KARUNIA UNTUK MENGERTI RAHASIA KERAJAAN ALLAH

RHEMA HARI INI

Matius 13:11 Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak

Yenny terlahir dari keluarga yang sederhana, keadaan ekonomi keluarganya saat itu cukup untuk memenuhi kebutuhan primer. Namun untuk kebutuhan sekunder dan tersier, mereka harus berpikir berulang kali sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Meski demikian, ada satu hal yang Yenny setia lakukan dalam segala keterbatasannya. Ia senantiasa mengembalikan persepuluhan dan memberi persembahan untuk Tuhan. Sejak masih duduk di bangku sekolah sampai saat ini, berapapun angka yang Tuhan taruh dalam hatinya, tak pernah di tolaknya. Yenny tetap taat sekalipun itu berarti mengembalikan 20% untuk persepuluhan ataupun memberikan hampir setengah dari gajinya untuk persembahan. Yenny sadar, dimana hartanya berada disitulah hatinya berada. Tuhan tidak membutuhkan hartanya, tetapi yang Tuhan lihat adalah hatinya. Hati yang taat dan rela memberikan apapun yang terbaik untuk Tuhan.

Tuhan adalah Allah yang tidak pernah sekalipun berhutang. Secara manusia, tidak mungkin Yenny bisa berada di posisinya yang sekarang. Walaupun di tengah keadaan serba sederhana, Yenny tetap bisa bersekolah di sekolah ternama di kotanya. Ia bahkan bisa lulus sarjana dengan pertolongan Tuhan. Penyertaan Tuhan kian nyata setelah ia menyelesaikan kuliahnya dan memberi diri untuk melayani sepenuh waktu bagi pekerjaan Tuhan. Pintu demi pintu berkat dibukakan dalam kehidupannya sehingga apabila dulu Yenny kerap menerima pemberian dari orang, kini Yenny bisa berada di posisi untuk memberkati orang-orang di sekitarnya. Karena satu hal yang selalu ia pegang, bahwa setiap benih taburan yang kita berikan pasti akan membawa tuaian.

Melihat kisah hidup Yenny, kita tahu bahwa ia memiliki karunia untuk mengerti rahasia Kerajaan Allah, yaitu dalam hal persembahan persepuluhan. Ia paham betul bahwa buah dari ketaatan itu tidak mungkin mengkhianati taburan yang ditaburkan dengan mencucurkan air mata. Tentu bukanlah hal yang mudah saat ia harus menabur di tengah kesederhanaannya. Tetapi ketahuilah bahwa yang senantiasa Tuhan lihat adalah hati kita. Maka dari itu, mintalah karunia untuk tidak hanya mengerti pembukaan akan rahasia Kerajaan Allah, tetapi juga kerelaan hati untuk taat melakukan kehendak-Nya. Sehingga kita pun bisa menabur dengan pemahaman yang benar dan penuh sukacita.

RENUNGAN

Mintalah KARUNIA untuk MENGERTI rahasia Kerajaan Allah.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda memiliki karunia untuk mengerti rahasia Kerajaan Allah?
2. Mengapa penting bagi Anda untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat setelah mengerti dan memahami rahasia Kerajaan Allah?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, terima kasih untuk pembukaan yang telah Engkau sampaikan bagi kami. Bukalah mata hati kami, agar kami bisa menerima ajaran-Mu dengan lapang hati. Berikanlah kami hati yang mau taat untuk melakukan kehendak-Mu dengan penuh kerelaan dan sukacita. Karena kami tahu bahwa persembahan yang terbaik yang bisa kami berikan adalah saat kami memberikan hati kami untuk-Mu. Meletakkan Engkau di atas segala apa yang kami miliki. Dan kami tahu bahwa apa yang kami lakukan untuk Engkau tidak akan kembali dengan sia-sia. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

CARA UNTUK HIDUP TENANG, DAMAI DAN PENUH SUKACITA (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Mazmur 13-15
Kisah Para Rasul 19:21-41

RHEMA HARI INI
1 Raja-raja 2:3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,

Hari itu Yeli sangat bergembira. Paket penydot debu yang sudah berhari-hari ia tunggu, akhirnya datang juga. Dengan penuh semangat, ia segera membuka paket tersebut. Ya, ia memang membutuhkan alat tersebut karena biasanya, setiap seminggu dua kali Yeli selalu memanggil orang untuk membersihkan rumahnya. Namun, karena saat ini sedang masa pandemi, sebisa mungkin ia mengurangi interaksi dengan orang luar, salah satunya dengan membersihkan rumahnya sendiri. Oleh karena itu, ia pun memutuskan untuk membeli alat penyedot debu tersebut untuk memudahkannya dalam membersihkan rumah sendiri di tengah kesibukannya dalam bekerja.

