Merdeka Dari Ketakutan

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 27:1-14

RHEMA HARI INI
Mazmur 27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

Ada sebuah cerita yang berasal dari negeri Irak, yang menggambarkan tentang besarnya peranan rasa takut dalam kehidupan manusia pada umumnya. Alkisah pada suatu saat suatu wabah penyakit sampar yang sangat hebat melanda Baghdad, ibukota negeri itu, sehingga mengakibatkkan korban jiwa yang sangat banyak. Pada waktu itu ada seorang pengendara kuda yang sedang mengadakan perjalanan menuju ke kota Baghdad: Ia sama sekali tidak mengetahui bahwa kota Baghdad sedang dilanda oleh bahaya sampar yang mengerikan. Sedang ia enak-enak menunggangi kudanya dengan menikmati keindahan pemandangan padang pasir di waktu matahari terbenam, tiba-tiba dari belakang menyusul seorang yang berpakaian serba hitam dengan menunggangi seekor unta hitam.

Dengan penuh rasa ingin tahu si pengendara kuda itu menyapa si orang yang serba hitam, menanyakan siapakah dia, dan apakah tujuannya pergi kekota Baghdad. Orang itu menjawab, “Aku adalah raja bala sampar dan aku akan ke Baghdad untuk mengambil nyawa-nyawa manusia yang akan mati terkena bala sampar.” Si pengendara kuda itu bertanya lagi, “Tuan, bolehkah aku mengetahui berapa jiwakah yang akan tuan ambil dari sekian banyak penduduk kota Baghdad?” Dengan tegas si serba hitam itu menjawab, “Akan kuambil 8000 jiwa rakyat Bahgdad yang mati karena bala sampar. Sedangkan yang 42.000 lainya itu bukan aku yang mengambil, mereka mati bukan karena sampar, tetapi mereka akan mati karena takut. Mereka sudah ketakutan mendengar nama sampar, sehingga sebelum ada terkena penyakit sampar, mereka sudah mati ketakutan.”

Ketakutan selalu melumpuhkan, bahkan akhirnya bisa mematikan. Mematikan semangat kita, mematikan pengharapan kita, mematikan impian kita, dan masih banyak lagi. Firman rhema yang kita baca hari ini mengatakan bahwa saat Tuhan menjadi terang hidup kita, maka kita tidak perlu takut terhadap apapun. Itu sebabnya penting sekali bagi kita semua mengikuti sesi ke-3 dari seri Experiencing Real Freedom dengan judul Kemerdekaan Dari Ketakutan. Kita akan belajar bagaiman bisa lepas dari belenggu ketakutan yang bisa melumpuhkan hidup kita. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Alamilah KEMERDEKAAN DARI KETAKUTAN, sebab terbelenggu oleh ketakutan itu bisa mematikan.

APLIKASI
1. Adakah belenggu ketakutan yang masih menguasai hidup Anda saat ini?
2. Mengapa Anda belum bisa melepaskan belenggu ketakutan tersebut?
3. Apa komitmen Anda supaya bisa lepas dari belenggu ketakutan?

DOA UNTUK HARI INI
“Engkau Tuhan El-Shadday, Allah yang Maha besar, Allah yang Maha Kuasa. Segala kuasa ada di dalam tangan-MU. Ajar kami percaya bahwa Engkau memegang kendali atas seluruh kehidupan kami, sehingga kami tidak perlu takut terhadap apapun yang harus kami hadapi. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Freedom From Conflict

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 34:1-23

RHEMA HARI INI
Mazmur 34:15 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Suatu hari Abraham Lincoln, presiden AS terlibat konflik dengan isterinya dan masing-masing tidak mau mengalah. Mereka berdua unjuk kekuatan siapa yang lebih lama bisa bungkam. Suatu kali Lincoln ingin dibangunkan pagi-pagi karena ada tugas kenegaraan yang sangat penting. Namun ia terlalu gengsi untuk memulai percakapan, itu sebabnya ia hanya menulis pada secarik kertas kepada isterinya, “Bangunkan aku pagi-pagi!” Keesokan harinya Lincoln bangun pada pukul 11, ia sangat terkejut, sekaligus sangat marah pada isterinya. Tapi kemudian ia terdiam karena menemukan secarik kertas yang berbunyi, “Bangun! Sudah pukul 6 pagi!”

