Mintalah Hal-Hal Yang Besar

RHEMA HARI INI
Yohanes 16:24b “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

Ketika Ruth Bell masih remaja, ia disuruh pergi dari rumah masa kecilnya di China untuk bersekolah di Korea. Pada saat itu, ia bersungguh-sungguh bertekad untuk mengikuti jejak orang tuanya menjadi misionaris, ia merasa membayangkan dirinya sebagai “Perawan tua” yang sedang melayani rakyat Tibet. Namun demikian, ketika masih bersekolah Ruth juga memikirkan dengan serius calon suami macam apa yang akan ia inginkan. Seperti yang ditulisnya dalam buku A Time for Remembering, ia membuat daftar doanya itu, “Jika aku menikah, pria itu harus bertubuh tinggi sehingga saat ia berlutut seperti yang dikatakan orang-orang, ia dapat menjangkau Sorga. Bahunya harus cukup bidang untuk menanggung beban keluarga. Bibirnya harus kuat untuk dapat sering tersenyum, cukup tegas untuk mengatakan tidak, dan cukup lembut untuk mencium. Cintanya harus cukup dalam sehingga dapat bersaing dengan Kristus dan begitu luas untuk menjangkau orang-orang yang terhilang. Ia harus cukup aktif untuk dapat menyelamatkan jiwa. Tubuhnya harus cukup besar untuk dapat bersikap lembut dan jiwanya cukup besar untuk bersikap bijaksana. Lengannya harus cukup kuat untuk dapat menggendong seorang anak kecil.” Ruth Bell tidak pernah menjadi misionaris penuh di Tibet. Namun demikian, ia berhasil menemukan pria yang cukup baik untuk dinikahi, Billy Graham. Sebagai istri, Ruth Bell menjadi misionaris bagi dunia.

Allah kita adalah pencipta langit dan bumi dan segala isinya, Dia juga adalah Bapa kita, menjadi hak kita yang adalah anak-anak-Nya untuk boleh meminta apapun yang menjadi kebutuhan kita. Jangan hanya meminta berkat untuk bertahan hidup, jangan hanya meminta pelunasan hutang saja, jangan hanya meminta rumah kontrakan, tetapi minta yang jauh lebih besar, berkat yang berlimpah-limpah, rumah mewah yang menjadi milik pribadi, hidup yang berkemenangan, kelompok sel yang bertumbuh dan penuh urapan Roh Kudus, bahkan visi dan impian yang besar digenapi Allah. Bapa kita yang baik, yang pasti memenuhi setiap kebutuhan-kebutuhan kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Tuhan ingin kita meminta HAL-HAL YANG BESAR kepada-Nya!

APLIKASI
1. Hal-hal seperti apa yang sering anda minta kepada Tuhan ?
2. Perhatikan, apakah hal-hal yang anda minta selama ini sudah termasuk hal yang besar ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa mulai hari ini kami akan belajar untuk minta hal—hal yang besar karena kami tahu itu yang Engkau ingini. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Ulangan Pasal 3-4
Kisah Para Rasul Pasal 11

Mintalah Kepada-Ku, Maka Bangsa-Bangsa Akan Kuberikan

RHEMA HARI INI
Mazmur 2:7-8 “7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. 8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.”

“Jika dewasa nanti, aku mau menjadi seorang misionaris dan pergi ke Cina,” kata seorang anak laki kecil bertahun-tahun lalu. Dan tepat seperti itulah yang akan terjadi pada dirinya. Anak lelaki kecil ini bernama James Hudson Taylor, lahir di Barnsley, Inggris, tgl 1 mei 1832. Ayahnya, James Taylor adalah anak dan cucu pendeta dan dia juga adalah pendeta ditempat tinggalnya. Suatu hari Hudson Taylor membaca suatu brosur berisi khotbah. Dan pada saat dia membacanya kata-kata didalam brosur itu menangkap hatinya sehingga saat itu juga dia menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Saat ibunya pulang, Hudson menyambutnya dengan gembira, dan dengan antusias dia menyampaikan kabar pertobatannya. “Aku tahu anakku,” kata ibunya, “aku sudah bergembira malam sebelumnya atas kabar sukacita yang kau kabarkan ini.” Tetapi semalam sebelumnya hatiku sangat terbeban padamu, sehingga aku menetapkan untuk bangun dan berdoa sampai kudengar jaminan tentang keselamatanmu. Jaminan itu terdengar dengan sangat jelas dan sejak waktu itu aku tidak bisa berhenti memuji Tuhan.” Ada damai dan sukacita dihati Hudson dan dalam rasa syukurnya dia mempersembahkan dirinya kepada Tuhan untuk diutus kemanapun Tuhan memanggilnya. “Maka pergilah bagiKu ke Cina.” Kata Tuhan. Panggilan itu terdengar dengan sangat jelas seakan-akan Tuhan berbicara lewat pengeras suara, maka anak muda itu tidak berlambat-lambat lagi. Sejak awal Taylor sadar bahwa panggilan yang sulit itu akan tergenapi hanya jika Allah yang bekerja lewat doa. Sepanjang hidupnya ia telah dengan baik dan berhasil membuktikan filsafatnya yang berbunyi, “Hanya lewat doa segala hal dapat dilakukan.” Hudson Taylor adalah pendiri China Inland Mission yang sekarang disebut Overseas Mission Fellowship (OMF). Saat kematiannya di tahun 1905, terdapat 205 pangkalan misi dimana terdapat 849 misionaris dan 125.000 orang Kristen Cina dalam China Inland Mission.