Selama hampir satu jam, Yeli sibuk mencoba mengutak-atik mesin penyedot debu barunya. Ia sudah mencari buku instruksi di dalam kardusnya, tetapi tidak menemukannya. Sehingga ia mencoba memasang setiap bagian-bagian mesin menurut pemahamannya sendiri, tetapi selalu saja ada beberapa bagian yang tidak pas. Setelah beberapa lama, ia mulai merasa kesal dan tidak sabar, sukacitanya pun perlahan mulai lenyap. Namun, tiba-tiba saja ia dihubungi oleh toko penyedot debu tersebut dan memfotokan buku instruksinya yang ternyata tertinggal di toko. Akhirnya, dengan mengikuti setiap instruksi yang ada di buku, ia berhasil memasang alat tersebut tanpa kesulitan apa pun.

Tidak jauh berbeda dengan alat penyedot debu tersebut, dalam menjalani hidup, kita pun juga membutuhkan yang namanya instruksi. Jika merakit sebuah benda mati dan tanpa instruksi yang jelas saja dapat berujung pada kegagalan, terlebih dengan kehidupan kita. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan instruksi dari Tuhan. Rancangan Tuhan yang begitu istimewa atas hidup kita pasti akan tergenapi ketika kita mengikuti instruksi-Nya. Marilah kita belajar untuk taat dan setia dalam mengikuti setiap instruksi yang Tuhan berikan. Sehingga tidak hanya keberhasilan yang kita dapatkan, tetapi juga masa depan dan hidup yang tenang, damai, dan penuh dengan sukacita.

RENUNGAN
Belajar untuk MENGIKUTI setiap INSTRUKSI TUHAN supaya kita menikmati hidup yang TENANG, DAMAI, dan PENUH SUKACITA.

APLIKASI
1. Menurut Anda, mengapa penting bagi kita untuk mengikuti setiap instruksi dari Tuhan?
2. Sudahkah Anda meminta instruksi dari Tuhan dalam menjalankan keseharian hidup Anda? Jika belum, mengapa demikian?
3. Apa pengalaman Anda ketika mengikuti instruksi dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Roh Kudus, pimpinlah setiap langkah kami. Senantiasa bimbing dan tuntun kami, agar kami selalu berada di jalan yang benar bersama-Mu. Buka hati, telinga, dan mata kami, supaya kami semakin peka mendengar dan memahami instruksi yang dari pada-Mu. Sehingga masa depan yang penuh keberhasilan dan damai sejahtera bisa kami dapatkan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

MENJADI PEMBERI PINJAMAN BUKAN PENERIMA PINJAMAN

RHEMA HARI INI

Ulangan 28:12 TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

Konsep pemikiran tentang hutang seringkali membuat Alin seringkali berselisih paham dengan Elly, kakaknya. Bagi Alin, berhutang itu bukanlah sesuatu yang salah, sebab jika tidak berhutang bagaimana mungkin ia bisa memiliki barang-barang yang di inginkannya. Selama jumlah angsuran masih mampu dibayarnya, Alin merasa tidak ada masalah dengan berhutang. Berbeda dengan Elly, yang tidak pernah mau untuk berhutang sekalipun banyak bank menawarinya untuk menambah modal usaha. Elly juga selalu membeli barang-barang secara tunai, ia akan terus menabung sampai uangnya cukup terkumpul untuk membeli barang yang di inginkannya. Seperti mobil misalnya, Alin sudah sering mengusulkan agar Elly mengambil kredit mobil baru sebab mobil Elly yang sekarang sudah termasuk tua dan penuh goresan dimana-mana. Namun Elly dengan tegas menolak karena ia tidak suka punya hutang.

