarga. Kalau kita bisa membangun sikap ini, maka rasa memiliki keluarga akan dikobarkan kembali, dan kasih akan semakin berlimpah dalam keluarga kita. (LEW)

RENUNGAN
Ada BEBERAPA CIRI keluarga yang rasa saling memilikinya sudah MULAI PUDAR, salah satunya adalah SALING MENYALAHKAN.

APLIKASI
1. Pernahkah Anda saling menyalahkan atas apa yang terjadi dalam kehidupan atau keluarga Anda? Ceritakan!
2. Apakah yang Anda lakukan saat ada anggota keluarga Anda melakukan kesalahan yang berakibat fatal bagi keluarga Anda?
3. Bagaimana sebaiknya yang dilakukan jika ada permasalahan dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk tidak saling menyalahkan atas apa yang terjadi dalam keluarga kami. Berikan hikmat-Mu agar kami mampu menyelesaikan setiap permasalahan bersama-sama. Kami mau menjadi keluarga yang selalu memiliki rasa saling memiliki, sehingga tak ada permasalahan yang tak dapat kami tanggung bersama dan Kerajaan-Mu pun datang atas keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

SEBERAPA BESAR PERJUANGAN TERGANTUNG DARI BERAPA BESAR RASA MEMILIKI

RHEMA HARI INI

1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Kedua anak itu sudah berpakaian rapi dan siap berangkat. Malah, mereka telah siap lebih dari satu jam yang lalu. Mereka sangat gembira dan yang mereka bicarakan hanyalah bahwa ayah mereka telah berjanji untuk mengajak nonton sirkus sore itu. Sesuai rencana, ayah pulang setelah makan siang dan segera mengganti pakaian santai. Lalu persis ketika mereka bertiga baru mau keluar rumah, telepon berdering. Kedua anak itu mendengarkan sementara ayah mereka berbicara di telepon. Sedikit demi sedikit, kegembiraan mereka memudar. Itu jelas-jelas urusan bisnis, ada sesuatu hal yang menuntut perhatian ayah mereka di tempat kerjanya.

Kekecewaan pun turun menyelimuti, suasana seperti awan gelap. Ibu mereka juga mendengar dan mengira akan ada perubahan rencana yang tidak diinginkan. Namun di luar dugaan, mereka semua mendengar sang ayah berkata,”Tidak, saya tak akan kesana. Tunggulah sampai besok pagi.” Setelah menutup teleponnya, sang ayah memanggil anak-anaknya untuk segera ke mobil, sementara ia mengecup selamat tinggal kepada istrinya. Istrinya pun tersenyum dan berkata, “Sirkusnya kan pasti akan datang lagi lain kali.” Sang ayah menjawab, “Iya sih, tapi masa kecil anak-anak kita kan tidak akan kembali.”

Kebahagiaan keluarga bukanlah hal yang otomatis akan terjadi dalam keluarga kita. Tetapi dengan menumbuhkan rasa memiliki, akan membuat kita mempunyai semangat yang besar untuk berjuang bagi kesuksesan dan kebahagiaan keluarga. Tanpa rasa memiliki, kita enggan untuk berkorban ataupun memperjuangkan anggota keluarga kita yang lain. Ingatlah bahwa pasangan kita dan anak-anak kita adalah milik pusaka yang Tuhan percayakan pada kita. Adalah satu keharusan bagi kita untuk menjaga, menghargai dan juga mengasihi mereka. Saat keluarga mempunyai rasa memiliki yang kuat, saat itulah berkat Tuhan akan tercurah dalam keluarga kita.

RENUNGAN

Rasa memiliki juga menentukan SEBERAPA BESAR PERJUANGAN kita bagi keluarga kita.

APLIKASI

1. Jika secara jujur menilai, seberapa besar perjuangan Anda bagi keluarga Anda?
2. Apa saja yang pernah atau sedang Anda perjuangkan dalam keluarga Anda?
3. Apa yang membuat Anda mau berjuang keras untuk keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, terimakasih Engkau telah mengingatkan kami. Ampuni kami jika kami sempat kehilangan rasa memiliki dalam keluarga kami. Kini kami menyadari bahwa keluarga yang Kau berikan pada kami adalah yang terbaik bagi kami, dan kami mau memperjuangkannya dengan segenap hati. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

MEMPERLAKUKAN KELUARGA DENGAN KASIH

RHEMA HARI INI

1 Korintus 13:4-7 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Dalam sebuah keluarga, terkadang ada salah satu anak yang luar biasa. Dengan artian, luar biasa nakal, pemberontak dan pembuat masalah dalam keluarga. Begitupula yang terjadi di keluarga Doni, adik bungsunya yang meskipun seorang perempuan, tetapi bandelnya jauh melebihi kakak-kakaknya yang lain. Berulang kali Yola, adik bungsu Doni, membuat ibu menangis karena sedih dan marah. Kalau sudah demikian, tensi darah ibu naik dan jatuh sakit. Meskipun kerap dimarahi oleh kakak-kakaknya, namun kelakuan Yola tak juga berubah, malah semakin memberontak karena merasa tidak dimengerti. Jika menuruti kata hatinya, Doni sudah gemas sekali ingin menindak Yola secara fisik.

