Dampak Negatif Perselingkuhan Bagi Keluarga

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Amsal 6:20-29

RHEMA HARI INI
Amsal 6:27-28 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya

Di usianya yang sudah hampir menginjak kepala tiga, Denka masih belum ingin menikah. Ia masih takut kalau-kalau ia tidak bisa menjadi kepala keluarga yang baik. Ketakutannya itu membuatnya menjadi pribadi yang tertutup dan ia tidak berani membuka hati untuk orang lain. Sampai di suatu titik dalam hidupnya, ia merasa jengah sehingga ia pun menceritakannya kepada ketua kelompok selnya. Oleh KKS-nya, Denka dianjurkan untuk ikut retreat Encounter, dan ia pun menurutinya.

Di retreat Encounter, Denka dilayani dan ia disadarkan bahwa ternyata ketakutannya selama ini diakibatkan oleh luka pada kejiwaannya yang telah lama ia pendam. Sewaktu ia kecil, ia sering melihat pertengkaran besar antara ayah dan ibunya karena ibunya mendapati ayahnya berselingkuh. Siapa sangka bahwa hal itu sangat membekas di alam bawah sadarnya. Setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, ia pun dipulihkan dan menjadi pribadi yang berbeda. Ia sudah dapat mengampuni ayahnya, dan bahkan mulai berani membuka hati untuk mencari pasangan hidup.

Ya, perselingkuhan tidak hanya membawa dampak negatif bagi orang yang berselingkuh maupun pasangannya, tetapi juga besar dampaknya bagi anggota keluarga lainnya, khususnya bagi anak. Perselingkuhan pun sering dipakai iblis sebagai alat untuk menghancurkan banyak keluarga, sehingga rencana Tuhan pun terhambat. Meski demikian, tak ada kata terlambat bagi Tuhan. Ketika salah seseorang, baik itu suami maupun istri yang berselingkuh, dan luka yang tertoreh dalam keluarga sangatlah dalam, jamahan Tuhan tetap dapat menyembuhkannya. Hanya saja, alangkah baiknya bila dengan segala daya upaya kita, kita menghindarkan keluarga kita dari perselingkuhan. Kalau perselingkuhan itu sudah terlanjur terjadi, tetaplah percaya bahwa Tuhan sanggup memberikan mujizat pemulihan keluarga bagi kita. Bagaimanapun, Dialah Allah yang bekerja dalam segala sesuatu, bahkan melalui hal-hal yang kelihatannya buruk, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

RENUNGAN
PERSELINGKUHAN membawa DAMPAK NEGATIF bagi diri sendiri, pasangan, dan keluarga.

APLIKASI
1. Bagaimana perselingkuhan dapat membawa dampak negatif bagi banyak orang?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan membenci perselingkuhan?
3. Apakah yang dapat Anda lakukan untuk menjauhkan diri dari perselingkuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau belajar untuk menjaga pikiran, hati, dan tubuh kami agar kami dapat terhindar dari perselingkuhan. Roh Kudus, tolong ingatkan dan mampukan kami, agar kami dapat senantiasa menjaga kekudusan di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.