Tahun-tahun berlalu, kini di masa pandemi Alin melihat kehidupan Elly tenang-tenang saja. Ia tak pernah mengeluh kesulitan keuangan dan tampaknya Elly tak perlu susah-susah berhemat. Alin tahu bahwa usaha kakaknya sedikit banyak juga terkena dampak pandemi, tetapi semua berjalan seperti biasanya, bahkan kakaknya itu masih dapat menabur, dan menjadi berkat bagi keluarga serta mereka yang membutuhkan. Sedangkan Alin, sampai hari ini masih saja memiliki tanggungan hutang yang belum lunas. Malah ia semakin merasa kesulitan untuk membayar angsuran di tengah kondisi krisis ekonomi akibat pandemi. Alin jadi mengerti bahwa komitmen Elly untuk tidak mau berhutang itu adalah kunci kesuksesan dan hidup yang relaks dan enjoy di semua musim.

Banyak orang yang mempunyai pikiran seperti Alin, bahwa tidak ada yang salah dengan berhutang selama kita mampu membayarnya. Tetapi firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita, mau itu hutang konsumtif ataupun hutang produktif, yang terbaik adalah TIDAK BERHUTANG. Inilah salah satu prinsip dalam Perjanjian Berkat Tuhan. Jika kita baik-baik mendengarkan suara Tuhan dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya maka Tuhan akan memposisikan kita bukan dalam posisi penerima pinjaman, tapi pemberi pinjaman. Berkat semua musim akan dapat kita nikmati dan kita akan bisa relaks dan enjoy dalam segala keadaan. (PF)

RENUNGAN

Perjanjian Berkat Tuhan memposisikan kita BUKAN SEBAGAI penerima pinjaman, melainkan sebagai PEMBERI PINJAMAN.

APLIKASI

1. Dimanakah posisi Anda sekarang ini? Sebagai penerima pinjaman atau pemberi pinjaman?
2. Jika Anda masih di posisi sebagai penerima pinjaman, menurut Anda oleh sebab apakah itu?
3. Apa keputusan yang Anda buat supaya Anda dapat masuk dalam Perjanjian Berkat Tuhan dan menikmati berkat semua musim dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas pengajaran-Mu pada hari ini. Kami ambil komitmen untuk segera menyelesaikan semua pinjaman kami. Beri kami anugerah-Mu agar kami dapat membereskan semuanya dan mulai hidup dalam Perjanjian Berkat-Mu dengan tidak lagi berhutang. Terimakasih Tuhan, di dalam nama-Mu Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

SUKSES DENGAN MENGANDALKAN TUHAN

RHEMA HARI INI

Ulangan 15:6 Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau.

Feby melihat kehidupan teman-temannya tampak sukses. Memiliki mobil, rumah dan barang mewah sepertinya sangat menyenangkan. Feby pun ingin memiliki barang-barang seperti mereka. Akan tetapi, penghasilannya tidak memungkinkan Feby untuk bisa membeli apa yang dimiliki oleh teman-temannya. Feby lalu mencoba menambah penghasilan dengan berjualan online. Akan tetapi karena barang jualannya hanya sedikit, keuntungan yang di dapatnya pun tidak sesuai harapan. Seringnya Feby harus mengakses internet untuk berjualan online, membuat ia tak dapat menghindari membaca iklan pinjaman online yang selalu melintas di gawainya. Tawaran pinjaman yang menggiurkan, tanpa jaminan dan sepertinya sangat mudah memperoleh uang.

Tanpa berpikir panjang, Feby mengunduh aplikasi dan mulai mengajukan pinjaman. Awalnya Feby hanya meminjam sedikit dan ia bisa melunasinya. Lama kelamaan ia tergoda untuk menambah barang jualannya dengan mengambil pinjaman. Feby pun mengajukan pinjaman online yang lebih besar. Satu dua bulan pertama Feby bisa mengembalikan, tetapi beberapa bulan kemudian Feby mulai kesulitan. Penurunan daya beli membuat penjualan Feby kurang berjalan lancar meskipun kini ia memiliki banyak barang dagangan. Bunga pinjamannya pun semakin bertambah besar karena Feby hanya mampu membayar jumlah minimal. Ia jadi ketakutan dan meminta ampun pada Tuhan karena memilih mengandalkan pinjaman daripada mengandalkan Tuhan.