Tetapi benar kata pepatah, setega-teganya melihat saudara menderita namun tak akan tega sampai benar-benar binasa. Ketika suatu kali Yola bertindak melampaui batas dan harus berurusan dengan hukum, keluarga Yola bersatu untuk menolong Yola. Meskipun awalnya hendak dibiarkan sebagai pelajaran, namun pada akhirnya rasa kasih keluarga kepada Yola, membuat mereka akhirnya sepakat untuk turun tangan dan menyelamatkan Yola. Kini setelah Yola dewasa dan berkeluarga, ia suka tersenyum sendiri jika mengingat omelan kakak-kakaknya dulu, sekarang ia menyadari kebenaran kata-kata mereka. Yola telah lama menyadari kesalahannya, dan sudah meminta maaf pada keluarga. Hubungan mereka pun dipulihkan Tuhan dengan indah.

Bukti tindakan kasih terbesar adalah pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Karena kasih-Nya pada kita anak-anak milik-Nya, maka Dia yang tak berdosa rela menanggung hukuman. Jika kita mau menyadari, saat itu manusia bukan dalam posisi pantas untuk dibela bahkan diselamatkan, melainkan penuh dosa dan kesalahan. Tindakan kasih Tuhan inilah yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi kita semua. Tidak ada seorangpun yang sempurna termasuk keluarga kita, tetapi saat kita mempunyai rasa memiliki atas setiap orang yang sudah Tuhan pecayakan, maka kita akan bisa memperlakukan keluarga kita dengan kasih.

RENUNGAN

Saat kita mempunyai RASA MEMILIKI, kita akan bisa MEMPERLAKUKAN keluarga kita dengan KASIH.

APLIKASI

1. Menurut Anda, mengapa rasa memiliki dalam keluarga sangatlah penting?
2. Apa saja yang dapat menyebabkan hilangnya rasa memiliki dalam keluarga?
3. Bagaimana cara Anda untuk menumbuhkan rasa saling memiliki dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa kami berdoa untuk setiap keluarga, ajari kami untuk dapat mengasihi seperti Engkau terlebih dahulu mengasihi kami. Tumbuhkan rasa memiliki atas setiap anggota keluarga kami. Kami percaya pemulihan terjadi atas setiap keluarga. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

MILIKI RASA SALING MENGASIHI DENGAN KELUARGA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Yesaya 1-2
Galatia 5

RHEMA HARI INI
Yohanes 15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita menemui saudara dalam keluarga kita yang memiliki aneka ragam sifat. Ada yang ramah dan lembut, ada pula yang pendiam serta tidak banyak bicara. Ada pula yang bawel, cerewet, mudah tersinggung, dan mudah marah. Ada kalanya juga kita bisa saling bertengkar satu sama lain hanya karena tersinggung dengan perkataan saudara atau orangtua kita. Bahkan, tidak sedikit pula yang merasa iri atau sakit hati dengan saudaranya, hanya karena merasa orangtuanya lebih sayang dengan saudaranya, dan masih banyak lagi.

Berapa banyak dari kita yang memiliki konflik dengan anggota keluarga kita? Tidak secara kebetulan ayat rhema hari ini menekankan agar kita saling mengasihi, seperti Tuhan yang telah mengasihi kita. Jika kita merenungkan sejenak, bagaimana luar biasanya Tuhan mengasihi kita, melebihi siapa pun yang mengasihi kita di dunia ini, sekalipun kita menjauh, sering mengecewakan Tuhan, tidak taat pada Tuhan, bahkan pernah jatuh dalam dosa, dan sebagainya. Namun, tidak sedetik pun Tuhan meninggalkan kita. Dengan tetap sabar dan penuh kasih, Dia akan menerima kita kembali dan memaafkan segala kesalahan dan dosa-dosa kita. Bahkan, tidak satu pun kesalahan maupun dosa kita di masa lalu yang Dia ingat.

Oleh karena itu, setiap kita yang dapat merasakan kebaikan dan kasih Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan merasa memiliki Tuhan dalam hidup kita. Sehingga pada akhirnya akan membuat kita mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Rasa saling memiliki inilah yang akan membuat kita nantinya saling mengasihi antara satu dengan yang lain. Konsep ini juga berlaku dalam keluarga kita, saat kita merasa memiliki keluarga kita, orangtua kita dan suadara kita, maka kita akan mengasihi mereka tanpa syarat. Sekalipun mereka mungkin pernah mengecewakan kita, menyakiti perasaan kita, dan sebagainya, kita tidak akan mengingatnya kembali. Mulai hari ini, milikilah rasa saling memiliki dengan keluarga kita, sehingga kasih Tuhan akan sungguh-sungguh dinyatakan melalui keluarga kita. (Rdf)

RENUNGAN
Mempunyai RASA SALING MEMILIKI membuat kita SALING MENGASIHI antara satu dengan yang lain.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memiliki rasa saling memiliki dengan anggota keluarga Anda yang lain? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Menurut Anda, mengapa penting bagi kita untuk memiliki rasa saling memiliki dalam keluarga? Mengapa demikian?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil agar setiap anggota dalam keluarga Anda dapat saling mengasihi satu dengan yang lain? Tuliskan.

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk teladan kasih yang begitu sempurna dari pada-Mu. Ajar kami agar dapat mengaplikasikannya dalam keluarga kami, sehingga setiap anggota keluarga kami dapat merasakan kasih-Mu. Biar keluarga kami dapat menjadi saksi di mana pun kami berada. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin”

Languages

Change Language