Dedikasikan Hidup Untuk Menyelamatkan Jiwa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Daniel 12:1-13

RHEMA HARI INI
Daniel 12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Seberapa besarkah kasih kita kepada orangtua kita? Setiap makan, adakah kita rindu memberikan hidangan lezat yang ada di depan kita untuk orangtua kita yang mulai menua? Hal ini kelihatannya sepele. Tetapi sadarilah, justru dari hal-hal yang sepele ini kita dapat menilai seberapa besar rasa cinta dan dedikasi kita kepada orangtua kita. Periksalah! Jangan-jangan rasa itu sudah tidak ada lagi.

Begitu juga dengan Bapa kita di sorga. Adakah kita ingat akan Dia, saat melakukan hal-hal terkecil sekalipun? Adakah kita rindu mengetahui apa yang sedang Ia rasakan, dan yang menjadi isi hati-Nya saat ini? Ya. Kerinduan Bapa yang terbesar saat ini adalah menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Tuhan bahkan berjanji hidup yaKetikaal dan upah yang besar di Sorga Ia sediakan bagi yang menyelamatkan jiwa. Tuhan bahkan tidak mau berhutang. Mujizat seratus kali lipat di bumi juga ia sediakan bagi setiap anak-anak-Nya yang mau mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. Andai kita tahu isi hati Bapa dan kesetiaan-Nya yang besar terhadap janji-janji-Nya, kita pasti tidak akan segan-segan untuk mendedikasikan hidup kita sepenuhnya bagi Kekasih jiwa kita, Sahabat, dan Pencipta kita.

Dedikasi penuh, itulah kata kuncinya. Inilah alasan sebenarnya, mujizat seratus kali lipat bisa terjadi dalam hidup orang percaya. Dedikasi bukanlah soal untung rugi. Dedikasi adalah sama dengan pengabdian yang total kepada Tuhan tanpa memikirkan upah. Ketika seseorang melayani tanpa memikirkan upah, justru disitulah letak kekuatan atau rahasia seseorang dapat menarik upah seratus kali lipat datang dalam segala aspek hidupnya (Markus 10:29). Itulah nasib orang-orang yang memiliki dedikasi penuh kepada Tuhan. Ia akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya (Daniel 12:3). Sebab itu, dedikasikan hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan, untuk selamat sebanyak mungkin jiwa bagi Tuhan, Sahabat dan Bapa kita. Dan terimalah mujizat selamatkan jiwa.

RENUNGAN
Tuhan menjanjikan HIDUP YANG KEKAL dan UPAH YANG BESAR DI SORGA bagi yang MENYELAMATKAN JIWA.

APLIKASI
1. Apa yang Tuhan janjikan bagi orang-orang yang menyelamatkan jiwa?
2. Bagaimana nasib orang yang mendedikasikan hidupnya kepada Tuhan?
3. Dedikasi seperti apakah yang Tuhan mau dari hidup kita? Jelaskan!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, Sahabat, dan Rajaku, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Engkau telah menyadarkan kami bahwa seringkali kami tidak cukup tulus dalam melayani-Mu. Ampuni kami. Mulai hari ini, kami mau belajar untuk mendedikadikan hidup kami kepada-Mu. Beri hati yang melayani bukan karena upah, tetapi semata-mata karena cinta dan ketulusan untuk mendedikasikan hidup kami kepada Bapa, sehingga Engkau temukan kami setia dan bercahaya seperti cahaya cakrawala. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.