Dalam kisah diatas, ketika Hudson Taylor berdoa bagi bangsa-bangsa, maka dia benar-benar menjadi berkat bagi bangsa di China. Apabila kita juga berani berdoa kepada Tuhan dan minta bangsa-bangsa, maka bersiaplah akan ada pengusaha-pengusaha yang bisnisnya diperbesar kapasitasnya oleh Tuhan sehingga berkembang ke bangsa-bangsa, percayalah bahwa Tuhan akan melakukan kegerakan yang sangat besar sehingga gereja kita bisa mengalami terobosan besar disetiap kota, visi 1 juta jiwa tergenapi, dan gereja kita jadi berkat bagi bangsa-bangsa. Harus diakui bahwa jikalau Tuhan mengabulkan doa kita dengan memberikan bangsa-bangsa menjadi milik pusaka kita, maka ada dua reaksi yang akan timbul. Reaksi pertama adalah takut untuk berdoa, karena sadar akan tanggungjawab yang harus diterima. Raksi kedua adalah berani meminta hal-hal yang besar kepada Tuhan. Oleh karena itu, kita harus berani memilih untuk berani meminta hal-hal yang besar kepada Tuhan ketika Tuhan berkata: “MINTALAH KEPADA-KU, MAKA BANGSA-BANGSA AKAN KUBERIKAN KEPADAMU dan percayalah Tuhan akan menjawab sesuai kehendak-Nya. (ABU)

RENUNGAN
Tuhan berkata: “MINTALAH KEPADA-KU, MAKA BANGSA-BANGSA AKAN KUBERIKAN KEPADAMU!

APLIKASI
1. Koreksi, setiap anda berdoa, apakah anda pernah membawa bangsa ini dalam doa anda ?

2. Lalu apa yang anda lakukan agar semua bangsa-bangsa datang kepada Tuhan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa saat ini kami bawa bangsa kami kepadaMu, kami rindu kuasaMu dinyatakan atas bangsa kami sehingga terjadi pemulihan yang luarbiasa bagi bangsa kami. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Ulangan Pasal 1-2
Kisah Para Rasul Pasal 10 ayat 24-48

Tantangan Yang Luar Biasa

RHEMA HARI INI
Matius 7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”

Tanpa bilang mau turun, Ani mencoba turun dari angkot tersebut. Sayangnya, sang supir sudah menjalankan mobilnya terlebih dahulu sehingga Ani jatuh dari angkot tersebut. Dengkul Ani terlepas dan pahanya pun patah. Patah tulang ditiga bagian membuatnya harus ke meja operasi. Namun pengobatannya ini terkendala biaya. Mengetahui dirinya hendak dipasang pen pada kaki seumur hidup, Ani berdoa pada Tuhan. “Tuhan, aku mau sembuh Tuhan tapi aku tidak mau dioperasi.” doa Ani. Tujuh hari setelah itu, gula darah Ani masih tinggi sehingga belum bisa dioperasi padahal Ani sudah berpuasa seperti yang disarankan dokter. Anehnya, dokter menyarankan agar Ani pulang. Hal itu tentu menjadi kegembiraan tersendiri bagi mereka, mengingat biaya rumah sakit yang setiap hari harus ditanggung. Disisi lain Dame (anak Ani) bertanya-tanya, bagaimana mamanya bisa sembuh jika tidak dioperasi. Ani berkata padanya, “Dame, kita punya Tuhan yang hebat. Dia yang akan nyembuhin mama.” Ani sedih dan putusasa mengingat dia selalu tampil dalam acara Natal dan bisa jadi kakinya membuatnya tidak dapat tampil di paduan suara untuk Natal. “Tuhan, berikan aku kesembuhan, supaya aku dapat melakukan pelayanan kembali,” ucap Ani sambil berurai air mata. “Dalam nama Yesus, saya bisa sembuh. Dalam nama Yesus, kaki saya sembuh.” begitu selalu doa Ani. Mereka pergi ke dokter tulang. Dokter mengatakan tenang dan menyuruhnya untuk berjalan. “Saya bilang sama Tuhan, “Tuhan terima kasih Tuhan saya bisa melayani Tuhan lagi.” Ujar Ani sambil menangis saat dia bisa berjalan kembali.

