Greater Harvest

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 60:1-7

RHEMA HARI INI
Yesaya 60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

Ev. Reinhard Bonnke pada awal pelayanannya mengalami sebuah proses yang cukup berat, bahkan ia sempat tidak bisa membayar uang sewa tempat yang dipakainya sehingga ia berdoa kepada Tuhan untuk pelunasan uang sewanya. Ketika ia berdoa, Tuhan berkata kepadanya, “Reinhard, apakah kamu mau Aku beri 1 juta dollar?” Kemudian ia berpikir, “Tuhan aku tidak punya uang sama sekali bahkan untuk membayar uang sewa yang tidak seberapa ini aku tidak mampu. 1 juta dollar terlalu banyak”. Tetapi Tuhan mengulangi pertanyaan-Nya lagi, “Reinhard, apakah kamu mau Aku beri 1 juta dollar?” Akhirnya ia berlutut dan menangis di tengah jalan sambil berkata, “Tuhan, aku mau melihat 1 juta orang Afrika diselamatkan untuk Engkau, aku tidak mau 1 juta dollar.” Menakjubkan! Setelah peristiwa tersebut mulailah Tuhan menyatakan hal-hal luar biasa, mujizat kesembuhan, dan terobosan-terobosan rohani dalam pelayanan yang dilakukan Ev. Reinhard Bonnke, sehingga berjuta-juta orang diberkati melalui pelayanannya.

Seringkali, saat kita sedang berada dalam pergumulan dan masalah yang begitu berat, kita begitu terfokus pada masalah kita, sehingga kita tidak bisa melihat hal-hal besar yang sedang dikerjakan Tuhan. Bersyukur, Ev. Reinhard Bonnke sekalipun sedang berada dalam masalah, tetapi fokusnya tetap kepada karya Tuhan yang besar yang ia yakin bisa dikerjakan Tuhan dalam hidupnya. Itu sebabnya ia bisa mengalami hal-hal yang sangat besar dari Tuhan.

Hari ini, apapun keadaan Anda, alihkan fokus Anda dari masalah Anda kepada janji tuaian besar yang akan Tuhan kerjakan di tengah-tengah kita. Saat kita mengalihkan fokus kita dari diri kita sendiri kepada hal-hal besar yang akan Tuhan kerjakan, maka kita akan mendapati bahwa pertolongan Tuhan yang ajaib justru bisa menjadi nyata atas hidup kita. Lebih daripada semua persoalan kita, berdoalah untuk lawatan dahsyat, berserulah kepada Tuhan untuk tuaian besar, maka hidup kita akan dibawa naik ke level yang lebih tinggi lagi di dalam Tuhan. Ikutilah sesi kelima dari seri kotbah “Higher Level” dengan judul “Greater Harvest.” Kita akan belajar bagaimana mempersiapkan diri untuk menerima tuaian yang lebih besar dari Tuhan. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Doakan, serukan, rindukan dan perjuangkan GREATER HARVEST sungguh-sungguh MENJADI NYATA di tengah-tengah kita.

APLIKASI
1. Apakah Anda percaya bahwa Tuhan akan memberikan tuaian raya yang lebih besar lagi?
2. Bagaimana Anda menanggapi janji tuaian raya yang lebih besar ini?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk mewujudkan janji tuaian raya ini sungguh-sungguh menjadi nyata?

DOA UNTUK HARI INI
“Engkau dahsyat, ajaib, perkasa, besar, dan maha kuasa Ya Tuhan. Tidak ada Allah lain di muka bumi ini yang seperti Engkau. Kami bersyukur untuk janji tuaian besar yang Engkau berikan bagi kami. Kami percaya dan melihat dengan mata iman kami bahwa tuaian besar itu akan sungguh-sungguh Engkau nyatakan dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Greater Responsibility

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 12:35-48

RHEMA HARI INI
Lukas 12:48b Setiap orang yang diberi banyak, dituntut banyak. Dan, mereka yang dipercayakan lebih banyak akan dituntut lebih banyak lagi.

