Dedikasi Untuk Memberitakan Kabar Baik

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 1:22-31

RHEMA HARI INI
1 Korintus 1:26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

Roni tersenyum geli melihat postingan ten years challenge Rina teman karibnya. 10 tahun yang lalu Rina nampak berpose heboh dan ceria di puncak sebuah pegunungan. Lengkap dengan atribut celana jeans sobek, ransel dan bendera. Ia memang hobi traveling dan sedikit tomboi. Disebelahnya ada foto Rina baru-baru ini, dengan setelan jas resmi, berkacamata dan berwajah serius berlatar belakang gedung apartemen yang sedang dibangun. Rina sekarang adalah manajer dari sebuah perusahaan properti yang sedang berkembang. Dan hal itu membuatnya tak bisa lagi berpenampilan dan bepergian sesuka hati. Ya, banyak hal yang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun. Roni pun berpikir, betapa banyak perubahan yang terjadi dalam hidupnya ditahun-tahun belakangan ini.

Roni dulu menghalalkan segala cara untuk bisa kaya dan sukses. Ia tidak peduli soal hal-hal rohani sebab baginya itu tidak relevan dengan keadaan yang ia hadapi. Bahkan menghambat bila ia ingin melakukan hal-hal yang menyimpang dari kebenaran. Memang awalnya Roni sempat sukses, namun karena jalannya tidak benar akhirnya Roni bangkrut dan hidupnya begitu terpuruk. Ia putus asa dan nyaris bunuh diri, sampai ia bertemu dengan seorang hamba Tuhan. Roh Kudus menjamah Roni dan membawanya pada pertobatan yang sungguh-sungguh. Sejak bertobat, Roni mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan jiwa. Selain melayani, ia gunakan segala kesempatan untuk bersaksi dan menginjil. Roni pun tak segan-segan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan uangnya untuk membawa orang pada keselamatan.

Untuk memulai sesuatu yang besar diawali dengan satu langkah kecil. Untuk ikut dalam proyek besar Tuhan Yesus dalam menyelamatkan jiwa-jiwa, kita bisa memulainya dari diri kita sendiri. Bagaimanapun keadaan kita saat dipanggil, asalkan kita mau, kita bisa gunakan apa saja yang ada pada kita untuk mulai menyelamatkan jiwa. Seperti meluangkan waktu untuk mendengar keluhan teman dan memberinya penghiburan atau menjadikan media sosial untuk memberitakan kabar baik. Semua itu bisa menjadi sarana dan langkah awal kita untuk bersaksi dan selamatkan jiwa. Saat kita mulai melangkah dalam proyek penyelamatan jiwa-jiwa, Tuhan sang sumber kuasa akan memperlengkapi kita dengan kuasa dari atas, otoritas dari surga, yaitu urapan Dominion. Sehingga apapun yang telah kita dedikasikan untuk proyek Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia. Melalui hidup kita banyak jiwa akan diselamatkan dan kerajaan Allah makin diperluas. (PF)

RENUNGAN
DEDIKASI dalam proyek penyelamatan jiwa DIMULAI DARI DIRI SENDIRI, ambillah komitmen untuk BERSAKSI dan MEMBERITAKAN KABAR BAIK.

APLIKASI
1. Apakah Anda tergerak untuk selamatkan jiwa-jiwa? Mengapa?
2. Dengan posisi dan keadaan Anda sekarang, apa yang bisa Anda lakukan untuk bersaksi dan memberitakan kabar baik?
3. Buatlah daftar jiwa yang ingin Anda selamatkan. Apa yang bisa Anda lakukan untuk mereka?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, bukan karena kebaikan kami, namun hanya karena kasih karunia-Mu kami diselamatkan. Kami ingin banyak jiwa juga diselamatkan seperti kami telah Kau selamatkan. Beri kami keberanian, hikmat dan kuasa agar kesaksian dan pemberitaan kami dapat menjamah mereka yang mendengarnya. Terimakasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.