Pada saat Anda berdoa dengan iman, Anda menerima surat bukti hak milik hal-hal yang Anda inginkan. Oleh karena itu, entah Anda melihatnya atau tidak, hal itu menjadi milik Anda. Hal itu bukan menjadi milik Anda sewaktu Anda menerimanya, namun sewaktu Anda menerima surat bukti hak milik dari Allah dalam doa. Dalam kisah diatas, ketika Ani mau berdoa dan meminta maka dia menerima mujizat. Tuhan mau kita berpegang pada janji-janji-Nya dalam doa. Jangan biarkan kekecewaan membuat kita melepaskan iman kita. Jika kita menghubungi Tuhan, Dia berjanji untuk menjawab. Akan tetapi kita harus menunggu Tuhan dan membiarkan Dia menjawab doa kita pada waktu-Nya yang sempurna. Mungkin banyak ujian datang sebelum jawaban doa kita tiba, nampaknya kegelapan yang paling gelap terjadi sebelum fajar menyingsing. Oleh karena itu, ketika ada tantangan yang luar biasa dari Bapa kita di surga: mintalah, maka akan diberian kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu, maka lakukanlah sesuai dengan perintahNya. (ABU)

RENUNGAN
Ada tantangan yang luar biasa dari Bapa kita di surga: MINTALAH, MAKA AKAN DIBERIKAN kepadamu; CARILAH, MAKA KAMU AKAN MENDAPAT; KETOKLAH, MAKA PINTU AKAN DIBUKAKAN bagimu!

APLIKASI
1. Uji diri, sudahkah anda melakukan atau menaggapi tantangan dari Bapa kita !

2. JJika belum, apa komitmen anda setelah ini ?

DOA UNTUK HARI INI
Terimakasih Bapaku untuk tantangan yang luarbiasa ini, kami mau meresponinya sebab kami yakin hal yang luarbiasa telah Engkau sdiakan ketika kami mau menaggapinya. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan pasal 34-36
Kisah Para Rasul Pasal 10 ayat 1-23

Doa Kita Menentukan Apa Yang Tuhan Kerjakan

RHEMA HARI INI
I Yohanes 5:14 “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”

Terdapat seorang pedagang Kristen Armenia yang membawa barang dagangan dengan kafilah melintasi padang gurun menuju sebuah kota di Armenia. Pada waktu itu negara itu diduduki oleh kaum “Kurdi” yaitu para bandit yang hidup dengan merampok kafilah-kafilah. Tanpa diketahui oleh pedagang itu, segerombolan penyamun ini telah mengikuti kafilahnya, dengan maksud merampoknya pada tempat pertama mereka akan berkemah. Pada jam yang telah dipilih, dibawah naungan kegelapan mereka datang mendekat. Anehnya semua terasa hening. Tampaknya tiada pengawal, tiada yang menjaga tetapi selagi mereka mendesak maju, merekapun merasa heran, mereka menemukan tembok-tembok yang tinggi padahal tadinya tak pernah ada sama sekali. Mereka terus mengikuti, tetapi malam selanjutnya mereka menemukan tembok-tembok yang tak juga dapat dilalui. Malam ketiga tembok-tembok itu tetap berdiri, tetapi ada lubang-lubang didalamnya yang dapat mereka masuki. Pemimpin para perampok karena takut akan misteri itu, membangunkan sang pedagang. “Apakah artinya ini ?” dia bertanya. “Sejak anda meninggalkan Ezerum, kami telah mengikuti dengan maksud merampok anda. Malam pertama dan malam kedua kami mendapati tembok-tembok tinggi mengelilingi kafilah ini, tetapi malam ini kami masuk melalui tempat-tempat yang runtuh. Kalau anda mau memberitahukan kami semua rahasia ini, saya takkan mengganggu anda.” Pedagang itu sendiri merasa heran dan bingung. “Teman-teman,” jawabnya, “saya sendiri tak berbuat apapun untuk mendirikan tembok sekeliling kami. Yang saya lakukan hanya berdoa setiap malam, sambil menyerahkan diri saya dan orang-orang yang menyertai saya kepada Allah. Saya sepenuhnya mempercayaiNya untuk menjaga saya dari semua yang jahat. Tetapi malam ini karena terlalu letih dan mengantuk, saya hanya memanjatkan berdoa dengan setengah hati saja. Itulah sebabnya anda diizinkan menerobos!” Orang-orang Kurdi tertegun keheranan oleh kesaksian seperti ini. Pada saat itu dan disitu juga, mereka menyerahkan diri kepada Yesus Kristus dan diselamatkan. Dari perampok kafilah, mereka berubah menjadi orang-orang yang takut akan Tuhan.