“Ah! Mama tidak adil!” demikian teriak Rico kepada mamanya. “Masa Rico harus membersihkan kamar Rico sendiri, sedangkan adik tidak?” Dengan sabar, mama menjelaskan kepada Rico, “Rico, adikmu kan masih 3 tahun. Masih harus banyak belajar sebelum bisa dilepaskan untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Sedangkan kamu, sudah SMP kelas 2, kamu sudah banyak belajar bagaimana bertanggung jawab terhadap dirimu sendiri. Lagipula, adikmu tidak mama beri kamar sendiri, dia masih sekamar dengan mama papa dan kadang malah menumpang di kamarmu. Rico yang sudah mama beri kepercayaan untuk bisa punya kamar sendiri, ini sekarang saatnya Rico bisa bertanggung jawab mengurus kamarmu sendiri itu.” Setelah melewati beberapa pertanyaan dan penjelasan, akhirnya Rico bisa mengerti bahwa kepercayaan yang lebih pasti juga menuntut tanggung jawab yang lebih.

Berapa banyak orang yang hanya ingin diberi kepercayaan saja tetapi enggan memikul tanggung jawabnya? Sesungguhnya, itu adalah suatu hal yang mustahil. Kepercayaan lebih banyak pasti menuntut tanggung jawab yang lebih banyak pula. Itu adalah sebuah hukum alam. Demikian juga saat kita dibawa Tuhan naik ke level yang lebih tinggi lagi, dimana kita diberi kepercayaan-kepercayaan yang lebih besar lagi, maka pastilah kita juga dituntut dengan tanggung jawab yang lebih besar lagi. Kita harus berani bayar harga supaya bisa mempertanggung jawabkan dengan baik setiap kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita.

Ikutilah sesi keempat dari seri kotbah “Higher Level” dengan judul “Greater Responsibility.” Kita akan belajar bagaimana supaya kita bisa diberi kepercayaan yang lebih besar lagi oleh Tuhan. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
HIGHER LEVEL selalu diikuti dengan GREATER RESPONSIBILITY.

APLIKASI
1. Apakah Anda ingin mendapat kepercayaan yang lebih besar dari Tuhan?
2. Apa yang Anda akan lakukan supaya bisa mendapat kepercayaan yang lebih besar dari Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa mempertanggung jawabkan dengan baik kepercayaan yang lebih besar dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, sungguh kami bersyukur atas kebaikan-MU. Adalah sebuah kehormatan yang luar biasa bagi kami, ketika Engkau memilih kami untuk menyelesaikan pekerjaan-Mu di dunia ini. Tolong kami untuk bisa mempertanggung jawabkan dengan sepenuhnya semua hal yang sudah Engkau percayakan dalam hidup kami, sehingga Engkau dapat mempercayakan hal-hal yang lebih besar lagi dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

God’s Greater Visitation

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 40 : 1-11

RHEMA HARI INI
Yesaya 40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”

Masihkah Anda ingat tentang kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada tanggal 1-9 Maret 2017 yang lalu? Kunjungan Raja Arab Saudi tersebut membuat banyak masyarakat Indonesia tercengang-cengang heran. Bayangkan saja, dalam kunjungannya tersebut, Raja Salman membawa 1500 orang untuk menyertainya sehingga harus terbang dengan 7 pesawat terbang.
Belum lagi logistik yang mereka bawa totalnya mencapai 450 ton. Beberapa barang yang dibawa antara lain tangga khusus yang didatangkan dari Saudi. Tangga ini berfungsi seperti eskalator dan kerap digunakan Raja agar dia tidak perlu bersusah payah turun dari kabin pesawat. Dan masih banyak kehebohan yang lainnya lagi.

