Cinta Yang Mendalam Kepada Tuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Hosea 6:1-6

RHEMA HARI INI
Hosea 6:6 sebab aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

Sejak remaja, pastor Nita sudah memenuhi hidupnya dengan semua tentang Yesus, Yesus, dan Yesus. Layaknya wanita lain ia juga menyukai asesoris wanita. Tetapi setiap punya uang, ia lebih memilih berbagi dengan yang tidak mampu. Pastor Nita sebenarnya punya kerinduan bisa memiliki sebuah kalung berliontin salib. Ia juga pernah menggambar liontin impiannya. Ia tidak menyangka, setelah sepuluh tahun, ia akan menerima hadiah sebuah liontin salib persis seperti yang pernah digambarnya. Ia begitu gembira. Beberapa hari kemudian, saat datang ke gereja dan mendengarkan khotbah, Pastor Nita hanya bisa menangis sambil tersenyum. Ia mengerti kalau Tuhan mau ia menyerahkan liontin kesayangannya. Sambil mencucurkan airmata, ia serahkan liontin impiannya. Bagi Pastor Nita, sesuka apapun ia terhadap liontin tersebut, Tuhan Yesus adalah yang terutama dan yang paling berharga di hatinya. Baginya sukacita saat menabur bagi Tuhan adalah melebihi sukacita saat memiliki liontin tersebut.

Banyak oranga bertanya, “Untuk apa ya Tuhan meminta liontin pastor Nita, Tuhan kan sudah kaya raya?” Tuhan memang sudah sangat kaya. Tanpa persembahan dari kita pun, Dia sudah sangat kaya dan empunya segala kekayaan. Lalu apa yang Dia cari dari kita? Cinta yang mendalam kepada Tuhan. Ya, itulah yang Dia inginkan. Hati yang ada dibalik pemberian itulah yang menyentuh hati Tuhan. Bukan persembahan itu sendiri (Hosea 6:6).

Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat rindu memberkati kita dan memberikan mujizat keuangan besar, lebih dari yang dapat kita pikirkan atau bayangkan. Tetapi sebelumnya, yang Tuhan mau dari kita adalah hati yang selalu mengasihi dan mengutamakan Dia lebih dari yang lain. Jika Tuhan sudah jadi yang terutama, maka semuanya pasti akan ditambahkan, sehingga sukacita kita menjadi penuh. Sekalipun kita harus menyerahkan kesayangan kita, kita akan tetap bersukacita. Bahkan lebih bersukacita lagi karena kita memberikannya kepada yang paling kita kasihi. Oleh karena itu jadikan Tuhan yang terutama di hati kita, maka kita akan memiliki level sukacita menabur yang penuh.

RENUNGAN
Tuhan TIDAK MEMBUTUHKAN apa pun dari kita, HATI DI BALIK PEMBERIAN kitalah yang akan MENYENTUH HATI-NYA.

APLIKASI
1. Apa yang sebenarnya Tuhan butuhkan dari Anda?
2. Pemberian seperti apakah yang Tuhan inginkan dari Anda?
3. Sudahkah Anda memberi dengan sukacita dan cinta yang mendalam kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik. Terima kasih karena Engkau sudah mengasihi kami sedemikian rupa, lebih dari ciptaan-Mu yang lain. Kini, kami mau mengambil komitmen untuk terus belajar selalu mengasihi dan mengutamakan Engkau lebih dari yang lain, sehingga kami boleh menerima anugrah sukacita dalam menabur yang melampaui akal pikiran kami. Dan sebagai balasan kasih setia-Mu kepada kami. Kami percaya ketika kami mengutamakan Engkau, berkat-berkat-Mu, mujizat keuangan besar dapat terjadi dalam hidup kami. Dan sukacita kami menjadi penuh, karena Engkau di dalam kami. Dan kami juga boleh Engkau pakai untuk membagikan sukacita dari Tuhan saat menabur melalui kesaksian kami. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.