Apabila kita hanya berdoa supaya kita bisa membayar listrik, uang sekolah anak, bisa makan setiap harinya, maka sekalipun semuanya itu doa yang baik, tapi sukar bagi kita untuk mengalami mujizat-mujizat besar dari Tuhan. Dalam kisah diatas ketika orang Kristen tersebut berdoa dengan ukuran jumbo, maka orang Kristen tersebut mengalami mujizat. Kuasa dari Dia yang Mahakuasa yang mendengar doa kita dan menjawabnya. Doa menghubungkan kita dengan Allah yang Mahakuasa dan kita harus mengharapkan hasil yang luar biasa, baik Dia mengabulkan permohonan kita atau tidak. Doa adalah nafas kehidupan orang percaya. Oleh karena itu orang percaya seharusnya menjadikan doa sebagai gaya hidup sehari-hari. Doa menunjukkan kepada dunia ini bahwa kita adalah milik Tuhan, sehingga kita senantiasa meminta pimpinan-Nya. Hanya kalau kita berani menaikkan doa yang berukuran jumbo, maka Tuhan akan mengerjakan perkara-perkara jumbo dalam hidup kita. Beranilah menaikkan doa yang ukurannya jumbo, sebab doa kita menentukan apa yang Tuhan akan kerjakan dalam hidup kita. (ABU)

RENUNGAN
Beranilah menaikkan DOA yang ukurannya JUMBO, sebab DOA KITA MENENTUKAN apa yang Tuhan akan kerjakan dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Bagaimana dengan doa-doa anda, apakah anda sudah berdoa dengan ukuran yang jumbo. Coba anda evaluasi ?

2. Apa yang anda rasakan ketika anda tahu bahwa doa dengan ukuran jumbo itu yang menentukan apa yang akan Tuhan kerjakan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa terimakasih untuk kasih setiaMu, mulai saat ini kami akan belajar berdoa dengan ukuran yang jumbo karena kami tahu itulah yang akan Engkau kerjakan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan Pasala 31-33
Kisah Para Rasul Pasal 9 ayat 20-43

Kehilangan Besar Menjadi Jarahan Besar

RHEMA HARI INI
Yosua 1:7 “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi..”

Pilgrims atau Pilgrim Fathers, adalah istilah yang digunakan untuk koloni Plymouth yang menetap di Plymouth, Massachusetts, Amerika Serikat. Kisah Pilgrims menjadi salah satu peristiwa penting sejarah dan budaya Amerika Serikat. Pada mulanya mereka adalah kelompok orang percaya di Inggris pada waktu abad 16 yang meyakini bahwa ibadah kepada Tuhan tidak bisa dibatasi oleh liturgi, adat atau peraturan tertentu dari pemerintah maupun gereja pusat. Contoh peraturan yang aneh waktu itu adalah tiap orang akan didenda sebesar satu shilling (bernilai sekitar 16 pounsterling dengan mata uang sekarang) bila tidak menghadiri ibadah hari Minggu ataupun hari besar gereja yang lain. Adapun sangsi yang lebih berat untuk melakukan ibadah/kebaktian yang tidak sesuai dengan liturgi gereja dapat berujung kepada denda yang lebih berat bahkan hingga hukuman penjara. Karena ketidakcocokan ini, kelompok ini sempat bermigrasi ke kota Leiden, Belanda, tapi disana pun mereka juga mempunyai kesulitan, banyak anggota jemaat yang akhirnya menyerah dengan kembali ke Inggris disebabkan karena kesulitan mencari pekerjaan dan juga karena berpikir untuk masa depan yang lebih baik bagi anak cucu mereka. Banyak juga yang berpikir bahwa tinggal terus di Leiden akan menghilangkan identitas dan budaya ke-Ingris-an mereka, dan bahkan akan akan terbawa dengan budaya dan moral disana yang kurang bagus. Setelah para pemimpin menyimpulkan bahwa terus tinggal di Leiden juga tidak membawa efek positif bagi komunitas setempat dan untuk penginjilan baru, mereka memutuskan untuk meninggalkan Leiden dan mulai menimbang untuk hijrah ke benua yang baru, yaitu Amerika. Mereka menumpang kapal Mayflower dari Southampton, Inggris dan dalam perjalanan selama 66 hari, untuk mencapai daerah yang sekarang dinamakan Plymouth, Massachusetts. Adapun pendudukan koloni mereka di benua yang baru juga banyak dilanda masalah, mulai dari kelaparan, sakit penyakit/wabah, kematian, panen yang gagal ataupun konflik dengan penduduk pribumi yaitu suku Indian. Karena kegigihan, perjuangan, dan iman mereka kepada Tuhan, hingga akhirnya pada tahun 1623, mereka berhasil untuk merayakan panen mereka yang pertama di negeri yang baru, yang menjadi cikal bakal perayaan “Thanksgiving” di Amerika Serikat sampai sekarang. Adapun nilai-nilai kekristenan yang dipegang oleh koloni Plymouth ini lah yang terus dipegang oleh kebanyakan orang kristen di Amerika Serikat. Iman mereka yang teguh membuat mereka terus bertahan setelah banyak mengalami banyak kekalahan dan kehilangan, mulai di Inggris, di Belanda bahkan pada saat-saat awal perjuangan di Amerika, hingga akhirnya Tuhan membuat semuanya itu menjadi kemenangan yang besar, anak cucu mereka akhirnya menjadi warga dari negeri adidaya di dunia, yaitu Amerika Serikat.