Kalau kedatangan raja dunia saja membawa kemuliaan yang luar biasa sampai banyak orang menjadi tercengang-cengang, apalagi kedatangan Tuhan, Sang Raja diatas segala raja. Saat Tuhan datang melawat, saat itulah kemuliaan Tuhan dinyatakan, dan semua mata bisa melihatnya, dan pasti terkagum-kagum karenanya. Lawatan Tuhan dalam bentuknya yang paling sederhana datang dalam bentuk kelepasan, kepenuhan Roh Kudus, kesembuhan ilahi, penghiburan ilahi, kelegaan ilahi, dll. Namun lawatan Tuhan yang dijanjikan-Nya kepada kita adalah lawatan yang jauh lebih besar lagi dari semuanya itu. Lawatan yang dijanjikan-Nya adalah lawatan yang membuat yang sulit tiba-tiba menjadi mudah, yang tidak mungkin menjadi terjadi secara ajaib, lawatan yang akan membuat setiap lutut bertelut dan semua lidah mengaku bahwa Yesus Kristus itu sungguh-sungguh adalah Tuhan yang layak untuk dipuji dan disembah.

Bagaimana supaya kita bisa mengalami lawatan Tuhan yang lebih dahsyat lagi? Ikutilah sesi ketiga dari seri kotbah “Higher Level” dengan judul “God’s Greater Visitation.” Kita akan dibukakan pengertian tentang arti lawatan Tuhan dan bagaimana supaya kita bisa mengalaminya. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
LAWATAN ALLAH yang akan dinyatakan di tengah-tengah kita adalah LAWATAN yang SEMAKIN LAMA SEMAKIN BESAR!

APLIKASI
1. Pernahkah Anda mengalami lawatan Tuhan?
2. Apa dampak lawatan Tuhan dalam hidup Anda?
3. Apakah Anda rindu mengalami lawatan Tuhan yang lebih besar lagi? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengalaminya?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sebab Engkau Tuhan yang selalu mengingat kami. Engkau senantiasa rindu untuk melawat hidup kami dan mendatangkan kelepasan bagi kami. Berikan kami hati yang terus lapar dan haus akan Engkau Ya Tuhan, sehingga kami siap untuk menerima lawatan-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Greater Anointing

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 89:1-53

RHEMA HARI INI
Mazmur 89:21-22 Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

Pengurapan yang semakin bertambah selalu akan membawa kita mengalami level yang bertambah. Ketika Tuhan mengurapi Daud dengan perantaraan Nabi Samuel, saat itulah Daud dibawa Tuhan mengalami level yang bertambah dalam kehidupannya.

Saat Pak Obaja belajar tentang kelompok sel Prinsip 12 di Bogota, Columbia, Pak Obaja tidak mengerti bahasanya, tetapi Pak Obaja menangkap impartasinya dengan iman. Saat diadakan pengurapan, sebenarnya saat itu adalah jam makan siang, tetapi Pak Obaja memilih untuk tetap tinggal di gereja dan menerima pengurapan dari Tuhan. Meskipun saat itu Pak Obaja tidak mengerti bahasanya, tetapi Pak Obaja terus mengikuti pengurapan yang diadakan di gereja tsb. Dan karena pengurapan yang diterima oleh Pak Obaja itulah, Tuhan memakai Pak Obaja untuk masuk ke level yang lebih tinggi lagi yaitu membawa kegerakan kelompok sel Prinsip 12 di Indonesia, sampai banyak orang dari berbagai negara datang ke Solo untuk belajar kegerakan Prinsip 12 dari gereja kita.