Ya, banyak dari kita yang kurang sabar menanti penggenapan janji Tuhan. Kita cenderung memilih cara penyelesaian yang instan seperti berhutang. Kita berharap dengan tambahan modal, kita akan bisa lebih cepat mencapai kesuksesan. Tetapi daripada sukses dengan cara seperti itu, lebih baik sukses dengan mengandalkan Tuhan. Karena Tuhan bisa mengurapi kita, memberikan ide-ide cemerlang, membukakan pintu-pintu yang luarbiasa bagi kita dan melakukan berbagai macam mujizat keuangan. Sehingga tanpa berhutang, kita malah bisa melejit jauh lebih tinggi dalam kemuliaan, disertai dengan ketenangan dan kedamaian hidup tanpa beban hutang sama sekali. (LEW)

RENUNGAN

Lebih baik sukses dengan MENGANDALKAN TUHAN daripada sukses lewat BERHUTANG.

APLIKASI

1. Selama ini apakah Anda lebih mengandalkan berhutang daripada mengandalkan Tuhan?
2. Apa yang Anda dapatkan ketika Anda lebih mengandalkan berhutang?
3. Apa komitmen Anda untuk mengandalkan Tuhan sejak dari saat ini?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan Yesus, ampuni kami jika kami lebih mengandalkan berhutang daripada mengandalkan-Mu. Tolong Tuhan, bebaskan kami dari hutang-hutang kami. Ajari kami untuk mengandalkan-Mu saja dalam segala sesuatu. Kami percaya, kami akan lebih sukses bersama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

SALAH SATU BAGIAN DALAM PERJANJIAN BERKAT (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Mazmur 10-12
Kisah Para Rasul 19:1-20

RHEMA HARI INI
Roma 13:8a Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga,

Tahun-tahun terakhir ini, Tuhan telah membawa kita menyaksikan karya Tuhan yang luar biasa atas gereja-Nya di Nigeria, sehingga kita dapat belajar tentang kegerakan gereja terbesar di dunia yang di pimpin oleh Pastor EA Adeboye tersebut. Banyak hal yang membuat kita semua kagum, salah satunya adalah bagaimana cara mereka membiayai seluruh operasional gereja yang tentu saja jumlahnya juga tidak main-main besarnya. Terlebih dengan luas gedung gereja yang mencapai jutaan meter, serta hamba-hamba Tuhan di setiap gereja cabang yang berada hampir di seluruh dunia, dan berbagi fasilitas penunjang lainnya. Salah satu rahasia yang semakin membuat kita kagum akan kedahsyatan Tuhan adalah gereja ini menjalankan itu semuanya tanpa berhutang sepeser pun! Bebas hutang!

Jika kita melihat keadaan dunia saat ini, hampir seluruh negara di dunia ini sedang dalam keadaan yang sulit, bahkan terjadi resesi ekonomi di mana-mana. Sehingga, sebagian besar orang di dunia ini merasakan dampaknya. Tak sedikit dari mereka terpaksa memilih jalan untuk berhutang. Lalu pada akhirnya tidak kuat dalam menghadapi tekanan berat akibat hutang dan berujung dengan stres berat. Hal ini jelas menunjukkan bahwa semakin besar hutang seseorang, semakin berat beban yang akan dirasakannya. Akan tetapi, ketika kita tidak mempunyai hutang, maka kita akan merasakan tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Setiap musim kehidupan yang kita lewati, akan terasa begitu menyenangkan dan menenangkan!

Oleh karena itu, sebagaimana kita semua tahu bahwa firman Tuhan adalah buku yang hidup dan yang paling benar. Saat firman Tuhan berkata “Jangan berhutang” dan kita pun menaatinya, maka secara otomatis Perjanjian Berkat akan Tuhan genapi atas hidup kita. Karena salah satu bagian dalam Perjanjian Berkat Tuhan adalah jangan berhutang. Saat kita berani melangkah untuk taat dan tidak berhutang, maka kita akan merasakan kelegaan dan rasa cukup yang ilahi atas apa pun yang kita miliki untuk dapat menikmatinya. Kita akan melihat bagaimana Tuhan membawa setiap kita menjadi lebih baik dari hari ke hari, bahkan hidup kita pun akan terasa lebih ringan, lebih damai, lebih tenang, dan lebih penuh sukacita!

RENUNGAN
Bagian dalam PERJANJIAN BERKAT TUHAN adalah JANGAN BERHUTANG!