Koreksi hidup kita masing-masing, kita sering berfikir bahwa masalah adalah sesuatu yang sangat buruk yang kita alami. Namun Tuhan mampu merubah semua itu menjadi jarahan yang berlipat kali ganda. Yang harus kita lakukan adalah mengerjakan setiap rhema yang Tuhan berikan, Tuhan akan menyertai kita dan jarahan besar akan datang.

RENUNGAN
Seringkali justru MELALUI MASALAH, Tuhan akan mengubah KEHILANGAN BESAR menjadi JARAHAN YANG BESAR!!!

APLIKASI
1. Apakah anda yakin Tuhan mampu merubah masalah anda menjadi suatu jarahan yang besar, tanya hati anda ?
2. Apa bukti jika anda yakin dengan hal demikian ?

DOA UNTUK HARI INI
Kami bangga dan bersyukur mempunyai Engkau Yesus karena kami yakin dan sangat yakin bahwa Engkau mampu merubah masalah kami menjadi jarahan yang besar. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan Pasal 28-30
Kisah Para Rasul Pasal 9 ayat 1-19

Mengerjakan Rhema Dari Tuhan

RHEMA HARI INI
I Samuel 30:9-10 “9 Lalu pergilah Daud beserta keenam ratus orang yang bersama-sama dengan dia, dan sampailah mereka ke sungai Besor. Sementara orang-orang yang mau tinggal di belakang berhenti di sana 10 maka Daud melanjutkan pengejaran itu beserta empat ratus orang. Dua ratus orang yang terlalu lelah untuk menyeberangi sungai Besor itu, berhenti di sana.”

Johan adalah putra orang kaya dan dia adalah anak tunggal. Orangtua Johan sangat rajin dalam bekerja, dari pagi hingga sore mereka terus bekerja, semua itu mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan Johan. Namun sayang, sifat seperti itu tidak menurun kepada Johan. Johan anak yang cuek dan tidak mau bekerja keras. Suatu ketika saat pulang kuliah, Johan menemukan surat yang berisikan bahwa orangtuanya pergi keluar negeri beberapa tahun untuk merintis perusahaan disana. “Ayah titip perusahaan ayah, ayah percaya kamu bisa.” Itulah kalimat penutupnya. Mau tidak mau Johan harus turun tangan untuk bergerak menjalankan amanat sang ayah. Awalnya ia hanya santai-santai saja sampai suatu ketika perusahaan itu hampir bangkrut. Johan ingat amanat sang ayah, ia harus benar-benar berjuang menyelamatkan perusahaan keluarganya. Segala cara Johan lakukan, mulai dari belajar lewat internet, ikut seminar-seminar bahkan bekerja sampai malam. Luarbiasa, ketika ia bergerak sungguh-sungguh menjalankan amanat dari ayahnya, perusahaannya bangkit bahkan makin maju.

Sama seperti Johan, kita pun juga harus demikian. Saat Tuhan memberikan sebuah rhema, janganlah kita berdiam sampai disitu. Bergeraklah maju agar kemenangan itu segera datang. Daud, ketika ia sudah mendapatkan rhema dari Tuhan, langkah selanjutnya yang ia lakukan ialah mengerjakan rhema tersebut. Mulai saat ini ambil komitmen untuk tidak berhenti sampai kita menerima rhema, tetapi bergeraklah untuk maju agar kemenagan segera datang.

RENUNGAN
Bergeraklah maju MENGERJAKAN RHEMA yang Tuhan berikan, maka kita akan melihat KEMENANGAN KITA SEGERA DATANG!

APLIKASI
1. Apa yang sering anda lakukan setelah mendapat suatu rhema dari Tuhan, dia ataukah bergerak maju, teliti ?
2. Ketika hari ini anda mengerti apa yang Tuhan mau, langkah nyata apa yang anda lakukan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa inilah komitmen kami. Kami mau terus maju mengerjakan setiap rhema yang Engkau berikan kepada setiap kami karena kami percaya bahwa kemenagan akan segera datang. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan Pasal 26-27
Kisah Para Rasul Pasal 8 ayat 26-40

Tangan Tuhanlah Yang Menentukan

RHEMA HARI INI
1 Samuel 30:6 “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.”