Sebelum masuk dalam level yang lebih tinggi lagi, kita harus menerima pengurapan yang lebih besar lagi dalam hidup kita. Tanpa pengurapan yang lebih besar, kita tidak akan mampu menerima level yang lebih tinggi. Itu sebabnya gereja kita mengadakan KKR Pengurapan selama 10 hari berturut-turut, sebab kita tahu bahwa hanya dengan pengurapan Tuhan sajalah maka kita bisa dibawa naik ke level lebih tinggi lagi. Ikutilah sesi kedua dari seri kotbah “Higher Level” dengan judul “Greater Anointing.” Kita akan belajar bagaimana kita bisa menerima pengurapan Tuhan yang akan membawa kita mengalami level yang lebih tinggi. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Hanya dengan GREATER ANOINTING, kita bisa mengalami HIGHER LEVEL

APLIKASI
1. Seberapa pentingkah pengurapan Tuhan bagi hidup Anda?
2. Bagaimana Anda berjuang untuk mendapatkan pengurapan Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya pengurapan Tuhan semakin bertambah dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami menyadari bahwa tanpa pengurapan-MU kami tidak dapat mengalami level yang lebih tinggi. Berikan kami kehausan dan kelaparan akan Engkau dan pengurapan-MU. Kami buka hati kami untuk menerima pengurapan yang dahsyat dari Engkau. Kerinduan hati kami adalah Engkau memakai kami lebih dahsyat lagi bagi kemuliaan-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Higher Level

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Efesus 3:14-21

RHEMA HARI INI
Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

Berapa banyak diantara kita yang seringkali tidak menyadari bahwa Tuhan sudah menyediakan rancangan yang sangat besar bagi hidup kita? Kita seringkali berpikir sesuai dengan keadaan kita. Kalau kita dilahirkan dengan latar belakang yang baik, perekonomian yang melimpah, maka kita berani berpikir bahwa kita memiliki masa depan yang baik. Tetapi kalau kita dilahirkan dalam keluarga dengan latar belakang yang kurang baik, berantakan, kekurangan secara ekonomi dan banyak masalah, maka kita tidak berani berpikir bahwa kita bisa mengalami hal-hal yang besar dalam hidup kita.

Padahal kebenarannya adalah Tuhan sudah menyediakan rancangan yang sangat besar bagi kehidupan setiap kita. Tuhan adalah Tuhan yang besar, dan DIA rindu supaya kita anak-anakNYA mengalami hal-hal yang sangat besar di dalam DIA. Yang perlu kita lakukan hanyalah percaya dan berani melangkah. Seorang gadis diminta oleh papanya untuk menyerahkan kalung mutiara imitasi yang dimilikinya. Ragu-ragu karena sangat menyayangi kalung mutiara imitasinya, gadis itu akhirnya memberanikan diri menyerahkan kalung mutiaranya kepada papanya. Saat itulah papanya mengeluarkan kalung mutiara asli dari saku bajunya dan menyerahkannya kepada anak gadisnya itu. Pada saat itu anak gadis ini sedang mengalami apa yang dinamakan higher level, naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Seperti itulah kehidupan kita. Tuhan ingin membawa kita ke higher level, sebab Tuhan sudah menyediakan rancangan yang sangat besar bagi kita. Namun tergantung kita, apakah kita berani percaya dan melangkah sesuai dengan perintah Tuhan atau tidak. Saat kita berani percaya dan melangkah, maka pintu terbuka menuju higher level pasti akan kita lalui. Ikutilah seri kotbah baru di bulan September ini “Higher Level.” Kita akan belajar bagaimana kita bisa dibawa Tuhan masuk ke tingkat yang lebih tinggi lagi yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Tuhan ingin membawa kita ke HIGHER LEVEL, tingkat yang lebih tinggi dalam kehidupan kita bersama-Nya.