APLIKASI
1. Pernahkah Anda berhutang? Apa yang Anda rasakan saat itu?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan memerintahkan agar kita jangan berhutang? Jelaskan!?
3. Bagaimana cara Anda menjaga diri Anda agar tidak jatuh dalam jerat hutang?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Tuhan, terima kasih untuk rhemamu hari ini. Kami rindu untuk taat melakukan firman-Mu. Ya Roh Kudus, beri kami tuntunan ilahi dalam menjalankan perintah-Mu untuk bebas dari jerat hutang, sehingga kami boleh mengalami Perjanjian Berkat Tuhan terjadi atas hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

RAHASIA HIDUP SUKSES DAN BAHAGIA

RHEMA HARI INI

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Kita semua tahu bahwa Pak Obaja, Bapak Gembala kita, adalah tipe orang yang selalu punya visi besar. Namun tahukah Anda bahwa mobil pertama yang dimiliki Pak Obaja wujudnya seperti mobil angkot? Tentang mobil itu Pak Obaja dengan bangga selalu berkata kepada anak-anaknya, “Ini mobil yang terbaik di dunia!” Pada saat Tuhan memberkati Pak Obaja dengan sebuah mobil sedan DX, Pak Obaja tetap selalu berkata, “Inilah mobil yang terbaik di dunia!” Sikap Pak Obaja ini menunjukkan bahwa beliau menghargai apapun pemberian Tuhan. Bagaimanapun kondisi pemberian Tuhan itu, beliau tetap bisa mencukupkan diri dan menikmatinya, bahkan selalu menganggapnya sebagai pemberian yang terbaik. Karena Pak Obaja bisa mencukupkan diri dengan segala keadaan sekaligus terus memperjuangkan visi besar yang Tuhan sudah berikan, maka beliau selalu bisa menikmati kebahagiaan dan keberhasilan.

Surat Ibrani mendorong para jemaat Kristen pada waktu itu untuk terus maju menuju kedewasaan rohani. Di bagian akhir surat itu sang penulis dengan tegas menyemangati orang-orang percaya agar tetap tabah dalam keselamatan, iman, penderitaan, dan kekudusan. Salah satu nasihatnya adalah supaya para jemaat tidak menjadi hamba uang tetapi bisa mencukupkan diri dengan apa yang mereka punya. Para jemaat tidak perlu khawatir akan kebutuhan hidup mereka karena Allah telah berjanji bahwa Ia sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan mereka.

Bisa mencukupkan diri dalam segala keadaan bukan berarti lantas kita tidak perlu mempunyai visi dan impian yang harus dikejar. Seperti halnya kisah Pak Obaja tadi, beliau selalu bisa mencukupkan diri dengan apa yang ada dalam hidupnya namun juga tetap memperjuangkan visi besar yang Tuhan sudah berikan kepadanya. Oleh karena itu, mari kita bangkit menjadi pahlawan Tuhan dengan meneladani teladan iman yang luar biasa dari gembala senior kita. Mari kita perjuangkan visi besar yang sudah kita miliki sekaligus berusaha mencukupkan diri dengan segala keadaan, supaya kita bisa mendapatkan kesuksesan serta kebahagiaan.

RENUNGAN

Rahasia hidup SUKSES dan BAHAGIA adalah memiliki VISI BESAR dan bisa MENCUKUPKAN DIRI dalam segala keadaan.

APLIKASI

1. Apakah rahasia hidup sukses dan bahagia?
2. Visi besar dari Tuhan apa yang Anda miliki saat ini?
3. Bagaimana Anda akan mengejar visi itu dengan tetap mencukupkan diri dalam segala keadaan?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa, terimakasih atas pengajaran-Mu pada malam hari ini. Dengan teladan dari bapak gembala kami Pak Obaja, kami mau terus belajar untuk mencukupkan diri kami dalam setiap keadaan sambil terus mengejar apa yang menjadi visi-Mu atas hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