Kisah menggelikan dari Lincoln ini kiranya cukup menjadi pelajaran berharga bagi kita. Masalah yang dialaminya diawali dari konflik yang tidak diselesaikan akibat sikap yang saling tidak mau mengalah. Padahal, konflik yang tidak diselesaikan dalam jangka waktu yang panjang akan membuat hidup kita terikat dengan konflik. Oleh sebab itu, jangan sampai kita terikat belenggu konflik.

Banyak orang yang hidupnya berada dalam belenggu konflik; setiap hari penuh konflik, dengan semua orang mudah mengalami konflik, dan banyak konflik yang akhirnya tidak pernah beres dalam hatinya dan terus menumpuk dalam hatinya menjadi kemarahan, kepahitan, kekecewaan, bahkan kebencian. Kita mungkin pernah terlibat konflik, tetapi kita harus bisa menang atas konflik dan mengatasi konflik sehingga akhirnya merdeka dari konflik dan kedua pihak bisa semakin baik dan dewasa. Alamilah kemerdekaan dari belenggu konflik dengan mengikuti sesi kotbah Experiencing Real Freedom yang kedua dengan judul Kemerdekaan Dari Konflik. Kita akan diajari bagaimana supaya bisa terlepas dari belenggu konflik yang dapat merugikan hidup kita. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
SELESAIKAN SETIAP KONFLIK dengan benar dan alamilah KEMERDEKAAN DARI BELENGGU KONFLIK!

APLIKASI
1. Adakah konflik yang belum Anda selesaikan sampai saat ini?
2. Hambatan apa yang Anda alami dalam menyelesaikan konflik tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya lepas dari belenggu konflik?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terimakasih untuk firman-MU yang luar biasa, mengingatkan kami untuk menyelesaikan konflik dan melepaskan diri dari belenggu konflik. Kami percaya dengan kekuatan kuasa Roh Kudus-MU kami akan dimampukan untuk lepas dari belenggu konflik. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Mengalami Kemerdekaan Sejati

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 8:30-36

RHEMA HARI INI
Yohanes 8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

Dengan pembongkaran Uni Soviet pada tahun 1991 dan dibukanya tirai besi setelah itu, Eropa Timur dengan penuh sukacita merayakan kemerdekaan mereka yang telah lama ditolak. Namun, beberapa “kemerdekaan” pertama yang dilaksanakan di negara-negara yang sebelumnya berpaham komunis ini adalah mengumbar pornografi, prostitusi, narkoba, dan kejahatan yang terorganisir.

Banyak orang memang memiliki konsep yang keliru mengenai kemerdekaan. Mereka berpikir bahwa mereka bebas melakukan segala sesuatu yang disebut sebagai “kewajiban.” Namun, Kitab Suci menunjukkan bahwa kebebasan rohani yang sesungguhnya terkait dengan pengorbanan Yesus untuk dosa-dosa kita. Kebebasan sejati tidak mungkin terpisah dari ketaatan terhadap perintah-perintah Allah. Ketaatan penuh kasih pada hukum Allah bukanlah upaya untuk mencapai keselamatan oleh perbuatan, melainkan merupakan sebuah respons tulus, jujur, ingin melayani, dan menyenangkan Allah penguasa alam semesta yang besar, yang memberi hukum rohani-Nya untuk kesejahteraan kita sendiri. Ini bukan soal apa yang nyaman, tetapi tentang apa yang menyenangkan Allah. Justru kebebasan yang sejati datang saat kita dengan bebas memerintahkan diri kita sendiri untuk tunduk kepada ketetapan dan kehendak Tuhan.

Alamilah kemerdekaan yang sejati di dalam Tuhan dengan mengikuti seri kotbah Experiencing Real Freedom” selama bulan Agustus ini. Kita akan dibukakan pengertian yang mendalam dan sangat kita butuhkan tentang kemerdekaan yang sejati. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
KEMERDEKAAN yang sejati hanya dapat kita temukan di DALAM YESUS.