APLIKASI
1. Bagi Anda, higher level seperti apa yang Tuhan sediakan dalam hidup Anda?
2. Hambatan apa yang seringkali Anda alami untuk mencapai higher level yang sudah disediakan Tuhan itu?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya bisa mencapai higher level yang sudah Tuhan sediakan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan kami bersyukur sebab Engkau sudah menyediakan level yang lebih tinggi lagi dalam hidup kami. Tolong kami untuk mempercayai hal-hal besar yang sudah Engkau sediakan dalam hidup kami. Berikan kami kekuatan dan keberanian untuk melangkah sesuai dengan kehendak dan rencana-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Merdeka Dari Hal Yang Merusak

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 27:1-14

RHEMA HARI INI
Mazmur 27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

Raynald III adalah adipati abad ke-14 di negara yang sekarang bernama Belgia. Dia amat tambun. Dalam suatu revolusi, Raynald III ditangkap oleh adiknya sendiri dan dipenjarakan di sebuah ruangan khusus. Ruang ini tidak memiliki terali besi di jendelanya dan tidak ada kunci di pintunya. Mengapa dia tidak bisa keluar? Ternyata, pintu itu sengaja dibuat lebih kecil daripada ukuran tubuhnya yang tambun. Sehingga, Raynald III tidak dapat keluar dari pintu itu. Namun demikian, masih ada harapan. Jika dia dapat menurunkan berat badannya, dia dapat bebas. Tidak hanya bebas, adiknya bahkan menawarkan mengembalikan gelarnya dan semua kekayaannya segera setelah keluar dari ruang tahanan itu. Sang adik berani mengajukan tawaran ini karena dia tahu kelemahan kakaknya. Raynald sangat suka makan melebihi segala sesuatu di dunia. Setiap hari, sang adik mengirimi berbagai makanan lezat ke ruang Raynald. Anda dapat menebak apa yang terjadi. Sang kakak tidak bertambah kurus. Sebaliknya, dia semakin gemuk. Raynald III bukan dipenjara oleh sel berkunci, melainkan oleh nafsunya sendiri.

Nafsu yang tidak bisa dikendalikan adalah sebuah hal merusak yang bisa mengakibatkan hidup kita terbelenggu dan tidak bisa mengalami kemerdekaan. Masih banyak lagi hal merusak yang bisa membuat kita tidak bisa mengalami kemerdekaan apabila kita tidak mengambil keputusan untuk melepaskan diri dari hal-hal yang merusak tersebut. Hal-hal merusak itu bisa berupa keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup, rasa bersalah yang berkepanjangan, ketakutan, kepahitan, dan masih banyak lagi. Kita harus memastikan diri kita terbebas dari semua hal merusak tersebut.

Itu sebabnya penting sekali bagi kita semua mengikuti sesi ke-4 dari seri Experiencing Real Freedom dengan judul Kemerdekaan Dari Merusak Diri Sendiri. Kita akan belajar bagaiman bisa lepas dari belenggu hal-hal merusak yang bisa menghancurkan hidup kita sendiri. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Alamilah KEMERDEKAAN DARI MERUSAK DIRI SENDIRI, sehingga hidup kita berguna, menjadi berkat, dan memuliakan nama Tuhan.

APLIKASI
1. Hal-hal merusak apa yang masih mengikat hidup Anda saat ini?
2. Apakah Anda ingin keluar dari ikatan hal-hal merusak tersebut?
3. Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk melepaskan diri dari hal-hal merusak tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami percaya bahwa kuasa-MU lebih besar daripada segala sesuatu yang ada di dunia ini. Engkau sanggup melepaskan kami dari segala hal yang dapat menghancurkan hidup kami. Hari ini kami berseru kepada-MU dan mohon pertolongan-MU. Kami percaya di dalam Engkau ada kemerdekaan yang sejati. Perbaharuilah hidup kami sehingga kami bisa Engkau pakai menjadi alat bagi kemuliaan-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Merdeka Dari Ketakutan