TETAP MILIKI VISI DAN IMPIAN

RHEMA HARI INI

Filipi 4:12-13 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Setiap orang pasti punya yang namanya keinginan. Ada banyak hal yang begitu menggoda untuk kita miliki. Begitu pula dengan bapak gembala kita Pdt. Obaja Tanto Setiawan. Beliau berkeinginan untuk sukses dalam menjalankan bisnisnya, untuk itu beliau harus gali lubang tutup lubang untuk menjalankan usahanya. Jika mengingat masa-masa sulit itu, beliau sendiri mengakui bahwa hal seperti itu sungguh menghilangkan damai sejahtera, seperti lingkaran setan yang tak ada habisnya. Sampai Tuhan memberikan pewahyuan kepada beliau untuk MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA KEADAAN, saat itulah Pak Obaja bisa relaks dan enjoy dalam pekerjaannya. Walaupun saat ini beliau sudah memberikan diri sepenuh waktu untuk Tuhan, prinsip ini tetap Pak Obaja pegang sampai sekarang. Istimewanya, prinsip ini tidak menghalangi beliau untuk memiliki visi dan impian yang besar dari Tuhan, yaitu menyelamatkan 1 juta jiwa.

Mencukupkan diri dalam segala keadaan juga adalah rahasia Rasul Paulus untuk tetap bisa bersukacita. Sebelum mengikut Yesus, Paulus mempunyai pekerjaan yang bagus dan bermasa depan cerah, tetapi ia meninggalkan semuanya untuk memberitakan Injil Keselamatan. Paulus tidak mempunyai penyandang dana untuk membiayai misinya, sehingga ia harus bekerja sebagai pembuat tenda untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apa yang Paulus katakan dalam Filipi 4:12-13 sangat benar adanya, sebab ia memang telah mengalami kelimpahan dan kekurangan. Dalam bahasa aslinya, mencukupkan diri berarti memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan. Dan bagi Paulus, MEMILIKI TUHAN sudah lebih dari cukup. Di dalam Dia, Paulus mendapat segala sesuatu yang ia butuhkan. Kekuatan untuk menjalankan misi Tuhan, plus sukacita, dan damai sejahtera yang melampaui akal.

Ya, di satu sisi, kita tetap harus MEMILIKI VISI DAN IMPIAN BESAR UNTUK MAJU, tapi di sisi lain, kita harus BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI dengan apa yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita sekarang. Kalau kita hanya mengejar visi, maka kita bisa jadi orang sukses tapi tidak bahagia. Kalau hanya mencukupkan diri dengan segala keadaan saja, kita bisa bahagia, tapi tidak sukses. Jadi kalau kita mau sukses dan bahagia, kita tetap harus punya visi besar untuk kita perjuangkan, dan sementara kita berjuang, tetap syukuri berkat yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN

Mencukupkan diri dengan segala keadaan, BUKAN BERARTI tidak memiliki VISI dan IMPIAN yang harus dikejar.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda bisa mencukupkan diri dalam segala keadaan Anda?
2. Bagaimana cara Anda menyelaraskan antara mencukupkan diri dengan tetap mengejar visi dan impian Anda?
3. Tuliskan komitmen Anda untuk mencapai visi Tuhan yang besar atas hidup Anda dengan tetap mencukupkan diri dalam segala keadaan.

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan Yesus, kami mengucap syukur untuk setiap pengajaran dan rhema yang Kau berikan melalui gereja kami. Beri kami hikmat dan kemampuan untuk terus belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan dengan tetap memiliki visi dan impian yang besar dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

TETAP MILIKI VISI DAN IMPIAN

RHEMA HARI INI

Filipi 4:12-13 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Setiap orang pasti punya yang namanya keinginan. Ada banyak hal yang begitu menggoda untuk kita miliki. Begitu pula dengan bapak gembala kita Pdt. Obaja Tanto Setiawan. Beliau berkeinginan untuk sukses dalam menjalankan bisnisnya, untuk itu beliau harus gali lubang tutup lubang untuk menjalankan usahanya. Jika mengingat masa-masa sulit itu, beliau sendiri mengakui bahwa hal seperti itu sungguh menghilangkan damai sejahtera, seperti lingkaran setan yang tak ada habisnya. Sampai Tuhan memberikan pewahyuan kepada beliau untuk MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA KEADAAN, saat itulah Pak Obaja bisa relaks dan enjoy dalam pekerjaannya. Walaupun saat ini beliau sudah memberikan diri sepenuh waktu untuk Tuhan, prinsip ini tetap Pak Obaja pegang sampai sekarang. Istimewanya, prinsip ini tidak menghalangi beliau untuk memiliki visi dan impian yang besar dari Tuhan, yaitu menyelamatkan 1 juta jiwa.