Ia telah dikeluarkan dari perguruan tinggi dan upaya-upaya bisnisnya telah gagal. Kini saat ia berdiri di tepi danau Michigan ditengah sapuan angin pada suatu malam musim dingin, pria berusia 32 tahun itu melihat langit diatas untuk terakhir kalinya seraya bersiap untuk melemparkan diri ke dalam air yang membekukan. Itu adalah saat yang mencekam. Ia merasakan semburan ketakjuban saat ia melihat langit berbintang dan pikiran ini membakar benaknya, “Kamu tidak berhak menghabisi dirimu sendiri, kamu bukanlah milikmu sendiri.” R.Buckminster Fuller berjalan meninggalkan danau itu dan kembali untuk memulai dari awal. Saat itu ia memulai perjalanan yang membawanya ke karir-karir sebagai seorang penemu, insinyur, matematikawan, arsitek, penyair dan kosmolog. Ia akhirnya memenangkan lusinan gelar kehormatan dan sebuah nominasi hadiah Nobel. Fuller menulis dua lusin buku, berkeliling dunia 57 kali, dan memberitahukan impian-impiannya untuk masa depan kepada jutaan orang. Penemu kubah geodesik ini jarang mengulangi pemunculannya dalam kuliah-kuliah yang kadang-kadang berlangsung tiga sampai empat jam mengenai topik-topik dari pendidikan sampai asal-usul kehidupan.

Ketika Daud dalam keadaan terjepit, kredibilitasnya sebagai pemimpin dipertaruhkan, rakyat yang dipimpinnya justru akan menyerangnya karena kesedihan mereka, keadaan yang sangat menekan itu tidak membuatnya putus asa, sebab pengharapannya ada pada Allah yang benar, dan ketika Daud melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, kemenangan besar terjadi, kepercayaan rakyatnya dipulihkan, Nama Tuhan ditinggikan.
Demikian juga dengan setiap kita, situasi yang buruk, keadaan yang menyesakkan, janganlah membuat pengharapan kita kendor, tetap pandang Yesus, sebab Ia bukanlah Alllah yang mengecewakan, pertolongan-Nya tidak pernah terlambat, datang pada-Nya, lakukan apa yang difirmankan-Nya, kemenangan besar pasti ditangan kita, pemulihan Tuhan pasti terjadi. Amin, Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Situasimu sekarang ini TIDAK MENENTUKAN masa depanmu! DI TANGAN TUHANLAH kuasa untuk meninggikan dan merendahkan!

APLIKASI
1. Koreksi diri anda, pernahkah anda merasa bahwa anda tidak akan maju karena keadaan saat ini?
2. Lalu langkah apa yang akan anda lakukan untuk merubah semua itu ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa saat ini kami tahu dan kami menyadari bahwa ditangan-Mulah hidup kami akan semakin bertumbuh. Ajarkan kami untuk senantiasa mengandalkan Engkau, bukan berfokus pada keadaan atau situasi, Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan Pasal 23-25
Kisah Para Rasul Pasal 8 ayat 1-25

Jangan Tenggelam Dalam Kegagalan

RHEMA HARI INI
1 Samuel 30:3 “Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan.”

Irwin, seorang perwira angkatan laut yunior diberhentikan dari dinas militer setelah didiaknosa menderita kanker. Sesuai prosedur standart militer pada saat itu. Kehilangan pekerjaan merupakan satu pukulan besar baginya, namun ia bertekad untuk mendapatkan kembali kesehatan dan pekerjaannya. Dengan Iman dan tekad baja, ia berjuang melawan penyakit yang berusaha mengambil alih tubuhnya. Pada satu saat, ia hanya memiliki dua Minggu untuk hidup, namun akhirnya kankernya dapat disembuhkan. Irwin kemudian memusatkan perhatiannya pada hasrat untuk menjadi perwira angkatan laut. Ia mengetahui, bagaimanapun juga bahwa peraturan melarang dikembalikannya posisi seseorang yang diberhentikan karena kanker. Semua orang mengatakan kepada Irwin, “Menyerah sajalah, dibutuhkan sebuah undang-undang kongres untuk dapat memperoleh kembali posisi mu.” Nasihat itu melahirkan harapan, ia mengajukan sebuah undang-undang kongres. Tentu saja bukan perkara yang mudah, membutuhkan waktu yang panjang, memerlukan kerja keras, tetapi dengan ketekunannya yang luar biasa Irwin mengerjakannya. Presiden Harry S. Truman akhirnya mengesahkan menjadi hukum sebuah rancangan undang-undang istimewa yang memungkinkan Irwin W. Rosenberg didaftarkan kembali dan menjadi seorang laksamana muda di Armada ke tujuh Amerika Serikat.