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 27:1-14

RHEMA HARI INI
Mazmur 27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

Ada sebuah cerita yang berasal dari negeri Irak, yang menggambarkan tentang besarnya peranan rasa takut dalam kehidupan manusia pada umumnya. Alkisah pada suatu saat suatu wabah penyakit sampar yang sangat hebat melanda Baghdad, ibukota negeri itu, sehingga mengakibatkkan korban jiwa yang sangat banyak. Pada waktu itu ada seorang pengendara kuda yang sedang mengadakan perjalanan menuju ke kota Baghdad: Ia sama sekali tidak mengetahui bahwa kota Baghdad sedang dilanda oleh bahaya sampar yang mengerikan. Sedang ia enak-enak menunggangi kudanya dengan menikmati keindahan pemandangan padang pasir di waktu matahari terbenam, tiba-tiba dari belakang menyusul seorang yang berpakaian serba hitam dengan menunggangi seekor unta hitam.

Dengan penuh rasa ingin tahu si pengendara kuda itu menyapa si orang yang serba hitam, menanyakan siapakah dia, dan apakah tujuannya pergi kekota Baghdad. Orang itu menjawab, “Aku adalah raja bala sampar dan aku akan ke Baghdad untuk mengambil nyawa-nyawa manusia yang akan mati terkena bala sampar.” Si pengendara kuda itu bertanya lagi, “Tuan, bolehkah aku mengetahui berapa jiwakah yang akan tuan ambil dari sekian banyak penduduk kota Baghdad?” Dengan tegas si serba hitam itu menjawab, “Akan kuambil 8000 jiwa rakyat Bahgdad yang mati karena bala sampar. Sedangkan yang 42.000 lainya itu bukan aku yang mengambil, mereka mati bukan karena sampar, tetapi mereka akan mati karena takut. Mereka sudah ketakutan mendengar nama sampar, sehingga sebelum ada terkena penyakit sampar, mereka sudah mati ketakutan.”

Ketakutan selalu melumpuhkan, bahkan akhirnya bisa mematikan. Mematikan semangat kita, mematikan pengharapan kita, mematikan impian kita, dan masih banyak lagi. Firman rhema yang kita baca hari ini mengatakan bahwa saat Tuhan menjadi terang hidup kita, maka kita tidak perlu takut terhadap apapun. Itu sebabnya penting sekali bagi kita semua mengikuti sesi ke-3 dari seri Experiencing Real Freedom dengan judul Kemerdekaan Dari Ketakutan. Kita akan belajar bagaiman bisa lepas dari belenggu ketakutan yang bisa melumpuhkan hidup kita. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Alamilah KEMERDEKAAN DARI KETAKUTAN, sebab terbelenggu oleh ketakutan itu bisa mematikan.

APLIKASI
1. Adakah belenggu ketakutan yang masih menguasai hidup Anda saat ini?
2. Mengapa Anda belum bisa melepaskan belenggu ketakutan tersebut?
3. Apa komitmen Anda supaya bisa lepas dari belenggu ketakutan?

DOA UNTUK HARI INI
“Engkau Tuhan El-Shadday, Allah yang Maha besar, Allah yang Maha Kuasa. Segala kuasa ada di dalam tangan-MU. Ajar kami percaya bahwa Engkau memegang kendali atas seluruh kehidupan kami, sehingga kami tidak perlu takut terhadap apapun yang harus kami hadapi. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Freedom From Conflict

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 34:1-23

RHEMA HARI INI
Mazmur 34:15 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Suatu hari Abraham Lincoln, presiden AS terlibat konflik dengan isterinya dan masing-masing tidak mau mengalah. Mereka berdua unjuk kekuatan siapa yang lebih lama bisa bungkam. Suatu kali Lincoln ingin dibangunkan pagi-pagi karena ada tugas kenegaraan yang sangat penting. Namun ia terlalu gengsi untuk memulai percakapan, itu sebabnya ia hanya menulis pada secarik kertas kepada isterinya, “Bangunkan aku pagi-pagi!” Keesokan harinya Lincoln bangun pada pukul 11, ia sangat terkejut, sekaligus sangat marah pada isterinya. Tapi kemudian ia terdiam karena menemukan secarik kertas yang berbunyi, “Bangun! Sudah pukul 6 pagi!”