Mencukupkan diri dalam segala keadaan juga adalah rahasia Rasul Paulus untuk tetap bisa bersukacita. Sebelum mengikut Yesus, Paulus mempunyai pekerjaan yang bagus dan bermasa depan cerah, tetapi ia meninggalkan semuanya untuk memberitakan Injil Keselamatan. Paulus tidak mempunyai penyandang dana untuk membiayai misinya, sehingga ia harus bekerja sebagai pembuat tenda untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apa yang Paulus katakan dalam Filipi 4:12-13 sangat benar adanya, sebab ia memang telah mengalami kelimpahan dan kekurangan. Dalam bahasa aslinya, mencukupkan diri berarti memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan. Dan bagi Paulus, MEMILIKI TUHAN sudah lebih dari cukup. Di dalam Dia, Paulus mendapat segala sesuatu yang ia butuhkan. Kekuatan untuk menjalankan misi Tuhan, plus sukacita, dan damai sejahtera yang melampaui akal.

Ya, di satu sisi, kita tetap harus MEMILIKI VISI DAN IMPIAN BESAR UNTUK MAJU, tapi di sisi lain, kita harus BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI dengan apa yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita sekarang. Kalau kita hanya mengejar visi, maka kita bisa jadi orang sukses tapi tidak bahagia. Kalau hanya mencukupkan diri dengan segala keadaan saja, kita bisa bahagia, tapi tidak sukses. Jadi kalau kita mau sukses dan bahagia, kita tetap harus punya visi besar untuk kita perjuangkan, dan sementara kita berjuang, tetap syukuri berkat yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN

Mencukupkan diri dengan segala keadaan, BUKAN BERARTI tidak memiliki VISI dan IMPIAN yang harus dikejar.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda bisa mencukupkan diri dalam segala keadaan Anda?
2. Bagaimana cara Anda menyelaraskan antara mencukupkan diri dengan tetap mengejar visi dan impian Anda?
3. Tuliskan komitmen Anda untuk mencapai visi Tuhan yang besar atas hidup Anda dengan tetap mencukupkan diri dalam segala keadaan.

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan Yesus, kami mengucap syukur untuk setiap pengajaran dan rhema yang Kau berikan melalui gereja kami. Beri kami hikmat dan kemampuan untuk terus belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan dengan tetap memiliki visi dan impian yang besar dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!

BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI MELALUI PERKATAAN (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Mazmur 7-9
Kisah Para Rasul 18

RHEMA HARI INI
1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Menduduki jabatan yang tinggi, menemukan pasangan hidup yang baik, memiliki tubuh yang sehat, dan hidup yang serba berkecukupan adalah keinginan semua orang. Begitu pula dengan Defi. Tolok ukur keberhasilan dan kebahagiaannya adalah jika memiliki rumah, mobil, serta bisa membeli apa pun yang diinginkan. Sering kali ia merasa iri saat melihat orang lain atau temannya lebih sukses dari dirinya. Alih-alih bersyukur atas kesehatan dan berkat yang telah ia terima, justru Defi lebih sering mengeluh karena tidak bisa memiliki atau melakukan seperti apa yang temannya lakukan.

Namun, kehidupan pernikahan mengubah sudut pandangnya. Kondisi ekonomi yang pernah dialami keluarga Defi, membuatnya dapat memaknai bagaimana pentingnya mencukupkan diri dengan apa yang dimiliki. Suaminya pun senantiasa mengingatkan dan menegurnya ketika ia mulai mengeluh saat memandang kehidupan orang lain lebih baik. Defi menyadari, masih banyak orang-orang di luar sana yang hidupnya tidak seberuntung dirinya, sehingga ia selalu belajar untuk mengucap syukur atas apa pun yang ia miliki saat ini.

Ya, walaupun keadaan kita saat ini begitu jauh dari harapan, tetaplah belajar untuk senantiasa bersyukur dan mencukupkan diri dalam segala keadaan. Memang tidak mudah, terlebih sebagian besar orang di dunia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Akan tetapi, kita sebagai anak-anak Tuhan harus berbeda dari dunia ini. Hendaknya kita mulai belajar untuk mencukupkan diri apa pun kondisi dan keadaan kita saat ini, salah satunya dengan melalui perkataan kita. Sekalipun saat ini keadaan belum membaik, usaha kita tidak berjalan lancar, bahkan sakit-penyakit yang tak kunjung sembuh, tetapi tetaplah berani memperkatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Ucapkanlah perkataan yang membangun dan menguatkan iman kita. Dengan perkataan positif yang kita ucapkan, kita bisa menerima dan menjalani hidup kita dengan penuh ucapan syukur. Sehingga hidup kita senantiasa menyenangkan hati Tuhan dan berkat untuk semua musim dinyatakan dalam kehidupan kita. (LEW)

RENUNGAN
Belajar MENCUKUPKAN DIRI dengan SEGALA KEADAAN, dimulai dari PERKATAAN kita.