Daud mengalami pasang surut dalam kehidupannya mengiring Tuhan, ia melarikan diri dari istana karena raja Saul iri hati kepadanya dan bertekad bulat untuk membunuh dia, semua harta, jabatan, keluarga dan nama baiknya dirampas begitu saja. Di negeri orang Filistin ia membangun kehidupan yang baru, belum lama, malapetaka kembali mendatanginya, orang Amalek menyerbu di Ziklag dan sekali lagi Daud harus kehilangan segalanya. Tentu saja ini adalah tekanan hidup yang sangat besar, tetapi Daud memegang teguh janji Tuhan dalam hidupnya, bahwa dia adalah raja Israel yang berikutnya, ia tidak mau hanyut dengan keadaan saat itu, ia tidak mau tertipu dengan strategi Iblis, dengan Iman Daud mengerjakan bagiannya, taat perintah Tuhan. Daud yakin bahwa kemenangan besar sudah disediakan Tuhan dalam hidupnya. Demikian juga dengan keadaan kita sekarang, kesulitan hidup, masalah rumah tangga, tekanan dalam pekerjaan dan juga studi kita, janganlah itu menenggelamkan kita, jangan kita menyerah dengan tipu daya Iblis, ambil Alkitabmu, baca berulang-ulang, renungkan siang dan malam, palingkan wajahmu dari masalah kepada Firman Tuhan, dapatkan Rhema yang baru dari Tuhan, melangkah dengan Iman, kerjakan bagian kita, sambut kemenangan besar yang Tuhan sudah sediakan dalam hidup kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Jangan TENGGELAM dalam kegagalanmu. Jangan ijinkan IBLIS MENIPU kita!

APLIKASI
1. Kegagalan seperti apa yang paling membuat anda terjatuh, ceritakan ?
2. Siapkah anda mengalami kegagalan yang sama, dan apa yang akan anda lakukan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami tidak ingin terus-menerus ditipu iblis. Biarlah kami terus dekat dengan Engkau agar kegagalan dalam hidup kami diubah menjadi kemenangan besar. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan Pasal 20-22
Kisah Para Rasul Pasal 7 ayat 44-60

Palingkan Wajahmu Kepada Tuhanmu

RHEMA HARI INI
I Samuel 30:7-8 “7 Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: “Bawalah efod itu kepadaku.” Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud.8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

Wilma Rudolph, lahir dari keluarga yang sangat miskin 23 Juni 1940, di-Tennesee, USA. Anak ke-20 dari 22 bersaudara. Ayahnya hanya seorang porter KA / kuli angkut barang dan ibunya hanya tukang masak dan cuci baju tetangga. Hidup mereka benar-benar miskin. Saat usia 4 tahun, ia menderita radang paru2 dan demam tinggi yang menyebabkan kakinya lumpuh karena polio. Orangtuanya tak mampu membeli obat karena waktu itu Amerika masih ada rasiaiisme yang membuat orang-orang kulit hitam mendapatkan perlakuan buruk dlm kesehatan dan pendidikan. Akhirnya, la harus menggunakan kruk/penyangga dan dokter menyatakan bahwa kakinya akan lumpuh selamanya. Tetapi ibunya terus berdoa pada TUHAN dan memberi keyakinan pada Wilma bahwa ia pasti normal kembali. Di-saat yang buruk, kakinya yang lumpuh semakin mengecil dan hanya terjuntai ke-bawah tak bereaksi apapun. Namun Wilma terus mengucapkan kata-kata iman dan berkata “Aku akan menjadi wanita tercepat di-dunia di-lintasan lari.” dan ia terus mencoba berdiri, walau sdh ribuan kali ia mencoba dan jatuh. Ia tak menyerah. Pada usia 9 tahun, ia nekat melanggar nasehat dokter dan membuang tongkatnya dan melakukan langkah pertama yang menurut dokter-dokter takkan pernah dapat dilakukannya. Selama 3 tahun ia terus mencoba melangkah, berjalan dan berlari. Pada usia 13 tahun ia mengikuti lomba lari pertama kalinya dan menjadi peserta satu-satunya yang berkaki tak sempurna. Ia kalah. Tapi Wilma terus melaju. Ia terus bertanding di-ratusan lomba dan mengalami ratusan kekalahan. Hingga suatu hari ia berhasil menang lomba lari dlm satu kejuaraan Provinsi yang membuatnya berhasil meraih beasiswa di-Tennesee State University dan mempertemukannya dengan seorang pelatih atletik bernama Ed Temple. Wilma berkata pada Ed “Saya ingin menjadi wanita tercepat di-lintasan atletik dunia.” Dibawah bimbingan Ed, Wilma terus berlatih siang malam, mengatasi berbagai rintangan, bertanding dalam ratusan lomba dan terus melaju hingga akhirnya Sejarah mencatat, pada Olimpiade tahun 1960, Wilma Glodean Rudolph, Seorang wanita kulit hitam pertama yang pernah menderita polio dan lumpuh, akhirnya menjadi juara Olimpiade dan memenangkan 3 medali emas di-lintasan lari 100 meter, 200 meter dan estafet 400 meter dan menjadi wanita tercepat di-dunia di-lintasan lari.