APLIKASI
1. Apakah arti kebebasan menurut Anda?
2. Bagaimana Anda akan menggunakan kebebasan yang Anda alami untuk memuliakan Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya bisa sungguh-sungguh mengalami kemerdekaan yang sejati?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sebab Engkau sudah menyediakan kemerdekaan yang sejati bagi kami. Ajar kami untuk mempergunakan kemerdekaan itu untuk melakukan hal-hal yang berguna dan memuliakan nama-MU. Terima kasih, ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Sepaket

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Wahyu 12:10-12

RHEMA HARI INI
Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Seorang gadis kecil terlihat kebingungan di depan etalase boneka di sebuah supermarket. Cukup lama ia berdiri disitu, sambil memandangi deretan boneka yang berjajar di depannya. Gadis kecil ini bimbang, apakah ia akan memilih boneka beruang coklat kecil dengan mata yang ramah lucu, atau boneka anjing putih gendut dengan moncong yang menggemaskan. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya ia mengambil boneka beruang coklat kecil dan menyerahkan kepada ibunya yang sudah menunggu di depan kasir. Petugas kasir memindai barcode yang ada di label harga boneka tersebut lalu memeriksanya di komputernya. Tiba-tiba petugas kasir tersebut tersenyum dan berkata, “Selamat ibu, anak ibu bisa mendapatkan gratis boneka anjing putih sebagai pembeli keseratus dari boneka beruang kecil ini!” Mendengar kata-kata kasir itu, sang gadis kecil langsung melompat-lompat kegirangan. Ia bersukacita sekali bisa mendapatkan dua boneka yang ia inginkan sepaket sekaligus!

Saat kita menerima keselamatan, kita juga menerima kuasa. Di pemandangan Tuhan, keselamatan yang IA sediakan bagi kita sudah sepaket dengan kuasa untuk kita bisa hidup berkemenangan. Siapa menerima keselamatan, ia menerima kuasa. Begitu saja, sesederhana itu. Namun pertanyaannya, mengapa banyak anak Tuhan yang sudah diselamatkan, hidupnya seolah-olah tidak ada kuasanya? Jawabannya adalah karena ketidaktahuan. Ketidaktahuan akan membuat kita tidak menginginkan, tidak berusaha mendapatkan, sehingga akhirnya membuat kita tidak memilikinya.

Hari ini, sadarilah bahwa saat Anda diselamatkan Anda juga diberi kuasa oleh Tuhan. Mengapa Tuhan harus memberi kuasa kepada Anda? Tentu saja supaya Anda bisa menjadi saksi-NYA, dan melalui hidup Anda ada semakin banyak orang menjadi percaya kepada Yesus. Itu sebabnya sangat penting sekali bagi kita untuk mengikuti sesi terakhir dari seri kotbah Becoming Spiritual Giants dengan tema: “Powerful Christian – Kristen Penuh Kuasa.” Kita akan dibukakan pengertian yang mendalam dan sangat kita butuhkan tentang kehidupan yang penuh kuasa. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Siapa menerima KESELAMATAN, ia menerima KUASA.

APLIKASI
1. Seberapa dalamkah pengertian Anda tentang hidup Kristen yang penuh kuasa?
2. Menurut Anda, bagaimana kita bisa sungguh-sungguh hidup penuh kuasa?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk hidup penuh kuasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan, sebab ketika kami menerima keselamatan, sesungguhnya kami juga menerima kuasa. Tolong kami untuk percaya bahwa ada kuasa yang tak terbatas yang sudah Engkau berikan dalam hidup kami. Bukakanlah hati kami untuk menerima kuasa-MU dan berjalan dalam kuasa untuk memuliakan nama-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Zeal For More

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Efesus 3:14-21

RHEMA HARI INI
Efesus 3:18-19 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Lebah, siapa yang tidak tahu dengan binatang yang satu ini. Tapi tahukah Anda bahwa ada jenis lebah yang seharusnya tidak bisa terbang? Ialah lebah jenis bumblebee, seekor lebah yang tubuhnya gendut dan sayapnya kecil. Menurut hukum aerodinamika, seharusnya lebah jenis bumblebee ini tidak bisa terbang. Tetapi pada kenyataannya, lebah jenis ini tetap saja bisa terbang. Mengapa? Sebab ia tidak tahu hukum aerodinamika, dan ia tidak tahu kalau menurut hukum tersebut ia seharusnya tidak bisa terbang. Yang ia tahu adalah bahwa ia harus terbang untuk mencari makan demi kelangsungan hidupnya. Itu sebabnya ia terus terbang setiap kali ia ingin terbang, tanpa mempedulikan teori yang menyatakan bahwa ia tidak bisa terbang.