APLIKASI
1. Bagaimana respons Anda selama ini ketika kondisi kehidupan Anda sedang dalam kondisi kurang baik?
2. Menurut Anda, mengapa sangat penting untuk belajar mencukupkan diri melalui perkataan?
3. Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk dapat mengaplikasikan renungan hari ini dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur atas segala kemurahan dan kebaikan-Mu. Dalam keadaan apa pun yang sedang kami hadapi saat ini, kami mau belajar mencukupkan diri kami. Ya Roh Kudus, mampukan kami untuk dapat memulainya lewat perkataan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

SETIA PADA PERKARA KECIL

RHEMA HARI INI

Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Seorang jemaat kita yang ada di Kupang, bernama Amelia bersaksi, bahwa ia terlahir di keluarga broken home. Bapak dan ibunya telah berpisah dan ia tinggal bersama ibunya di sebuah kos sederhana. Hidup mereka jauh dari berkecukupan, namun sejak SMA Amelia telah setia mengembalikan persepuluhan dari uang saku yang diterimanya. Ia percaya ketika ia taat dengan perkara kecil, maka Tuhan akan bawa hidupnya untuk mengalami hal-hal yang besar. Singkat cerita, ia memulai usaha online. Dari setiap hasil penjualannya, Amelia terus setia mengembalikan persepuluhan. Tuhan yang melihat kesetiaannya, tak segan mencurahkan berkat-Nya yang melimpah atas Amelia. Di usia 19 tahun, Amelia telah bisa membeli sebuah mobil. Usia 21 tahun ia membeli mobil yang ke-2, lalu usia 23 tahun membeli tanah seharga 500 juta dan kini di usianya yang ke 25 tahun, ia bisa mendirikan ruko.

Firman rhema kita hari ini mengajarkan bahwa barangsiapa setia pada perkara kecil, maka Tuhan akan percayakan perkara-perkara besar kepadanya. Seperti hamba yang menerima 5 dan 2 talenta mengelola dengan baik apa yang dipercayakan tuannya, Amelia pun setia mengelola berkat Tuhan yang diterimanya sejak dari jumlah yang pastinya tidak seberapa. Kesetiaan Amelia pada perkara kecil membuat Tuhan menyatakan berkat demi berkat dalam hidupnya.

Kita juga dapat belajar dari hamba yang diberi 2 talenta, ia tidak iri dengan temannya yang diberi 5 talenta. Apa yang ada di tangannya, itulah yang ia kerjakan dengan sebaik mungkin. Kita pun tidak perlu iri melihat orang lain lebih diberkati. Tetaplah bersukacita dan nikmati apapun pekerjaan kita. Kerjakan dengan sungguh-sungguh dan sebaik mungkin, sebab ketika Tuhan melihat kesetiaan kita pada perkara kecil sekalipun, maka Tuhan bisa berkati kita lebih dari apa yang bisa kita pikirkan dan bayangkan.

RENUNGAN:

SETIALAH dengan PERKARA KECIL, maka Tuhan akan PERCAYAKAN perkara-perkara yang BESAR.

APLIKASI

1. Coba koreksilah diri Anda, apakah Anda sudah setia pada perkara kecil? Jika belum, mengapa?
2. Hal apa yang Tuhan ingatkan saat Anda membaca renungan hari ini?
3. Apa yang sudah Anda alami dan rasakan ketika Anda setia pada perkara kecil?

DOA UNTUK HARI INI

Roh Kudus, Engkau adalah pribadi yang senantiasa menuntun langkah kami. Terimakasih Engkau telah mengingatkan kami hari ini, agar setia dalam perkara kecil. Kami ambil komitmen untuk terus belajar sehingga hari demi hari Engkau bawa kami dalam perkara yang jauh lebih besar. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!
Languages

Change Language