Kisah menggelikan dari Lincoln ini kiranya cukup menjadi pelajaran berharga bagi kita. Masalah yang dialaminya diawali dari konflik yang tidak diselesaikan akibat sikap yang saling tidak mau mengalah. Padahal, konflik yang tidak diselesaikan dalam jangka waktu yang panjang akan membuat hidup kita terikat dengan konflik. Oleh sebab itu, jangan sampai kita terikat belenggu konflik.

Banyak orang yang hidupnya berada dalam belenggu konflik; setiap hari penuh konflik, dengan semua orang mudah mengalami konflik, dan banyak konflik yang akhirnya tidak pernah beres dalam hatinya dan terus menumpuk dalam hatinya menjadi kemarahan, kepahitan, kekecewaan, bahkan kebencian. Kita mungkin pernah terlibat konflik, tetapi kita harus bisa menang atas konflik dan mengatasi konflik sehingga akhirnya merdeka dari konflik dan kedua pihak bisa semakin baik dan dewasa. Alamilah kemerdekaan dari belenggu konflik dengan mengikuti sesi kotbah Experiencing Real Freedom yang kedua dengan judul Kemerdekaan Dari Konflik. Kita akan diajari bagaimana supaya bisa terlepas dari belenggu konflik yang dapat merugikan hidup kita. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
SELESAIKAN SETIAP KONFLIK dengan benar dan alamilah KEMERDEKAAN DARI BELENGGU KONFLIK!

APLIKASI
1. Adakah konflik yang belum Anda selesaikan sampai saat ini?
2. Hambatan apa yang Anda alami dalam menyelesaikan konflik tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya lepas dari belenggu konflik?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terimakasih untuk firman-MU yang luar biasa, mengingatkan kami untuk menyelesaikan konflik dan melepaskan diri dari belenggu konflik. Kami percaya dengan kekuatan kuasa Roh Kudus-MU kami akan dimampukan untuk lepas dari belenggu konflik. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Mengalami Kemerdekaan Sejati

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 8:30-36

RHEMA HARI INI
Yohanes 8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

Dengan pembongkaran Uni Soviet pada tahun 1991 dan dibukanya tirai besi setelah itu, Eropa Timur dengan penuh sukacita merayakan kemerdekaan mereka yang telah lama ditolak. Namun, beberapa “kemerdekaan” pertama yang dilaksanakan di negara-negara yang sebelumnya berpaham komunis ini adalah mengumbar pornografi, prostitusi, narkoba, dan kejahatan yang terorganisir.

Banyak orang memang memiliki konsep yang keliru mengenai kemerdekaan. Mereka berpikir bahwa mereka bebas melakukan segala sesuatu yang disebut sebagai “kewajiban.” Namun, Kitab Suci menunjukkan bahwa kebebasan rohani yang sesungguhnya terkait dengan pengorbanan Yesus untuk dosa-dosa kita. Kebebasan sejati tidak mungkin terpisah dari ketaatan terhadap perintah-perintah Allah. Ketaatan penuh kasih pada hukum Allah bukanlah upaya untuk mencapai keselamatan oleh perbuatan, melainkan merupakan sebuah respons tulus, jujur, ingin melayani, dan menyenangkan Allah penguasa alam semesta yang besar, yang memberi hukum rohani-Nya untuk kesejahteraan kita sendiri. Ini bukan soal apa yang nyaman, tetapi tentang apa yang menyenangkan Allah. Justru kebebasan yang sejati datang saat kita dengan bebas memerintahkan diri kita sendiri untuk tunduk kepada ketetapan dan kehendak Tuhan.