Tahukah Anda bahwa Tuhan ingin Anda mengalami hal-hal yang melampaui kemampuan alamiah Anda? Tuhan sangat ingin Anda mengalami hal-hal yang sangat besar di dalam Dia. Namun kuncinya adalah Anda harus tidak terikat dengan segala keterbatasan yang ada dalam hidup Anda. Artinya, Anda harus percaya bahwa Tuhan yang besar sanggup membuat Anda melakukan serta mengalami hal-hal yang besar dalam hidup Anda. Saat kita memahami betapa lebarnya, panjangnya, tingginya dan dalamnya kasih Kristus, sekalipun itu melampaui segala pengetahuan, maka hati kita akan dipenuhi dengan kelaparan dan kehausan untuk mengalami hal-hal yang besar yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.

Bersama Tuhan, kita pasti bisa! Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Bukan dengan keperkasaan kita, bukan dengan kekuatan kita, melainkan dengan Roh Allah, firman Tuhan semesta alam. Tuhan mau dan bisa membawa kita mencapai sesuatu yang besar, tetapi pertanyaannya: MAUKAH KITA MENCAPAINYA? Sebab inilah salah satu rahasia kesuksesan: KEINGINAN YANG BESAR UNTUK MENCAPAI SESUATU YANG BESAR DARI TUHAN! Terimalah petunjuk firman Tuhan untuk mengalami hal-hal yang besar dari Tuhan dengan mengikuti kotbah Minggu “Zeal for More.” Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
ZEAL FOR MORE! Sebab TUHAN YANG BESAR ingin kita mengalami HAL-HAL YANG BESAR untuk kemuliaan-Nya!

APLIKASI
1. Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin kita mengalami hal-hal yang besar?
2. Apa yang seringkali menjadi hambatan kita untuk mengalami hal-hal yang besar di dalam Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya bisa mengalami hal-hal yang besar di dalam Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan, karena Engkau selalu ingin melakukan hal-hal yang besar dalam hidup kami anak-anakMU. Berikan kami hati yang percaya dan iman yang teguh supaya kami berani berjuang serta melangkah untuk sungguh-sungguh meraih hal-hal yang besar yang sudah Engkau sediakan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Berakar Dalam Firman

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 4:1-11

RHEMA HARI INI
Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Berikut ini adalah kutipan perkataan tokoh-tokoh besar dunia tentang betapa dahsyatnya Alkitab:
– “Betapa besar pengharapan saya terhadap Alkitab, sehingga lebih lagi anak-anak saya membaca Alkitab, maka saya lebih yakin bahwa mereka adalah warga negara yang berguna dan istimewa.” John Adams
– “Saya percaya bahwa Alkitab adalah pemberian Allah yang terbaik kepada manusia. Semua yang baik dari Juru Selamat dunia disampaikan kepada kita melalui Alkitab.” Abraham Lincoln
– “Saya menemukan ada 95 orang yang terkenal di dunia selama hidup saya, dan 87 diantaranya adalah pengikut Allah melalui Alkitab.” W.E. Gladstone
– “Saya menemukan lebih banyak tanda-tanda keaslian di dalam Alkitab daripada dalam sejarah sekuler manapun juga.” Isaac Newton
– “Tidak mungkin orang dapat memimpin atau mengatur dunia ini dengan baik, tanpa mengenal Allah melalui Alkitab.” George Washington
– “Alkitab adalah dasar dari kebebasan, itu telah saya katakan dan selalu saya katakan. Pelajarilah dengan seksama buku yang suci itu, untuk menjadi warga negara, ayah, suami, atau istri yang baik.” Thomas Jefferson
– “Pendidikan tanpa pengarahan yang baik, sama halnya memberikan senjata kepada orang yang tidak bertanggung jawab. Pengarahan yang baik didapat dari Aklitab.” Theodore Roosevelt

Kalau tokoh-tokoh besar dunia ini saja mengerti betapa luar biasanya Firman Tuhan, sehingga mereka membaca, menggali dan merenungkan Firman Tuhan, bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman yang menuntun seluruh langkah kehidupan kita? Para raksasa rohani adalah orang-orang yang hidupnya berakar kuat pada Firman Tuhan. Itulah alasannya iman mereka tidak mudah goyah, sebab mereka menancapkan akar-akar iman mereka kepada kebenaran Firman Tuhan yang tidak berubah.

