Dari Aib Kepada Kemuliaan

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Samuel 12:1-25

RHEMA HARI INI
2 Samuel 12:24 Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini

Siapa yang tidak mengenal Daud, seorang yang sangat dikasihi Tuhan dan berkenan di hadapan-Nya. Namun, meskipun demikian Daudpun tidak terluput dari aib keluarga. Pada masa pemerintahanya, Raja Daud melakukan sebuah dosa besar. Dia tidak hanya melakukan dosa zinah dengan Batsyeba tetapi juga merancang skenario jahat terhadap Uria, suami Batsyeba. Akibatnya, Tuhan menjatuhkan hukuman atas Daud, anaknya dibiarkan mati meskipun Daud sudah meratap serta memohon dengan sangat kepada Tuhan.

Penghukuman Tuhan dimulai, tetapi juga bersamaan dengan dipulihkannya Daud. Maka Daud pulang ke rumah, menghibur istrinya, yaitu Batsyeba, dan tidur dengan dia. Tuhan memberikan anak kepada Daud melalui Batsyeba, dan anak itu dinamai Salomo. Tuhan mengasihi anak ini dan inilah anak yang akan Tuhan jadikan sebagai penerus Daud. Mengapa cara Tuhan seperti ini? Cara Tuhan yang bijak dan benar adalah untuk menunjukkan bahwa janji Tuhan kepada Daud melalui keturunannya mencakup janji pemulihan yang sanggup Tuhan kerjakan. Tuhan memulihkan umat-Nya dari keadaan yang sangat rusak menjadi keadaan yang baik. Tuhan memulihkan Daud dan Batsyeba, yang memulai hubungan mereka dengan perzinahan dan pembunuhan, tetapi dipulihkan dengan seorang anak yang telah dijanjikan sebagai penerus takhta Daud. Melalui anak inilah Tuhan akan mendirikan Bait Suci-Nya.

Apakah Anda memiliki aib dalam keluarga? Belajar dari kisah Daud, percayalah bahwa Tuhan sanggup mengubahkan sebuah aib menjadi kemuliaan yang luar biasa. Ikutilah bagian kedua kotbah bulan Juni “Miracle for Family Restoration” atau “Mujizat Pemulihan Keluarga” yang berjudul “From Disgrace to Glory” atau “Dari Aib Kepada Kemuliaan.” Imani, percayai dan tangkaplah dengan sungguh-sungguh apa yang sudah dijanjikan Tuhan ini sehingga kita semua bisa mengalami mujizat keluarga yang luar biasa. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv Bagikan link ini kepada kerabat, kenalan, atau keluarga Anda yang membutuhkan kuasa untuk mencipta yang bisa mengubahkan hidup mereka sehingga mereka juga bisa diberkati.

RENUNGAN
Tuhan sanggup MEMULIHKAN umat-Nya dari keadaan yang SANGAT RUSAK menjadi keadaan yang SANGAT BAIK.

APLIKASI
1. Apakah ada keadaan yang sangat rusak yang saat ini sedang Anda alami dalam keluarga?
2. Apa respon Anda terhadap keadaan tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya keadaan keluarga Anda yang rusak bisa dipulihkan Tuhan menjadi sangat baik?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur karena hati-MU selalu rindu memulihkan serta memberkati keluarga kami. Berikan kami hati yang mengasihi-MU, mengutamakan-MU lebih dari segalanya, serta taat melakukan kehendak-MU, sehingga rencana-MU bagi keluarga kami bisa tergenapi. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.