Alamilah kemerdekaan yang sejati di dalam Tuhan dengan mengikuti seri kotbah Experiencing Real Freedom” selama bulan Agustus ini. Kita akan dibukakan pengertian yang mendalam dan sangat kita butuhkan tentang kemerdekaan yang sejati. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
KEMERDEKAAN yang sejati hanya dapat kita temukan di DALAM YESUS.

APLIKASI
1. Apakah arti kebebasan menurut Anda?
2. Bagaimana Anda akan menggunakan kebebasan yang Anda alami untuk memuliakan Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya bisa sungguh-sungguh mengalami kemerdekaan yang sejati?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sebab Engkau sudah menyediakan kemerdekaan yang sejati bagi kami. Ajar kami untuk mempergunakan kemerdekaan itu untuk melakukan hal-hal yang berguna dan memuliakan nama-MU. Terima kasih, ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.

Sepaket

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Wahyu 12:10-12

RHEMA HARI INI
Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Seorang gadis kecil terlihat kebingungan di depan etalase boneka di sebuah supermarket. Cukup lama ia berdiri disitu, sambil memandangi deretan boneka yang berjajar di depannya. Gadis kecil ini bimbang, apakah ia akan memilih boneka beruang coklat kecil dengan mata yang ramah lucu, atau boneka anjing putih gendut dengan moncong yang menggemaskan. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya ia mengambil boneka beruang coklat kecil dan menyerahkan kepada ibunya yang sudah menunggu di depan kasir. Petugas kasir memindai barcode yang ada di label harga boneka tersebut lalu memeriksanya di komputernya. Tiba-tiba petugas kasir tersebut tersenyum dan berkata, “Selamat ibu, anak ibu bisa mendapatkan gratis boneka anjing putih sebagai pembeli keseratus dari boneka beruang kecil ini!” Mendengar kata-kata kasir itu, sang gadis kecil langsung melompat-lompat kegirangan. Ia bersukacita sekali bisa mendapatkan dua boneka yang ia inginkan sepaket sekaligus!

Saat kita menerima keselamatan, kita juga menerima kuasa. Di pemandangan Tuhan, keselamatan yang IA sediakan bagi kita sudah sepaket dengan kuasa untuk kita bisa hidup berkemenangan. Siapa menerima keselamatan, ia menerima kuasa. Begitu saja, sesederhana itu. Namun pertanyaannya, mengapa banyak anak Tuhan yang sudah diselamatkan, hidupnya seolah-olah tidak ada kuasanya? Jawabannya adalah karena ketidaktahuan. Ketidaktahuan akan membuat kita tidak menginginkan, tidak berusaha mendapatkan, sehingga akhirnya membuat kita tidak memilikinya.

Hari ini, sadarilah bahwa saat Anda diselamatkan Anda juga diberi kuasa oleh Tuhan. Mengapa Tuhan harus memberi kuasa kepada Anda? Tentu saja supaya Anda bisa menjadi saksi-NYA, dan melalui hidup Anda ada semakin banyak orang menjadi percaya kepada Yesus. Itu sebabnya sangat penting sekali bagi kita untuk mengikuti sesi terakhir dari seri kotbah Becoming Spiritual Giants dengan tema: “Powerful Christian – Kristen Penuh Kuasa.” Kita akan dibukakan pengertian yang mendalam dan sangat kita butuhkan tentang kehidupan yang penuh kuasa. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Siapa menerima KESELAMATAN, ia menerima KUASA.

APLIKASI
1. Seberapa dalamkah pengertian Anda tentang hidup Kristen yang penuh kuasa?
2. Menurut Anda, bagaimana kita bisa sungguh-sungguh hidup penuh kuasa?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk hidup penuh kuasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan, sebab ketika kami menerima keselamatan, sesungguhnya kami juga menerima kuasa. Tolong kami untuk percaya bahwa ada kuasa yang tak terbatas yang sudah Engkau berikan dalam hidup kami. Bukakanlah hati kami untuk menerima kuasa-MU dan berjalan dalam kuasa untuk memuliakan nama-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.