Kalau kita ingin menjadi raksasa-raksasa rohani, pilihannya tidak bisa lain selain kita mendasarkan hidup kita kepada kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan harus menjadi petunjuk utama bagi seluruh kehidupan kita. Firman Tuhan harus kita jadikan sebagai sumber jawaban bagi setiap permasalahan kita. Saat kita menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman bagi hidup kita, maka langkah-langkah kita akan terpimpin menuju kepada anugerah besar yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Ikutilah kotbah minggu ini “Rooted in His Word,” atau “Berakar Dalam Firman.” Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Jadikan FIRMAN TUHAN sebagai PEDOMAN UTAMA bagi hidup kita.

APLIKASI
1. Bagaimanakah pembacaan dan perenungan firman Tuhan Anda selama ini?
2. Seberapa pentingnyakah membaca dan merenungkan Firman Tuhan bagi hidup Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan supaya hidup Anda bisa berakar di dalam Firman?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur atas firman-MU yang menjadi petunjuk bagi hidup kami. Kami percaya firman-MU akan menuntun langkah kami menuju kepada rencana-MU yang besar dalam hidup kami. Teguhkan komitmen kami untuk senantiasa membaca, merenungkan dan melakukan firman-MU sehingga kami bertumbuh menjadi raksasa-raksasa rohani di dalam Engkau. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Doa Untuk Menjadi Raksasa Rohani

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kolose 4:1-6

RHEMA HARI INI
Kolose 4:2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.

Doa adalah nafas kehidupan yang paling penting dalam hubungan kita dengan Tuhan. “Menjadi seorang Kristen tanpa doa lebih mustahil daripada hidup tanpa bernafas,” itulah kutipan yang dinyatakan oleh Martin Luther, tentang pentingnya doa. Doa bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan lagi untuk dilakukan, seperti kita tidak perlu berdebat untuk bernafas. Doa adalah oksigen untuk paru-paru iman kita.

Doa adalah hak istimewa yang hanya dimiliki oleh orang Kristen untuk berkomunikasi dengan Tuhan, sebab hanya melalui karya Kristuslah kita bisa menghampiri tahta kasih karunia Allah dengan penuh keberanian. Melaui Yesus Kristus, Allah Bapa menjamin bahwa IA akan mendengar dan bertindak sesuai dengan apa yang kita minta di dalam nama Yesus. Bukankah ini sebuah kasih karunia yang luar biasa?

Dengan berdoa, kita sedang mengisi paru-paru iman kita dengan oksigen hadirat Tuhan yang sangat penting bagi pertumbuhan manusia roh kita. Semakin banyak kita berdoa, semakin maju pertumbuhan rohani kita. Charles Spurgeon berkata, “Tidak ada thermometer yang lebih baik untuk menunjukkan derajat temperature roh seseorang selain intensitas kehidupan doanya!” Kalau api doanya sungguh-sungguh, maka pasti roh orang itu juga berkobar. Dan percayalah, orang yang seperti ini sangat mudah bertumbuh menjadi raksasa rohani yang dipakai Tuhan melakukan perkara besar!

Temukan rhema firman Tuhan untuk membangun kehidupan doa yang sungguh-sungguh melalui kotbah hari ini dengan judul: “Doa yang sungguh-sungguh.” Kita akan dibangkitkan untuk menjadi anak-anak Tuhan yang memiliki kehidupan doa yang kuat dan berkuasa, sehingga hidup kita akan penuh dengan kemenangan dan kemuliaan Tuhan. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv Bangkitlah membangun kehidupan doa yang sungguh-sungguh, sehingga melalui doa kita, ada muncul banyak kesembuhan, banyak keajaiban, banyak perkara besar yang pasti terjadi untuk kemuliaan nama Tuhan.

RENUNGAN
Jadilah raksasa rohani dengan membangun kehidupan doa yang sungguh-sungguh.

APLIKASI
1. Bagaimana kehidupan doa Anda selama ini?
2. Menurut Anda, bagaimanakah kaitannya doa dengan pertumbuhan rohani?
3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan untuk membangun kehidupan doa yang sungguh-sungguh?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajar kami untuk membangun kehidupan doa kami lebih sungguh-sungguh lagi. Kami rindu manusia roh kami terus bertumbuh supaya hidup kami dipenuhi dengan kuasa dan kemuliaan-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Languages

Change Language