Dalam kisah di atas ketika Wilma Glodean Rudolph mengalami masalah dia memalingkan wajahnya dari masalah kepada Tuhan sehingga Tuhan yang berperkara dengan ajaib bagi dia sehingga dia mengalami kesuksesan. Dalam Alkitab, ketika rakyat hendak melempari Daud dengan batu, Daud malah menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan Allahnya atau dengan kata lain Daud memalingkan wajahnya dari masalahnya kepada Tuhannya. Apabila kita menghadapi masalah, sering mata kita tertuju pada masalah kita sehingga kita tidak melihat lagi ada Tuhan di samping kita yang siap untuk menolong kita. Lihatlah Tuhan Yesus yang berkuasa untuk mendengar doa, menjawab doa, dan melakukan berbagai macam mujizat. Inilah yang harus dipahami oleh umat Tuhan bahwa ditolong atau tidak ditolong sepenuhnya berada di dalam wewenang Tuhan. Ada mujizat atau tidak ada mujizat terjadi dalam hidup kita, kita tetap setia kepada Tuhan. Hidup miskin atau hidup kaya, kita tetap melayani Tuhan. Dalam keadaan sakit atau telah disembuhkan oleh Tuhan, kita tetap memuliakan Dia dan lain sebagainya. Tetaplah fokus kepada Tuhan. Mulai saat ini ambil Alkitab anda, baca berulang-ulang, renungkan siang dan malam, palingkan wajah anda dari masalah anda pada Alkitab, yaitu Firman Allah yang hidup itu. Maka anda akan mendapatkan Rhema yang baru dari Tuhan dan Rhema itu akan disertai dengan kuasa yang akan mendatangkan kemenangan dalam hidup anda. Oleh karena itu, palingkan wajahmu dari masalahmu kepada Tuhanmu. Dan lihatlah bagaimana Tuhan yang besar akan berperkara dengan ajaib bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.(ABU)

RENUNGAN
Palingkan wajahmu dari MASALAHMU kepada TUHANMU! Dan lihatlah bagaimana TUHAN YANG BESAR akan berperkara dengan ajaib bagi kita!

APLIKASI
1. Teliti kehidupan anda, saat ini dimana fokus anda. Kepada Tuhan ataukah dunia ?
2. Apa komitmen anda ketika anda tahu Tuhan akan berperkara ajaib saat wajah anda berpaling kepada Tuhan bukan kepada masalah ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa ampuni kami karena sering kali kami hanya berfokus kepada masalah kami. Mulai saat ini kami berkomitmen untuk berpaling dari masalah kepada-Mu. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan Pasal 17-19
Kisah Para Rasul Pasal 7 ayat 23-43

Tuhan Bisa Buka Jalan

RHEMA HARI INI
Yesaya 55:8 “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.”

Nathaniel Hawthorne sangat kecewa. Ia baru saja menerima kabar pergantian jabatan di kantor bea cukai Boston. Massachusetts, tempatnya bekerja. Ternyata, ia diberhentikan. Berita buruk itu seakan-akan menggelegar di telinganya. Dunia seolah-olah sudah kiamat. Ia berjalan pulang dengan perasaan bingung dan gundah. Di pelupuk matanya terbayang wajah duka istrinya. Hawthorne semakin gelisah. Hari itu sungguh menjadi hari yang panjang baginya. Setibanya dirumah, ia menceritakan perihal pemecatannya kepada istrinya. Sang istri dengan tatapan prihatin memeluknya, mengambil sebuah pena dan tinta, lalu meletakan keduanya di meja dekat perapian. “Tidak usah bersedih.” katanya. “Kau punya banyak waktu sekarang. Kau bisa mulai menulis.” Empat tahun setelah kejadian memilukan itu Hawthorne menghasilkan sebuah novel yang membuat namanya terkenal di seluruh dunia :The Scarlet Letter.

Kegagalan di satu bidang kerap menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan di bidang lain. Kuncinya adalah tidak putus asa, terus berusaha, dan terutama tetap berpaut pada Tuhan, sang sumber hidup. Jika Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi, tentu ada maksud baik di balik hal itu. Dalam kisah di atas, dalam sekejab mata Tuhan bisa membuka jalan bagi Hawthorne sehingga bisa menulis novel yang membuatnya terkenal. Mungkin saat ini Tuhan sedang menutup jalan anda dalam hal tertentu.Percayalah kepada Tuhan dan jangan pernah putus asa. Ingatlah, bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. Dalam sekejab mata Tuhan bisa membuka jalan bagi kita dan memberikan kemenangan yang gilang gemilang. (ABU)

RENUNGAN
Bagi Tuhan, TIDAK ADA YANG MUSTAHIL! Dalam sekejab mata TUHAN BISA MEMBUKA JALAN bagi kita dan memberikan KEMENANGAN yang gilang gemilang!

APLIKASI
1. Ceritakan pengalaman luarbiasa apa yang anda alami ketika mengalami pergumulan, tiba-tiba Tuhan buka jalan.Sharingkan !
2. Darin itu, perubahan apa atau pertumbuhan seperti apa yang anda alami didalam Tuhan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami terus bangga dan takjub atas anugerah dan perbuatanMu. Apapun yang kami alami saat ini, kami percaya Tuhan mampu buka jalan dan merubah yang mustahil menjadi kenyataan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan pasal 15-16
Kisah Para Rasul Pasal 7 ayat 1-22

Languages

Change Language