Cepat Taat Cepat Mujizat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Raja-raja 5:1-19

RHEMA HARI INI
2 Raja-raja 5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Berhenti merokok adalah sesuatu yang sangat berat bagi Adi. Sudah lebih dari 20 tahun ia menjadi perokok dan tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk bisa berhenti. Sampai beberapa hari yang lalu Adi merasa sesak nafas dan dadanya terasa nyeri seperti tertusuk. Semula Adi mengabaikan, namun ketika ia nyaris pingsan karenanya, mau tidak mau Adi memeriksakan diri ke dokter. Ternyata Adi terkena serangan jantung ringan dan dokter memintanya untuk berhenti merokok. Bagi Adi ini adalah sesuatu yang mustahil karena ia adalah seorang designer grafis yang terbiasa bekerja ditemani oleh kopi dan rokok. Ia ngeri membayangkan idenya akan mampet bila ia tidak boleh merokok, belum lagi badannya lemas, pusing dan semua efek yang timbul bila seseorang berhenti merokok.

Adi berusaha sekuat tenaga untuk menahan keinginannya, tapi ketika tiba waktunya ia bekerja, ia tidak bisa tidak merokok. Hal ini begitu menyusahkan hatinya sebab membuat design adalah sumber pendapatannya, jika ia berhenti bekerja bagaimana nanti nasib keluarganya. Di tengah kegalauan, Adi tak henti berdoa meminta petunjuk dari Tuhan. Dan jawaban Tuhan adalah supaya Adi menghindari segala sesuatu yang menyebabkan ia kembali pada kebiasaannya, termasuk membuat design kalau memang perlu. Walaupun diawali dengan rasa gamang, Adi memberanikan diri istirahat sementara dari pekerjaannya dan masuk dalam doa puasa. Ternyata setelah dijalani, tidaklah seberat yang ditakutkan Adi. Ia berhasil berhenti dan justru setelah menjadi mantan perokok, ide-idenya menjadi lebih cemerlang. Badannya menjadi lebih fit, jantungnya tidak lagi bermasalah dan kinerjanya makin membaik.

Ketika kita mengalami suatu penyakit dan Tuhan memberikan rhema untuk kita, mungkin itu pantang makanan tertentu, mengampuni seseorang, bersukacita atau bahkan untuk bangkit dari kursi roda, respon kitalah yang menentukan kesembuhan. Secepat apa kita menerima mujizat kesembuhan sangat tergantung pada cepat lambatnya kita mulai melangkah untuk patuh dan taat pada perintah Tuhan. Walaupun nampaknya mustahil atau aneh untuk kita lakukan tapi belajarlah untuk taat, inilah rahasia kesembuhan Ilahi. Sebab Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita dan Dia mau segala sesuatu yang tidak berkenan dan merusak kesehatan enyah dari kehidupan kita untuk selamanya. (PF)

RENUNGAN
Cepat atau lambatnya MUJIZAT KESEMBUHAN BESAR terjadi TERGANTUNG pada cepat atau lambatnya kita TAAT kepada PERINTAH TUHAN.

APLIKASI
1. Adakah bentuk ketidak taatan yang masih Anda lakukan? Dalam hal apa?
2. Apa yang menyebabkan Anda sulit untuk bisa taat?
3. Bagaimana komitmen Anda untuk bisa taat pada perintah Allah?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampuni kami bila masih ada kegemaran, keinginan atau kebiasaan kami yang tidak berkenan kepada-Mu dan mendatangkan sakit penyakit pada tubuh kami. Ampuni kami yang seringkali lupa bahwa tubuh ini bukanlah milik kami lagi melainkan bait roh Kudus. Tuhan kami bersedia untuk terus belajar sampai akhirnya taat sepenuhnya kepada-Mu. Kami percaya Engkau akan mendukung dan memberi kekuatan pada siapapun yang mau taat dan berpegang pada perintah-Mu. Terimakasih Tuhan, didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.